• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keajaiban Code Blue di Rumah Sakit Jiwa

N/A
N/A
UPTD Puskesmas Kalikajar2

Academic year: 2024

Membagikan "Keajaiban Code Blue di Rumah Sakit Jiwa"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Skenario DC Shock TIM CODE BLUE

Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat

Salah satu pasien tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri.

Perawat A yang ada disekitar, melihat kejadian dan segera mendekati pasien.

Perawat A: Pak-pak-pak, bangun pak (sambil menepuk bahu pasien)

Perawat A: Tolong-tolong Bang (perawat B) minta bantuan, bawa AED dan aktifkan code blue.

Perawat B: Siap, aktifkan code blue, ambil handy talky.

Perawat B: Code blue-code blue-code blue. Di ruang tunggu poli lantai 1. (3X)

(Tim Code Blue mendengar berita dan bergegas mengambil perlengkapan dan segera menuju lokasi kejadian)

Perawat A: mengecek nadi dan nafas (1 seribu, 2 seribu, selama 10 detik)

Perawat A: hasil didapatkan tidak ada nadi, tidak ada nafas  langsung membuka baju dan memulai kompresi dada

Perawat B: mengambil Bag Valve Mask (BVM) dan segera menyiapkan bantuan nafas pasien

sambil Perawat A dan B melakukan bantuan hidup dasar, Tim Code Blue akhirnya tiba di lokasi (kurang dari 5 menit)

Tim Code Blue

Leader : Pasang APD (handscoen dan masker)

Perawat C (circulation/kompresi): menepuk bahu perawat A, dan langsung bergantian Leader : Status pasien?

Perawat B: melaporkan status pasien “telah ditemukan pasien tidak sadarkan diri di ruang tunggu poli lantai 1 dan telah dilakukan resusitasi jantung paru sebanyak 5 siklus.

Leader: Baik saya setuju, terima kasih. Selanjunya lanjutkan kompresi, siapkan iv line, siapkan monitor

Perawat C: 1,2,3,4 dst. 30 berbanding 2 Leader: pasang infus

Perawat D: infus terpasang Leader : pasang monitor

(2)

Perawat E: monitor terpasang

Leader: OK, cek nadi Perawat C: nadi negatif Leader: monitor?

Perawat E: monitor asistol

Leader: siapkan epinefrin 1 mg, pasang ET, RJP

Perawat D: epinefrin 1 mg masuk Leader : memasang ETT

Leader: cek nadi Perawat C: nadi negatif Leader : Monitor?

Perawat E: monitor ventrikel fibrilasi

Leader: persiapkan Defibrilator 300 joule, RJP

Perawat E: 300 joul sudah siap, charge, i clear, you clear, every body clear. Shock delivered.

Leader: lanjutkan RJP

Leader: status, nadi teraba, tekanan darah 100/75, nadi 72, pasien telah teresusitasi.

Selanjutnya pasien akan dipindahkan ke brankar.

Referensi

Dokumen terkait

Bab IV, berisikan hasil dan pembahasan tentang bentuk prinsip kerjasama dan prinsip kesantunan tuturan perawat dalam menghadapi pasien yang mengalami gangguan jiwa

Hasil penelitian terhadap pengalaman traumatik tujuh pasien skizofrenia menunjukkan adanya lima tema yang muncul yaitu: cita-cita/keinginan tak tercapai/kegagalan, kehilangan

Antidepresan pada pasien yang mengalami gangguan depresi, banyak dikonsumsi bersamaan dengan obat lain sehingga berpotensi mengakibatkan terjadinya interaksi. Penelitian ini

Pasien yang tidak ditunggui kemudian membutuhkan bantuan perawat seringkali mengalami kesulitan dalam memanggil perawat untuk datang secepat mungkin ke ruangan dimana

20 Informasi yang harus disampaikan kepada keluarga ketika pasien halusinasi mengalami kekambuhan.

yang mengalami gangguan engalami gangguan halusinasi selama halusinasi selama 3 (Tiga) 3 (Tiga) tahun terakhir tahun terakhir adalah adalah 14.229 orang, sementara

Kemampuan pasien skizofrenia yang masih membutuhkan dan memerlukan perawatan keluarga serta memiliki masalah dalam pemenuhan kebutuhan dasar sehari–hari perlu

Sedangkan setiap tahun di RSJD Surakarta khususnya pasien dengan gangguan jiwa perilaku kekerasan selalu mengalami peningkatan.. Tujuan penulisan adalah untuk