KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR KM 233 TAHUN 2022
TENTANG
PENETAPAN BESARAN FAKTOR PRIORITAS PADA PERHITUNGAN BIAYA PENGGUNAAN PRASARANA PERKERETAAPIAN MILIK NEGARA
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka melaksanakan pemungutan Penerimaan Negara Bukan Pajak atas biaya penggunaan prasarana perkeretaapian milik negara sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 138/PMK.02/2021 tentang Jenis Dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Bersifat Volatil Dan Kebutuhan Mendesak Yang Berlaku Pada Kementerian Perhubungan, perlu menetapkan besaran Faktor Prioritas dalam perhitungan biaya penggunaan prasarana perkeretaapian milik negara;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu Keputusan Menteri Perhubungan tentang Penetapan Besaran Faktor Prioritas Pada Perhitungan Biaya Penggunaan Prasarana Perkeretaapian Milik Negara;
Mengingat 1. Pasal 17 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 65, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4722);
3. Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2018 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 147, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6245);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2009 ten tang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 264, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5961);
-2
5. Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 2020 tentang Tata Cara Penetapan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 268, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6584);
6. Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 138/ PMK.02 / 2021 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Bersifat Volatil dan Kebutuhan Mendesak yang Berlaku Pada Kementerian Perhubungan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 1126);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN TENTANG PENETAPAN BESARAN FAKTOR PRIORITAS PADA PEDOMAN PERHITUNGAN BIAYA PENGGUNAAN PRASARANA PERKERETAAPIAN MILIK NEGARA.
PERTAMA : Besaran Faktor Prioritas (Fp) pada pedoman perhitungan biaya penggunaan prasarana perkeretaapian milik negara ditetapkan sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dan i Keputusan Menteri m i.
KEDUA : Besaran Faktor Prioritas (Fp) sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA, merupakan koefisien penggunaan prasarana berdasarkan jenis pelayanan angkutan penumpang dan pelayanan angkutan barang dalam perhitungan biaya penggunaan prasarana perkeretaapian milik negara, berdasarkan formula yang diatur dalam Pasal 2 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 138/ PMK.02 / 2021 tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak Yang Bersifat Volatil Dan Kebutuhan Mendesak Yang Berlaku Pada Kementerian Perhubungan.
KETIGA : Besaran nilai atas jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak biaya penggunaan prasarana perkeretaapian milik negara sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDUA, tercantum dalam surat tagihan Penerimaan Negara Bukan Pajak.
KEEMPAT : Direktur Jenderal Perkeretaapian melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan Keputusan Menteri m i.
KELIMA Dengan berlakunya Keputusan Menteri ini, maka:
1. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 244 Tahun 2015 tentang Penetapan Besaran Faktor Prioritas Pada Perhitungan Biaya Penggunaan Prasarana Perkeretaapian Milik Negara; dan
2. Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 378 Tahun 2015 tentang Penetapan Besaran Biaya Penyusutan
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 22 Desember 2022 MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd
BUDI KARYA SUMADI SALINAN Keputusan Menteri ini disampaikan kepada :
1. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi;
2. Menteri Keuangan;
3. Menteri Badan Usaha Milik Negara;
4. Ketua Badan Pemeriksa Keuangan;
5. Sekretaris Jenderal, Inspektur Jenderal, dan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.
Salinan sesuai dengan aslinya PI LA BIRO HUKUM,
ANG RUSDIHANTO
-4
LAMPIRAN
KEPUTUSAN MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR KM 233 TAHUN 2022
TENTANG PENETAPAN BESARAN FAKTOR PRIORITAS PADA PEDOMAN PERHITUNGAN
BIAYA PENGGUNAAN PRASARANA
PERKERETAAPIAN MILIK NEGARA
BESARAN FAKTOR PRIORITAS PENGGUNAAN PRASARANA
Besaran Faktor Prioritas ditetapkan dengan memperhatikan jenis layanan, slot time, kecepatan operasi, dan/atau beban muatan dan sarana sebagai berikut:
No. Jenis Layanan KA Besaran Fp A. KA Penumpang
1. KA Komersil 0,85
2. KA Ekonomi Non PSO 0,75
3. KA Ekonomi PSO 0,50
4. KA Perintis 0,30
B. KA Barang
1. KA Umum dan Petikemas 0,40
2. KA Khusus 0,50
3. KA Batu Bara 0,85
Keterangan:
1. Besaran Nilai Faktor Prioritas (Fp) dihitung dengan mendasarkan pada:
a. pengaturan slot time dan kecepatan operasi berbasis jadwal operasi kereta api pada Gapeka; dan/atau
b. beban dinamis sarana perkeretaapian yang berpotensi mengakibatkan penurunan kinerja prasarana perkeretaapian.
2. Besaran Nilai Faktor Prioritas (Fp) pada angkutan Barang terdiri dan:
a. angkutan barang umum yang diklasifikasikan:
1) barang aneka;
2) kiriman pos; dan 3) jenazah.
b. angkutan barang khusus yang diklasifikasikan:
1) barang curah;
2) barang cair;
5) barang yang memerlukan fasilitas pendingin;
6) tumbuhan dan hewan hidup;
7) kendaraan;
8) alat berat;
9) barang dengan berat tertentu;
10) peti kemas;
11) bahan berbahaya dan beracun; dan 12) limbah bahan berbahaya dan beracun.
MENTERI PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd
BUDI KARYA SUMADI
Salinan sesuai dengan aslinya P LA BIRO HUKUM,
T /1/
ANG RUSDIHANTO