i
NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL PADA NIAT MELAKUKAN WHISTLEBLOWING DALAM PENGELOLAAN DANA DESA
PENGESAHAN
Oleh :
KATARINA DWI UTAMI NIM : 232013297
SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Ekonomika dan Bisnis Guna Memenuhi Sebagian dari
Persyaratan-persyaratan untuk Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi
FAKULTAS : EKONOMIKA DAN BISNIS PROGRAM STUDI : AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA 2017
ii
iii
iv
v
vi MOTTO
“I can do everything through Him who gives me strength”
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa
dan permohonan dengan ucapan syukur (Filipi 4:6)
“Don’t pray for an easy life, pray for the strength to endure a hard one.”
(Burce Lee)
”Don’t worry, I am with you. Don’t be afraid, I am your God. I will make you strong. I will help you. I will support you with my right hand that brings victory”
(Isaiah 41:10)
vii
UCAPAN TERIMA KASIH
Terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat, perlindungan dan tuntunan-Nya dalam setiap langkah yang penulis melalui perjumpaan dengan pihak- pihak yang mendukung penyusunan tugas akhir ini hingga proses penulisan dapat terselesaikan dengan baik. Terima kasih kepada:
1. Keluarga tercinta Bapak Pius Mudjijono, Ibu M.H. Winarti, Leonardus Tri Nugroho, Mas Ignatius Eko Jatmiko dan Mbak Oktianti Dwi Aryani yang selalu memberikan dukungan serta doa.
2. Ibu Dr. Intiyas Utami, SE., M.Si., Ak., CA., CMA., QIA, selaku pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan arahan selama penyusunan tugas akhir ini.
3. Bapak Hari Sunarto, SE, MBA, Ph.D, selaku wali studi yang selalu memberikan pengarahan dalam menjalani kuliah di Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
4. Seluruh Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis yang telah memberikan pengetahuan dan ilmu bagi penulis dari awal hingga akhir kegiatan akademis penulis.
5. Bapak pimpinan KESBANGPOL yang memberikan ijin melakukan penelitian dan memberikan doa bagi penulis.
6. Bapak Camat Bringin yang telah memberikan ijin kepada penulis untuk melakukan penelitian di Desa Bringin, Kabupaten Semarang.
7. Bapak Kepala desa dan perangkat desa yang bersedia memberikan bantuan berupa informasi yang dibutuhkan oleh penulis.
8. Bapak Chris yang memberikan bantuan kepada penulis dalam mendapatkan surat ijin penelitian.
9. Ariel Pentacost Gumelar, orang terkasih penulis yang selalu sabar, perhatian, memberikan semangat, dukungan, nasehat, dan doa kepada penulis dalam menyelesaikan tugas akhir ini.
10. Ayuk, Eugenia, Gayuh, Indri, Jeny dan Puji teman dekat penulis yang saling mendukung satu sama lain, saling membantu dan saling mendoakan satu sama lain.
viii
11. Pihak-pihak lain yang tidak bisa disebutkan satu persatu yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
Akhir kata penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis, semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Salatiga, 1 Mei 2017
Katarina Dwi Utami
ix
KATA PENGANTAR
Kasus tindakan korupsi di Indonesia sangat meresahkan masyarakat. Banyak kasus korupsi yang terungkap di media massa baik kasus korupsi di perusahaan maupun instansi pemerintahan. Contoh kasus korupsi yang dipublikasikan adalah kasus korupsi di Desa Popongan Kec. Bringin, Desa Tegalwaton Kec. Tengaran, kasus PT Kimia Farma Tbk. dan kasus PT Indo Farma Tbk. Kasus korupsi ini membuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah menjadi menurun, sehingga pemerintah perlu membuat sebuah sistem untuk menekan tingkat korupsi di Indonesia.
Whistleblowing merupakan salah satu cara untuk menekan tingkat korupsi di perusahaan maupun pada instansi pemerintahan. Peran whistleblower dalam memerangi tingkat korupsi sangat diperlukan agar dapat meminimalkan tingkat korupsi yang terjadi. Terlebih pada instansi pemerintah khususnya pada pemerintahan tingkat desa yang menggunakan dana dari pemerintah yang biasa disebut dana desa. Dana desa digunakan untuk pembangunan fisik desa dan kesejahteraan masyarakat. Penggunaan dana desa ditentukan oleh perangkat desa berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat.
Pengambilan keputusan dalam penggunaan dana desa didasarkan pada nilai etika yang dianut oleh perangkat desa yang dipengaruhi oleh nilai-nilai leluhur dan budaya kerja di suatu desa.
Peneliti tertarik dengan peran whistleblowing pada penggunaan dana desa sehingga ingin mengetahui potensi penerapan whistleblowing dalam pemerintahan desa dan memberikan gambaran mengenai dasar perangkat desa dalam melakukan whistleblowing. Penelitian ini menggunakan metode wawancara yang dilakukan dengan Perangkat Desa di Desa Bringin, Kecamatan Bringin sebagai subjek penelitian.
Penelitian ini tidak terlepas dari keterbatasan. Oleh karena itu segala masukan dan saran yang membangun sangat diharapkan agar dapat menjadi reverensi penelitian mendatang.
Salatiga, 1 Mei 2017
Katarina Dwi Utami
x ABSTRACT
This study aimed to find out the potential of doing whistleblowing in village government offices and the factors which influenced somebody to do whistleblowing.
The study was conducted in Bringin Village, Disctric of Bringin, Semarang Regency.
The method used in this study was qualitative which focused on descriptive approach in which sequential technique was used to gather the data. The result of this study showed that first, the local wisdoms were the underlying reasons of the citizens’ courage to do whistleblowing because they felt responsible in building their village and got rid of the bad things which might happen to their village. Second, there was benevolence ethical climate in that village in which the government officials nurtured the society’s awareness by giving explanation about the effects to the society if there was village fund wrongdoing. This was supported by the moral intensity in which the society always tried to maintain good moral by nurturing the awareness of the importance of revealing fraud for the sake of the society’s wellbeing. Third, the principle ethical climate used by the government officials nurtured the society’s courage to do whistleblowing by showing the sanctions of the village fund wrongdoing which would affect all part of society and also the steps taken by the government officials regarding the case of village fund wrongdoing.
Keywords : whistleblowing, local wisdom, moral intensity, ethical climate
xi DAFTAR ISI
COVER ... i
PERNYATAAN TIDAK PLAGIAT ... ii
PERNYATAAN PERSETUJUAN AKSES ... iii
LEMBAR PENGESAHAN ... iv
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS ... v
MOTTO ... vii
UCAPAN TERIMA KASIH ... vii
KATA PENGANTAR ... ix
ABSTRACT ... x
DAFTAR ISI ... xii
DAFTAR TABEL ... xiiii
PENDAHULUAN ... 1
TELAAH PUSTAKA ... 6
Kearifan lokal ... 6
Whistleblowing ... 7
Iklim Etika ... 7
Intensitas Moral ... 8
METODA PENELITIAN ... 8
HASIL DAN PEMBAHASAN ... 9
Nilai Kearifan Lokal Kecamatan Bringin ... 9
Penggunaan Dana Desa ... 10
Penyalahgunaan dana desa ... 15
Nilai-Nilai Kearifan Lokal dan Iklim Etika pada Niat Melakukan Whistleblowing . 18 Intensitas Moral pada Niat Melakukan Whistleblowing ... 22
KESIMPULAN, IMPIKASI, KETERBATASAN DAN SARAN ... 25
Kesimpulan ... 25
Implikasi ... 25
Keterbatasan dan Saran ... 26
DAFTAR PUSTAKA ... 27
DOKUMENTASI ... 30
LAMPIRAN ... 31
I. Pertanyaan ... 31
II Surat ijin Kecamatan Bringin ... 34
III Surat dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) ... 35
xii
IVRAB (Rencana Anggaran Belanja) Tahun 2016 ... 36
xiii
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Indikator Kriteria Iklim Etika ... 8