BAB IV PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN 49
2. Penyimpanan 53
d. Jenis Kemasan
Menurut Saladin (2007) Jenis kemasan terdiri dari :
1. Kemasan Primer, yaitu wadah yang langsung menyentuh bahan produk
2. Kemasan Sekunder, yaitu bahan yang melindungi kemasan primer dan dibuang bila produk hendak dipakai 3. Kemasan Pengiriman, yaitu kemasan yang diperlukan untuk menyimpan, untuk pengiriman atau identifikasi.
Selain itu, Robertson (2006) mengatakan bahwa suatu kemasan mempunyai dua jenis, yakni Active Packaging dan Intelligent Packaging. Dimana Active Packaging berfungsi hanya sebagai pembungkus untuk melindungi makanan tetapi ada pengaruhnya terhadap makanan tersebut, sedangkan Intelligent Packaging selain sebagai wadah makanan juga dapat memberikan suatu informasi mengenai konten apa yang ada didalamnya yang dibutuhkan oleh konsumen.
goods), maupun tempat penyimpanan produk yang telah jadi (final goods). Selain itu, gudang juga menjadi tempat penampungan barang yang akan dikirim atau barang yang baru datang.
Menurut Tompkins et al (2003), fungsi gudang adalah sebagai berikut:
1. Receiving Suatu aktivitas yang meliputi kegiatan penerimaan semua material yang telah dipesan untuk disimpan dalam gudang, penjaminan terhadap kualitas maupun kuantitas barang sesuai dengan pesanan, serta pengalokasian atau pembagian barang untuk disimpan atau dikirim lagi.
2. Inspection and quality control Perpanjangan dari proses receiving dan dilakukan ketika suppliers tidak konsisten terhadap kualitas atau produk yang dibeli sulit diatur dan harus diperiksa tiap langkah dalam proses.
3. Repackaging Kegiatan memecah produk yang diterima dalam jumlah atau ukuran yang besar dari supplier kemudian dikemas dalam satuan yang lebih kecil atau menggabungkan beberapa produk dalam bentuk kit. Pelabelan ulang dilakukan ketika produk diterima tanpa tanda yang mudah dibaca oleh sistem atau manusia untuk tujuan identifikasi.
4. Putaway Merupakan kegiatan memindahkan dan menempatkan barang pada tempat penyimpanan.
5. Storage Merupakan suatu keadaan dimana barang menunggu untuk diambil sesuai dengan permintaan.
6. Order picking Merupakan proses pemindahan barang dari gudang sesuai dengan permintaan. Hal ini merupakan layanan dasar warehouse untuk customer dan merupakan fungsi utama dari dasar desain warehouse.
7. Postponement Dapat dilakukan sebagai langkah yang dapat dipilih setelah proses pengambilan barang. Seperti pada proses repackaging, barang sejenis atau campuran dikemas untuk memudahkan penggunaan.
8. Sortation Merupakan kegiatan memilah barang sesuai dengan pesanan masingmasing dan akumulasi pendistribusian dari berbagai pesanan.
9. Packing and shipping Aktivitas yang meliputi kegiatan pengecekan kelengkapan sesuai dengan pesanan, pengepakan barang sesuai dengan shipping container yang tepat, menyiapkan dokumen pengiriman, pengakumulasian pesanan dan penempatan muatan ke dalam truk.
10. Cross-docking Pengeluaran tanda terima dari receiving dock langsung ke shipping dock.
11. Replenishing Merupakan kegiatan pengisian kembali lokasi pengambilan utama di gudang.
BAB V
PELABELAN PRODUK A. Pengertian Label
Label merupakan suatu bagian dari sebuah produk yang membawa informasi verbal tentang produk atau penjualnya(Angipora, 2002) . Menurut Tjiptono label merupakan bagian dari suatu produk yang menyampaikan informasi mengenai produk dan penjual. Sebuah label biasa merupakan bagian dari kemasan, atau bisa pula merupakan etiket (tanda pengenal) yang dicantelkan pada produk. Sedangkan Kotler menyatakan bahwa label adalah tampilan sederhana pada produk atau gambar yang dirancang dengan rumit yang merupakan satu kesatuan dengan kemasan. Label bisa hanya mencantumkan merek atau informasi(Kolter, 2000). Di samping itu ada beberapa macam label secara spesifik yang mempunyai pengertian berbeda antara lain:
1. Label produk (product label) adalah bagian dari pengemasan sebuah produk yang mengandung informasi mengenai produk atau penjualan produk.
2. Label merek (brand label) adalah nama merek yang diletakkan pada pengemasan produk.
3. Label tingkat (grade label) mengidentifikasi mutu produk, label ini bisa terdiri dari huruf, angka atau metode lainya untuk menunjukkan tingkat kualitas dari produk itu sendiri.
4. Label diskriptif (descriptive label) mendaftar isi, menggambarkan pemakaian dan mendaftar ciri-ciri produk yang lainya. Pemberian label (labeling) merupakan elemen produk yang sangat penting yang patut memperoleh perhatian seksama dengan tujuan untuk menarik para konsumen.
B. Fungsi label
Menurut Kotler, fungsi label adalah:
1. Label mingidentifikasi produk atau merek 2. Label menentukan kelas produk
3. Label menggambarkan beberapa hal mengenai produk (siapa pembuatnya, dimana dibuat, kapan dibuat, apa isinya, bagaimana menggunakannya, dan bagaimana menggunakan secara aman)
4. Label mempromosikan produk lewat aneka gambar yang menarik. Pemberian label dipengaruhi oleh penetapan, yaitu:
a. Harga unit (unit princing); menyatakan harga per unit dari ukuran standar.
b. Tanggal kadaluarsa (open dating); menyatakan berapa lama produk layak dikonsumsi.
c. Label keterangan gizi (nutritional labeling); menyatakan nilai gizi dalam produk.
(Kolter,2000)
C. Tipe-tipe label
Secara umum label label dapat didefinisikan atas beberapa bagian, yaitu :
1. Brand label adalah label yang semata-mata sebagai brand. Misalnya pada kain atau tekstil, kita dapat mencari tulisan berbunyi: “sanforized, berkolin,tetoron”, dan sebagainya. Nama-nama tersebut digunakan oleh semua perusahaan yang memproduksinya. Selain brand label ini, masingmasing perusahaan juga mencantumkan merk yang dimilikinya pada tekstil yang diproduksi.
2. Grade label adalah label yang menunjukkan tingkat kualitas tertentu dari suatu barang.
Label ini dinyatakan dengan suatu tulisan atau kata-kata.
3. Label Descriptif (Descriptive Label) adalah merupakan informasi obyektif tentang penggunaaan, kontruksi, pemeliharaan penampilan dan cirri-ciri lain dari produk (Angipora, 2002)
D. Tujuan pelabelan
1. Memberi informasi tentang isi produk yang diberi label tanpa harus membuka kemasan.
2. Berfungsi sebagai sarana komunikasi produsen kepada konsumen tentang hal-hal yang perlu diketahui oleh konsumen tentang produk tersebut, terutama hal-hal yang kasat mata atau tak diketahui secara fisik.
3. Memberi petunjuk yang tepat pada konsumen hingga diperoleh fungsi produk yang optimum.
4. Sarana periklanan bagi produsen.
5. Memberi “rasa aman” bagi konsumen.
Mengingat label adalah alat penyampai informasi, sudah selayaknya informasi yang termuat pada label adalah sebenar-benarnya dan tidak menyesatkan. Hanya saja, mengingat label juga berfungsi sebagai iklan, disamping sudah menjadi sifat manusia untuk mudah jatuh dalam kekhilafan dengan berbuat “kecurangan” baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, maka perlu dibuat rambu-rambu yang mengatur. Dengan adanya rambu-rambu ini diharapkan fungsi label dalam memberi “rasa aman” pada konsumen dapat tercapai.
D. Pengemasan dan Pelabelan Produk
1. Pengemasan Produk Teh Daun Mangga
2. Label Produk Teh Daun Mangga
3. Label Produk Es Krim Mangga
4. Label Produk Selai Mangga
5. Label Produk Smoothie Mangga