• Tidak ada hasil yang ditemukan

kelompok 9 peta dakwah Desa Truko, Kangkung, Kendal

N/A
N/A
Muhammad Baihaqi Al Ishaqi

Academic year: 2025

Membagikan "kelompok 9 peta dakwah Desa Truko, Kangkung, Kendal"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

PETA DAKWAH DESA TRUKO KEC. KANGKUNG KAB. KENDAL

Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Dakwah

Dosen Pengampu Bapak Dr. Hatta Abdul Malik, M.Si

Disusun Oleh:

1. Muhammad Affifuddin (2101036099) 2. Mei Yunita Candra Yogi N (2101036101)

MANAJEMEN DAKWAH

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO

TAHUN 2024

(2)

A. PENDAHULUAN

Pemerintah desa dipimpin oleh seorang kepala desa. Seorang kepala desa tentunya dibantu oleh para perangkat desa agar sebuah desa atau daerah tersusun dengan baik dan teratur. Berdasarkan peraturan pemerintah no 72 tahun 2005 disesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan social budaya di masing-masing desa. Struktur kepengurusan pemerintah desa terdiri dari kepala desa, perangkat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Kelurahan dan Desa merupakan salah satu unsur kewilayahan terkecil di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Walaupun demikian, Desa/Kelurahan mempunyai peran strategis dalam pencapaian sasaran pembangunan. Hal ini dikarenakan pada tingkat Desa/Kelurahan-lah secara faktual aktifitas Pemerintahan berjalan dan sebagian besar penduduk Indonesia masih terkonsentrasi saat ini.

Desa Truko Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal memang tidak terlalu dikenal oleh masyarakat seperti sejarah desa-desa lainya yang berada di Kabupaten Kendal. Desa Truko tergolong baru, sehingga untuk mencari sumber sejarah lumayan sulit. Desa Truko terletak di sebelah Barat Kota Kendal dan berada di sekitar aliran sungai Blukar. Desa Truko sudah ada sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.

Makalah ini akan mengulas tentang Desa Truko Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal. Didalam makalah ini terdapat beberapa serabaran dakwah yang diwujudkan pada sebuah peta dakwah.

(3)

B. PEMBAHASAN

PETA DESA TRUKO KECAMATAN KANGKUNG KABUPATEN KENDAL

1. PETA DAKWAH1

2. BATAS WILAYAH Batas dan luas wilayah

Desa Truko mempunyai luas wilayah seluas 800 HA dengan batas batas desa sebagai berikut :

a. Utara : Dukuh Krajan b. Timur : Dukuh Wetan c. Selatan: Dukuh Kidul d. Barat : Dukuh Polaman 3. PENDUDUK

a. Jumlah Penduduk

1. Total penduduk : 3.664 2. laki laki : 1.827 3. Perempuan : 1.837 b. Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama

1. jumlah pemeluk islam : 3.664 2. jumlah pemeluk Kristen :

3. jumlah pemeluk katholik : 4. jumlah pemeluk Hindu : 5. jumlah pemeluk konghuchu : 6. jumlah pemeluk kepercayaan :

1 Aplikasi GoogleEarth

(4)

c. Jumlah penduduk berdasar periode biologis perkembangan manusia:

1. umur (0 - 4) : 234 2. umur (5 - 9) : 294 3. umur (10 - 14) : 336 4. umur (15 - 19) : 295 5. umur (20 - 24) : 292 6. umur (25 - 29) : 258 7. umur (30 - 34) : 224 8. umur (35 - 39) : 311 9. umur (40 - 44) : 324 10. umur (45 - 49) : 251 11. umur (50 - 54) : 234 12. umur (55 - 59) : 199 13. umur (60 - 64) : 170 14. umur (65 - 69) : 122 15. umur (70 - 74) : 58 16. umur (>= 75) : 62 4. Lembaga Pendidikan

a. lembaga formal 1. Jumlah Tk : 1 2. Jumlah SD : 2 b. Pendidikan non formal :

1. Jumlah TPQ : 1

5. Sumber Daya Manusia (SDM) Dakwah a. . SDM Dakwah Umat Islam

1. jumlah Kyai pemilik pesantren/santri : 2. jumlah Muballigh/da’i (tidak memiliki pesantren) : 3. jumlah Penyuluh Agama Islam berstatus PNS : 4. jumlah Penyuluh Agama Islam Honorer :

5. jumlah Ustadz ngaji di TPQ/Mushalla/Masjid : 2 6. Tempat Ibadah

a. Tempat ibadah umat islam 1. Jumlah masjid : 7 2. Jumlah mushola : 2 b. Tempat ibadah non muslim

1. Jumlah gereja umat Kristen Katholik :

2. Jumlah Gereja umat Kristen Protestan : 3. Jumlah tempat ibadah umat Hindu :

4. Jumlah Tempat ibadah umat Budha :

(5)

5. Jumlah tempat Ibadah umat Konghucu : 7. Lembaga dan Organisasi Penyebar Agama

a. Lembaga dan Organisasi Dakwah

1. Jumlah lembaga dan organisasi dakwah umat Islam 2. Nama-nama lembaga dan organisasi dakwah umat Islam:

IPNU ,IPPNU, Muhammadiyah, dan PCPM b. Lembaga dan Organisasi penyebaran agama non-Islam

1. Jumlah Lembaga dan organisasi Penyebaran agama Kristen Katholik:

2. Jumlah Lembaga dan organisasi Penyebaran agama Kristen Protestan:

3. Jumlah Lembaga dan organisasi Penyebaran agama Hindu:

4. Jumlah Lembaga dan organisasi Penyebaran agama Budha:

5. Jumlah Lembaga dan organisasi Penyebaran agama Konghucu

6. Nama-nama Lembaga dan organisasi Penyebaran agama Non-Islam yang struktur organisasinya hanya sampai tingkat kabupaten/kota :

7. Nama-nama Lembaga dan organisasi Penyebaran agama Non-Islam yang struktur organisasinya hingga di tingkat kecamatan

8. Nama-nama Lembaga dan organisasi Penyebaran agama Non-Islam yang struktur organisasinya hingga di tingkat desa/Kelurahan :

8. Lembaga Sosial

a. Jumlah lembaga sosial milik pemerintah (seperti panti rehabilitasi sosial, panti jumpo, panti asuhan, lembaga penanganan anak jalanan, dll.) : -

b. Jumlah lembaga sosial milik masyarakat muslim (seperti panti rehabilitasi sosial, panti jumpo, panti asuhan, lembaga penanganan anak jalanan, dll.) : -

c. Nama-nama organisasi penyelenggara/pengelola masing-masing lembaga sosial milik masyarakat muslim, beserta jumlahnya

: -

d. Jumlah lembaga sosial milik masyarakat non-muslim (seperti panti rehabilitasi sosial, panti jumpo, panti asuhan, lembaga penanganan anak jalanan, dll.) : -

(6)

e. Nama-nama organisasi penyelenggara/pengelola masing-masing lembaga sosial milik umat non-Islam, beserta jumlahnya

:- 9. Balai Pengobatan

a. Jumlah Balai Pengobatan milik pemerintah (seperti rumah sakit, puskesmas, klinik kesehatan, dll.) :

b. Jumlah Balai Pengobatan milik umat Islam (seperti rumah sakit, puskesmas, klinik kesehatan, dll.) :

c. Nama-nama organisasi penyelenggara/pengelola masing-masing balai pengobatan milik umat Islam, beserta jumlahnya:

d. Jumlah Balai Pengobatan milik pemerintah (seperti rumah sakit, puskesmas, klinik kesehatan, dll.) : 1 (Rumah Sakit Aisyiah) 1 (puskesmas pratama)

e. Nama-nama organisasi penyelenggara/pengelola masing-masing balai pengobatan milik umat non-Islam, beserta jumlahnya:

10. Media Penyebaran Agama

a. Media Penyebaran Agama milik umat Islam

1. jumlah media penyebaran agama milik umat Islam, 2. Media elektronik (TV, Radio, dll.) :

3. Media Cetak (Koran, Majalah, jurnal, Buletin, dll.) : 4. Media tradisional (wayang, gamelan, dolanan bocah,

majlis yasin dan dzikir, dll.): 7

5. Nama-nama media penyebaran agama milik umat Islam : b. Media Penyebaran agama milik umat non-Islam

1. Media elektronik (TV, Radio, dll.) :

2. Media Cetak (Koran, Majalah, jurnal, Buletin, dll.) : 3. Media tradisional :

4. Nama-nama media penyebaran agama milik umat non- Islam: 2

2 Observasi/Pengamatan di Desa Truko tanggal 29 April 2024

(7)

DATA KULIATATIF A. Bidang Pengetahuan

1. Tingkat kemampuan membaca dan memahami al-Qur’an masyarakat (Cukup Baik)

2. Tingkat pemahaman masyarakat terhadap dasar-dasar agama (Cukup Baik)

3. Tingkat pemahaman masyarakat terhadap persoalan khilafiyah dalam Islam (Cukup)

B. Bidang Pengamalan atau Ghirah Keagamaan (Syiar agama) 1. Ritual

a. Tingkat keikutsertaan masyarakat dalam berjamaah shalat setiap hari di masjid (Baik)

b. Tingkat keikutsertaan masyarakat dalam melaksanakan puasa Ramadhan (Sangat baik)

c. Tingkat keikutsertaan masyarakat dalam mengeluarkan zakat (Sangat baik)

d. Ghirah masyarakat dalam melaksanakan haji (Cukup) 2. Social

a. Tingkat kepedulian umat terhadap masyarakat/individu yang membutuhkan bantuan (Sangat baik)

b. Tingkat partisipasi umat dalam kegiatan masyarakat/kampung (Sangat baik)

c. Tingkat partisipasi umat dalam pembangunan (Sangat baik) 3. Lingkungan

a. Tingkat kepedulian umat terhadap problem lingkungan (Cukup) b. Tingkat perhatian umat dalam menjaga kebersihan dan keindahan

lingkungan (Baik)

c. Tingkat partisipasi umat dalam pelestarian lingkungan (Baik) 4. Toleransi

a. Tingkat toleransi antara umat beragama dalam masyarakat (Sangat baik)

b. Tingkat toleransi intra umat beragama (Sangat baik)

c. Tingkat kedewasaan umat dalam menyikapi khilafiyah/perbedaan paham dan organisasi (Sangat baik)

d. Tingkat toleransi umat dengan pemerintah (Baik)

5. Peran Serta Pemerintah dalam Peningkatan kesadaran dan Pengamalan agama

a. Tingkat perhatian pemerintah terhadap agama (Baik)

b. Tingkat pemberian peran oleh pemerintah terhadap organisasi keagamaan (Sangat baik)

(8)

6. Problema Dasar, Solusi dan Rekomendasi a. Problema Dasar Umat Islam

1. Internal

Adanya semangat belajar dari para murid dan juga banyaknya guru atau yang menajar anak-anak saat ada sebuah kegiatan, jadi biasanya para remaja mendorong agar aak-anak memiliki semangat tinggi Ketika ada sebuah acara.

2. Eksternal

Faktor eksternal yang terjadi biasanya kurangnya kontribusi dari pikah atasan jika sedang mengadakan acara untuk masyarakat

3. Pemerintah

Kurangnya rasa tanggung jawab oleh pemimpin, dan kebanyakan yang bergerak hanya orangiu-itu saja.

b. . Solusi terhadap problem dasar umat Islam 1. Internal

Sebagai remaja kita harus bisa membuat para anak-anak untuk bisa ikut serta dalam acara yang sedang dilakuka di Masjid.

2. Eksternal

Dari pihak atasan sebaiknya jika para remaja masjid sedang mengadakan acara dari pihak kelurahan Desa harus bisa ikut kontribusi pada acara tersebut karena semua akan kembaloi ke nama Desa. 3

3 Observasi di Lokasi Desa Truko

(9)

SEJARAH DESA TRUKO

Sejarah Desa Truko Kecamatan Kangkung Kabupaten Kendal memang tidak terlalu dikenal oleh masyarakat seperti sejarah desa-desa lainya yang berada di Kabupaten Kendal. Desa Truko tergolong baru, sehingga untuk mencari sumber sejarah cukup sulit. Desa Truko terletak di sebelah Barat Kota Kendal dan berada di sekitar aliran sungai Blukar. Desa Truko sudah ada sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.

Sama seperti daerah lainnya, dahulu Desa Truko merupakan daerah pemukiman.

Kemudian Tumenggung Bahurekso (Bupati Kendal) memerintahkan seorang ulama bernama Kyai Truko untuk bisa memimpin dan mengajarkan agama kepada masyarakat di wilayah pemukiman tersebut. Dalam kemimimpinanannya, Kyai Truko bisa merebut hati masyarakat, sehingga pemukiman tersebut menjadi maju pesat dalam pembangunan dan penyebaran agama Islam. Mulai saat itu wilayah yang dipimpin oleh Kyai Truko disebut dengan Padepokan Truko. Kyai Truko mempunyai anak yang bernama Pangeran Boentas. Pangeran Boentas dikenal sebagai pemuda yang cerdas. Atas dasar itu, lapangan yang digunakan sebagai aktivitas olahraga para pemuda di Desa Truko diberi nama Lapangan Boentas. Sedangkan nama Kyai Truko diabadikan menjadi nama salah satu masjid di Desa Truko, masjid tersebut bernama Masjid At Tuqo yang terletak di sebelah selatan Jalur Pantura di wilayah Desa Truko.

Pada jaman penjajahan, Pemerintah Hindia Belanda mengadakan penataan wilayah di Pulau Jawa menjadi beberapa kadipaten dan distrik (kecamatan), salah satunya adalah Distrik (Kecamatan) Truko yang wilayahnya meliputi pemukiman di daerah Sungai Blukar. Pada tahun 1923 Pemerintah Hindia Belanda kembali mengadakan penataan wilayah di Distrik (Kecamatan) Truko menjadi beberapa wilayah (Desa) sehingga salah satu dari wilayah tersebut dinamakan Desa Truko.

Diawal kemerdekaan Republik Indonesia, Desa Truko masuk dalam wilayah Kecamatan Cepiring. Semakin berkembangnya jumlah penduduk dan pemerintahan, dan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 tahun 1992 tentang Pembentukan Kecamatan di Wilayah Kabupaten – Kabupaten Daerah Tingkat II Purbalingga, Cilacap, Wonogiri, Jepara, dan Kendal serta Penataan Kecamatan di Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Semarang dalam Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Nusa Jawa Tengah pada tanggal 12 September 1992 Desa Truko masuk dalam wilayah Kecamatan Kangkung bersama 14 Desa lainnya hasil pemekaran wilayah Kecamatan Cepiring.4

4 http://truko.desa.id/public/menu/sejarahdesa

(10)

SHOLAT SUBUH

Bpk Khamid

Mbh Suminah Ibu Partiyem Ibu Parmi Bpk Pargi Bpk Mahmudi Bpk Mulyadi Bpk Afif Ibu

Romlah

Bpk Juki Bpk Sholikin Mbh Suni Bpk Marjo Bpk Tarto Bpk Tukul Mbh Rubi

SHOLAT DZUHUR

Bpk Khamid

Bpk Mahmudi Ibu Romlah Bpk Tukinem Bpk Tukul Bpk Bpk Amir Ibu Ismiyati Bpk Partiyem Ibu Romelah

(11)

Slamet

Bpk Warto Bpk Rubiyem Bpk Mulyadi Bpk Muslimin Bpk Kasdi Ibu Tarni Bpk Yanto Bpk Toha Ibu Siti Mbh Harsono Bpk

Sanusi

Ibu Zadidah Ibu Samirih Ibu Sri Mbh Suni Bpk Tarji Zahra Bpk Marjo Bpk Toba Bpk Eko Ibu Sulami Firda Bpk Juki Bpk Parno

Ibu Lasmi Bpk Afif Ibu Ulfa Ibu Sugiyem

SHOLAT ASHAR

Bpk Khamid

Ibu sulami Ibu romlah Bpk Partiyem Ibu sugiyem Bpk

Slamet

Ibu lasmi Ibu ismiyah Bpk Partiyem Bpk tukul Bpk warto Bpak Mahmud Ibu Samirih Bpk muslimin Ibu romelah Ibu tami Bpk Amir Ibu Toha Ibu sri Bpk kasdi Bpk

samsul

Bpk yanto Bpk marjo Ibu sri Mbh suni Bpk tarji Ibu zadidah Bpk joki Bpk parno Bpk eko

(12)

SHOLAT MAGRIB

Bpk Khamid

Ibu sulami Bpk Partiyem Ibu sri Bpk khoir Bpk

slamet

Ibu lasmi Bpk muslimin Bpk parno Mas zidan Bpk zainal Bpk mahmud Bpk marjo Ibu ismiyah Mas ahmad Bpk warto Bpk Amir Bpk joki Ibu romlah Mas afif Ibu tami Bpk yanto Ibu romlah Ibu sugiyem Mas faiz Bpk

samsul

Ibu zadidah Ibu ismiyah Bpk zaidan Mas fayad

SHOLAT ISYA

(13)

Bpk Khamid Ibu sulami Ibu sri Bk khoir Bpk Slamet Ibu lasmi Bpk parno Mas zidan Bpk zainal Bpk Mahmud Ibu ismiyah Mas ahmad Bpk warto Bpk Amir Ibu romlah Mas afif Bpk zubar Bpk yanto Ibu sugiyem Mas faiz Ibu tami Ibu zadidah Bpk zaidan Mas Fajar Bpk samsul Bpk Amir Bpk rozikin Mas fayad

Dari peta shalat jamaah di atas dapat disimpulkan bahwa jamaah shalat yang paling sedikit yaitu pada waktu shalat subuh. Menurut penulis jamaah shalat subuh sedikit sebab warga masih merasa capek akibat sering lembur kerja. Dan dapat juga dikarenakan karena malas atau tidak terbiasa bangun subuh. Peta jamaah salat ashar tidak ditampilkan sebab adanya kegiakan mengaji TPQ di masjid Tuqo. Jamaah sholat yang banyak yaitu diwaktu shalat dzuhur dan isya. Waktu salat dzuhur banyak jamaah karena orang yang lanjut usia bersemangat untuk melakukan jamaah begitu dengan shalat isya ditambah lagi banyaknya anak kecil.

(14)

C. PENUTUP

Berdasarkan pembuatan peta dakwah ini sedikit kesulitan dalam penyelesaiannya akan tetapi hal tersebut dapat menjadikan penulis untuk selalu belajar dan mencoba. Adanya observasi supaya data yang diambil lebih efektif dan bermanfaat bagi penulis dan pembacanya untuk menambah pengetahuan.

Penulis mohon maaf sebesar-besarnya apabila terdapat kekeliruan dalam memasukkan data.

D. REFERENSI

http://truko.desa.id/public/menu/sejarahdesa

Observasi/Pengamatan di Desa Truko tanggal 29 April 2024 Observasi di Desa Truko

Apliksi GoogleEarth

Referensi

Dokumen terkait

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG PEMBENTUKAN KECAMATAN BERASTAGI DAN MARDINDING DI WILAYAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II KARO, KECAMATAN PEMATANG

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG PEMBENTUKAN 6 (ENAM) KECAMATAN DI WILAYAH KABUPATEN-KABUPATEN DAERAH TINGKAT II BATANG HARI, BUNGO TEBO, TANJUNG

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 1992 tentang Pembentukkan Kecamatan di Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Purbalingga, Cilacap, Wonogiri, Jepara dan

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG PEMBENTUKAN KECAMATAN BERASTAGI DAN MARDINDING DI WILAYAH KABUPATEN DAERAH TINGKAT II KARO, KECAMATAN

Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 1992 tentang Penataan Kecamatan di Wilayah Kabupaten-kabupaten Daerah Tingkat II Purbalingga, Cilacap, Wonogiri, Jepara dan

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG PEMBENTUKAN 8 (DELAPAN) KECAMATAN DI WILAYAH KABUPATEN-KABUPATEN DAERAH TINGKAT II SINJAI, SOPPENG, GOWA, MAROS, DAN KOTAMADYA

Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 1992 tentang Pembentukan 8 (delapan) Kecamatan di Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Sinjai, Soppeng, Gowa, Maros dan Kotamadya

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA TENTANG PEMBENTUKAN 8 (DELAPAN) KECAMATAN DI WILAYAH KABUPATEN-KABUPATEN DAERAH TINGKAT II TIMOR TENGAH SELATAN, TIMOR TENGAH UTARA,