PENJELASAN
1. Analisis Pemahaman Estetik pada poster film mulai dari melihat, menginterpretasi, hingga memperoleh nilai hayati
Kesan pertama saat melihat poster ini adalah “mengerikannn, ualala, emejing, mantap jos, Kueceee tok, bukan maen, mengkeren”. Menurut kami, poster ini terlihat mengagumkan karena visual pakaian karakter utama dan font judul pada film ini menggambarkan budaya tionghoa. Seperti yang kita tahu, baru kali ini ada tokoh superhero yang berasal dari Asia. Penggunaan warna dual tone (biru dan merah) juga menarik di mata. Kesan pertama yang menarik tersebut membuat kami menjadi tertarik untuk menonton film tersebut.
Setelah menonton film Shang-Chi kami jadi mengetahui bahwa film ini cocok untuk dianalisis sebagai tugas UAS estetika. Penilaian kami terhadap poster film Shang-Chi bukan lagi hanya berdasarkan apa yang kami lihat tetapi lebih dari itu, kami juga menilai berdasarkan alur cerita dan makna filmnya. Berangkat dari latar belakang tersebut, alasan kami memilih poster ini adalah karena baik dari segi cerita maupun segi desain, kami dapat menemukan adanya nilai-nilai baik yang melekat kuat pada poster tersebut. Di antaranya adalah nilai budaya yang dapat dilihat dari desain baju yang dikenakan oleh tokoh utama “SHANG CHI”, nilai kekeluargaan, dan sensasi misteri tersendiri tentang 10 cincin (The Legend Of The Ten Rings). Kebudayaan China yang paling menonjol terlihat pada pembukaan film yaitu seni bela diri.
Unsur kebudayan seni bela diri tersebut, juga dimunculkan pada bagian atas judul poster dimana terdapat sanchi dengan ayahnya. Setelah menonton dapat diketahui bahwa penggunaan dual tone pada poster karena untuk membagi karakter dan juga pada kekuatan dari kedua karakter (ayah Shang Chi - biru & Shang Chi - merah pada film
Dari segi desain posternya sendiri, dapat dikatakan sangat baik karena penataan layout nya jelas. Layout difokuskan pada tokoh utamanya karena ukuran visual tokoh utama memiliki proporsi yang paling besar. Dibantu dengan judul yang sudah tertera di poster, orang yang melihat poster ini akan tahu kalau tokoh “Shang Chi” ini adalah tokoh utama dalam film ini. Untuk ilustrasi dibagian belakang poster juga terdapat 10 cincin yang menjadi permasalahan utama di dalam film ini. Yang dimana 10 cincin ini hanya bisa diturunkan kepada bagian keluarga yang dapat mengalahkan ayah Shang Chi.
2. Pendekatan persoalan estetik dalam teori Jarak Kejiwaan antara karya Poster Film Pendekatan secara kejiwaan pada poster Sang-Chi and The Legend of The Rings dimunculkan secara mata telanjang pada visual tokoh utama. Sang-Chi yang memakai baju hero dengan ornamen Tionghua. Secara psikologis, kita yang berasal dari etnis Tionghua lansung menyadari hal-hal kecil tersebut. Ornamen tersebut sering muncul pada
undangan pernikahan etnis Tionghua. Serta terdapat, bendera dengan tulisan aksara mandarin di sebelah kiri dan Ten Rings dengan ukiran corak Tionghua.
Font pada poster Sang-Chi memiliki pendekatan gaya desain dengan karakter font film-film Chinese. Sering kali kita melihat gaya font balok yang keras, serta pembentukan gaya tulisan yang menyerupai goresan mandarin. Secara subjektif, kita mengenali gaya desain tersebut karena film maupun series asal Chinese menggunakan gaya font tersebut.
3. Penjelasan terkait penikmatan estetik yang di peroleh dari poster film yang dipilih (minimal 2 tingkat dari 4 tingkat penikmatan estetik)
Adapun penikmat estetik yang kami peroleh dari poster film Shang-chi ini adalah tingkat subyektif relativitas dan tingkat culture relativitas :
a. Tingkat subyektif relativitas
Tingkat subyektif relativitas berhubungan dengan keputusan pribadi kami sebagai audiens, seperti apa perasaan kami sebelum, saat, dan sesudah menonton film Shang Chi.
Overall, kami merasakan senang, bangga, dan terharu terhadap film ini. Perasaan senang timbul karena sinematografi dan adegan action para tokoh yang disuguhkan indah untuk dipandang, walaupun ada beberapa scene yang menurut kami sedikit berlebihan. Perasaan bangga timbul karena akhirnya ada film superhero yang ditampilkan di layar lebar. Tentu sebagai orang asia, terutama etnis tionghoa, kami ikut merasa bangga. Perasaan terharu timbul karena alur cerita Shang Chi yang menceritakan sebuah keluarga terutama hubungan antara ayah dan anak yang di highlight, sukses menyentuh hati kami.Overall, kami menyukai film ini.
b. Tingkat culture relativitas
Unsur kebudayaan Tionghoa banyak dimunculkan dalam film ini, sehingga secara tidak langsung menjadi mudah untuk dipahami. Kami sepakat bahwa kenyamanan, pemahaman scene dengan unsur budaya Tionghoa, dan bahasa “dekat” dengan kami.
Salah satu contoh kebudayaan tersebut terletak pada tradisi Cheng Beng, yaitu tradisi berupa kegiatan berdoa dan berziarah ke makam leluhur yang sudah meninggal dan biasanya dilakukan oleh etnis Tionghoa. Hingga sekarang di tengah era perubahan menuju dunia lebih modern, etnis Tionghoa masih memegang kukuh tradisi Cheng Beng tersebut. Bahkan, kita sendiri hingga sekarang masih rutin melakukan kegiatan berdoa dan ziarah tersebut. Tak hanya dari segi kebudayaan, dalam film juga memasukan unsur mitologi ras Chinese. Naga air sudah dikenali sejak zaman dinasti Shang berkuasa. Naga air juga menjadi peran penting dalam film ini.
Selain itu, konflik dalam keluarga yang cukup rumit merupakan hal yang lumayan lekat dengan kehidupan etnis Tionghoa secara umum. Hal inilah yang membuat film ini terasa relate kepada beberapa orang dimana stereotype terhadap keluarga Tionghoa yang biasanya terkesan kompleks dan memiliki tradisi turun temurun yang kuat. Film Shang-chi menunjukkan bahwa penggambaran budaya Tionghoa tidak hanya lekat dengan pakaian, musik, dan pemandangan tempat saja. Melainkan kebiasaan dan ciri khas yang kuat, seperti beberapa dialog yang menampilkan lelucon asia, side karakter dengan aksen bahasa yang kental dengan aksen asia yang cenderung banyak bicara.( kek tante tante julid nde kawinan cina seng nakon kapan kawin trs gibah:v) Penggambaran budaya ini dilakukan dalam hal-hal kecil seperti ketika Shang-Chi memanggil adiknya, Xialing dengan nama "Lingling". dimana bagi banyak orang Tionghoa perantau, memang inilah cara orang Tionghoa membuat nama panggilan orang lain dengan menyebut bagian terakhir nama orang itu dua kali.
4. What is Art?
● Apa saja yang tujuan dari karya seni? (Apakah karya seni hanya bicara tentang keindahan? Atau juga tentang makna, dan fungsi?)
Tujuan:
- Menarik minat audience
- Audience mengetahui suasana dari film yg di tampilkan
● Bagaimana karya seni yang baik? (Apakah ada karya seni yang tidak baik?) Karya poster film yang baik adalah poster film yang mampu menyampaikan informasi pada public dengan jelas. Visualisasi pada poster Shang-Chi menyampaikan maksud film dengan gamblang atau jelas. Publik dapat langsung menangkap genre film tersebut adalah action dari dua pria yang bertarung di atas tulisan Shang-Chi.
Genre action dapat dikenali juga dari logo Marvel dikarenakan semua film Marvel bergenre action. Terdapat beberapa aksen kebudayaan Tionghua pada poster tersebut yang menyampaikan film Shang-chi berlandaskan hal tersebut. Nampak pada bendera yang memiliki aksara mandarin, warna merah yang identik dengan hari raya orang Tionghua yaitu imlek, dan ten rings dengan ukiran negeri beribu kota tersebut.
Perkotaan dan daratan tinggi yang dimunculkan pada poster tersebut menjelaskan ada dua lokasi penting yang ada di dalam film tersebut. Serta penggunaan dua tone warna yaitu biru dan merah. Warna biru yang menenangkan sedangkan warna merah memiliki makna yang membara.
● Apakah seni yang dibuat berhasil atau gagal? (Apa tolok ukur keberhasilan dan kegagalan dari karya seni?)
Karya seni yang tidak baik menurut kelompok kami adalah karya seni yang tidak mampu menjangkau audience. Percuma ketika sebuah karya seni memiliki keindahan tersendiri tetapi tidak mampu untuk berbicara pada audience. Penempatan karya tersebut juga menjadi salah satu point terpenting. Misalnya adalah ketika grafiti street art yang berupa coretan tentang isu politik ditampilkan dalam kegiatan pameran kebudayaan lokal. Tentu saja, tidak menjangkau audience karena perbedaan target.
Akan tetapi, ketika coretan tersebut diletakkan di ruang politik misalnya gedung DPR tentu coretan tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi publik.