KEL. 9
Disusun oleh :
Amelia Nurul Fasya (211010501189)
Fuji Rahayu Naengsih (211010501128)
Siti Lutfia (211010502829)
Dana pensiun adalah badan hukum yang mengelola dan menjalankan program pensiun yang manfaatnya dapat diterima oleh peserta pada saat
mencapai usia pensiun, mengalami cacat, atau meninggal dunia. Dana pensiun didirikan untuk memberikan kesejahteraan bagi para pekerja
setelah memasuki masa pensiun.
UU No. 11 Tahun 1992
DEFINISI DANA PENSIUN
Menjamin Kehidupan di Masa Tua
Bertujuan untuk memastikan karyawan memiliki pendapatan yang stabil dan mencukupi setelah memasuki masa pensiun, sehingga mereka dapat menikmati kehidupan yang layak di hari tua.
Mendorong Produktivitas Karyawan
Berbagi Risiko Pensiun
Dana pensiun memungkinkan risiko dan biaya pensiun untuk dibagi antara perusahaan, karyawan, dan pemerintah, sehingga dapat mengurangi beban bagi masing-masing pihak.
TUJUAN DANA PENSIUN
Dengan dana pensiun, karyawan akan merasa lebih tenang dan termotivasi untuk bekerja dengan produktif, karena mereka tahu masa depan mereka dijamin setelah pensiun.
JENIS DANA PENSIUN
Dana Pensiun Pemberi Kerja
Dana Pensiun Lembaga Keuangan
Dana pensiun yang didirikan dan dikelola oleh perusahaan atau pemberi kerja untuk memberikan
manfaat pensiun bagi karyawannya. Iuran berasal dari
pemberi kerja dan peserta.
Dana pensiun yang didirikan dan dikelola oleh lembaga keuangan seperti bank atau asuransi untuk
masyarakat umum.
Dana Pensiun Negara Dana Pensiun Sukarela
Dana pensiun yang dikelola oleh pemerintah untuk memberikan
jaminan hari tua bagi masyarakat, seperti BPJS
Ketenagakerjaan
Dana pensiun yang didirikan secara individual atau oleh kelompok masyarakat untuk mempersiapkan masa pensiun
mereka.
01
PERAN BADAN PENGELOLA DANA PENSIUN
Badan pengelola dana pensiun memainkan peran krusial dalam memastikan keamanan finansial bagi individu selama masa pensiun. Mereka bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan menginvestasikan kontribusi dari pekerja dan pemberi kerja, mengelola risiko investasi, dan memastikan bahwa dana yang tersedia cukup untuk membayar manfaat pensiun yang telah dijanjikan. Selain itu, badan pengelola dana pensiun juga harus memastikan kepatuhan terhadap regulasi dan standar akuntansi, menjaga transparansi, dan melindungi kepentingan peserta dana pensiun.
Dengan menjalankan fungsi-fungsi ini secara efektif, badan pengelola dana pensiun berkontribusi pada stabilitas ekonomi, mengurangi beban pemerintah dalam memberikan bantuan sosial, dan meningkatkan kesejahteraan sosial secara keseluruhan. Melalui manajemen yang profesional dan berkelanjutan, badan ini menjamin bahwa peserta dana pensiun dapat menikmati masa pensiun mereka dengan rasa aman dan nyaman.
HAK DAN KEWAJIBAN PESERTA DANA PENSIUN
Hak Peserta Dana Pensiun
Sebagai peserta dana pensiun, individu memiliki sejumlah hak yang harus dipenuhi oleh pengelola dana. Ini mencakup hak atas informasi terkini mengenai iuran, hak untuk mengajukan klaim manfaat pensiun, serta hak atas perlindungan dana pensiun yang dikelola secara transparan dan akuntabel.
Kewajiban Peserta Dana Pensiun
Peserta juga memiliki kewajiban untuk taat pada aturan dan prosedur yang ditetapkan oleh pengelola
dana pensiun. Ini termasuk membayar iuran tepat waktu, memberikan informasi yang akurat, serta
mematuhi ketentuan terkait pengajuan klaim dan pengambilan manfaat pensiun.
Studi Kasus Dana Pensiun Pertamina:
Dana Pensiun Pertamina, yang mengelola dana pensiun karyawan PT Pertamina, menghadapi tantangan besar pada tahun 2018 ketika nilai investasi mereka mengalami penurunan signifikan. Penurunan ini disebabkan oleh fluktuasi pasar yang tajam dan keputusan investasi yang kurang optimal. Untuk mengatasi masalah ini, manajemen Dana Pensiun Pertamina melakukan restrukturisasi portofolio investasinya dengan memindahkan sebagian aset ke investasi yang lebih stabil seperti obligasi dan properti. Mereka juga meningkatkan pengawasan dan pengelolaan risiko untuk menghindari kerugian serupa di masa depan.
Selain itu, mereka aktif berkomunikasi dengan para peserta dana pensiun untuk menjelaskan situasi dan langkah-langkah perbaikan yang diambil. Sebagai hasil dari upaya tersebut, Dana Pensiun Pertamina berhasil memulihkan sebagian besar nilai investasinya dan memperbaiki stabilitas finansial, serta meningkatkan kepercayaan peserta terhadap pengelolaan dana pensiun.
PEGADAIAN
Pegadaian adalah sebuah lembaga keuangan yang memberikan pinjaman kepada masyarakat dengan jaminan barang bergerak.
Proses pinjaman di Pegadaian dikenal dengan istilah gadai, di mana nasabah menyerahkan barang berharga sebagai jaminan
dan kemudian mendapatkan pinjaman dana berdasarkan nilai
taksir barang tersebut.
Menurut Siamat (2005 : 746), pegadaian sebagai lembaga keuangan tidak diperkenankan meghimpun dana secara langsung dari masyarakat dalam bentuk simpanan, misalnya: giro, diposito dan tabungan, sebagaimana halnya dengan sumber dana konvensional perbankan. Untuk memenuhi kebutuhan dananya, Perum Pegadaian memiliki sumber-sumber dana sebagai berikut :
1. Modal sendiri. (Modal awal, Penyertaan modal Pemerintah, Laba ditahan)
2. Pinjaman jangka pendek dari perbankan.
3. Pinjaman jangka panjang yang bersal dari KLBI.
4. Dari masyarakat melalui penerbitan obligasi
SUMBER DANA PEGADAIAN
JENIS BARANG JAMINAN
Mesin – Mesin Barang berupa perhiasan
Barang berupa kendaraan
Barang elektronik
Mesin-mesin
Sertifikat
KEGIATAN USAHA
Penghimpunan Dana
Dana yang diperlukan oleh perum pegadaian untuk melakukan kegiatan usahanya berasal dari:
• Pinjaman jangka pendek dari perbankan
• Dana jangka pendek (sekitar 80% dari total dana jangka pendek yang dihimpun)
• Pinjaman jangka pendek dari pihak lainnya (utang kepada rekanan, nasabah, utang pajak, biaya yang masih harus dibayar, pendapatan diterima dimuka dan lain-lain
• Penerbitan obligasi
• Modal sendiri
Modal sendiri yang dimiliki oleh perum pegadaian terdiri dari:
• Modal awal: kekayaan negara diluar APBN sebesar Rp. 205 miliar
• Pernyertaan modal pemerintah
• Laba ditahan: laba ditahan ini merupakan akumulasi laba sejak perusahaan perusahaan gadai berdiri
Dana yang berhasil dihimpun kemudian digunakan untuk mendanai kegiatan usaha Perum Pegadaian. Dana tersebut antara lain digunakan untuk:
Uang kas dan dana likuid
Pembelian dan pengadaan berbagai bentuk aktiva tetap dan inventaris
Pendanaan kegiatan operasional
Penyaluran dan
Investasi lain
Penggunaan Dana
PERSYARATAN PENGAJUAN GADAI
Dokumen Identitas Barang Jaminan
Untuk mengajukan pinjaman gadai, peminjam harus menyediakan dokumen identitas diri yang
sah, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Paspor. Ini diperlukan untuk verifikasi dan
memastikan identitas peminjam.
Sebagai jaminan pinjaman, peminjam harus menyiapkan barang berharga yang dapat digadaikan, seperti emas, perhiasan, atau benda
elektronik. Barang ini akan dinilai dan digunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman.
Nilai Taksiran Surat Kuasa
Pegadaian akan menaksir nilai dari barang jaminan yang diajukan. Jumlah pinjaman yang diberikan
biasanya sebesar 80-90% dari nilai taksiran barang. Hal ini untuk menjaga kepentingan kedua
belah pihak.
Jika barang jaminan yang digadaikan milik orang lain, peminjam perlu menyertakan surat kuasa dari
pemilik barang. Ini memastikan bahwa peminjam memiliki hak untuk menggadaikan barang tersebut.
Studi Kasus Pegadaian pada PT. Pegadaian Syariah Unit Pelayanan Syariah Heram:
PT. Pegadaian Syariah Unit Pelayanan Syariah Heram menghadapi tantangan besar ketika banyak nasabah mengalami kesulitan ekonomi, mengakibatkan peningkatan jumlah barang yang tidak ditebus. Untuk mengatasi masalah ini, Unit Pelayanan Syariah Heram meluncurkan program khusus yang memberikan potongan biaya administrasi dan memperpanjang masa tenggang penebusan barang bagi nasabah yang terdampak. Selain itu, mereka mengadakan lelang barang gadai secara online untuk meningkatkan likuiditas dan memudahkan proses penjualan barang yang tidak ditebus. Unit ini juga aktif mengedukasi nasabah mengenai pengelolaan keuangan syariah dan pentingnya menebus barang gadai tepat waktu. Langkah- langkah ini tidak hanya membantu nasabah dalam mengatasi kesulitan mereka, tetapi juga meningkatkan likuiditas perusahaan dan mempertahankan kepercayaan serta loyalitas nasabah terhadap layanan yang diberikan oleh PT. Pegadaian Syariah.
KESIMPULAN
Dana pensiun dan pegadaian memainkan peran krusial dalam mendukung stabilitas finansial individu di berbagai tahap kehidupan. Dana pensiun memberikan pendapatan tetap
setelah pensiun, memastikan kenyamanan hidup di masa tua dan menawarkan berbagai keuntungan seperti insentif pajak. Namun, program ini juga menghadapi tantangan seperti
inflasi dan perubahan regulasi. Di sisi lain, pegadaian menyediakan solusi finansial cepat dengan jaminan barang berharga, yang bermanfaat dalam situasi kebutuhan mendesak.
Meskipun begitu, pegadaian juga harus mengelola risiko nilai jaminan yang fluktuatif dan risiko kredit. Edukasi yang baik mengenai perencanaan pensiun dan penggunaan layanan pegadaian sangat penting untuk membantu masyarakat membuat keputusan finansial yang
bijaksana. Inovasi dan adaptasi terus-menerus diperlukan agar kedua sektor ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara efisien dan efektif.