• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Poster Film James Bond Karya Andreanus Gunawan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis Poster Film James Bond Karya Andreanus Gunawan"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS POSTER FILM JAMES BOND KARYA ANDREANUS GUNAWAN

Dimas Akbar P.S.

Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya [email protected]

Asidigisianti Surya Patria

Program Studi Pendidikan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya [email protected]

Abstrak

Poster film adalah media utama periklanan dan promosi film bioskop.Khususnya pada era sebelum kemunculan teknologi digital di akhir tahun 90-an, dimana sebelumnya poster film bioskop dibuat secara manual dengan teknik melukis.Oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai poster film bioskop. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil seorang Andreanus Gunawan yang pernah berprofesi sebagai pelukis poster film bioskop di Surabaya serta mendeskripsikan struktur desain yang terkandung dalam salah satu karya poster film buatannya yaitu “James Bond: Diamonds Are Forever”.

Kata Kunci: poster, film, bioskop

Abstract

Movie poster is the main media advertising and promotional movie theaters. Particularly in the period before the emergence of digital technology in the late 90s , where previously the cinema film poster created manually by painting techniques . Therefore, researchers interested in conducting research on a movie poster . This study aimed to describe the profile of a Andreanus Gunawan, who once worked as a poster painter movie theaters in Surabaya and to describe the structure of the design is contained in one of his homemade movie poster of“ James Bond : Diamonds Are Forever " .

Keywords: cinema, poster, film

PENDAHULUAN

Industri perfilman di Indonesia sejak adanya film lokal pertama yaitu Loetoeng Kasaroeng pada tahun 1962 telah menggunakan poster sebagai media promosi. Di tahun – tahun berikutnya sampai dengan masa keemasan perfilman Indonesia yaitu pada era 70-an sampai pada era 80-an, poster tetap digunakan sebagai media komersial utama. Seluruh bioskop di Indonesia memajang poster-poster film sebagai iklan untuk mengajak dan mempengaruhi masyarakat untuk berkunjung dan menikmati film – film baik impor maupun lokal (Joseph, 2011:16).

Poster film adalah adalah media yang efektif dalam proses komunikasi visual dan fungsi komersial (Limantoro, 2013:4). Teknologi yang digunakan untuk desain grafis berupa poster ini mengalami beberapa masa perkembangan yaitu yang pada awalnya dalam bentuk seni murni (fine art) pada awal abad 19 hingga sekarang ini mengalami modernisasi dengan perangkat digital yaitu komputer dan printer (Dewojati, 2009:182).

Menelisik sejarah film dan sejarah bioskop, akhirnya peneliti tertarik meneliti poster film bioskop di kota Surabaya karena poster bioskop pada era 70-an sampai pada era 80-an merupakan media promosi yang paling

utama dan hampir semua bioskop

menggunakannya.Adapun alasan peneliti memilih sosok Andreanus Gunawan sebagai narasumber karena beliau

adalah salah satu pelukis poster film bioskop yang eksis pada era 70-an di Surabaya.

Poster menjadi salah satu elemen Desain Komunikasi Visual karena bertujuan untuk menyampaikan suatu pesan atau informasi.Tujuan poster sendiri adalah sebagai sarana informasi, komunikasi, dan persuasi.Kata poster berasal dari kata “to post” yang memiliki arti menempelkan (Sastrosudiro, 1998:7).

Poster film dalam perkembangannya khususnya di Indonesia sangat dipengaruhi juga oleh faktor perkembangan teknologi, dimana awalnya pada dekade 50-an yaitu dekade pertama kemunculan film sampai pada dekade awal 80-an poster film dibuat dengan cara manual yaitu dengan menggunakan teknik melukis. Pada akhir dekade 80-an sampai 90-an diiringi dengan kemajuan teknologi di Indonesia maka poster dengan teknik melukis dalam pembuatannya mulai digantikan dengan penggabungan antara teknologi fotografi dan percetakan. Kemudian pada tahun 2000 sampai saat ini poster film sudah dibuat secara canggih dengan mengandalkan media-media elektronik yaitu komputer, kamera, dan digital print. Maka daripada itu pada era 90-an para pelukis-pelukis poster satu-persatu mulai gulung tikar karena kemampuan mereka yang sudah digantikan oleh kemajuan teknologi (Kusrianto, 2009:338).

Tujuan yang diangkat dalam penelitian ini adalah

sebagai berikut: (1) Mendeskripsikan profil seniman

(2)

poster yang terdapat pada poster film bioskop karya Andreanus Gunawan; dan (3) Mendeskripsikan gaya desain yang digunakan oleh Andreanus Gunawan dalam karya poster film bioskop yang dibuatnya.

METODE

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Metode deskriptif yaitu mencari deskripsi yang tepat dan cukup dari semua aktivitas, objek, proses, dan manusia (Sulistyo-Basuki, 2006:110). Peneliti menganalisis poster film karya Andreanus Gunawan berdasarkan teori-teori yang telah dikaji dan hasilnya nanti akan dideskripsikan secara berurutan sesuai dengan poin-poin yang ada dalam laporan hasil analisis.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Peneliti melakukan rancangan kegiatan, diantaranya dimulai dengan pengumpulan data, menganalisis data, menginterprestasi data, dan diakhiri dengan sebuah kesimpulan yang mengacu pada penganalisisan data tersebut.

Untuk mendapatkan data dan informasi yang relevan dan valid dalam analisis karya poster bioskop era 70-an di Surabaya ini, maka penulis menetapkan sosok seniman poster bioskop Surabaya yaitu Andreanus Gunawan sebagai subjek penelitian yang akan menjadi narasumber dalam kegiatan wawancara. Mengingat pula bahwa Andreanus Gunawan adalah satu-satunya pelukis poster bioskop di Surabaya pada era 70-an.

Proses pengumpulan data terhadap penelitian yang peneliti lakukan harus memiliki cara atau teknik untuk mendapatkan data informasi yang baik dan terstruktur serta akurat dari setiap apa yang diteliti, sehingga kebenaran informasi data yang diperoleh dapat dipertanggungjawabkan. Ada pula yang perlu diperhatikan sebelum pengumpulan data dilakukan, yaitu melengkapi segala fasilitas-fasilitas penunjang keberhasilan dan kelancaran kegiatan pengumpulan data misalnya memeriksa kelengkapan instrumen penelitian.

Setelah siap dengan segala persyaratan penunjang keberhasilan dan kenyamanan dalam melakukan penelitian, peneliti merencanakan teknik yang paling tepat untuk mengunduh data sebanyak-banyaknya dengan validitas setinggi-tingginya, yaitu dilakukan dengan teknik:(1) Wawancara; (2) Observasi; (3) dan Studi Dokumentasi.

Berdasarkan teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti, maka didapatkan dua sumber data yang berkaitan dengan penelitian ini, yakni sumber data primer dan sekunder.

Sumber data primer dalam penelitian ini yaitu sosok Andreanus Gunawan selaku narasumber dalam penelitian ini dan sebagai pelukis poster film “James Bond: Diamonds Are Forever”.Kemudian untuk sumber data sekunder didapatkan peneliti dari berbagai teori dan informasi yang telah dikaji, serta observasi dan dokumentasi terkait dengan objek penelitian yang telah dipilih oleh peneliti.

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tiga teknik analisis yaitu Analisis Formalistik, Analisis Ekspresivistik, dan Analisis Instrumentalistik.Dalam analisis formalistik, peneliti menganalisis mengenai struktur desain poster karya Andreanus Gunawan yang

terdiri dari elemen visual poster, prinsip desain, tipografi, dan warna.Dalam analisis ekspresivistik, peneliti menganalisis mengenai pesan dan informasi yang terkandung dalam poster tersebut.Kemudian dalam analisis instrumentalistik, peneliti menganalisis tentang bagaimana pengaruh dan fungsi poster tersebut sebagai sarana utama media promosi dan periklanan film bioskop.

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu tes. Suatu tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur. Tes memiliki validitas yang tinggi jika hasilnya sesuai dengan kriteria, dalam arti memiliki kesejajaran antara tes dan kriteria (Arikunto, 1999: 65). Sedangkan reliabilitasartinya memiliki sifat dapat dipercaya, yaitu apabila alat ukur digunakan berkali-kali oleh peneliti yang sama atau oleh peneliti lain tetap memberikan hasil yang sama (Hasan, 2006:15).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Andreanus Gunawan seorang seniman asal Surabaya yang lahir pada tanggal 13 Desember 1953. Ayah dua anak itu tinggal di daerah Rungkut Asri Utara, Surabaya. Dulu pada era 1970-an, Andreanus Gunawan sempat mengalami masa kejayaan sebagai pembuat/pelukis poster film bioskop di Surabaya. Hal itu dimulai dari bakat dan ketertarikannya dalam hal menggambar pada saat masih duduk di bangku SMP. Awalnya, dia meniru gambar bioskop di koran berukuran 6 x 6 cm. Andre membuat ulang di kertas gambar dengan bantuan kuas serta tinta hitam. Pada saat itu dia masih tinggal di daerah Pandegiling Surabaya.Berjarak dua rumah dari rumahnya terdapat Bioskop Darmo.Bioskop tersebut hingga kini masih ada, namun keadaannya mangkrak tak terurus.

Pada saat menginjak usia remaja ketika dia menempuh pendidikan di bangku SMA di SMAK St. Louis Surabaya, dia sering main ke bioskop tersebut untuk menonton film gratis karena kebetulan temannya bekerja sebagai penjaga tiket. Karena seringnya dia dipersilahkan oleh temannya untuk menonton film gratis, Andre pun merasa sungkan dan akhirnya muncullah inisiatifnya untuk membantu membuat iklan dan pengumuman sebelum film diputar.Keesokan harinya, sepulang sekolah Andre langsung datang ke Bioskop Darmo dan membantu membuat slide yang terbuat dari bahan kaca.Dia memindahkan gambar yang biasanya di kertas ke sebuah kaca.Saat promosi, slide itu diletakkan di mesin proyektor. Materi yang dia gambar pun bermacam-macam, mulai dari film yang sedang diputar, film baru/film yang akan datang, atau imbauan tata krama ketika film diputar di dalam bioskop.Andre membuat gambar poster film dalam slide pada tahun 1970 hingga 1972. Pada tahun selanjutnya dia mulai tertarik pada poster film dalam bentuk spanduk.Dibantu oleh temannya yang berasal dari Jakarta yang memang handal membuat spanduk, dia pun mulai membuka usahanya sebagai pembuat poster film bioskop.

Seiring berjalannya waktu, usahanya pun berkembang pesat mengingat pada era tersebut belum banyak juga pelukis poster di Surabaya. Andre pun mulai banyak menerima pesanan melukis poster film dari berbagai

(3)

bioskop yang ada di Surabaya. Tidak hanya itu, dia juga sering mendapatkan pesanan untuk membuat iklan film di koran, contohnya saja Jawa Pos dan Surabaya Post.

Alhasil banyak sekali karya-karyanya yang kerap menghiasi bioskop-bioskop di Surabaya.Andre selalu mendokumentasikan karya-karyanya setelah karyanya itu dimuat di koran atau setelah spanduknya terpampang di gedung-gedung bioskop. Berbagai dokumentasi yang dimilikinya adalah poster film James Bond yang berjudul James Bond: Diamonds Are Forever yang tergantung di lobby Bioskop Mitra, spanduk film yang terpampang diatas gedung Bioskop Surabaya di Jalan Pahlawan berjudul The Good, The Bad, and The Ugly yang dibintangi oleh Clint Eastwood, dan juga berbagai iklan koran seperti film Bruce Lee dan lainnya.

Perkembangan zaman diikuti dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat, akhirnya pada era tahun 1990-an, kejayaan poster film telah berakhir. Hal itu dimulai ketika munculnya compact disc yang mulai beredar di pasaran sekitar akhir tahun 1990-an. Akibatnya jumlah penonton di bioskop semakin merosot drastis karena semakin mudahnya menonton film dengan compact disc yang bisa dibeli di toko penjual VCD, di pasar, maupun di mall-mall. Berakhirlah masa-masa kejayaan bioskop di Surabaya karena tergerus perkembangan zaman yang diikuti oleh kemajuan teknologi.Hampir semua gedung bioskop di Surabaya tutup diikuti dengan tutupnya workshop-workshop pembuat poster film.

Namun hal tersebut tidak membuat Andre merasa putus asa.Dia tetap menyalurkan bakat menggambarnya dengan mencoba hal baru. Dia masih banyak menerima pesanan untuk membuat cover buku, poster hias, dan juga sketsa untuk kado ulang tahun dan sebagainya. Sampai saat ini, dia masih saja menggeluti dunia seni menggambar. Kini dia berprofesi sebagai pelukis freelance yang membuat berbagai poster-poster bergambar superhero mengikuti trend dunia perfilman masa kini yang memang sedang hangat-hangatnya diputar diberbagai bioskop di seluruh dunia termasuk di Indonesia sendiri. Dia juga membuat komik indie buatannya sendiri yang bertajuk Duel.

Dalam pembuatannya, Andreanus mempersiapkan papan triplek (triplex board) berukuran 200 x 100 cm2 dengan ketebalan 4 mm sebagai media gambarnya. Kemudian Andreanus juga menyiapkan berbagai alat dan bahan untuk menggambar poster tersebut, diantaranya adalah cat akrilik dan kuas dengan berbagai macam ukuran. Setelah segala keperluan menggambar sudah siap, hal pertama yang dilakukan Andreanus sebelum menggambar yaitu mengamati foto-foto dan gambar contoh ilustrasi yang diberikan oleh pihak bioskop untuk mendapatkan gambaran mengenai ilustrasi poster film yang akan dia gambar nantinya. Setelah mendapatkan gambaran ilustrasi, Andreanus melakukan pengeblokan pada papan triplek dengan cat dasar khusus berwarna putih guna menutupi pori-pori dari triplek tersebut supaya daya serap catnya berkurang dan untuk memudahkan tahap pengecatan selanjutnya.Setelah cat dasar sudah kering, Andreanus mulai menggambar ilustrasi poster dengan menggunakan pensil. Dia menggambarkan setiap

detil ilustrasi yang ada dalam poster mulai dari ilustrasi tokoh, tipografi, dan gambar pendukung lainnya. Selesai proses sketching, mulailah Andreanus melakukan proses pengecatan.

Cat yang digunakan Andreanus Gunawan untuk mewarnai setiap ilustrasi posternya adalah cat akrilik.Andreanus bercerita kepada peneliti bahwa pada masa itu cat akrilik yang digunakan oleh pelukis-pelukis poster bioskop adalah cat akrilik khusus poster bioskop dengan bahan-bahan yang khusus disesuaikan untuk kebutuhan melukis poster bioskop. Pada proses pengecatan, memakan waktu yang cukup lama yakni sekitar 2 hari. Andreanus Gunawan melakukan tahap pengecatan mulai dari siang hari hingga malam hari. Andreanus mengatakan pada peneliti bahwa pada tahap pengecatan membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan konsentrasi penuh karena pada tahap itu Andreanus harus mencampur warna cat sesuai kebutuhan, melakukan gradasi warna karena gaya gambar realis pada posternya, dan berhati-hati dalam melukis tipografi yang terdapat pada poster tersebut supaya tulisan tetap terlihat rapi, lurus, dan jelas. Kemudian pada tahap akhir, setelah cat dituangkan pada papan triplek tersebut mengering, Andreanus melakukan finishing pada karyanya dengan melapisi lukisan poster tersebut dengan cat pelapis clear khusus akrilik.

Analisis Formalistik

Pada poin ini peneliti akan menguraikan hasil analisis formalistik yang berkaitan dengan elemen visual, layout poster, dan warna-warna yang terdapat pada poster film karya Andreanus Gunawan yang berjudul ”James Bond: Diamonds Are Forever”.

1) Elemen Visual

Gambar 1. Elemen-elemen visual pada poster

Berbagai elemen visual yang terdapat pada poster “James Bond: Diamonds Are Forever” karya Andreanus Gunawan yang meliputi: (1) Ilustrasi; (2) Headline; (3) Tagline; (4) dan Titel Kredit (Credit Title).

(4)

2) Layout

Gambar2. Alur sequence pada poster

Penggunaan sequence pada layout poster film karya Andreanus Gunawan diatas menggunakan alur pemahaman visual baik gambar maupun tulisan dari atas ke bawah secara berurutan.

Gambar 3. Emphasispada poster

Emphasis pada poster tersebut ditunjukkan dengan ilustrasi sosok James Bond yang mengenakan tuxedo hitam sebagai tokoh utama dalam film “James Bond: Diamonds Are Forever” itu sendiridan point of view dalam poster tersebut. Selain itu terdapat penekanan pada tipografi judul filmbertuliskan Diamonds Are Forever dengan ukuran huruf yang cukup besar, serta pemilihan warna (oranye) yang kontras dengan background (hitam).

Gambar 4. Unity pada poster

Ilustrasi dan tipografi pada poster terlihat seperti saling berhubungan, misalnya saja dilihat dari warna beberapa objek/ilustrasi yang serasi seperti warna tuxedo James Bond dengan background yang sama-sama hitam, warna rambut kedua wanita yang mengapitnya dengan warna tipografi judul yang sama-sama berwarna oranye. Dengan unity seperti itu maka akan mudah dipahami.

Gambar 5. Balancepada poster

Layout poster diatas menggunakan balance simetris, karena ilustrasi dan tipografi-tipografi yang terdapat pada poster tersebut terletak tepat berada di tengah-tengah poster. Hal itu bisa dibuktikan dengan cara mengukur keseimbangan balance simetris dengan cara menarik satu sumbu vertikal mulai dari bagian atas poster sampai bagian bawah poster.

Analisis Ekspresivistik

Gambar 6. Perbandingan poster milik MGM. Co. dan buatan Andreanus Gunawan

Sesuai dengan hasil analisis yang membahas mengenai elemen visual, layout, dan warna yang terdapat pada poster film “James Bond: Diamonds Are Forever” diatas, peneliti menemukan bahwa ekspresi/konsep kreatif yang dituangkan sosok Andreanus Gunawan dalam karyanya adalah remake dari poster film aslinya yang dibuat oleh

(5)

perusahaan penerbit film tersebut yaitu MGM. Co./United Artist.

Namun ternyata tidak serta merta Andreanus Gunawan meniru standar poster aslinya dengan detail yang benar-benar sama. Pada poster film yang buat oleh Andreanus Gunawan, dia melakukan sedikit modifikasi pada ukuran karyanya dengan posisi portrait memanjang.

Pada ilustrasi atau objek yang tergambar dalam poster, hampir keseluruhan sama. Andreanus Guanawan hanya menghilangkan ilustrasi ledakan berwarna merah dan mobil yang ada pada poster aslinya.Hal tersebut dilakukannya untuk membuat poster yang dia buat menjadi lebih simpel.Dalam hal pemilihan warna, Andreanus Gunawan menggunakan warna-warna yang agak sedikit lebih redup/pudar daripada warna yang terdapat pada poster aslinya. Selanjutnya dia juga mengubah posisi tipografi menjadi berurutan yang ditunjukkan dengan alur sequence dari atas ke bawah untuk memudahkan pemahaman pembaca.

Analisis Instrumentalistik

Karya poster film “James Bond: Diamonds Are Forever” oleh Andreanus Gunawan yang terpampang di dinding lobby gedung Bioskop Mitra dimanfaatkan sebagai sarana utama informasi dan komersial. Oleh karena itu dalam karya poster yang dibuatnya, dia berusaha menyampaikan pesan dengan tingkat kompleksitas/kerumitan yang tidak banyak sehingga diharapkan nantinya konsumen dapat menangkap informasi dan pesan yang termuat dalam poster tersebut dengan mudah.Andreanus Gunawan berhasil menampilkan pesan dalam posternya sesuai dengan cerita yang terkandung dalam film itu sendiri.

Validasi Data

Peneliti melakukan validitas data untuk membuktikan keabsahan data agar data-data yang dimiliki oleh peneliti dapat dipercaya dan dapat dibuktikan (memiliki reliabilitas).Untuk mendapatkan validitas data berkaitan dengan hasil analisis yang telah dijabarkan oleh peneliti, maka peneliti melakukan validasi data dengan teknik triangulasi. Dari beberapa macam cara triangulasi, peneliti menggunakan dua cara triangulasi, yakni triangulasi sumber dan triangulasi teori.

1) Triangulasi Sumber

Berkaitan dengan hasil pembahasan peneliti mengenai profil Andreanus Gunawan dan teknik pembuatan poster “James Bond: Diamonds Are Forever” karya Andreanus Gunawan, maka dapat dilakukan uji validitas data berdasarkan dari kegiatan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang telah dilakukan oleh peneliti bersama dengan narasumber Andreanus Gunawan. Kegiatan observasi dan wawancara dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2016 dengan lokasi di Convention Hall Tunjungan Plaza Surabaya.

2) Triangulasi Teori

Berkaitan dengan hasil analisis peneliti mengenai struktur desain yang terdapat pada poster film “James Bond: Diamonds Are Forever” karya Andreanus Gunawan, maka peneliti akan melakukan uji validitas data

hasil analisis dengan teori-teori yang membahas tentang struktur desain yang kemudian terbagi menjadi dua, yakni elemen visual dan prinsip desain.

PENUTUP

Andreanus Gunawan merupakan salah satu pelukis poster film bioskop di Surabaya pada era awal 70-an sampai dengan era akhir 90-an. Beliau telah menjalani karirnya sebagai pelukis poster film selama kurang lebih 30 tahun. Karya-karyanya banyak menghiasi dinding-dinding gedung bioskop di Surabaya.Salah satu contoh karya poster yang pernah dia buat adalah poster film James Bond yang berjudul “James Bond:Diamonds Are Forever” . Akhir era 90-an dengan munculnya film dalam format compact disc dan berdirinya Bioskop 21, merupakan akhir dari kejayaan bioskop yang membuat sosok Andre ikut terkena dampaknya. Usahanya sebagai pelukis poster film bioskop harus berakhir. Kini setelah sekian lama dia meninggalkan pekerjaannya sebagai pelukis poster film bioskop, dia memulai karir barunya sebagai pelukis freelance.

Struktur desain poster film “James Bond: Diamonds Are Forever” karya Andreanus Gunawan memiliki berbagai elemen-elemen visual yang memang dibutuhkan untuk poster film. Poster film karya Andreanus Gunawan tersebut dilihat dari elemen visual, layout, tipografi, dan warna yang ada didalamnya sudah memiliki desain yang cukup kompleks untuk memberikan informasi dan pesan kepada para konsumen bioskop yang melihatnya. Visualisasi keseluruhan poster tersebut sudah mewakili isi dari cerita dalam film tersebut dimana ilustrasi James Bond menjadi point of view didalam poster film “James Bond: Diamonds Are Forever” karya Andreanus Gunawan.

DAFTAR PUSTAKA

Bachri, Bachtiar S. 2010. Meyakinkan Validitas Data Melalui Triangulasi Pada Penelitian Kualitatif.Surabaya : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya.

Joseph, Dolfi. 2011. Pusat Apresiasi Film. Yogyakarta : E-journal Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Kusrianto, Adi. 2009. Pengantar Desain Komunikasi Visual.Jakarta : ANDI.

Limantoro, San. 2013. Analisis Kemiripan Tanda Visual Poster Film Horor Indonesia Terhadap Poster Film Luar Negeri.Tangerang : Universitas Multimedia Nusantara.

Sastrosoediro, Margono. 1998. Poster Layanan Masyarakat dan Generasi Muda. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Sulistyo-Basuki. 2006. Metode Penelitian. Jakarta : Wedatama Widya Sastra.

Gambar

Gambar 1. Elemen-elemen visual pada poster
Ilustrasi  dan  tipografi  pada  poster  terlihat  seperti  saling  berhubungan,  misalnya  saja  dilihat  dari  warna  beberapa objek/ilustrasi yang serasi seperti warna  tuxedo  James Bond dengan  background yang  sama-sama  hitam,  warna  rambut  kedua

Referensi

Dokumen terkait

(Nunik, 2008) yang berjudul “A nalisis isi pesan kemanusiaan dalam film (Studi.. 6 pada Film Untuk Rena, Karya Riri Riza) yang membahas filem dari segi analisis isi.

(Analisis Isi pada Film Syahadat Cinta, karya Gunawan Panggaru) adalah bukan karya ilmiah (skripsi) orang lain, baik sebagian ataupun seluruhnya, kecuali dalam bentuk kutipan

Kalau karakter James Bond yang menggunakan smartphone Sony Xperia Z5 itu ada pengaruhnya buat identitas abang. I : Gak ada Sal, abang gak terlalu fans sama dia

Studi ini mengeksplorasi pengaruh elemen, desain iklan gaya visual poster film bioskop bergenre romantic, seperti yang diiklankan terhadap keputusan untuk menonton dan agar

Namun, penelitian ini juga membahas dari dalam film Black Swan dan bukan poster, serta tidak memaparkan lebih lanjut bagaimana peran angsa hitam dan angsa putih yang bisa

1) Elemen Teks dalam poster pada umumnya terbagi menjadi beberapa macam diantaranya judul, subjudul dan credit title. Judul biasanya diberi ukuran yang besar dan

Gambar 2 Objek tokoh dalam ilustrasi Poster Film Cut Nyak Dhien Sumber : https://www.antaranews.com/ Ilustrasi pada poster ini dibuat dengan metode digital art semi realistic yang

Melalui pendekatan formalisme, penelitian ini menggali bagaimana elemen-elemen visual seperti garis, bentuk, warna, dan komposisi digunakan untuk menciptakan transformasi yang mendalam