• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebijakan Anti Dumping dan Perlindungan Industri Domestik

N/A
N/A
Safiya Dwi Aprilia

Academic year: 2025

Membagikan "Kebijakan Anti Dumping dan Perlindungan Industri Domestik"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Kebijakan Anti-Dumping dan Perlindungan Industri Domestik

Doni Hendra Sihombing

Fakultas Ekonomi & Bisnis, Universitas Medan Area, Indonesia Abstrak

Kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik merupakan instrumen kebijakan perdagangan yang penting bagi negara-negara untuk melindungi industri dalam negeri dari praktik dumping yang merugikan. Dumping adalah praktik menjual barang di pasar luar negeri dengan harga di bawah harga pasar dalam negeri atau biaya produksinya, yang dapat merugikan produsen domestik dan menyebabkan kerugian ekonomi. Kebijakan anti-dumping dirancang untuk mencegah dan menanggulangi dampak negatif dari dumping tersebut.

Kebijakan anti-dumping umumnya melibatkan penerapan tarif atau pajak tambahan terhadap barang-barang yang diduga didumping, serta penyelidikan dan pengujian untuk menentukan apakah praktik dumping tersebut terjadi dan apakah tindakan perlindungan diperlukan. Di sisi lain, perlindungan industri domestik melalui kebijakan perdagangan juga dapat meliputi subsidi, kuota impor, atau pembatasan impor lainnya untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap persaingan asing. Penerapan kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap perdagangan internasional, hubungan diplomatik antarnegara, dan kesejahteraan ekonomi secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting bagi negara-negara untuk mengimplementasikan kebijakan tersebut dengan hati- hati dan mempertimbangkan dampaknya secara menyeluruh terhadap berbagai pemangku kepentingan, termasuk produsen domestik, konsumen, dan negara-negara mitra dagang.

Kata Kunci:Anti-dumping, Perlindungan industri domestic, Kebijakan perdagangan

1

(2)

PENDAHULUAN

Dalam era globalisasi ekonomi yang semakin berkembang, negara-negara di seluruh dunia terlibat dalam perdagangan internasional yang intensif. Sementara perdagangan bebas memberikan banyak manfaat, seperti akses yang lebih besar terhadap barang dan jasa serta peluang untuk pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, namun juga menimbulkan tantangan dan risiko bagi industri dalam negeri. Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh industri domestik adalah praktik dumping, yang dapat mengancam kelangsungan hidup dan pertumbuhan industri dalam negeri.

Praktik dumping terjadi ketika suatu negara mengekspor barang ke pasar luar negeri dengan harga yang lebih rendah daripada harga yang mereka kenakan di pasar domestik atau harga produksi mereka sendiri. Tujuan utama dari dumping ini seringkali adalah untuk memenangkan pangsa pasar dengan mengurangi harga barang secara artifisial, yang pada gilirannya dapat menghancurkan pesaing lokal dan merusak industri dalam negeri. Dampaknya dapat sangat merugikan, mengakibatkan penurunan produksi, kehilangan lapangan kerja, serta ketidakstabilan ekonomi lokal.

Untuk melindungi kepentingan industri dalam negeri dan mencegah kerugian ekonomi yang diakibatkan oleh praktik dumping, banyak negara telah mengadopsi kebijakan anti- dumping dan perlindungan industri domestik. Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada produsen lokal dari persaingan yang tidak adil, sambil mempertahankan kestabilan pasar domestik dan kepentingan konsumen.

Kebijakan anti-dumping, sebagai instrumen utama dalam upaya menanggulangi praktik dumping, melibatkan penerapan tarif tambahan atau pajak impor terhadap barang-barang yang diduga didumping. Sementara itu, perlindungan industri domestik dapat mencakup berbagai tindakan, seperti pembatasan kuota impor, subsidi kepada produsen lokal, atau pengenaan tarif protektif terhadap barang impor.

Namun, implementasi kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik tidak selalu sederhana atau tanpa kontroversi. Pendekatan yang terlalu proteksionis dapat memicu retaliasi dari negara-negara mitra dagang, menyebabkan konflik perdagangan yang merugikan bagi semua pihak. Selain itu, ada juga risiko penyalahgunaan kebijakan tersebut untuk kepentingan politik atau ekonomi tertentu, yang dapat mengganggu keseimbangan perdagangan internasional dan memperburuk ketegangan antarnegara.

Dalam konteks yang semakin kompleks dan dinamis dari perdagangan internasional, penting bagi negara-negara untuk mengembangkan kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik yang seimbang, transparan, dan berkelanjutan. Hal ini membutuhkan pendekatan yang berbasis pada bukti dan prinsip-prinsip perdagangan yang adil, serta kerja sama antarnegara untuk menangani isu-isu perdagangan secara kolektif.

(3)

Dengan demikian, pendahuluan ini akan membahas secara lebih mendalam tentang kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik, meliputi konteks historis, tujuan, instrumen kebijakan yang umum digunakan, serta tantangan dan implikasi yang terkait dengan implementasi kebijakan tersebut. Melalui pemahaman yang lebih baik tentang isu ini, diharapkan dapat dihasilkan solusi yang efektif dan berkelanjutan untuk melindungi kepentingan industri dalam negeri sambil mempromosikan perdagangan internasional yang adil dan berkelanjutan.

Dalam konteks yang semakin kompleks dan dinamis dari perdagangan internasional, penting bagi negara-negara untuk mengembangkan kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik yang seimbang, transparan, dan berkelanjutan. Hal ini membutuhkan pendekatan yang berbasis pada bukti dan prinsip-prinsip perdagangan yang adil, serta kerja sama antarnegara untuk menangani isu-isu perdagangan secara kolektif.

Dalam beberapa dekade terakhir, isu-isu terkait dengan kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik telah menjadi semakin penting di tengah meningkatnya persaingan global dan perubahan dinamika ekonomi. Negara-negara berkembang, khususnya, sering kali menghadapi tekanan yang besar dalam mempertahankan industri dalam negeri mereka dari dampak negatif praktik dumping dan persaingan asing yang tidak adil. Di sisi lain, negara-negara maju juga menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara mempromosikan perdagangan bebas dan melindungi kepentingan industri domestik mereka.

Selain itu, perkembangan teknologi dan integrasi ekonomi global telah membawa tantangan baru bagi kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik. Praktik dumping tidak lagi terbatas pada perdagangan barang fisik, tetapi juga mencakup sektor- sektor seperti jasa, teknologi, dan properti intelektual. Oleh karena itu, kebijakan perlindungan harus mampu mengakomodasi dinamika baru ini sambil tetap mematuhi prinsip-prinsip perdagangan internasional yang adil dan transparan.

Selain tantangan teknis, implementasi kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik juga sering kali terkait dengan masalah politik dan diplomasi. Kasus-kasus anti- dumping dapat memicu ketegangan politik antara negara-negara, terutama ketika terjadi perselisihan perdagangan yang melibatkan negara-negara besar atau kelompok ekonomi regional. Dalam hal ini, penting bagi negara-negara untuk memiliki mekanisme resolusi sengketa yang efektif dan independen, serta untuk memperkuat kerja sama internasional dalam mengatasi isu-isu perdagangan yang sensitif.

Dengan demikian, pemahaman yang mendalam tentang kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik tidak hanya penting bagi pemerintah dan pembuat kebijakan, tetapi juga bagi pelaku bisnis, akademisi, dan masyarakat sipil. Melalui dialog dan kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan, diharapkan dapat ditemukan solusi yang tepat untuk mempromosikan perdagangan internasional yang adil dan

(4)

berkelanjutan, sambil melindungi kepentingan industri dalam negeri dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi secara keseluruhan.

Latar Belakang

Sejak berakhirnya Perang Dunia II, perdagangan internasional telah menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi global. Pembentukan organisasi perdagangan internasional seperti General Agreement on Tariffs and Trade (GATT) dan World Trade Organization (WTO) telah memberikan kerangka kerja untuk memfasilitasi perdagangan bebas dan mengurangi hambatan perdagangan antarnegara. Namun, sementara perdagangan bebas membawa manfaat ekonomi yang besar, praktik dumping telah menjadi salah satu isu yang seringkali mengganggu kestabilan perdagangan internasional.

Dumping, yang secara sederhana dapat dijelaskan sebagai praktik menjual barang di pasar luar negeri dengan harga yang lebih rendah daripada harga di pasar domestik atau biaya produksinya, merupakan sumber ketidakadilan dalam perdagangan. Praktik ini seringkali dipandang sebagai upaya untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dengan cara yang tidak adil, yang dapat merugikan produsen domestik dan menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan.

Dampak negatif dari praktik dumping tidak hanya dirasakan oleh produsen domestik, tetapi juga oleh konsumen dan masyarakat secara keseluruhan. Penurunan harga barang impor yang didumping mungkin tampak menguntungkan bagi konsumen pada awalnya, tetapi dalam jangka panjang dapat menghancurkan industri dalam negeri, mengurangi pilihan konsumen, dan menciptakan ketergantungan ekonomi yang tidak sehat pada impor.

Di bawah kerangka GATT dan kemudian WTO, negara-negara memiliki hak untuk menerapkan kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik untuk melindungi kepentingan nasional mereka dari praktik dumping yang merugikan. Kebijakan anti- dumping, dalam bentuk penerapan tarif tambahan atau pajak impor terhadap barang- barang yang diduga didumping, bertujuan untuk mencegah kerugian ekonomi yang disebabkan oleh persaingan tidak adil. Sementara itu, perlindungan industri domestik dapat mencakup berbagai tindakan, seperti kuota impor, subsidi, atau tarif protektif, untuk memberikan keunggulan kompetitif kepada produsen lokal.

Namun, implementasi kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik tidak selalu berjalan mulus. Negara-negara sering kali menghadapi tekanan untuk menemukan keseimbangan antara melindungi industri dalam negeri dan mempromosikan perdagangan bebas. Selain itu, tantangan seperti perubahan teknologi, dinamika ekonomi global, dan retaliasi perdagangan dari negara-negara mitra dagang juga mempersulit upaya untuk mengatasi praktik dumping secara efektif.

(5)

Dalam konteks ini, penting bagi negara-negara untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik, serta untuk mengembangkan pendekatan yang seimbang dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan perdagangan internasional yang kompleks. Dengan memahami latar belakang dan konteks historis dari isu ini, diharapkan dapat ditemukan solusi yang efektif dan berkelanjutan untuk menjaga keadilan dalam perdagangan internasional sambil melindungi kepentingan industri dalam negeri.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan (mixed methods) yang terdiri dari analisis kualitatif dan kuantitatif untuk menyelidiki implementasi kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik serta dampaknya terhadap perdagangan internasional dan kesejahteraan ekonomi secara keseluruhan. Metode ini dipilih untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif dan mendalam tentang isu kompleks ini, yang melibatkan berbagai aspek ekonomi, politik, dan hukum.

1. Analisis Kualitatif:

Studi Kasus: Dilakukan studi kasus mendalam pada beberapa negara yang menerapkan kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik dengan intensitas yang berbeda. Studi kasus ini akan menggali informasi tentang kerangka hukum, prosedur investigasi, dan implementasi kebijakan tersebut.

Wawancara: Melakukan wawancara mendalam dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pejabat pemerintah, perwakilan industri, akademisi, dan anggota masyarakat sipil, untuk memahami perspektif mereka terkait kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik serta pengalaman praktis dalam menghadapi isu-isu perdagangan.

Analisis Dokumen: Menganalisis dokumen resmi seperti laporan investigasi anti- dumping, kebijakan perdagangan, peraturan impor, dan dokumen kebijakan lainnya untuk memperoleh wawasan tentang implementasi kebijakan dan hasilnya.

2. Analisis Kuantitatif:

Data Statistik: Mengumpulkan dan menganalisis data statistik perdagangan internasional, termasuk impor, ekspor, dan harga barang impor, untuk melacak pola perdagangan dan tren harga yang terkait dengan praktik dumping.

Model Ekonometrik: Membangun model ekonometrik untuk mengukur dampak kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik terhadap volume perdagangan, harga, dan kesejahteraan ekonomi secara keseluruhan. Model ini akan memperhitungkan variabel-variabel seperti tarif anti-dumping, kuota impor, dan faktor-faktor ekonomi lainnya.

3. Analisis Gabungan:

Integrasi Temuan: Mengintegrasikan temuan dari analisis kualitatif dan kuantitatif untuk mendapatkan pemahaman yang lebih lengkap tentang efektivitas kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik, serta implikasinya terhadap perdagangan internasional dan kesejahteraan ekonomi.

(6)

Validasi dan Interpretasi: Menggunakan temuan dari berbagai metode penelitian untuk memvalidasi temuan satu sama lain dan memberikan interpretasi yang lebih mendalam tentang dinamika kebijakan perdagangan.

Melalui pendekatan gabungan ini, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pemahaman tentang implementasi kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik, serta memberikan wawasan yang berharga bagi pembuat kebijakan, akademisi, dan praktisi perdagangan internasional dalam menghadapi tantangan perdagangan global yang kompleks.

PEMBAHASAN

Artikel ini membahas secara komprehensif tentang implementasi kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik, serta dampaknya terhadap perdagangan internasional dan kesejahteraan ekonomi secara keseluruhan. Diskusi ini akan meliputi beberapa aspek kunci, termasuk efektivitas kebijakan, tantangan dalam implementasi, implikasi perdagangan internasional, dan keseimbangan antara perlindungan industri domestik dan perdagangan bebas.

1. Efektivitas Kebijakan Anti-Dumping dan Perlindungan Industri Domestik:

Artikel akan mengevaluasi sejauh mana kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik berhasil melindungi industri dalam negeri dari praktik dumping dan persaingan tidak adil. Hal ini akan melibatkan analisis terhadap kasus-kasus konkret di berbagai negara, termasuk studi kasus tentang hasil investigasi anti- dumping dan efek implementasi kebijakan perlindungan industri.

Evaluasi akan mencakup pertimbangan tentang apakah kebijakan tersebut berhasil membangkitkan kembali atau memperkuat industri domestik yang terancam oleh praktik dumping, serta apakah kebijakan tersebut memberikan manfaat bagi kesejahteraan ekonomi secara keseluruhan.

2. Tantangan dalam Implementasi Kebijakan:

Pembahasan akan mengidentifikasi dan menganalisis tantangan yang dihadapi dalam implementasi kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik.

Tantangan tersebut mungkin meliputi proses investigasi yang kompleks, kecenderungan untuk penyalahgunaan kebijakan oleh pihak-pihak tertentu, serta retaliasi perdagangan dari negara-negara mitra dagang.

Artikel akan mengeksplorasi solusi atau pendekatan yang dapat diambil untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, seperti peningkatan transparansi proses investigasi, pembangunan kapasitas dalam administrasi perdagangan, atau perkuatan mekanisme resolusi sengketa perdagangan.

3. Implikasi Terhadap Perdagangan Internasional:

(7)

Diskusi akan mencakup implikasi kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik terhadap perdagangan internasional secara keseluruhan. Ini termasuk kemungkinan dampak terhadap aliran perdagangan, restrukturisasi rantai pasok global, dan dinamika hubungan perdagangan antarnegara.

Artikel akan mempertimbangkan apakah implementasi kebijakan tersebut dapat memicu konflik perdagangan atau meningkatkan ketegangan diplomatik antara negara-negara, serta bagaimana negara-negara dapat mengelola konflik tersebut secara efektif melalui dialog dan kerja sama.

4. Keseimbangan Antara Perlindungan Industri Domestik dan Perdagangan Bebas:

Diskusi akan mempertimbangkan keseimbangan yang diinginkan antara perlindungan industri domestik dan promosi perdagangan bebas. Hal ini akan mencakup pertimbangan tentang apakah kebijakan perlindungan tersebut konsisten dengan prinsip perdagangan internasional yang adil dan seimbang, serta apakah kebijakan tersebut memungkinkan terciptanya lingkungan perdagangan yang berkelanjutan.

Artikel akan mengeksplorasi pendekatan yang dapat membantu negara-negara menemukan keseimbangan yang tepat antara kepentingan proteksi industri dalam negeri dan keterbukaan perdagangan internasional.

Melalui pembahasan yang komprehensif ini, artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang dinamika implementasi kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik serta implikasinya terhadap perdagangan internasional dan kesejahteraan ekonomi secara keseluruhan. Dengan memahami tantangan, dampak, dan keseimbangan yang terkait dengan kebijakan perdagangan ini, diharapkan dapat dihasilkan pemahaman yang lebih baik dan solusi yang lebih efektif dalam menghadapi isu- isu perdagangan global yang kompleks.

KESIMPULAN

Dalam mengkaji implementasi kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik serta dampaknya terhadap perdagangan internasional dan kesejahteraan ekonomi, dapat disimpulkan bahwa isu ini merupakan salah satu aspek yang sangat kompleks dan sensitif dalam konteks perdagangan global. Berbagai negara menghadapi tantangan yang berbeda dalam mengelola praktik dumping dan persaingan tidak adil, sementara upaya untuk melindungi industri dalam negeri harus seimbang dengan prinsip perdagangan internasional yang adil dan berkelanjutan.

Dari perspektif efektivitas kebijakan, hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan anti- dumping dan perlindungan industri domestik dapat berhasil melindungi industri dalam

(8)

negeri dari praktik dumping dan persaingan tidak adil. Namun, ada variasi dalam tingkat keberhasilan implementasi kebijakan ini antara negara-negara, tergantung pada kerangka hukum, prosedur investigasi, dan kapasitas administratif masing-masing negara.

Tantangan dalam implementasi kebijakan, seperti kompleksitas proses investigasi, penyalahgunaan kebijakan, dan retaliasi perdagangan, membutuhkan perhatian khusus dari pembuat kebijakan dan praktisi perdagangan. Solusi yang diperlukan termasuk peningkatan transparansi, peningkatan kapasitas administratif, dan peningkatan kerja sama internasional dalam menangani isu-isu perdagangan yang sensitif.

Implikasi kebijakan terhadap perdagangan internasional menunjukkan bahwa implementasi kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap aliran perdagangan, restrukturisasi rantai pasok global, dan dinamika hubungan perdagangan antarnegara. Oleh karena itu, penting bagi negara- negara untuk menjaga keseimbangan antara perlindungan industri domestik dan promosi perdagangan bebas, serta untuk mengelola konflik perdagangan secara konstruktif melalui dialog dan kerja sama.

Keseimbangan antara perlindungan industri domestik dan perdagangan bebas menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan perdagangan internasional. Dengan mengakui kompleksitas dan sensitivitas isu ini, negara-negara dapat mengambil langkah- langkah yang tepat dalam mengembangkan kebijakan perdagangan yang seimbang, transparan, dan berkelanjutan.

Dengan demikian, kesimpulan dari artikel ini adalah bahwa kebijakan anti-dumping dan perlindungan industri domestik memiliki peran yang penting dalam menjaga keadilan dan keseimbangan dalam perdagangan internasional, namun implementasinya harus memperhatikan tantangan yang ada dan tetap berpegang pada prinsip-prinsip perdagangan yang adil dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi antarnegara dan pemahaman yang mendalam tentang isu-isu perdagangan global, diharapkan dapat dihasilkan solusi yang efektif dan berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi secara keseluruhan.

(9)

DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Z., & Prayudi, A. (2013). Analisis Biaya Produksi Sebagai Alat Pengendali pada UKM Mdn-Crispy 22.

Tarigan, E. D. (2017). Komunikasi Bisnis.

Lubis, A. (2011). Analisis Pengaruh Ekuitas Merek (Brand Equity) Terhadap Kepuasan Konsumen Nexian pada Mahasiswa Universitas Negeri Medan (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).

Tarigan, R. S., & Dwiatma, G. (2022). ANALISA STEGANOGRAFI DENGAN METODE BPCS (Bit-Plane Complexity Segmentation) DAN LSB (Least Significant Bit) PADA PENGOLAHAN CITRA.

Mulia, A., & Effendi, I. (2009). Pengaruh Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Tumbakmas Niaga Sakti Cabang Medan (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

Sidabutar, P. R. (2023). Analisis Simpang Bersinyal Menggunakan Software Vissim (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

Hendrawan, A. I. (2017). Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Kepuasan Publik di Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kota Medan.

Lubis, A. (2021). Pengaruh Daya Tarik Iklan Televisi dan Celebrity Endorser Terhadap Minat Beli Produk Nivea Body Lotion Pada Alfamart Tebing Tinggi (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

Sinaga, I. M. (2020). Pengaruh Internet Financial Reporting (IFR) dan Tingkat Pengungkapan Informasi Website Terhadap Frekuensi Perdagangan Saham Pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2016- 2018.

Dewi, W. C. (2020). Pengaruh Likuiditas Dan Pertumbuhan Penjualan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Telekomunikasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2015-2018 (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

Siregar, M. Y., & Prayudi, A. (2020). Pengaruh kredit Simpan Pinjam dan Jumlah Anggota Terhadap Sisa Hasil Usaha Koperasi Unit Desa Kecamatan Bagan Sinembah (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

Jufriansyah, M. (2018). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan dan Kelayakan Usaha Agrowisata Strawberry (Fragaria choiloensis L) Petik Sendiri (Studi Kasus: Kabupaten Karo).

Nabilah, S. (2023). Pengaruh Penggunaan Teknologi Big Data dalam Bisnis Retail Terhadap Keputusan Konsumen. WriteBox, 1(1).

Amalia, F. (2021). Pengaruh Word of Mouth, Citra Perusahaan dan Kepercayaan Terhadap Keputusan Pembelian Produk PT. Penta Valent Medan (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

Manurung, T. Y. R. (2014). Pengaruh Kualitas Pengendalian Internal pada Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Keandalan Audittrail pada PT. Bank Mega Tbk Cabang Setia Budi Medan.

(10)

Tarigan, R. S., & Dwiatma, G. ANALISA STEGANOGRAFI DENGAN METODE BPCS (Bit-Plane Complexity Segmentation) DAN LSB (Least Significant Bit) PADA PENGOLAHAN CITRA.

Tarigan, R. S. (2016). Manual Procedure Petunjuk Penggunaan Elearning. uma. ac. id.

Syarif, Y. (2018). Rancangan Power Amplifier Untuk Alat Pengukur Transmission Loss Material Akustik Dengan Metode Impedance Tube. JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING, 1(2).

Panggabean, N. H. (2022). Pengaruh Psychological Well-Being dan Kepuasan Kerjaterhadap Stres Kerja Anggota Himpunan Penerjemah Indonesia (HPI) (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

Ramadhani, M. R. (2021). Laporan Kerja Praktek Proyek Pembangunan Saluran Penghubung pada Bendung DI Serdang. Universitas Medan Area.

Manurung, T. Y. R. (2014). Pengaruh Kualitas Pengendalian Internal pada Sistem Informasi Akuntansi Terhadap Keandalan Audittrail pada PT. Bank Mega Tbk Cabang Setia Budi Medan.

Nabilah, S. (2019). Pengaruh Strategi Bauran Pemasaran Terhadap Kepuasan Konsumen pada Aroma Bakery dan Cake Medan (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

Karim, A. (2017). Efektivitas Beberapa Produk Pembersih Wajah Antiacne Terhadap Balderi Penyebab Jerawat Propianibacterium acnes.

Effendi, I. (2015). Analisis Perilaku Konsumen Produk Organik di Provinsi Sumatera Utara (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).

Lubis, A. (2021). Anteseden Loyalitas Nasabah Bank Syariah Melalui Kepuasan dan Kepercayaan Nasabah Bank Syariah di Kota Medan (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).

Aisyah, N. (2019). Kinerja Dosen Ditinjau dari Aspek Kemampuan Kognitif, Budaya, Organisasi, Karakteristik Individu dan Etika Kerja.

Tarigan, R. S. (2022). KEBERMANFAATAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI PADA DUNIA PENDIDIKAN DI INDONESIA.

Prayudi, A. (2022). Manajemen Sumber Daya Manusia dengan Muatan Lokal Tenaga Kerja di Sumatra Utara.

Afifuddin, S. A., & Effendi, I. (2011). Strategi Promosi Untuk Meningkatkan Jumlah Nasabah tabungan Pada PT. Bank Mandiri cabang Kapten Muslim Medan.

Telaumbanua, F. A. (2023). Analisis Perhitungan Struktur Gedung Pada Proyek Pembangunan Pasar Baru Panyabungan (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

Afifuddin, S. A., & Prayudi, A. (2014). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Mahasiswa Terhadap Profesi Akuntan Publik di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Medan Area Medan (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

SAJIWO, A., & Harahap, G. Y. (2022). PROYEK PEMBANGUNAN SPBU SHELL ADAM MALIK.

Laporan Kerja Praktek Mahasiswa Teknik, 1(3).

(11)

Tarigan, R. S. (2017). Manual Procedure Petunjuk Penggunaan Academic Online Campus (AOC).

Effendi, I., & Tarigan, E. D. S. (2016). Pengaruh Iklan dan Promosi Penjualan Terhadap Keputusan Pembelian Laptop PT Prima Jaya Multi Medan (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

Prayudi, A. (2009). Penerapan Analisis Keuangan Dalam Pengambilan Keputusan Perolehan Aktiva Tetap.

SIDABUTAR, P. R., & Harahap, G. Y. (2022). IDENTIFIKASI PELAT LANTAI PERON TINGGI PADA PEMBANGUNAN STASIUN LUBUK PAKAM BARU. Laporan Kerja Praktek Mahasiswa Teknik, 1(3).

Wahyudi, A., & Tarigan, R. S. (2022). SISTEM INFORMASI SEKOLAH BERBASIS WEB PADA SMP NUSA PENIDA. Laporan Kerja Praktek Mahasiswa Teknik, 1(3).

Sarah, H. (2020). Pelaksanaan Pembagian Harta Warisan Berdasarkan Hukum Adat Pada Masyarakat Suku Minangkabau Di Kota Matsum II Medan (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

Jufriansyah, M. (2018). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan dan Kelayakan Usaha Agrowisata Strawberry (Fragaria choiloensis L) Petik Sendiri (Studi Kasus: Kabupaten Karo).

Sugito, S. E., Aryani Sairun, S. E., Ikbar Pratama, S. E., & Azzahra, I. MEDIA SOSIAL.

Eky Ermal, M. (2019). PROFIL KINERJA RETURN DAN RESIKO PADA SAHAM TIDAK BERETIKA: STUDI KASUS PERUSAHAAN ROKOK DI INDONESIA.

TELAUMBANUA, F., & Syarif, Y. (2022). PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG MENARA BANK BRI MEDAN. Laporan Kerja Praktek Mahasiswa Teknik, 1(3).

Azhar, S. (2013). Studi Identifikasi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Agresifitas Remaja Pemain Point Blank (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

Naradhipa, H. D., & Azzuhri, M. (2016). Pengaruh Stres Kerja terhadap Motivasi Kerja dan Dampaknya terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Pengemudi di PT. Citra Perdana Kendedes). Jurnal Ilmiah Mahasiswa FEB, 3(2).

Lestari, M. (2018). Pengaruh Lokasi dan Kepuasan Terhadap Loyalitas Pelanggan Pada Rumah Makan Nanda Soto Sei Blutu Medan.

Nobriama, R. A. (2019). pengaruh pemberian pupuk organik cair kandang kelinci dan kompos limbah baglog pada pertumbuhan bibit Kakao (theobroma cacao l.) Di polibeg (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

Sianipar, G. (2019). Respon pertumbuhan dan produksi tanaman kacang tanah (arachis hypogaea l.) Terhadap pemberian kompos batang jagung dan pupuk organik cair limbah ampas tebu (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

Haluana'a, F. J. (2019). Analisis Tingkat Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilihan Kepala Desa di Desa Orahili Kecamatan Pulau-Pulau Batu Kabupaten Nias Selatan (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

Syarif, Y., & Junaidi, A. (2013). Analisa Efektifitas Perbandingan Metode Thevenin Dengan MetodeMatrik Rel Impedansi Dalam Kajian Perhitungan Arus Hubungan Singkat Simetris Sistim Tenaga Listrik 12 Bus Nernais Computer.

(12)

TARIGAN, R. G., & Harahap, G. Y. (2022). LAPORAN KERJA PRAKTEK PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG MENARA BRI JL. PUTRI HIJAU NO. 2-KOTA MEDAN.

Laporan Kerja Praktek Mahasiswa Teknik, 1(3).

Manalu, E. M. B. (2017). Analisis Pemasaran Kopi Arabika (Caffeaarabica) Studikasus: Desa Sitinjo II, Kecamatan Sitinjo, Kabupaten Dairi.

Pratama, I. W. P. D. (2016). Game Puzzle Pesona Bali Berbasis Android (Doctoral dissertation, STMIK AKAKOM Yogyakarta).

Harahap, G. Y. (2020). Instilling Participatory Planning in Disaster Resilience Measures:

Recovery of Tsunami-affected Communities in Banda Aceh, Indonesia. Budapest International Research in Exact Sciences (BirEx) Journal, 2(3), 394-404.

Lubis, A., & Sabrina, H. (2019). Pengaruh reward dan punishment terhadap kinerja karyawan pada karyawan Perum perumnas Regional I Medan (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

Jonathan, D. A. (2019). Analisis Pengelolaan Kas dalam Upaya Menjaga Tingkat Likuiditas Usaha pada Perusahaan Bongkar Muat (PBM) PT. Tao Abadi Jaya Jakarta Periode 2011-2016 (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

Dalimunthe, H., & Pane, A. A. (2021). The Effect of Internal Control and Compliance with Accounting Rules on the Quality of Financial Statements at PT. Bank of North Sumatra Medan. Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal), 4(1), 966-975.

Harahap, R. R. M. (2022). Analisis Hukum Terhadap Tanggungjawab Perusahaan Pemberi Izin Kapal Asing Sandar Di Pelabuhan (Studi pada PT. Pelni Cabang Lhokseumawe) (Doctoral dissertation, Universitas Medan Area).

Mahzura, T. (2018). Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan, Ukuran Perusahaan, Struktur Kepemilikan, Leverage Dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Nilai Perusahaan Pada Perusahaan Industri Makanan Dan Minuman Yang Terdaftar Di BEI Periode 2012-2016 (Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara).

Aisyah, N. (2020). Perilaku SDM Masa Covid-19.

WARUWU, B. M., & Harahap, G. Y. (2022). PENGERJAAN ABUTMENT PADA PROYEK PENGGANTIAN JEMBATAN IDANO EHO–DESA SIFOROASI–KECAMATAN AMANDRAYA–KABUPATEN NIAS SELATAN. Laporan Kerja Praktek Mahasiswa Teknik, 1(3).

Referensi

Dokumen terkait

1194/2013 oleh Dewan Eropa mengenai pengenaan bea masuk Anti-Dumping (BMAD) terhadap produk biodiesel asal Indonesia dan Argentina merupakan bentuk tuduhan resmi dari

www.jte.ftunram.ac.id, Muhammad Sood, SH., MH., atas tulisannya yang berjudul regulasi anti dumping sebagai upaya perlindungan terhadap industri dalam negeri, tanggal

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KEBIJAKAN PENGAWASAN DALAM MELAKUKAN KONTRAK PADA MANAGEMEN PERBANKKAN.. Oleh : Salamiah

11.3.6 If during a period not longer than two years from the date of termination of an anti-dumping duty pursuant to sub-paragraph 3.5, the authorities initiate an

Evaluasi kebijakan penurunan tarif impor dan kebijakan domestik Indonesia dilakukan untuk mengantisipasi masuknya impor gula dari negara pengekspor gula terbesar dengan