• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kelompok 6 (Mangga) Finalisasi- (1) (1).docx - Spada UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Kelompok 6 (Mangga) Finalisasi- (1) (1).docx - Spada UNS"

Copied!
69
0
0

Teks penuh

POHON IDE 4

TEORI BAHAN BAKU 5

Sejarah, Daerah Asal, dan Penyebaran 5

Tidak ada yang mengetahui secara pasti asal muasalnya, namun sebagian besar masyarakat meyakini bahwa pohon ini berasal dari benua Asia Selatan dan Tenggara, termasuk India Timur, Myanmar, dan Bangladesh. Bibit mangga pertama kali ditanam oleh orang Spanyol yang membawa bibit mangga dari Filipina. Mangga berasal dari daerah sekitar perbatasan India dengan Burma dan telah menyebar ke Asia Tenggara setidaknya 1500 tahun yang lalu.

Taksonomi dan Morfologi 6

Bunga mangga berbentuk malai terbentuk dari ranting terminal yang terdiri dari beberapa ribu individu bunga. Struktur bunga jantan terdiri dari tangkai bunga, kelopak bunga, mahkota bunga, filamen (terdiri dari 5 helai dengan panjang yang berbeda-beda, filamen panjang mempunyai serbuk sari yang fertil sedangkan filamen pendek mempunyai serbuk sari yang tidak subur), kepala sari (terdiri dari kantung dan serbuk sari). sari), dan pangkal bunga. Bunga sempurna terdiri atas batang bunga, kelopak bunga, mahkota bunga, putik, bakal buah (ovarium) dan pangkal bunga.

Syarat Tumbuh 8

Benang sari berjumlah 5 buah, namun hanya satu atau dua yang subur sedangkan yang lainnya mandul. Benang sari yang subur biasanya panjangnya hampir sama dengan putik, yaitu sekitar 2 mm, sedangkan benang sari steril lebih pendek. Kepala putik berwarna kemerahan dan akan berubah menjadi ungu ketika kepala sari terbuka untuk memberikan kesempatan bagi serbuk sari yang matang untuk menyerbuki kepala putik.

Jenis dan Varietas 9

Keunikan dari mangga ini adalah rasanya yang merupakan perpaduan antara mangga golek dan mangga arumanis. Kulit buahnya relatif tebal, terdapat bercak kelenjar berwarna putih, dan bagian tengahnya berubah warna menjadi coklat ketika sudah matang. Mangga jenis ini mempunyai nama yang cukup beragam, misalnya di lampung mangga ini disebut binjai atau belu.

Kandungan Gizi 16

Khasiat/Manfaat 16

Selain dijadikan pemanis, buah mangga muda juga bermanfaat sebagai obat berbagai jenis penyakit. Di India, mangga hijau digunakan sebagai obat gangguan darah, empedu dan pencernaan. Mengonsumsi mangga muda secara rutin berkhasiat menyembuhkan kelainan darah karena meningkatkan kelenturan pembuluh darah, membantu pembentukan sel-sel baru, mencegah pendarahan dan menyembuhkan sariawan.

Budidaya 23

Pada tanah yang kurang subur jarak tanamnya lebih rapat, sedangkan pada tanah yang subur jarak tanamnya lebih jarang. Lubang tanam yang sudah diisi digali kembali dengan panjang dan lebar 60 cm pada kedalaman 30 cm, lubang tersebut ditaburi furadan 10-25 gram. Potong benih polip sampai ke bawah, tambahkan benih dan tanah, lalu masukkan kembali tanah galian hingga membentuk gundukan.

Tanah yang padat dan bebas rumput di sekitar pangkal batang harus digemburkan, biasanya pada awal musim hujan. Kulit buahnya terlihat biasa saja, jika dibelah terlihat bagian dalamnya telah dimakan hama ini. musnahkan buah mangga yang tumbang akibat hama ini, gunakan pupuk kandang halus, cangkul tanah di sekitar batang pohon dan semprotkan insektisida pada tanah yang telah dicangkul. iii) Karat daun (Procontarinia matteiana.). Pengendalian: dengan cara memusnahkan buah yang rusak, memberikan umpan berupa larutan sabun atau metil eugenol dalam wadah dan insektisida.

Pengendalian dengan insektisida Diazinon dan pengasapan empat kali seminggu. vi) Tungau (Paratetranychus yothersi, Hemitarsonemus latus). Tungau pertama menyerang daun muda mangga, sedangkan tungau kedua menyerang permukaan daun bagian bawah mangga. Pengendalian: membiarkan semut kandang hidup di antara daun mangga, memasang lonceng angin dan melindungi pohon dengan jaring.

Pengendalian: potong bagian yang sakit, tutup lubang dengan kapas yang dicelupkan ke dalam insektisida dan semprot pohon dengan bubur Bordeaux.

Panen dan Pasca Panen 25

Penyebab : jamur Diplodia recifensis yang hidup pada lubang yang dibuat oleh kumbang Xyleborus affinis). Di Indonesia, pohon mangga berbunga setahun sekali, sehingga panennya pun setahun sekali. Setelah disortir, mangga dikeringkan untuk menghilangkan sarinya yang dapat menurunkan kualitas, terutama jika buah tersebut akan dipasarkan ke supermarket atau ke luar negeri.

PROSES PRODUKSI 25

Manisan Mangga 25

Es Krim Mangga 26

Es Jelly Mangga 26

Memenuhi tujuan keamanan dan kegunaan. Artinya kemasan produk tidak hanya memberikan kesan “resmi” suatu produk, namun juga meningkatkan minat konsumen untuk melakukan pembelian. Meningkatkan volume dan keuntungan perusahaan. Jika terjadi peningkatan pembelian produk maka akan berdampak langsung pada keuntungan perusahaan. Transfer informasi – informasi tentang cara mengangkut, mendaur ulang, atau membuang kemasan produk. Informasi ini sering kali dapat ditemukan pada kemasan atau label.

Dimana kemasan aktif hanya berperan sebagai pembungkus untuk melindungi pangan, namun berdampak pada pangan, sedangkan kemasan cerdas juga dapat memberikan informasi kandungan apa saja yang ada di dalamnya, apa yang dibutuhkan konsumen, selain wadah pangan. Menurut Warman (2004), fungsi utama gudang adalah sebagai tempat menyimpan bahan baku, produk setengah jadi (intermediate product) atau tempat menyimpan produk jadi (finished product). Inspeksi dan pengendalian kualitas Perpanjangan proses penerimaan dan diterapkan ketika pemasok tidak konsisten dengan kualitas atau produk yang dibeli sulit dikendalikan dan harus diperiksa pada setiap langkah dalam proses.

Pengemasan Ulang Kegiatan memecah produk yang diterima dalam jumlah atau ukuran besar dari pemasok kemudian mengemasnya menjadi unit yang lebih kecil atau menggabungkan beberapa produk dalam bentuk kit. Label merupakan bagian suatu produk yang memuat informasi verbal mengenai produk atau penjualnya (Angipora, 2002). Menurut Tjiptono, label merupakan bagian suatu produk yang menyampaikan informasi tentang produk dan penjualnya.

Label produk merupakan bagian kemasan suatu produk yang memuat informasi mengenai produk atau penjualan produk. Label deskriptif mencantumkan isi, menjelaskan kegunaan, dan mencantumkan karakteristik produk lainnya. Pelabelan merupakan elemen produk yang sangat penting yang patut mendapat perhatian cermat dengan tujuan menarik konsumen.

Mango Sticku Rice 29

Pie Mangga 30

Teh Daun Mangga 32

Lalu rebus air dalam panci/ketel (ketel), bila sudah mendidih tambahkan daun mangga bubuk, jika sudah kering bisa dihaluskan hingga seperti teh pasar.

Asinan Mangga 33

Siapkan mangga segar, lalu kupas mangga dengan pisau dan potong kecil-kecil dengan ukuran sesuai selera. Rendam buah mangga yang sudah dipotong kecil-kecil dalam air hingga bening lalu tiriskan.

Puding Mangga 34

Siapkan panci dan isi dengan air, lalu tambahkan susu cair, agar-agar bubuk, gula pasir dan vanila bubuk lalu aduk hingga rata dengan pengaduk. Saat agar-agar hampir mendidih, masukkan mangga yang sudah dipotong dadu dan dihaluskan dengan blender.

Kripik Kulit Mangga 36

Rendam kulit mangga yang sudah bersih dalam air yang sudah dicampur bumbu halus selama 30 menit.

Rujak Mangga 37

Permen Mangga 38

Kupas mangga muda lalu potong kecil-kecil, bisa juga menggunakan parutan buah.

Koktail Kuah Susu 39

Tuang susu ke dalam gelas takar lalu tambahkan air 400ml sehingga total menjadi 500ml (air+susu) lalu aduk hingga tercampur. Campur susu ke dalam potongan buah, nutrijel lalu aduk hingga tercampur lalu masukkan sirup dan jeruk, aduk hingga butiran jeruk larut sempurna (bisa dilarutkan di wadah lain lalu dicampur).

Selai Mangga 40

Sambel Mangga 42

Smoothie Mangga 43

Kue Bolu Mangga 44

Mango Thai 46

Sari Buah Mangga 47

Kemakmuran konsumen Meningkatnya kemakmuran konsumen berarti konsumen bersedia membayar lebih untuk kenyamanan, penampilan, keandalan, dan prestise kemasan yang lebih baik. Program Pemasaran Asistif Dengan kemasan yang menarik, konsumen akan memberikan feedback yang positif, meskipun belum tentu mereka memberikan produknya. Berdasarkan berbagai pengertian kemasan di atas, maka dapat dipahami bahwa kemasan adalah suatu benda yang digunakan sebagai wadah atau tempat untuk dikemas dan dapat memberikan perlindungan sesuai dengan tujuannya.

Oleh karena itu jelaslah bahwa fungsi kemasan yang semula hanya bertujuan untuk melindungi produk, kini telah berkembang menjadi alat pemasaran yang efektif. Kurangi pencurian – paket yang tidak dapat disegel kembali atau akan rusak secara fisik (menunjukkan tanda-tanda dibuka) sangat membantu dalam mencegah pencurian. Pemasaran – kemasan dan label dapat digunakan oleh pemasar untuk mendorong calon pembeli membeli produk.

Penerimaan Suatu kegiatan yang meliputi penerimaan seluruh bahan yang dipesan untuk disimpan di gudang, menjamin kualitas dan kuantitas barang sesuai pesanan, serta menugaskan atau mendistribusikan barang untuk disimpan atau dikirim kembali. Penyortiran adalah kegiatan menyortir barang berdasarkan pesanan individu dan mengumpulkan distribusi dari pesanan yang berbeda. Kegiatan Pengepakan dan Pengiriman yang meliputi pemeriksaan kelengkapan sesuai pesanan, pengepakan barang ke dalam kontainer pengiriman yang sesuai, penyiapan dokumen pengiriman, pengumpulan pesanan, dan penempatan muatan ke dalam truk.

Sedangkan Kotler menyatakan bahwa label adalah tampilan sederhana pada suatu produk atau gambar yang dirancang secara rumit yang merupakan bagian integral dari kemasan.

PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN 49

Pengemasan 49

Swastha mengartikan pengemasan sebagai kegiatan umum dan perencanaan suatu barang yang menyangkut penentuan desain pembuatan suatu pembungkus atau pengemas suatu barang. Dengan adanya identitas produk, konsumen yang ingin membeli atau sekedar melihat dengan sendirinya akan membaca dan terbantu dengan informasi mengenai produk tersebut. Jadi pendapat beberapa ahli tersebut berkaitan dengan pengertian kemasan sebagai wadah yang melindungi suatu produk dari kerusakan sesuai dengan desainnya.

Dari sini dapat dipahami bahwa untuk merancang kemasan suatu produk, produsen harus memperhatikan kesan yang disampaikan konsumen terhadap kemasan tersebut, agar dapat mengambil keputusan mengenai jenis bahan kemasan dan ukuran kemasannya. Fungsi Pengemasan Banyak perusahaan yang memberikan perhatian besar terhadap pengemasan suatu barang karena menganggap bahwa fungsi pengemasan tidak hanya sekedar pengemasan saja, namun jauh lebih luas dari itu. Aspek kemasan yang sering diabaikan adalah keindahan, padahal keindahan kemasan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap keberhasilan penjualan, padahal faktor biaya juga harus diperhatikan.

Dengan kemasan pelindung, konsumen tidak perlu menanggung risiko membeli produk yang rusak atau cacat. Untuk melindungi objek komersial yang bersangkutan dari kerusakan sejak saat produksi hingga saat konsumsi. Untuk memudahkan pengolahan dan penyimpanan benda-benda komersial tersebut oleh perantara dan konsumen.

Selain itu Robertson (2006) mengatakan kemasan mempunyai dua jenis yaitu Kemasan Aktif dan Kemasan Cerdas.

Penyimpanan 53

Dimana Active Packaging hanya berfungsi sebagai pembungkus untuk melindungi pangan, namun berdampak pada pangan tersebut, sedangkan Intelligent Packaging selain sebagai wadah pangan juga dapat memberikan informasi kandungan apa saja yang dibutuhkan konsumen di dalamnya. barang), serta tempat menyimpan barang jadi (end good). Pelabelan ulang terjadi ketika produk diterima tanpa tanda yang mudah dibaca oleh sistem atau manusia untuk tujuan identifikasi. Label biasanya merupakan bagian dari kemasan, atau dapat juga berupa label (tanda pengenal) yang ditempelkan pada produk.

Label kualitas menunjukkan kualitas produk. Label ini dapat terdiri dari huruf, angka, atau cara lain yang menunjukkan tingkat kualitas produk itu sendiri. Label menjelaskan beberapa hal tentang produk (siapa yang membuatnya, di mana dibuat, kapan dibuat, apa isinya, bagaimana cara menggunakannya, dan bagaimana cara menggunakannya dengan aman). Selain label merek tersebut, setiap perusahaan juga mencantumkan mereknya pada tekstil yang diproduksinya.

Berfungsi sebagai sarana komunikasi antara produsen dan konsumen mengenai hal-hal yang perlu diketahui konsumen mengenai produk, terutama hal-hal yang terlihat atau tidak diketahui secara fisik. Karena label merupakan sarana untuk menyampaikan informasi, maka sudah sepatutnya informasi pada label adalah benar dan tidak menyesatkan. Hanya saja, mengingat label juga berfungsi sebagai iklan, dan bukan hanya sifat manusia yang mudah melakukan kesalahan dengan sengaja atau tidak sengaja ‘menyontek’, maka perlu dibuat rambu-rambu regulasi.

Dengan rambu-rambu tersebut diharapkan fungsi label dalam memberikan “rasa aman” kepada konsumen dapat tercapai.

PELABELAN PRODUK 56

Pengertian Pelabelan

Fungsi label

Tipe-tipe label

Tujuan Pelabelan

Pengemasan Produk Teh Daun Mangga 58

Label Produk Teh Daun Mangga 58

Label Produk Es Krim Mangga 59

Label Produk Selai Mangga 59

Label Produk Smoothie Mangga 59

Label Produk Pie Mangga 60

Referensi

Dokumen terkait