• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN 49

1. Pengemasan 49

a. Pengertian Pengemasan

Pengemasan adalah kegiatan merancang dan memproduksi wadah atau bungkus sebagai sebuah produk. Kemasan dapat mencakup sampai tiga tigkat bahan. Cologne Cool Water bisa dikemas dalam botol (kemasan primer) yang diletakkan dalam kotak kardus (kemasan sekunder) didalam kotak kardus bergelombang (kemasan pengiriman) yang berisi enam lusin kotak. Swastha (2005:139) mengartikan pembungkusan (packaging) adalah kegiatan-kegiatan umum dan perencanaan barang yang melibatkan penentuan desain pembuatan bungkus atau kemasan suatu barang. Kemasan yang dirancang dengan baik dapat membangun ekuitas merek dan mendorong penjualan.

Kemasan adalah bagian pertama produk yang dihadapi pembeli dan mampu menarik atau menyingkirkan pembeli.

Beberapa faktor mempunyai kontribusi terhadap semakin banyaknya penggunaan kemasan sebagai alat pemasaran:

1. Swalayan Semakin banyak produk yang dijual berdasarkan prinsip swalayan. Di rata- rata pasar swalayan, yang menyimpan 15000 barang, pembelanja biasanya melewati sekitar 300 barang per menit. Mengingat 50% sampai 70% dari semua pembelian dilakukan di toko, kemasan yang efektif harus melaksanakan banyak tugas penjualan:

menarik perhatian, menggambarkan fitur produk, menciptakan keyakinan konsumen, dan membuat kesan keseluruhan yang menyenangkan.

2. Kekayaan konsumen Peningkatan kekayaan konsumen berarti konsumen bersedia membayar sedikit lebih besar untuk kenyamanan, penampilan, keandalan, dan gengsi kemasan yang lebih baik.

3. Perusahaan dan citra merek Kemasan mempunyai andil terhadap pengakuan segera atas perusahaan atau merek. Di toko, kemasan merek dapat menciptakan efek papan iklan yang mudah dilihat.

4. Peluang inovasi Kemasan inovatif dapat membawa manfaat besar bagi konsumen dan laba bagi produsen. Menurut William J. Staton yang dikutip oleh Sunyoto (2013)

mendefinisikan kemasan sebagai sebuah kegiatan merancang dan memproduksi bungkus suatu produk.

Ada 3 alasan kemasan diperlukan:

1. Memenuhi sasaran keamanan dan kemanfaatan Maksudnya adalah produk yang diberi kemasan selain kesan “resmi” sebuah produk, juga menambah ketertarikan konsumen untuk melakukan pembelian. Namun yang lebih penting dari kedua hal tersebut, didalam kemasan produk ada identitas perusahaan. Identitas produk misalnya komposisi bahan, cara perawatan, cara pemakaian dan efek penggunaan produk.

Dengan adanya identitas produk, para konsumen yang mau 12 membeli atau baru sebatas melihat, tentu saja akan membaca dan terbantu informasi mengenai produk tersebut.

2. Membantu program pemasaran Dengan kemasan yang menarik, konsumen akan memberikan apresiasi positif, walaupun belum tentu memberi produk tersebut.

Namun paling tidak kemasan produk yang menarik telah diterima oleh konsumen.

Hanya saja proses pengambilan keputusan membeli konsumen kadang-kadang memerlukan waktu.

3. Meningkatkan volume dan laba perusahaan Secara langsung jika terjadi pembelian produk yang meningkat, akan berpengaruh pada laba perusahaan. Semakin banyak volume penjualan dan semakin menurun kegiatan promosi, keuntungan yang didapat akan mengalami kenaikan dan peristiwa tersebut berlaku untuk kebalikannya.

Sedangkan menurut Simamora (2007) pengemasan ialah aktivitas perancangan dan pembuatan petikemas atau pembungkus sebuah produk. Petikemas atau pembungkus itu disebut kemasan. Jadi pendapat beberapa ahli terkait dengan pengertian kemasan adalah wadah yang melindungi sebuah produk dari kerusakan sesuai desain. Berdasarkan beberapa pengertian kemasan diatas dapat dipahami bahwa kemasan adalah suatu benda yang digunakan untuk wadah atau tempat yang dikemas dan dapat memberikan perlindungan sesuai dengan tujuannya. Sebagai contoh adalah hasil tenteng persepsi konsumen terhadap chips atau kentang yang dibungkus dengan polyvinyl ternyata terasa lebih enak dan renyah daripada apabila dibungkus dengan wawax, meskipun konsumen cukup mengalami kesulitan untuk membukanya. Sehingga jelaslah bahwa fungsi kemasan yang semula hanya sebagai pelindung produk telah berkembang menjadi suatu alat pemasaran yang efektif. Dari sini dapat dimengerti bahwa untuk merancang kemasan suatu produk, produsen memang harus memperhatikan segi kesan yang disampaikan oleh konsumen terhadap kemasan tersebut, sehingga keputusan mengenai macam 13 bahan kemasan, ukuran kemasan

maupun bentuk kemasan sebaiknya ditentukan setelah adanya data-data yang relevan yang diketahui produsen.

b. Fungsi Pengemasan

Fungsi Kemasan Banyak perusahaan yang sangat memperhatikan pembungkus suatu barang sebab mereka menganggap bahwa fungsi kemasan tidak hanya sebagai pembungkus, tetapi jauh lebih luas dari pada itu. Jika pihak produsen/penjual memperhatikan fungsi-fungsi tersebut maka kelancaran penjualan barang-barang dapat diharapkan. Salah satu aspek yang banyak diabaikan dalam pembungkus adalah keindahan, padahal keindahan pembungkus besar pengaruhnya terhadap keberhasilan penjualan, meskipun faktor biaya harus pula diperhatikan. Pembungkus dapat dicontohkan sebagai pakaian pada seorang wanita dimana makin indah pakaiannya maka kelihatan cantiklah orangnya, walaupun tidak selalu demikian. Simamora (2007) mengemukakan pengemasan mempunyai dua fungsi yaitu :

1. Fungsi Protektif Berkenaan dengan proteksi produk, perbedaan iklim, prasarana transfortasi, dan saluran distribusi yang semua berimbas pada pengemasan. Dengan pengemasan protektif, para konsumen tidak perlu harus menanggung resiko pembelian produk rusak atau cacat.

2. Fungsi Promosional Peran kemasan pada umumnya dibatasi pada perlindungan produk. Namun kemasan juga digunakan sebagai sarana promosional. Menyangkut promosi, perusahaan mempertimbangkan preferensi konsumen menyangkut warna, ukuran, dan penampilan.

Alma (2007:120) kemasan juga mempunyai fungsi sebagai berikut : 1. Sebagai tempat atau wadah

2. Kemasan harus menarik dan diharapkan orang akan tertarik untuk mencoba sehingga akhirnya diharapkan menjadi langganan

3. Kemasan dapat melindungi baik pada waktu masih di gudang, dalam pengangkatan maupun dalam pengedaran di pasar

4. Praktis, mudah dibawa, mudah dibuka dan ditutup kembali, ringan dan sebagainya 5. Menimbulkan Harga Diri. Biasanya kemasan yang menarik secara otomatis akan

dapat menimbulkan harga diri

6. Ketepatan Ukuran. Ukuran harus pula diperhatikan sebab hal ini erat hubungannya dengan harga

7. Pengangkutan. Dalam pembuatan kemasan harus pula diperhatikan terhadap ongkos angkut barang.

Selain itu, Winardi (2005) mengemukakan pula fungsi kemasan adalah :

1. Untuk melindungi benda perniagaan yang bersangkutan terhadap kerusakan- kerusakan dari saat diproduksinya sampai saat benda tersebut dikonsumsi.

2. Untuk memudahkan pengerjaan dan penyimpanan benda-benda perniagaan tersebut oleh para perantara dan para konsumen.

3. Guna menjual produk yang bersangkutan.

c. Tujuan Kemasan

Selain membahas mengenai fungsi, kemasan pun memiliki tujuan. Menurut Louw dan Kimber (2007) kemasan dan pelabelan kemasan mempunyai beberapa tujuan, diantaranya

1. Physical Production – melindungi objek dari suhu, getaran, guncangan, tekanan dan sebagainya.

2. Barrier Protection – melindungi dari hambatan oksigen uap air, debu, dan sebagainya.

3. Containment or Agglomeration – benda-benda kecil biasanya dikelompokan bersama dalam satu paket untuk efisiensi transportasi dan penanganan.

4. Information Transmission – informasi tentang cara menggunakan transportasi, daur ulang, atau membuang paket produk yang sering terdapat pada kemasan atau label.

5. Reducing Theft – kemasan yang tidak dapat ditutup kembali atau akan rusak secara fisik (menunjukkan tanda-tanda pembukaan) sangat membantu dalam pencegahan pencurian. Paket juga termasuk memberikan kesempatan sebagai perangkat anti- pencurian.

6. Convenience – fitur yang menambah kenyamanan dalam distribusi, penanganan, penjualan, tampilan, pembukaan, kembali penutup, penggunaan dan digunakan kembali.

7. Marketing – kemasan dan label dapat digunakan oleh pemasar untuk mendorong calon pembeli untuk membeli produk.

d. Jenis Kemasan

Menurut Saladin (2007) Jenis kemasan terdiri dari :

1. Kemasan Primer, yaitu wadah yang langsung menyentuh bahan produk

2. Kemasan Sekunder, yaitu bahan yang melindungi kemasan primer dan dibuang bila produk hendak dipakai 3. Kemasan Pengiriman, yaitu kemasan yang diperlukan untuk menyimpan, untuk pengiriman atau identifikasi.

Selain itu, Robertson (2006) mengatakan bahwa suatu kemasan mempunyai dua jenis, yakni Active Packaging dan Intelligent Packaging. Dimana Active Packaging berfungsi hanya sebagai pembungkus untuk melindungi makanan tetapi ada pengaruhnya terhadap makanan tersebut, sedangkan Intelligent Packaging selain sebagai wadah makanan juga dapat memberikan suatu informasi mengenai konten apa yang ada didalamnya yang dibutuhkan oleh konsumen.

Dokumen terkait