Universitas Brawijaya
[Corresponding author: [email protected]
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN ANTI-DUMPING OLEH UNI EROPA TERHADAP IMPOR VELG MOBIL ASAL
TIONGKOK
Alfons Kristianto
Universitas Katolik Parahyangan ABSTRACT
The steel industry plays an important role in the EU’s (European Union) economy. Car steel road wheels (velg) is its production result that it’s an important component for the automotive sector. Many imported car steel road wheels from China have harmed and disadvantaged the local producers and manufacturers.
This is caused by the dumping practice that China applies to its car steel road wheels products. In fact, China's dumping practice has also been implemented repeatedly for a variety of products that are exported to the EU market. For that condition, the EU took firm action by implementing an anti-dumping policy on imports of China’s car steel road wheels. This research aims to describe the anti-dumping policy, its implementation objectives, and its impacts. This research uses the pay-off structure theory of multilateral strategy in the idea of cooperation under anarchy, which is derived from the neo liberalism-institutionalism concept. This study also uses a qualitative narrative analysis method by including a research question, namely “How is the implementation of the anti-dumping policy by the EU on the import of China’s car steel road wheels?” The implementation EU’s anti-dumping policy on China’s car steel road wheels has several goals. The first, as the EU's firm action against China's repeated dumping practices. Second, as protection for the steel industry, especially local car steel road wheels manufacturers. Third, as a form of regional cohesiveness in order to face any economic injuries.
Keywords: European Union, Car Wheel Steel (Velg), China, Dumping, Anti-Dumping Policy
INTRODUCTIONS
Dinamika ekspor dan impor merupakan usaha penting pada sektor perekonomian negara dan aktor internasional lainnya. UE (Uni Eropa) turut melakukan ekspor dan impor berupa barang mentah atau jadi dan jasa lainnya. Tujuannya adalah untuk memenuhi segala kebutuhan serta kepentingan strategis aktor tersebut. Pelaksanaan ekspor dan impor oleh UE erat kaitannya untuk menjamin kesejahteraan seluruh masyarakat negara-negara anggotanya. Berbagai kebijakan ekonomi diimplementasi oleh UE sebagai respon serta pengatur berbagai dinamika perekonomian di kawasan. Dengan mengimplementasikan berbagai kebijakan ekonomi yang kontekstual maka segala masalah terkait perekonomian UE dapat segera ditanggulangi.
Pada suatu kasus telah terjadi polemik perekonomian yang dialami oleh UE terhadap komoditas impor yaitu velg (baja roda) mobil asal Tiongkok pada tahun 2019. Tiongkok telah menerapkan dumping terhadap velg mobil yang diekspor ke negara-negara UE sehingga merugikan produsen velg mobil lokal (Stearns, 2019). Atas kerugian yang disebabkan oleh impor velg mobil asal Tiongkok maka UE melakukan tindakan tegas dengan mengimplementasikan kebijakan anti-dumping. Keputusan UE mengimplementasikan
kebijakan anti-dumping untuk velg mobil asal Tiongkok merupakan upaya proteksi pasar terkhusus bagi komoditas velg mobil produksi lokal para negara anggota (Stearns, 2019)
Berdasarkan deskripsi paragraf-paragraf sebelumnya, penelitian ini turut melakukan tinjauan pustaka.
Ada pun penelitian ini telah meninjau tiga literatur. Tinjauan pertama dari artikel sebuah jurnal berjudul The EU Response to US Trade Tariffs oleh Maria Demertzis dan Gustav Fredriksson. Artikel ini menjelaskan pernyataan sikap dan tanggapan UE terhadap perang dagang yang terjadi antara AS dengan Tiongkok. Artikel ini menjelaskan respon serta dampak yang UE peroleh dari perang dagang terhadap perekonomian UE. Akan tetapi artikel ini secara spesifik membahas dampak pemberlakukan kebijakan pengenaan tarif oleh AS terhadap produk impor terutama asal Tiongkok (Demertzis dan Gustav Fredriksson, 2018). Dari artikel ini diperoleh kelebihan yaitu paparan yang komprehensif dan detail karena turut menyertakan lampiran data kalkulasi angka kontekstual. Sedangkan pada sisi kelemahannya, artikel ini tidak mendeskripsikan topik berdasarkan wawasan keilmuan hubungan internasional. Artikel terlalu mendeskripsikan informasi sebab- akibat permasalahan yang terlalu merujuk pada AS. Padahal, Tiongkok sendiri turut menjadi faktor permasalahan sehingga deskripsi informasi dirasa kurang berimbang.
Tinjauan kedua dilakukan pada sebuah artikel jurnal berjudul Globalisasi dan Dinamika Lokal:
Kondisi Keamanan Insani Pedagang Lokal di Sekitar Hipermarket Giant di Kota Malang oleh Dian Mutmainah. Artikel menjelaskan aspek keamanan insani (keamanan manusia/human security) pada sektor perekonomian dari para pedagang tradisional di sekitar pusat perbelanjaan Giant Kota Malang. Artikel ini mendeskripsikan realitas para pedagang tradisional yang harus bersaing dengan Giant sebagai aktor global di bidang perekonomian (Mutmainah, 2015). Realitas para pedagang dideskripsikan dengan menggunakan teori- teori dari keamanan insani yang berkorelasi langsung dengan konteks perekonomian dan perdagangan (Mutmainah, 2015)
Hasil tinjauan pada artikel ini telah menghasilkan kelebihan dan kelemahan analisa. Berdasarkan kelebihannya artikel ini mendeskripsikan detail topik analisa dengan melampirkan komponen poin analisa yang kontekstual secara komprehensif. Teori dalam wawasan hubungan internasional turut digunakan. Teori yang digunakan saling relevan dengan konteks data analisa. Sedangkan kelemahannya, penelitian ini kurang mendeskripsikan peranan atau kehadiran aktor negara (terutama pemerintah) dalam pembahasan isu.
Tinjauan ketiga dilakukan pada sebuah dokumen resmi tentang regulasi peraturan di bidang perekonomian yang diterbitkan oleh Dewan Uni Eropa berjudul Commission Implementing Regulation (EU) 2019/72 of 17 January 2019 imposing a definitive countervailing duty on imports of electric bicycles originating in the People's Republic of China. Dokumen ini adalah regulasi dalam mengatur impor sepeda listrik asal Tiongkok yang terbukti menerapkan dumping terhadap produksi sepeda listriknya sehingga merugikan produsen lokal negara anggota UE (Commission Implementing Regulation (EU), 2019). Hasil tinjauan pada dokumen ini telah diperoleh kelebihan dan kekurangan dokumen. Kelebihan dokumen ini adalah deskripsi yang informatif, detail, dan komprehensif. Sedangkan kelemahan dokumen ini adalah kurangnya relevansi yang mendeskripsikan wawasan ilmu hubungan internasional baik teori, konsep, atau konteks lainnya.
Berdasarkan hasil tinjauan ketiga artikel penelitian telah diperoleh gagasan mendasar penelitian.
Gagasan ini adalah arah penelitian yang mana akan membahas tentang isu realitas konflik perdagangan internasional. Penelitian ini akan membahas isu dumping yang terjadi di kawasan Eropa. Isu dumping ini disebabkan oleh suatu aktor global besar yang kemudian menimbulkan respon perlawanan dari aktor global lainnya. Aktor global yang melawan adalah UE (Uni Eropa) terhadap impor produk otomotif asal Tiongkok.
Produk otomotif ini difokuskan pada velg mobil asal Tiongkok yang telah teridentifikasi praktik dumping dari negara asalnya oleh UE. Hal ini kemudian mengharuskan UE menindak tegas dampak kerugian akibat impor velg mobil yang disokong praktik dumping oleh pemerintah Tiongkok sebagai upaya perlindungan bagi produsen lokal negara anggota UE.
Kebijakan anti-dumping yang UE implementasikan merupakan pengenaan tarif baru terhadap velg mobil asal Tiongkok. Kebijakan ini yang hendak dideskripsikan dalam penelitian secara komprehensif dengan turut merujuk konteks-konteks anomali terkait topik penelitian ini. Berdasarkan deskripsi sebelumnya penelitian ini telah menggagas pertanyaan penelitian yaitu “Bagaimanakah implementasi kebijakan anti- dumping oleh Uni Eropa terhadap impor velg mobil asal Tiongkok?” Dari pertanyaan ini, penelitian ini akan mendeskripsikan jawaban analisis secara komprehensif yang sesuai relevansi data serta penggunaan teori-konsep.
ANALYTICAL FRAMEWORK
Penelitian ini secara spesifik menggunakan konsep dan gagasan teoritis yaitu neo-liberalisme- institusionalisme berdasarkan cooperation under anarchy. Teori dari cooperation under anarchy ini menjelaskan bahwa hubungan internasional identik diwarnai dengan signifikansi peran organisasi internasional dan berbagai bentuk kerja sama regional yang mendorong integrasi (Hadiwinata, 2017). Penelitian ini secara aktual menggunakan teori pay off structure yang juga bersumber dari neo liberalisme-institusionalisme berdasarkan cooperation under anarchy.
Dalam penjelasannya, Kenneth Oye mendeskripsikan bahwa pay off structure mengandung beberapa karakter yaitu kecenderungan manusia untuk jujur atau curang akan membentuk harmoni atau pengkhianatan, pemberian insentif atau sanksi yang tepat untuk meningkatkan kerja sama saling menguntungkan dan menghindari situasi saling mengkhianati dan resiprositas atau hubungan timbal balik antar aktor (Hadiwinata, 2017). Dalam mendeskripsikan penelitian ini strategi dalam pay off structure yang tepat adalah strategi multilateral. Strategi ini menginisiasi dan mempengaruhi pembentukan rezim internasional dengan insentif serta sanksi yang jelas untuk menciptakan harmoni dalam kerja sama antar negara (Hadiwinata, 2017).
Untuk mendeskripsikan topik serta jawaban pertanyaan penelitian, metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Jawaban yang dideskripsikan adalah penjabaran komprehensif dengan menghadirkan jawaban bagi gagasan topik dan deskripsi pemaknaan baru. Penelitian ini secara spesifik menggunakan metode analisis narasi berdasarkan disiplin ilmu hubungan internasional. Penggunaan metode analisis narasi bertujuan untuk menghasilkan deskripsi pemaknaan baru dari semua sumber data sebagai realitas aktual. Ragam-ragam sumber data berasal dari cerita otobiografi, teks dokumen lapangan, jurnal, catatan, dan foto (Bakry, 2017).
Studi pustaka turut digunakan dalam penelitian ini sebagai teknik pengumpulan data. Artikel ilmiah merupakan hasil akhir dari pengolahan himpunan seluruh seluruh data. Seluruh data dalam penelitian ini secara dominan bersumber dari data sekunder antara lain dari: artikel, jurnal, buku dan informasi berita terutama dalam jaringan (online) (Bakry, 2017). Sedangkan, periode waktu penelitian ini adalah dari tahun 2019 hingga 2020.
RESULT AND DISCUSSION
UE sebagai organisasi internasional di kawasan Eropa memiliki latar belakang berdirinya yang erat dengan industri baja. Industri ini merupakan produksi andalan Eropa karena beragam produksi olahan lanjutan berbahan dasar baja. Industri otomotif khususnya mobil adalah salah satu ragam produksi olahan lanjutan dari baja. Mobil produksi Eropa yang populer dan banyak peminat dari berbagai negara menjadikannya salah satu komoditas ekspor andalan dan menjanjikan bagi UE. Salah satu komponen penting dari mobil produksi Eropa adalah velg (baja roda) (Coface For Trade, 2019).
UE memiliki industri-industri baja dengan spesialisasi memproduksi velg. Negara anggota UE yang memiliki spesialisasi memproduksi velg diantaranya adalah Perancis, Jerman, Italia, Spanyol, Polandia, Romania dan Republik Ceko (Stearns, 2019). Kebutuhan produksi mobil turut beriringan dengan produksi
[Corresponding author: [email protected]
velg serta komponen penting lainnya. Industri velg di UE setidaknya mempekerjalan 3.600 orang yang tersebar di seluruh kawasan atau ketujuh negara produsen utama.
Penelitian ini turut mendeskripsikan perkembangan industri baja terutama velg di kawasan UE setidaknya pada tahun 2019 yang lalu. Di saat bersamaan penelitian ini turut mendeskripsikan korelasi dari implementasi kebijakan tarif baru Uni Eropa atas impor velg asal Tiongkok. Implementasi ini didasari persoalan dumping oleh Tiongkok pada produksi velg mobilnya yang diekspor ke pasar UE. Teori telah ditentukan untuk mengafirmasi bahwa dumping pada velg mobil serta hasil produksi baja lainnya asal Tiongkok telah mencederai produsen serta pasar velg lokal di UE (Dadush dan Guntram Wolff, 2019). Akibat pencederaan ekonomi pada komponen industri baja di UE yaitu velg mobil maka UE harus mengimplementasikan kebijakan proteksi pasar setempat. Dengan demikian, konteks ini mengafirmasi bahwa deskripsi mengenai dinamika industri baja terutama velg mobil di UE khususnya dalam kurun waktu tertentu sangatlah penting untuk dilakukan.
Berbagai geliat impor baja asal Tiongkok di kawasan UE telah dinyatakan menciderai pasar serta produsen industri baja lokal akibat praktik dumping. Peristiwa ini nyatanya tidak hanya sekali terjadi terutama apabila merujuk hasil tinjauan pustaka. Pencederaan pasar UE pada industri baja telah mengafirmasi konteks teori yang digunakan dalam penelitian ini. Pencederaan pasar ini tentunya membuat harga-harga baja terutama komponen-komponen penting untuk pembuatan mobil menjadi jatuh. Hal ini tentu saja sangat merugikan para penggiat industri baja lokal.
Deskripsi ini turut dikuatkan dengan adanya penyelidikan oleh Komisi Eropa pada 24 Mei 2018 terkait implementasi dumping pada produk baja Tiongkok berdasarkan aduhan dari Asosiasi Baja Eropa, EUROFER (EUROFER Association, 2019). Aduan EUROFER ini menjadi landasan bagi UE untuk menindak tegas Tiongkok atas praktik dumping pada produk velg mobilnya yang diekspor ke kawasan Eropa.
Implementasi konkret EU dalam menindak tegas Tiongkok atas praktik dumping yang dilakukan adalah pemberlakuan pengenaan tambahan tarif.
Dari deskripsi di atas, memberikan arah analisa untuk memaparkan jawaban analisa pada pertanyaan penelitian. Paparan ini diawali dengan mengafirmasi teori rujukan yaitu neo-liberalisme-institusionalisme mengenai cooperation under anarchy serta implementasi teoritis kontekstual dari pay off structure strategi multilateral. Dalam konteks ini ditunjukkan bahwa situasi anarki adalah praktik dumping yang dilakukan oleh Tiongkok pada produk velg mobilnya. Teori ini turut mengafirmasi sekaligus menegaskan kembali bahwa praktik dumping dalam produk velg mobil asal Tiongkok sangatlah mencederai (merugikan) produsen lokal serta pasar otomotif khususnya penjualan velg mobil dalam negara-negara anggota UE. Kerugian ini mengafirmasi situasi anarki dalam perdagangan velg mobil di kawasan Eropa.
Atas dampak kerugian seperti yang dideskripsikan di paragraf sebelumnya maka EU harus menindak tegas Tiongkok. Tindakan tegas ini sejalan dengan konteks pay off structure strategi multilateral sehingga dapat diperoleh afirmasi secara kontekstual holistik dalam penelitian ini. Ada pun perwujudkan strategi multilateral ini adalah melalui implementasi kebijakan anti-dumping berupa pengenaan tarif baru terhadap semua velg mobil asal Tiongkok.
Konteks penjelasan afirmasi di atas mendeskripsikan adanya tindakan kejahatan (pelanggaran dan kesalahan) yang dilakukan oleh Tiongkok kepada UE. Biarpun, dalam konteks ini menunjukkan bahwa aktor negara telah mencederai organisasi internasional (kumpulan negara dalam organisasi). Dengan demikian, konteks ini menghasilkan deskripsi bahwa organisasi internasional (Uni Eropa) menindak tegas suatu negara (Tiongkok) atas kejahatan (pelanggaran dan kesalahan) yang telah dilakukan.
Di samping itu penelitian ini turut memperoleh suatu konteks realitas yang anomali. Konteks anomali menunjukkan bahwa Tiongkok terbukti telah melakukan lagi praktik dumping pada produksi bajanya yang diekspor ke negara-negara UE. Praktik dumping serupa yang telah dilakukan oleh Tiongkok bahkan telah ditindak tegas oleh UE. Akan tetapi, UE telah menemukan lagi praktik dumping pada varian lain dari produksi baja asal Tiongkok yaitu velg mobil. Hal ini mendorong UE untuk melakukan penyelidikan lagi. Hasil penyelidikan ini menghasilkan tindakan tegas bagi Tiongkok. Tindak tegas ini diwujudkan dengan
menerapkan kebijakan anti-dumping lainnya terhadap produk velg mobil asal Tiongkok yang terbukti menerimakan dumping.
Berdasarkan deskripsi di atas pula, pada bagian ini menjadi paparan jawaban pada pertanyaan penelitian. Pertanyaan penelitian yang telah dibuat yaitu “Bagaimanakah implementasi kebijakan anti-dumping oleh Uni Eropa terhadap impor velg mobil asal Tiongkok?” Pertanyaan penelitian ini difokuskan untuk mendeskripsikan tiga poin esensial jawaban. Poin pertama adalah eksistensi kebijakan anti-dumping UE terhadap impor velg mobil asal Tiongkok yang terbukti menerapkan praktik dumping. Poin kedua adalah mendeskripsikan realitas dumping velg mobil yang dilakukan oleh Tiongkok. Poin ketiga adalah dampak dari implementasi kebijakan anti-dumping UE terhadap impor velg mobil asal Tiongkok.
Industri baja yang memproduksi velg mobil di negara-negara UE merupakan komoditas penting dan andalan. Di tengah situasi sektor baja yang lesu tentunya pihak UE tidak serta merta membuat UE mengurangi atau bahkan menghentikan begitu saja industri bajanya biarpun di tengah krisis. Adanya praktik dumping pada velg mobil asal Tiongkok sehingga semakin membuat penjualan industri baja khususnya velg mobil di kawasan Eropa semakin terpuruk. Keterpurukan ini yang merupakan hasil pencederaan oleh Tiongkok dalam sektor ekonomi tentunya tidak dikehendaki oleh UE dan harus ditindak tegas. Penindakan tegas ini diwujudkan dalam suatu regulasi dan hal ini turut menjadi bagian jawaban atas pertanyaan penelitian.
Regulasi kebijakan tersebut adalah “Peraturan Pelaksanaan Komisi (UE) 2019/1693 tanggal 9 Oktober 2019”. Uraian dari peraturan atau kebijakan ini adalah untuk memberlakukan penerapan penambahan bea anti-dumping sementara pada impor velg (baja roda) mobil dari Republik Rakyat Tiongkok (Commission Implementing Regulation - EU, 2019).
Implementasi kebijakan tersebut turut memiliki latar belakang yang menjadi dinamika awal terbentuknya kebijakan anti-dumping UE terhadap impor velg mobil asal Tiongkok. Secara mendasar implementasi kebijakan ini turut merujuk pada Perjanjian tentang Fungsi Uni Eropa. Di saat bersamaan turut memperhatikan Peraturan Uni Eropa 2016/1036 Parlemen Eropa dan Dewan 8 Juni 2019 mengenai perlindungan terhadap barang impor standar rendah dari negara-negara bukan anggota Uni Eropa (1).
Secara prosedural pertama-tama Komisi melakukan konsultasi dengan Negara Anggota dengan pertimbangan berdasarkan prosedur 1.1. Inisiasi (1) dilaksanakan 15 Februari 2018 dengan dimulai penyelidikan anti-dumping oleh Komisi Eropa (‘Komisi’) terhadap indikasi impor dari Republik Rakyat Tiongkok (negara bersangkutan) ke dalam pasar Uni Eropa melalui Union of Steel Road Wheels (SRW) dengan didasari pasal 5 Regulasi (UE) 2016/1036 (Regulasi Dasar). Setelahnya, Komisi melakukan Pemberitahuan Inisiasi bersama dengan segala tindakan regulasinya melalui penerbitan Jurnal Resmi Uni Eropa (2) (‘Pemberitahuan Inisiasi’). (2) Penyelidikan dimulai oleh Komisi setelah Asosiasi Produsen Roda Eropa (UEWA sebagai pihak pengadu) mengajukan pengaduan pada 3 Januari 2019. Pengaduan dilakukan dengan mengatasnamakan produsen dengan 25% lebih terwakili berdasarkan total produksi velg mobil seluruh negara pengadu dari anggota Uni Eropa (Commission Implementing Regulation - EU, 2019).
Implementasi dari Peraturan Pelaksanaan Komisi (UE) 2019/1693 tanggal 9 Oktober 2019 didasari berbagai rekam jejak dinamika kondisi perdagangan. Secara holistik Komisi UE melakukan berbagai upaya sentral dalam memenuhi segala kepentingan yang esensial terutama pada sektor perekonomian para negara anggotanya. Upaya-upaya tersebut adalah pertama, memastikan keadilan dalam dinamika perdagangan bagi pelaku industri di kawasan Eropa khususnya negara-negara anggota UE. Kedua, adalah mengimplementasikan upaya intervensi. Upaya intervensi dilakukan UE untuk mengatasi berbagai tindakan hambatan perdagangan yang tidak beralasan terhadap produk-produk ekspor UE oleh para negara pihak ketiga. Upaya-upaya yang telah dideskripsikan di atas bahwa berbagai aktivitas hambatan perdagangan telah dilakukan oleh banyak negara dan mengalami peningkatan sejak tahun 2014. Dinamika hambatan perdagangan bahkan mencapai klimaksnya (puncak persoalan tertinggi) yaitu pada tahun 2018 (European
Commission, 2019). Dari deskripsi ini menekankan bahwa kehadiran UE memberikan signifikansi perlindungan. Signifikansi perlindungan ini bertujuan untuk mengatasi polemik perekonomian global atau dapat disebut dengan situasi anarki dalam perekonomian global yang diakibatkan implementasi hambatan perdagangan tak beralasan dan semena-mena oleh negara pihak ketiga.
Hingga memasuki tahun 2019, UE harus menghadapi suatu tantangan polemik perekonomian global lainnya yang dilakukan oleh Tiongkok sebagai salah satu negara besar pihak ketiga. Praktik dumping pada berbagai produk impor asal Tiongkok terutama velg mobil yang membanjiri pasar UE menjadi tantangan tersendiri dan mengharuskan UE mengembangkan upaya proteksi pasar lokalnya. Pengembangan upaya proteksi pasar lokal terutama pada salah satu produksi industri baja yaitu velg mobil diwujudnyatakan melalui Implementasi Peraturan Pelaksanaan Komisi (UE) 2019/1693 tanggal 9 Oktober 2019.
Selaras dengan seluruh deskripsi sebelumnya, pada bagian ini memberikan deskripsi lebih lanjut mengenai poin kedua dari jawaban penelitian. Deskripsi jawaban ini merupakan paparan komprehensif untuk poin kedua jawaban penelitian yang juga selaras dengan konteks teori penelitian ini. Poin kedua secara mendasar telah mengafirmasi kooperasi UE dalam situasi anarki akibat praktik dumping Tiongkok. Afirmasi ini kemudian difokuskan dalam mendeskripsikan latar belakang realitas diimplementasikannya kebijakan anti- dumping UE.
Implementasi Peraturan Pelaksanaan Komisi (UE) 2019/1693 tanggal 9 Oktober 2019 umumnya bersifat sementara hingga lima tahun. Secara holistik alasan diimplementasikannya kebijakan ini adalah sebagai respon tegas atas impor velg mobil asal Tiongkok yang teridentifikasi penerapan dumping (Caixing Associated, 2019). Pembuktian adanya dumping pada velg mobil asal Tiongkok membuat UE mengenakan tambahan tarif hingga 66.4% pada produk baja asal Tiongkok khususnya komponen industri otomotif.
Pengaplikasian kontekstual dari teori pay off structure strategi multilateral dalam implementasi kebijakan anti-dumping UE terhadap impor velg mobil Tiongkok secara mendasar turut memunculkan tiga signifikansi tindakan. Masing-masing keempat signifikansi tindakan tersebut adalah: bea masuk anti-dumping, pengamanan (proteksi) dan implementasi perjanjian penangguhan terkait berdasarkan implementasi suatu kebijakan.
Ketiga signifikansi tindakan tersebut secara kolektif secara umum bertujuan untuk memulihkan perdagangan kawasan.
Peraturan Pelaksanaan Komisi (UE) 2019/1693 tanggal 9 Oktober 2019 merupakan mekanisme yang telah disepakati secara internasional terutama di kawasan. Mekanisme diimplementasikan sebagai upaya mengatasi efek distorsi pasar akibat ketidakadilan perdagangan dan terutama lonjakan impor di kawasan Eropa sehingga memberikan ancaman atau kerugian serius. Dari deskripsi ini, turut ditekankan bahwa sebelumnya secara mendasar negara-negara telah melakukan penyelidikan, upaya pembenahan, hingga akhirnya menghimpun aduan kepada komisi untuk dilakukan investigasi lanjutan hingga pemberian sanksi (Department of Commerce, 2019). Keseluruhan deskripsi mekanisme ini akhirnya turut mengafirmasi konteks teori Pay-off structure strategi multilateral yang mana penerapannya dilakukan secara berkesinambungan.
Dalam konteks polemik perekonomian yang dibahas pada penelitian ini, implementasi kebijakan anti- dumping nyatanya turut sejalan dengan realitas berbagai impor hasil produksi baja murah namun bersubsidi dari Tiongkok. Apabila arus impor dibiarkan berlanjut dan tidak terkendali maka sektor industri baja UE akan semakin besar merugi. Dalam penelitian ini, hasil investigasi UE atas velg mobil yang terbukti menerimakan praktik dumping berasal dari dua produsen. Nama perusahaan (produsen) tersebut adalah Zhejiang Jingu Co. dan Xingmin Intelligent Transportation Systems (Reuters Staff, 2019).
Sebelum UE melakukan investigasi dan mengimplementasikan kebijakan anti-dumping terhadap impor velg mobil, rupayanya Tiongkok telah melakukan praktik dumping pada varian lain produk industrinya (Blenkinsop, 2019). Ada pun contoh produk industri Tiongkok lainnya yang teridentifikasi menerimakan praktik dumping sebelum produk velg mobil adalah produk manufaktur dan kimia. Atas realitas ini sudah wajar UE harus menindak tegas Tiongkok melalui implementasi regulasi aktual. Dengan demikian, penerapan teori pay off structure strategi multilateral telah terafirmasi secara kontekstual dan aktual.
Dari keseluruhan deskripsi diperoleh beberapa pemaknaan baru yang esensial. Makna pertama yaitu bahwa implementasi kebijakan anti-dumping dapat diartikan sebagai pembalasan pasca pencederaan akibat impor velg mobil asal Tiongkok. Makna kedua mengartikan bahwa UE senantiasa menyadari fungsinya untuk menjamin kesejahteraan masyarakat Eropa. Makna ketiga yaitu praktik dumping oleh Tiongkok telah berulang kali dilakukan berulang kali di berbagai sektor industri dan telah banyak merugikan UE. Makna keempat menjelaskan bahwa tindakan UE menerapkan kebijakan anti-dumping bagi impor velg mobil asal Tiongkok adalah hal yang wajar dan lumrah. Akan tetapi UE harus mewaspadai dampak pasca implementasi kebijakan ini agar terhindar dari perselisihan lanjutan yang keras antar kedua aktor. Makna kelima menyatakan bahwa implementasi kebijakan Peraturan Pelaksanaan Komisi (UE) 2019/1693 tanggal 9 Oktober 2019 merupakan upaya penegakan hukum internasional di kalangan Uni Eropa. Di saat bersamaan melalui implementasi kebijakan ini menunjukkan suatu bentuk keeratan regional dalam menghadapi ancaman perdagangan oleh suatu aktor ekonomi besar global (Burhan, 2017).
Deskripsi bagian pembahasan ini ditutup dengan memaparkan poin ketiga analisa. Poin ketiga ini adalah dampak dari implementasi kebijakan anti-dumping UE terhadap impor velg mobil asal Tiongkok. Hasil dari implementasi kebijakan anti-dumping UE terhadap impor velg mobil asal Tiongkok adalah memulihkan dan meningkatkan kembali keuntungan bagi UE pada sektor industri baja terutama produk velg mobil.
Dengan pulihnya sektor industri baja khususnya pada produk velg mobil maka UE dapat kembali mendominasi pasar velg mobil di internalnya. Dengan pulihnya sektor industri baja maka pemulihan perdagangan di UE juga meningkat sehingga EU dapat siap kembali untuk dapat mendominasi pasar bahkan di luar UE (European Commission, 2019).
Dengan implementasi kebijakan anti-dumping UE terhadap impor velg mobil asal Tiongkok telah memberikan efek jera bagi para produsen velg yang melakukan praktik dumping. Di saat bersamaan, UE telah mengatur para pelaku impor velg agar mengikut standar harga penjualan yang berlaku di kawasan Eropa. Dari hal ini, produsen dan penjual velg mobil lokal turut terpulihkan kesejahteraanya dan produk velg mobil lokal dapat mendominasi pasar dengan standar yang berlaku. Implementasi kebijakan anti-dumping ini pada waktu- waktu mendatang dapat menjadi bagian dari keberlanjutan aspek penyatu EU sebagai komunitas regional sehingga polemik perekonomian di masa mendatang dapat senantiasa teratasi (Burhan, 2017).
CONCLUSION
Berdasarkan seluruh analisa dalam penelitian ini telah diperoleh beberapa kesimpulan. Pertama- pertama penelitian ini memperoleh jawaban bagi pertanyaan penelitian. Jawaban ini terbagi atas beberapa poin kesimpulan yang esensial. Poin jawaban tersebut adalah“Peraturan Pelaksanaan Komisi (UE) 2019/1693 tanggal 9 Oktober 2019” merupakan kebijakan anti-dumping UE terhadap impor velg mobil asal Tiongkok yang terbukti menerimakan praktik dumping. Implementasi kebijakan kebijakan tersebut bersifat sementara hingga lima tahun. Di samping itu, wujud aktual dari implementasi kebijakan anti-dumping UE adalah penambahan bea masuk hingga 66,4% bagi impor velg mobil asal Tiongkok. Hal ini didasari adanya praktik dumping yang Tiongkok lakukan terhadap velg mobilnya sehingga membuat UE semakin merugi.
Kerugian di sektor baja yang telah dialami oleh UE akibat berbagai faktor menjadi semakin buruk dengan impor velg mobil asal Tiongkok yang teridentifikasi praktik dumping.
Implementasi kebijakan anti-dumping tersebut pada dasarnya diterapkan khusus hanya kepada Tiongkok. Hal ini dikarenakan sebelumnya Tiongkok telah melakukan tindakan dumping pada sektor lain yaitu pada industri manufaktur dan kimianya sehingga untuk kasus dumping pada velg mobil menjadi klimaks pencederaan. Hal ini membuat UE semakin merugi terutama pada sektor bajanya sehingga Tiongkok harus ditindak tegas. Implementasi kebijakan anti-dumping dalam bentuk pemberian bea masuk tambahan tarif sebesar 66,4% dapat diartikan sebagai upaya pencederaan balik UE. Seperti yang diketahui bersama bahwa UE merupakan representasi negara-negara anggota di Eropa yang berperan agar sektor baja internalnya dapat tertolong.
Kesejahteraan masyarakat negara anggota UE tentu penting diutamakan. Implementasi kebijakan Peraturan Pelaksanaan Komisi (UE) 2019/1693 tanggal 9 Oktober 2019” turut diselaraskan sebagai bagian dari upaya UE untuk mengamankan kepentingan para aktor negara yang bernaung di dalamnya. Di samping itu, implementasi Peraturan Pelaksanaan Komisi (UE) 2019/1693 tanggal 9 Oktober 2019 mengafirmasi seluruh konteks teoritis dari konsep cooperation under anarchy dalam neoliberalisme-institusionalisme. Di saat bersamaan, konteks teoritis dari pay off structure strategi multilateral turut pula terafirmasi. Implementasi kebijakan anti-dumping UE terhadap impor velg mobil asal Tiongkok turut menjadi perwujudan upaya penegakan hukum internasional dan keeratan regional dalam mengatasi suatu pelanggaran atau pencederaan oleh suatu aktor ekonomi global yang anarki.
REFERENCES
Bakry, Umar Suryadi., 2017, “Metode Penelitian Hubungan Internasional”. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Blenkinsop, Philip., 2019. “EU starts investigation into Chinese wheel imports”, dalam
europe.autonews.com dilihat pada 30 Oktober 2021. dari
https://europe.autonews.com/suppliers/eu-starts-investigation-chinese-wheel-imports.
Burhan, Zulkhair. 2015. “Analisis Kebijakan Pemerintah Kota Makassar terkait Sektor Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya dan Potensi Pengembangannya dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN”., Jurnal Transformasi Global Volume 4 No 2 Tahun 2017, h. 1-17, dilihat pada 30/10/2021.
Caixing Associated., 2019. “Chinese Steel Wheels Hit by EU Tariffs as High as 66.4%”, dalam caixinglobal.com dilihat pada 30 Oktober 2021. dari https://www.caixinglobal.com/2019-10- 11/chinese-steel-wheels-hit-by-eu-tariffs-as-high-as-664-101469703.html.
Coface For Trade., 2019. “Coface Country & Sector Risks Handbook 2019 Analysis And Forecast For 161 Countries And 13 Sectors”. Coface Information Department.
Dadush, Uri dan Guntram Wolff. 2019. “The European Union’s response to the trade crisis”., Bruegel Policy Contribution Issue No 5 March 2019, h. 1-13, dilihat pada 30/10/2021.
Demertzis, Maria dan Gustav Fredriksson. 2018. “The EU Response to US Trade Tariffs”., Intereconomics, Vol 53. 2018, 5, h. 260-268, dilihat pada 30/10/2021.
Department of Commerce United States of America., 2019. “Global Steel Trade Monitor - Steel Imports Reports: European Union”. Washington DC: International Trade Administration.
EUROFER The European Steel Association., 2019. “Economic and Steel Market Outlook 2019-2020”.
Brussels: EUROFER Press Release.
European Union Commission., 2019. “Commission Implementing Regulation (EU) 2019/72 of 17 January 2019 imposing a definitive countervailing duty on imports of electric bicycles originating in the People's Republic of China”. Brussels: Official Journal of the European Union.
European Union Commission., 2019. “Commission Implementing Regulation (EU) 2019/1693 of 9 October 2019 imposing a provisional anti-dumping duty on imports of steel road wheels originating in the People’s Republic of China”. Brussels: Official Journal of the European Union.
European Union Commission., 2019. “Report From The Commission To The European Parliament And The Council 37th Annual Report from the Commission to the Council and the European Parliament
on the EU's Anti-Dumping, Anti-Subsidy and Safeguard activities and the Use of trade defence instruments by Third Countries targeting the EU in 2018”. Brussels: Official Journal of the European Union.
Hadiwinata, Bob Sugeng., 2017. “Studi dan Teori Hubungan Internasional Arus Utama, Alternatif, dan Reflektif”. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Mutmainah, Dian. 2015. “Globalisasi dan Dinamika Lokal: Kondisi Keamanan Insani Pedagang Lokal di Sekitar Hipermarket Giant di Kota Malang”., Jurnal Transformasi Global Volume 2 No 1 Tahun 2015, h. 71-89, dilihat pada 30/10/2021.
Reuters Staff., 2019. “EU investigates Chinese hot-rolled steel, puts duties on road wheels”, dalam reuters.com dilihat pada 30 Oktober 2021. dari https://www.reuters.com/article/us-china-eu-steel- idUSKBN1WP1FW.
Stearns, Jonathan, Bloomberg., 2019. “Europe slaps China with 5-year tariffs on steel wheels”, dalam
business-standard.com dilihat pada 30 Oktober 2021. dari
https://www.autonews.com/china/europe-slaps-china-5-year-tariffs-steel-wheels
Stearns, Jonathan., 2019. “EU imposes tariffs as high as 66.4% on steel road wheels from China”, dalam business-standard.com dilihat pada 30 Oktober 2021. dari https://www.business- standard.com/article/international/eu-imposes-tariffs-as-high-as-66-4-on-steel-road-wheels-from- china-119101100041_1.html