Kelompok 1
PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA NABI MUHAMMAD SAW Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah: Sejarah Peradaban Islam Dosen Pengampu: FADIAH ADLINA, M.PD.I
Oleh:
HUSNUL KHATIMAH NIM 2214120003 NAUFATTI AUFA
NIM 2214120083 NUR AYDA NIM 2214120121
MUFLIHATUN KHOIRIYAH NIM 2214120084
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PALANGKA RAYA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH 1444 H/2022 M
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ……….i
Daftar Isi ...ii
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ……….1
B. Rumusan Masalah ………1
C. Tujuan………...1
D. Metode Penulisan……….1
BAB II PEMBAHASAN A. Dimensi- Dimensi dalam Islam……….2
B. Munculnya Aliran Pemikiran dalam Islam………...5
C. Aliran-Aliran dalam Pemikiran Islam………...7
BAB III PENUTUP A. Kesimpulan……….14
B. Saran………...14 DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN A. Latar Belakang
BAB II PEMBAHASAN
A. Perkembangan Islam Pada Masa Nabi Muhammad SAW 1. Periode Mekkah
Masyarakat Mekkah sebelum masuknya Islam dan diperkenalkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam kondisi gelisah dan tidak normal. Ada banyak tradisi yang karenanya jauh dari jalan kebenaran, sehingga disebut masyarakat yang telah jatuh ke zaman jahiliyah atau jahiliyah.
a) Kondisi Keagamaan Masyarakat Mekkah Pra Islam
Awalnya, agama Tauhid yang dibawa oleh Nabi Ibrahim AS (Alaihis Salam) dilanjutkan oleh Nabi Ismail AS, yang tersebar merata di seluruh Mekkah dan penduduk Mekkah beragama sebagaimana semsetinya sesuai dengan yang diajarkan oleh kedua rasul, mulia. Setelah kematian Nabi Ismail AS, orang-orang Mekah secara bertahap beralih ke penyembahan berhala. Dari seorang pejabat suku Khuza'ah bernama Amr bin Luhay Al-Khuza'i yang melakukan perjalanan dari negara Syam (Suriah). Rasulullah berkata tentang Amr bin Luhay: "Saya melihat "Amr bin Luhay di Neraka karena dia adalah orang pertama yang masuk agama Ismaili dan kemudian memasang berhala. Dia mulai membuat aturan tentang unta. bahiirah, saaibah, washiilah dan ham" (H.R. Bukhori). Al- Bahirah adalah unta yang susunya tidak dapat diperah oleh siapa pun, karena hanya diperuntukkan bagi berhala. Saiba adalah kawanan unta yang dilepaskan untuk berhala mereka, dan tidak ada yang bisa menyewa mereka atau membebani mereka dengan sesuatu. Al-Wasilah adalah unta betina yang ibunya melahirkan anak pertamanya, kemudian anak kedua juga seorang wanita. Mereka menjadikannya unta Saibaan. Dibiarkan
bebas untuk idola mereka. Haam adalah unta jantan yang sengaja menghamili beberapa unta betina. Jika unta ini berhasil, ia akan dibiarkan hidup bebas tanpa pekerjaan, tanpa stres. Mereka menyebutnya unta Hamiy. Patung pertama dan terbesar yang dibawa oleh Amr bin Luhay adalah Hubal (Dewi Bulan), patung Hubal ditempatkan di Ka'bah. Amr bin Luhay, salah satu pemimpin Ka'bah, memerintahkan para peziarah untuk menyembah patung itu. Faktanya, orang Mekah masih mengakui Allah sebagai tuhan mereka, tetapi kebanyakan orang Mekah juga menyembah berhala, seperti 360 patung di sekitar Ka'bah. Patung terbesar di sekitar Ka'bah selain Hubal adalah Lata, Uzza dan Manat. Orang-orang Mekah menyebut patung-patung itu putri-putri Tuhan, firman Allah Q.S. An- Najm ayat 19-23: “Maka kamu (hai orang-orang musyrik) harus menganggap Al-Lata, Al-Uzza dan Manat sebagai yang ketiga, terakhir (putri-putri Allah). Apakah (benar) bagimu (anak-anak) seorang laki-laki dan Allah (seorang anak) seorang perempuan? Ini tentu distribusi yang tidak adil. Itu tidak lain hanyalah nama yang kamu dan ayahmu buat; Allah tidak menurunkan ilmu (untuk beribadah kepadanya). Mereka hanyalah angan-angan dan hawa nafsu, dan sesungguhnya telah datang kepada mereka petunjuk dari Tuhan mereka” (Q.S. An-Najm: 19-23). Maha Suci Allah atas tabiat keturunan dan para sahabat.
b) Kondisi Sosial Orang Mekah Sebelum Islam
Orang Arab, khususnya orang Mekah (Quraysh), memiliki sifat-sifat yang terpuji seperti keberanian, daya ingat yang kuat, kedermawanan, kebaikan, keterampilan bisnis, perlindungan terhadap yang lemah, dll. Suku Quraisy dianggap mulia oleh orang Arab karena menjaga Ka'bah dan menghibur orang-orang yang datang ke Baitullah untuk berhaji.
Namun, keutamaan orang Quraisy disertai dengan perbuatan tercela seperti minum khamr, zina, judi, perampokan, dan yang paling parah, membunuh anak perempuan mereka dengan mengubur mereka hidup-hidup karena
mereka merasa malu dan terhina secara khusus. percaya bahwa perempuan hanya membawa kesengsaraan. Hanya sebagian kecil dari suku Quraisy yang tidak mempraktekkan praktik jahiliyah ini. Perbuatan tercela lainnya adalah sistem perbudakan, yang membuat satu orang menindas orang lain, bahkan melihat seorang budak sebagai binatang belaka untuk dijual dan dibunuh. Dan Islam perlahan menghapus sistem perbudakan.
c) Keadaan Ekonomi Penduduk Mekkah Sebelum Islam
Penduduk Mekkah bekerja sebagai pedagang, petani, dan penggembala.
Allah SWT mencatat Q.S. Quraish, artinya: “Karena kebiasaan orang Quraisy, (yaitu) karena cara mereka bepergian di musim dingin dan musim panas. Hendaknya mereka menyembah Tuhan (Penguasa) Rumah ini (Kabah) yang memberi mereka makanan untuk memuaskan rasa lapar mereka. .dan selamatkan mereka." (Q.S Quraisy: 1-4)
Surat Quraisy melanjutkan urusan suku Quraisy yang berdagang di musim dingin (ke Yaman) dan juga di musim panas (ke negeri Syam). Orang- orang Arab memiliki pusat perdagangan yang terkenal seperti pasar Ukaz, Mijannah dan Zul Majaz. Pasar tidak hanya menjadi pusat jual beli untuk acara, tetapi juga tempat bagi penyair, orator, dan pegulat. Sebagai seorang anak, Nabi Muhammad juga menemani pamannya Abu Thalib Shami berdagang, dan di masa mudanya ia adalah bagian dari kafilah dagang milik Khadijah, yang menjadi istrinya. Selain perdagangan, pertanian dan peternakan memegang peranan penting dalam perekonomian masyarakat Makkah. Rasulullah pernah merasa bahwa dirinya adalah seorang pekerja peternak kambing. Nabi menggembalakan kambing untuk kebutuhan sehari-hari. Rasulullah bersabda: “Tidak ada nabi kecuali dia adalah seorang gembala.” Para sahabat bertanya: "Kamu juga, ya Rasulullah?" Dia berkata: "Ya, saya melewati qirath (mata uang dinar, pena) dari orang- orang Mekah." (H.R.Bukhori).
d) Kondisi Politik Penduduk Mekkah Sebelum Islam
Masyarakat Arab pada umumnya dibagi menjadi dua bagian berdasarkan batas wilayah, yaitu:
1. Kaum al-hadhara (penduduk kota), yang tinggal di pusat-pusat perdagangan Arab Semenanjung seperti Mekah dan Madinah. Mereka adalah penduduk yang menetap dengan membangun tempat tinggal tetap dan memiliki budaya dan pendidikan, meskipun masih ada yang tidak bisa membaca dan menulis. Mata pencaharian mereka adalah sebagai pedagang, petani dan sebagian penggembala.
2. Orang Baduwi (penghuni pedalaman) yang hidup sebagai perantau (pergerakan) tidak memiliki pemukiman tetap. Mata pencaharian utama mereka adalah beternak domba dan unta.
2. Riwayat Hidup Nabi Muhammad SAW.
1. Kelahiran Nabi Muhammad Nabi SAW
Nabi Muhammad lahir di Makkah hari Senin, 12 Rabi’ul Awal pada tahun 571 kalender Romawi (1450 tahun yang lalu). Rasul lahir dari ibu bernama Aminah dan ayahnya bernama Abdullah. Tahun tersebut juga disebut sebagai Tahun Gajah yakni tahun ketika pasukan gajah di bawah pimpinan Abrahah Habasyah tengah menyerang Ka’bah. Allah SWT pun menghentikan aksi mereka dengan segala kebesaranNya. Burung ababil pun datang menjatuh batu-batu untuk mendatangkan wabah penyakit.
Rasulullah lahir di masa ini dan dibesarkan sebagai anak yatim karena ayahnya, Abdullah telah meninggal dunia sebelum usianya genap 3 Tahun.
Semasa kecilnya, akhirnya dibesarkan oleh kakeknya, Abdul Muthalib.
2. Masa Kecil Nabi Muhammad
Nabi Muhammad dilahirkan dalam keadaan yatim di rumah Abu Talib.
Semasa kecilnya, Rasulullah tumbuh dan menjalani kehidupannya seperti pada anak pada umumnya. Adanya tradisi Quraisy pada zaman dahulu,
pada hari kedelapan belas membuat ibunya harus menyembunyikannya di pedalaman. Tradisi Quraisy tersebut membuat Nabi Muhammad tidak bisa merasakan kasih sayang ibunya sampai berumur 8 sampai 10 tahun.
Rasulullah menjadi anak yang tanggap, bersikap baik dan cerdas pada masanya.
3. Masa Remaja Nabi Muhammad
Pada masa Remasa, Nabi Muhammad terjaga dari perbuatan merugikan kawan sekitarnya. Sampai suatu ketika, Nabi pun bercerita ketika dua kali duduk saat mendengarkan pesta perkawinan di zaman Jahiliyah. Allah justru menutup telinganya sampai tertidur dan terbangun esoknya. “Setelah itu, aku tidak pernah lagi berniat mengikuti perbuatan buruk.” (HR Thabrani). Muhammad yang menginjak usia 20 tahun di Mekah yang bertepatan peristiwa Harbul Fijar antara Kabilah Quraisy melawan Qais dan Aylan.
4. Nabi Muhammad Menjelang Dewasa
Menjelang usia Nabi Muhammad yang dewasa, membuatnya semakin menekuni dunia bisnis. Nabi pun berdagang dengan kawan terbaiknya yakni Saib bin Abi Saib. Barulah pada saat berusia 25 tahun, Rasulullah menjalin kerja sama bisnis bersama wanita kaya raya yakni Siti Khadijah.
Perkenalan Muhammad dengan Khadijah memang berawal dari dunia perniagaan. Perempuan ini biasa membiayai kafilah perdagangan Mekkah ke Suriah untuk nanti membagi keuntungan bersama mitranya. Hal ini menjadi alasan bagi mereka berdua dalam melakukan perjalanan dagang tersebut.
5. Pernikahan Nabi Muhammad dan Khadijah
Banyaknya kegiatan perdagangan yang melibatkan mereka berdua, membuat Khadijah merasa kian tertarik. Perempuan ini akhirnya mengutus seorang sahabatnya, Nafisah binti Umayyah untuk menyampaikan keinginannya yakni melamar Muhammad. Muhammad SAW pun menyampaikan kabar gembira ini kepada paman-pamannya. Salah satunya yakni, Hamzah bin Abdul Muthalib lantas mendatangi rumah Khuwailid bin Asad dengan Muhammad untuk melamar Khadijah. Maka menikahlah mereka berdua ketika Nabi berusia 28 tahun.
6. Nabi Muhammad Mendapatkan Wahyu Pertama
Sebelum menjadi Rasul, Nabi Muhammad sudah mendapatkan beberapa karunia istimewa dari Allah seperti wajahnya terlihat bersinar dan bersih. Hal ini nyatanya menjadi pertanda kebesaran Allah yang menandakan akan datangnya nabi terakhir dengan kedudukan tertinggi sampai akhir zaman. Nabi Muhammad mendapatkan sebuah mimpi ketika Malaikat Jibril menghampirinya. Rasul pun sedang menyendiri di dalam Gua Hira tepatnya di samping Jabal Nur. Turunlah wahyu pertama yang ia bawakan dari Allah yakni Surah Al – “Alaq 1 – 4.
7. Dakwah Pertama Nabi Muhammad
Nabi Muhammad akhirnya memulai dakwahnya secara terang-terangan pada keluarga paling dekat yaitu kalangan Bani Hasyim. Hanya Ali bin Abu Thalib yang mau menerima dan memutuskan untuk beriman kepada Allah. Sementara Abu Thalib ikut melindungi Rasul saat berdakwah.
8. Wafatnya Nabi Muhammad
Abu Bakar sebagai sahabat Nabi Muhammad yang sedang tidak di Madinah, terjadilah peristiwa sangat menyedihkan. Rasulullah wafat bersamaan dengan turunnya wahyu Allah yakni Surat Az Zumar ayat 30,
artinya “Sesungguhnya kamu akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati pula.”. Nabi Muhammad mulai sakit di bulan Shafar tahun 11 Hijriah.
Beliau sakit kepala dan demam hingga akhirnya membuat suhu tubuh meninggi. Kondisi ini terjadi selama kurang lebih 2 minggu. Rasulullah akhirnya mengunjungi rumah istri-istrinya dan tiba di kediaman Aisyah dengan badan sudah lemah.