No
. Kebaruan Penelitian
1. Judul Pengaruh Proporsi Ikan Bandeng Dan Jamur Tiram Serta Jenis Bumbu Terhadap Sifat Organoleptik Abon Kering Ikan Bandeng.
Nama Peneliti/ Tahun Adiba Resnantya / 2018
Desain Eksperimen
Variabel Bebas: Ikan bandeng dan jamur tiram.
Terikat: Mutu fisik, kadar protein, kadar serat dan kadar lemak.
Hasil Substitusi terbaik adalah 50% ikan bandeng : 50% jamur tiram dengan bumbu balado.
Seluruh parameter uji disukai dan diterima baik oleh panelis.
Kandungan gizi abon 50% ikan bandeng : 50% jamur tiram dengan bumbu balado yaitu protein 38,88%b/b, serat 12,17%, dan lemak 4,95%b/b.
Persamaan Penelitian abon ikan dengan substitusi jamur tiram.
Perbedaan Menggunakan ikan bandeng.
2. Judul Studi penerimaan konsumen terhadap abon nila dengan penambahan jamur tiram putih.
Nama Peneliti/ Tahun Agustinus Tato’ Alik / 2014
Desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) non factorial.
Variabel Bebas: Penambahan jamur tiram putih.
Terikat: Mutu fisik, kadar air, kadar protein, kadar lemak dan kadar serat kasar.
Hasil Penambahan jamur tiram putih terbaik adalah 75%, dilihat dari tingkat penerimaan konsumen pada warna, aroma dan tekstur.
Kandungan gizi pada 100% ikan nila : 75% jamur tiram putih yaitu kadar air 7,377%, protein 37,468%, lemak 39,407% dan serat kasar 4,097%.
Persamaan Penelitian abon ikan dengan jamur tiram.
Perbedaan Menggunakan ikan nila dan dengan penambahan jamur tiram putih.
3. Judul Penambahan Jamur Tiram Putih Pada Pembuatan Abon Ikan Tongkol.
Nama Peneliti/ Tahun Rani Fitria Kusuma / 2017
Desain Eksperimen.
Variabel Bebas: Ikan tongkol dan jamur tiram putih Terikat: Mutu fisik dan kadar serat
Hasil Perlakuan terbaik adalah 75% ikan tongkol : 25% jamur tiram putih, dengan nilai parameter warna 79,2%, aroma 76%, rasa 70,4%, dan tekstur 64%. Hasil uji kimia kadar serat yaitu 6,61%.
Persamaan Penelitian abon ikan dan substitusi jamur tiram putih.
Perbedaan Menggunakan ikan tongkol.
4. Judul Pengaruh metode penggorengan dan konsentrasi jamur tiram putih terhadap karakteristik kimia dan mikrobiologi abon udang.
Nama Peneliti/ Tahun Arba Susanty, Paluphy Eka, Sitti Nurlina/ 2019
Desain Eksperimen.
Variabel Bebas: Metode penggorengan dan jamur tiram.
Terikat: Kadar air, kadar abu, kadar protein, kadar lemak, dan kadar serat kasar.
Hasil Metode penggorengan berpengaruh nyata pada kadar abu, protein dan kadar lemak.
Konsentrasi jamur tiram berpengaruh nyata pada kadar air dan kadar serat.
Kandungan abon udang memiliki kadar air 31,58%- 46,9%, kadar abu 4,55%-7,92%, kadar protein 12,51%- 24,29%, kadar lemak 3,3%-14,03%, dan serat kasar 4,53%-12,83%.
Persamaan Penelitian abon jamur tiram putih.
Perbedaan Menggunakan udang dengan penambahan jamur tiram.
5. Judul Pengaruh substitusi daging ikan lele sangkuriang dengan jamur jangkos kelapa sawit terhadap mutu abon ikan lele.
Nama Peneliti/ Tahun Jundi Abdul Majid, Marniza Marniza, Laili Susanti / 2024
Desain Eksperimen.
Variabel Bebas: Ikan lele dan jamur jangkos
Terikat: Mutu fisik, kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar serat kasar dan kadar abu.
Hasil Substitusi abon terbaik adalah 50% ikan lele : 50% jamur jangkos, dilihat dari tingkat kesukaan panelis pada aspek aroma, tekstur dan rasa.
Hasil uji kimia: kadar air 8,31%, kadar protein 33,83%, kadar lemak 20,18%, kadar serat kasar 9,61% dan kadar abu 7,74%.
Persamaan Penelitian abon ikan dengan substitusi jamur.
Perbedaan Menggunakan ikan lele sangkuriang dan jamur jangkos.