PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Kesadaran akan pentingnya membaca dan menulis dinilai tidak penting, sehingga minat membaca dan menulis masyarakat Indonesia masih rendah. Kegiatan membaca spin-off tradisional ini merupakan salah satu alternatif strategi untuk meningkatkan minat membaca dan menulis siswa di sekolah.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Data efektivitas kegiatan literasi berbasis rotasi membaca dalam meningkatkan minat membaca siswa VII. kelas SMP Negeri I Labakkang Kabupaten Pangkep. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan literasi berbasis tradisi membaca bergilir efektif meningkatkan minat membaca siswa VII. kelas di SMP Negeri I Labakkang Kabupaten Pangkep.
Manfaat Penelitian
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR
Kajian Pustaka
- Konsep Literasi
- Gerakan Literasi Sekolah
- Tujuan dan Prinsip Gerakan Literasi
- Konsep Pembelajaran Membaca
- Konsep Pembelajaran Menulis
- Konsep Tradisi Baca Gilir
- Operasional Tradisi Baca Gilir
- Konsep Minat Baca dan Menulis
Dikatakan dibaca bergiliran karena terbatasnya jumlah buku yang dibaca secara bergantian sehingga siswa dapat membaca sejumlah buku. Siswa akan diberi tugas untuk secara konsisten membaca buku yang berkualitas dalam jangka waktu yang ditentukan. Selain itu, berbagai hal yang berkaitan dengan buku dapat diuraikan, seperti penerbit, waktu penerbitan, jumlah halaman, pengarang dan berbagai unsur seperti: ketenaran, buku lain yang sejenis yang ditulis, kedudukan atau sejarah alasannya. karya itu ditulis.
Buku-buku yang sudah tua tentu saja kecil kemungkinannya untuk dimasukkan karena dianggap basi dengan asumsi sudah banyak dibaca orang. Inilah sebenarnya fungsi utama seorang reviewer, yaitu sebagai kritikus sehingga dapat membantu masyarakat mengapresiasi sebuah buku. e) Bukti perbedaan sisi buku yang diulas dengan buku lain. f) Mengulas manfaat buku bagi pembaca. g) Koreksi pekerjaan reviewer. Kegiatan pertama yang harus dilakukan dalam kegiatan ini adalah penyusunan rangkaian judul buku yang berkualitas sesuai dengan tingkat kematangan atau perkembangan siswa, baik sastra maupun nonfiksi.
Setelah siswa diberi buku yang ditugaskan, siswa ditugaskan untuk membaca di luar jam pelajaran, baik di rumah, di sekolah, atau dimana saja. Kegiatan membaca siswa dilaksanakan di luar jam pelajaran antara 1-2 minggu atau diperkirakan rata-rata buku yang dibaca siswa selesai dalam waktu tersebut (tergantung pertimbangan guru). Setelah kegiatan membaca selesai sesuai waktu yang disediakan, buku-buku yang dibaca dan resensi buku dikumpulkan.
Jika ketiga puluh siswa tersebut sudah membaca 30 lembar tersebut, maka ditukarkan lagi dengan buku yang dibaca oleh kelas lain. Setiap tahun kami kembali ke awal dan menyediakan buku siap baca atau ditukar setiap kelas bagi yang belum membacanya.
Kerangka Pikir
Menulis pada hakikatnya menyampaikan gagasan atau pesan dengan menggunakan simbol-simbol grafis (tulisan) kepada orang lain. Dalam kegiatan menulis, seseorang juga diharapkan menguasai komponen-komponen menulis, meliputi isi (materi) tulisan, organisasi tulisan, bahasa (kaidah bahasa tulis), gaya menulis, dan mekanisme menulis (Mulyati, 2002). Penalaran yang baik dapat menghasilkan tulisan yang baik, bahkan sebagai pengganti penalaran tidak akan ada ilmu yang hakiki. Syafi'ie menyatakan bahwa salah satu substansi retorika dari menulis adalah penalaran yang baik.
Berdasarkan pengertian minat membaca dan menulis di atas, maka minat membaca dan menulis pada dasarnya adalah suatu kecenderungan, keinginan, kemauan dan motivasi yang tinggi untuk selalu melaksanakan kegiatan membaca dan menulis, baik itu timbul dari minat membaca dan menulis secara spontan. atau minat membaca dan menulis, membaca dan membaca pola. Oleh karena itu diperlukan strategi yang dapat mengembangkan minat membaca dan menulis sebagai suatu kondisi yang dirancang secara terus menerus. Upaya yang dianggap strategis adalah dengan melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan membaca bermakna di kelas.
Wujud nyata dari kegiatan ini adalah tugas-tugas membaca yang terus dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran di kelas dengan tugas utama menyusun resensi sebagai kegiatan literasi. Hal ini harus dimulai dengan memeriksa atau mengukur keadaan awal minat membaca dan menulis siswa, kemudian dengan melaksanakan kegiatan literasi berdasarkan tradisi membaca bergilir, kemudian dengan menguji kembali minat membaca dan menulis, barulah kita dapat melihat temuannya, dan peningkatan minat membaca dan menulis akibat melakukan kegiatan berbasis literasi. tradisi membaca bergantian. Tentu saja diperlukan eksperimen untuk membuktikan hal tersebut. Lihat tabel berikut untuk lebih jelasnya.
Hipotesis
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian dan Desain Penelitian
- Definisi Operasional Variabel
- Populasi dan Sampel
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data Data
Minat membaca siswa kelas VII SMP Negeri I Labakkang Kabupaten Pangkep setelah dilaksanakannya kegiatan membaca dan menulis berdasarkan tradisi membaca bergilir dapat dilihat pada data mentahnya. Diketahui nilai rata-rata tingkat minat membaca siswa kelas VII SMP Negeri I Labakkang Kabupaten Pangkep setelah dilaksanakan kegiatan membaca dan menulis. Rangkuman gambaran hasil minat membaca sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan membaca dan menulis berdasarkan tradisi membaca bergilir pada siswa kelas VII SMP Negeri I Labakkang.
Data efektivitas kegiatan literasi berbasis membaca bergilir dalam meningkatkan minat menulis siswa kelas VII SMP Negeri I Labakkan Kabupaten Pangkep. Minat menulis siswa kelas VII SMP Negeri I Labakkang Kabupaten Pangkep setelah dilaksanakannya kegiatan membaca dan menulis berdasarkan tradisi membaca bergilir dapat dilihat pada data mentahnya. Data Perbedaan Tingkat Minat Menulis Pretest dan Posttest Kegiatan Literasi Berdasarkan Tradisi Membaca pada Siswa Kelas VII SMP Negeri I Labakkang Kabupaten Pangkep.
Terdapat perbedaan yang signifikan tingkat minat membaca sebelum dan sesudah dilaksanakan kegiatan literasi berbasis tradisi membaca bergilir siswa Kelas VII SMP Negeri I Labakkang Kabupaten Pangkep. Terdapat perbedaan yang signifikan tingkat minat menulis sebelum dan sesudah dilaksanakan kegiatan literasi berbasis tradisi membaca bergilir siswa Kelas VII SMP Negeri I Labakkang Kabupaten Pangkep. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan literasi berbasis tradisi membaca bergilir efektif meningkatkan minat menulis siswa kelas VII SMP Negeri I Labbakang Kabupaten Pangkep.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Penyajian Hasil Analisis Data Penelitian
Teknik pengujian hipotesis adalah dengan membandingkan tingkat minat membaca dan minat menulis siswa Kelas VII SMP Negeri I Labakkang Kabupaten Pangkep sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan literasi berbasis tradisi membaca bergilir. Data yang dianalisis adalah tingkat minat membaca dan minat menulis siswa Kelas VII SMP Negeri I Labakkang Kabupaten Pangkep sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan literasi. Data dianalisis berdasarkan seluruh instrumen yaitu variabel tingkat minat membaca dan minat menulis siswa Kelas VII SMP Negeri I Labakkang Kabupaten Pangkep.
Data tingkat minat membaca siswa VII. kelas di SMP Negeri I Labakkan Kabupaten Pangkep sebelum penerapan literasi rotasi dapat dilihat pada data mentahnya. Berdasarkan hasil data tersebut, diperlukan strategi untuk meningkatkan minat membaca siswa VII. kelas di SMP Negeri I Labakkang Kabupaten Pangkep. Data perbedaan tingkat minat membaca sebelum dan sesudah tes literasi, berdasarkan tradisi membaca siswa VII. kelas SMP Negeri I Labakkang Kabupaten Pangkep.
Data tingkat minat menulis siswa kelas VII SMP Negeri I Labbakang Kabupaten Pangkep sebelum diterapkannya literasi berbasis membaca bergilir dapat dilihat pada data mentahnya. Diketahui nilai rata-rata tingkat minat menulis siswa kelas VII SMP Negeri I Labakkang Kabupaten Pangkep sebelum pelaksanaan kegiatan tradisi membaca bergilir adalah 14,79 dengan rentang 0-50. Oleh karena itu dapat dinyatakan hipotesis nol yang berbunyi “Tidak terdapat perbedaan yang signifikan tingkat minat membaca sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan literasi berdasarkan tradisi membaca bergilir siswa kelas VII di SMP Negeri I Labakkan Kabupaten Pangkep. "
Pembahasan
Tingkat minat membaca siswa Kelas VII SMP Negeri I LabakKang Kabupaten Pangkep sebelum melaksanakan kegiatan literasi berbasis tradisi membaca bergilir masih dalam kategori rendah dengan skor rata-rata 19 dari rentang 1-50. Setelah dilaksanakan kegiatan literasi berbasis tradisi membaca bergilir, diketahui bahwa minat membaca siswa Kelas VII SMP Negeri I LabakKang Kabupaten Pangkep setelah dilaksanakan kegiatan literasi berbasis tradisi membaca bergilir berada pada kategori sedang dengan rata-rata skor 24 dari rentang 1-50. Kegiatan literasi berbasis tradisi membaca bergilir diharapkan dapat menjadi alternatif bagi guru untuk meningkatkan minat membaca dan menulis siswa di sekolah.
Kegiatan literasi berbasis tradisi scrolling reading diharapkan dapat dijadikan bahan perbandingan untuk menyusun strategi lain guna meningkatkan minat membaca dan menulis siswa di sekolah. Kegiatan literasi berbasis tradisi hafalan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai pelengkap bahan pustaka, khususnya terkait dengan hasil penelitian minat membaca dan menulis siswa di sekolah. Kegiatan literasi berbasis tradisi scroll reading ini diharapkan dapat dijadikan bahan kajian bagi pemerintah untuk menciptakan kegiatan pengembangan minat baca tulis siswa di sekolah.
Strategi meningkatkan minat membaca anak (Studi di ruang baca anak Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang)”. Jurnal Administrasi Publik (JAP), Vol. Makalah disampaikan pada workshop pengembangan minat baca dan minat membaca siswa sekolah dasar di Jakarta. Efektivitas kegiatan literasi berbasis membaca bergilir dalam meningkatkan minat baca dan minat menulis siswa kelas VI.
SIMPULAN DAN SARAN
Simpulan
Hal ini terlihat dari kurangnya jumlah buku yang dibaca, kurangnya buku bacaan yang dimiliki, jarangnya kunjungan ke perpustakaan dan tidak diberikannya dana khusus untuk membaca. Hal ini terlihat dari peningkatan jumlah buku yang dibaca, kepemilikan buku dan kunjungan ke perpustakaan mulai meningkat serta disediakan sedikit dana khusus untuk membaca. Tingkat minat menulis siswa kelas VII SMP Negeri I Labbakang Kabupaten Pangkep sebelum dilaksanakannya kegiatan literasi berbasis tradisi scroll reading masih dalam kategori rendah.
Hal ini terlihat dari rendahnya pentingnya menulis, kurangnya buku yang dibaca sebagai bagian dari kegiatan menulis, kurangnya membaca buku-buku yang dimiliki sebagai bagian dari menulis, jarangnya kunjungan ke perpustakaan untuk dijadikan referensi dan rendahnya kebanggaan dalam kegiatan menulis. Setelah dilaksanakannya kegiatan literasi berbasis tradisi membaca bergilir menunjukkan bahwa tingkat minat menulis siswa VII. kelas di SMP Negeri I LabakKang Kabupaten Pangkep setelah melaksanakan kegiatan literasi berbasis tradisi hafalan dengan kategori sedang dengan skor rata-rata 20 dari rentang 1-50. Hal ini terlihat dari rendahnya tingkat menulis, kurangnya buku yang dibaca sebagai bagian dari kegiatan menulis, kurangnya membaca buku yang dimiliki sebagai bagian dari menulis, jarangnya kunjungan ke perpustakaan untuk dijadikan referensi.
Saran
Meningkatkan kreativitas penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (LPP) dan hasil belajar pada Pembelajaran IPS-Geografi di SMP melalui metode pemberian tugas kepada siswa DII di Blitar. Setelah tamat SMP, beliau melanjutkan pendidikan di SMK Negeri Pangkep dan tamat pada tahun 1988. Penulis yang bercita-cita menjadi guru ini menempuh pendidikan Diploma II di FKIP Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Tadulako (Palu) dan lulus pada tahun 1990.
Beliau kemudian masuk pada program penyetaraan Program Sarjana FPBS, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Makassar, selesai pada tahun 2000. Penulis melanjutkan studi di Program Pascasarjana, Program Magister Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Makassar sejak tahun 2017, selesai tahun 2019. Penulis bekerja sebagai guru Bahasa dan Sastra Indonesia di ASN dan diangkat pada tahun 1994 dengan tugas di SMP I Segeri Pangkep.