• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kementerian Perhubungan Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Kementerian Perhubungan Republik Indonesia"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN MENTER! PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KP 132 TAHUN 2023

TENTANG

TIM PERCEPATAN PROYEK KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA SEKTOR TRANSPORTASI

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTER! PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang a. bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 5 ayat (1) dan ayat (2) huruf a Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015 tentang Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur, jenis infrastruktur ekonomi dan infrastruktur sosial yang dapat dikerj asarnakan rnencakup antara lair, infras truktur trans portasi;

b. bahwa ketersediaan infrastruktur transportasi yang rnernadai dan berkesinam bungan merupakan kebutuhan mendesak, dalam rangka meningkatkan perekonomian nasional, mensejahterakan rnasyarakat dan meningkatkan daya saing Indonesia dalam persaingan global;

c. bahwa dalam rangka percepatan pembangunan infrastruktur transportasi, perlu membentuk Tim untuk mengambil langkah-langkah yang komprehensif

guna...

(2)

Mengingat

guna mencari alternatif pembiayaan dan peningkatan investasi penyediaan infrastruktur transportasi;

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Keputusan Menteri Perhubungan tentang Tim Percepatan Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha Sektor Transportasi;

1. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4722);

2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4849);

3. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4956);

4. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96; Tambahan Lembaran Negara Tahun 2009 Nomor 5052);

5. Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2019 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 203) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 32 Tahun 2021 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2019 ten tang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara

(3)

Menetapkan

6. Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2015 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 62);

7. Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2022 tentang Kementerian Perhubungan (Lembaran

Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 33);

8. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 17 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2022 Nomor 815);

MEMUTUSKAN:

KEPUTUSAN MENTER! PERHUBUNGAN TENTANG TIM Negara

PERCEPATAN PROYEK KERJASAMA PEMERINTAH

PERTAMA

KEDUA

DENGAN BADAN USAHA SEKTOR TRANSPORTASI.

Membentuk dan menetapkan Tim Percepatan Proyek Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha Sektor Transportasi dengan susunan keanggotaan se bagaimana tercan tum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri ini.

Tim Percepatan Proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan U saha Sektor Transportasi se bagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA bertugas membantu Menteri untuk melakukan percepatan penyediaan infrastruktur transportasi melalui mekanisme pembiayaan Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau skema pembiayaan alternatif lain, serta melakukan percepatan investasi dalam penyediaan infrastruktur transportasi.

KETIGA ...

(4)

KETIGA

KEEMPAT

Tim Percepatan Proyek KPBU Sektor Transportasi sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA, terdiri atas:

1. Tim Pengarah;

2. Tim Pelaksana;

3. Sekretariat.

Tim Percepatan Proyek KPBU Sektor Transportasi sebagaimana dimaksud dalam Diktum KETIGA bertugas sebagai berikut:

1. Tim Pengarah:

Memberikan arahan kepada Tim Pelaksana meliputi pemberian arah kebijakan terkait penyusunan alternatif skema pembiayaan dan upaya percepatan investasi dalam penyediaan infrastruktur transportasi.

2. Tim Pelaksana:

a. Ketua:

1) mengkoordinasikan seluruh unsur Tim Pelaksana dalam melaksanakan kegiatan penyusunan alternatif skema pembiayaan dan upaya percepatan investasi dalam penyediaan infrastruktur transportasi;

2) bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas Tim Pelaksana;

3) melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Tim Pengarah secara berkala paling sedikit setiap 1 (satu) bulan sekali atau sewaktu- waktu apabila dibutuhkan.

b. Wakil Ketua:

1) membantu Ketua dalam melaksanakan tugas- tugas yang telah ditetapkan;

(5)

2) menggantikan Ketua apabila berhalangan dalam pelaksanaan tugas; dan

3) menjalankan tugas-tugas lain sesuai arahan Ketua.

c. Sekretaris:

Memberikan dukungan administrasi, informasi dan layanan lainnya yang diperlukan Tim Pengarah dan Tim Pelaksana.

d. Anggota:

Melaksanakan penyusunan alternatif pembiayaan dan percepatan investasi

transportasi penyediaan

meliputi:

1) identifikasi

infrastruktur

proyek-proyek potensial

skema dalam yang dan strategis transportasi;

2) identifikasi kebutuhan pembiayaan penyusunan skema pembiayaan di

dan dalam

percepatan langkah-langkah

penyediaan infrastruktur transportasi;

3) identifikasi hambatan dan kendala serta merumuskan langkah penanganan di dalam percepatan investasi penyediaan infrastruktur transportasi;

4) merumuskan

penunjang sarana

kebutuhan

investasi di dalam penyediaan infrastruktur transportasi;

5) menyusun program dan kebijakan perumusan skema pembiayaan investasi infrastruktur transportasi.

3. Sekretariat:

1) memfasilitasi

kegiatan Tim Pelaksana;

2) memfasilitasi ...

(6)

KELIMA

2) memfasilitasi dan mengikuti setiap kegiatan rapat atau pertemuan Tim Pelaksana;

3) melaksanakan notulensi dan pendokumentasian seluruh hasil rapat pembahasan yang dilakukan;

dan

4) menyiapkan laporan Ketua Tim Pelaksana secara berkala atas pelaksanaan tugas Tim Pelaksana kepada Tim Pengarah.

Seluruh biaya kegiatan Tim Percepatan Proyek KPBU Sektor Transportasi sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA dibebankan pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) masing - masing unit kerja di lingkungan Kementerian Perhubungan Tahun Anggaran 2023.

(7)

KEENAM Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 24 Januari 2023 a.n. MENTER! PERHUBUNGAN SEKRETARIS JENDERAL,

ttd.

NOVIE RIYANTO R.

SALINAN Keputusan Menteri ini disampaikan kepada:

1. Menteri Perhubungan;

2. Inspektur Jenderal;

3. Para Direktur Jenderal di lingkungan Kementerian Perhubu ngan;

4. Para Kepala Badan di lingkungan Kementerian Perhubungan;

5. Anggota Tim.

Salinan sesuai dengan aslinya

IRO HUKUM,

...

/

--

I RAYITNO '

(8)

REPUBLIK INDONESIA

NOMOR KP 132 TAHUN 2023 TENTANG

TIM PERCEPATAN PROYEK KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA SEKTOR TRANSPORTASI

SUSUNAN KEANGGOTAAN

TIM PERCEPATAN PROYEK KERJASAMA PEMERINTAH DENGAN BADAN USAHA SEKTOR TRANSPORTASI

1. TIM PENGARAH

2. TIM PELAKSANA Ketua

W akil Ketua I W akil Ketua II

Sekretaris Anggota

1. Sekretaris Jenderal;

2. Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Ekonomi dan Investasi Transportasi;

3. Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Pendanaan dan Keuangan.

Kepala Pusat Pembiayaan Infrastruktur Transportasi Kepala Biro Perencanaan

Kepala Biro Layanan Pengadaan dan Pengelolaan Barang Milik Negara

Kepala Bagian Tata U saha, Pusat Pembiayaan Infrastruktur Transportasi

1. Kepala Biro Hukum;

2. Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat;

3. Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut;

4. Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara;

5. Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian;

6. Direktur Prasarana Perhubungan Darat;

7. Direktur Kepelabuhanan;

8. Direktur Bandar Udara;

9. Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api.

(9)

2. Kepala Bidang Pembiayaan Infrastruktur Transportasi Laut dan Penunjang, Pusat Pembiayaan Infrastruktur Transportasi;

3. Kepala Bidang Pembiayaan Infrastruktur Transportasi Udara dan Perkeretaapian, Pusat Pembiayaan Infrastruktur Transportasi;

4. Rizki Fauzi Rahman, Analis Kebijakan Ahli Muda, Direktorat Prasarana Transportasi Jalan, Ditjen Perhubungan Darat;

5. Susanti Handayani, Analis Kebijakan Ahli Muda, Direktorat Prasarana, BPT J;

6. Febri Nur Prasetyo, Penyusun Bahan Kebijakan, Direktorat Prasarana, BPTJ;

7. I Komang Wisnu Dananjaya, Perencana Ahli Muda, Direktorat Kepelabuhanan, Ditjen Perhubungan Laut;

8. Indra Degree Karimah, Pengevaluasi Penyusunan Rencana Induk dan Pengembangan Pelabuhan, Direktorat Kepelabuhanan, Ditjen Perhubungan Laut;

9. Adrianto Budi Prabowo, Penyusun Bahan Pelaporan dan Evaluasi, Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Perkeretaapian, Ditjen Perkeretaapian;

10. Noviana Nisaul Rohman, Direktorat Lalu Lintas dan Angkutan Perkeretaapian, Ditjen Perkeretaapian;

11. Arief Mustofa, Inspektur Bandar Udara Ahli Muda, Direktorat Bandar Udara, Ditjen Perhubungan Udara;

12. Tris Gumiharto, Inspektur Bandar Udara Ahli Muda, Ditjen Perhubungan Udara.

a.n. MENTER! PERHUBUNGAN SEKRETARIS JENDERAL,

ttd.

Salinan sesuai dengan aslinya t<FHr..'!,."1,A BI_R� HUKUM,

4 ° T l

F.

BUDI PRAY1TNO

NOVIE RIYANTO R.

Referensi

Dokumen terkait

Selain ketentuan Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagaimana diatur dalam Surat Edaran

Selain ketentuan Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) sebagaimana diatur dalam Surat

(3) untuk penerbangan dari dan ke bandar udara di luar wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali yang ditetapkan melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri sebagai daerah

Mengubah Daftar Proyek pada Lampiran sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 15 Tahun 2010 tentang Daftar Proyek-Proyek Percepatan

bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam Diktum KETIGA Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2021 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional

bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam Diktum KETIGA Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 194 Tahun 2021 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional

bahwa untuk melaksanakan ketentuan dalam Diktum KETIGA Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 163 Tahun 2021 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional

KEDUA : Daerah Lingkungan Kerja dan Daerah Lingkungan Kepentingan sebagaimana dimaksud dalam DIKTUM PERTAMA merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan Menteri Perhubungan Nomor