• Tidak ada hasil yang ditemukan

KERANGKA ACUAN KEGIATAN USAHA KESEHATAN GIGI SEKOLAH

N/A
N/A
Puskesmas Bringin SETARA

Academic year: 2023

Membagikan "KERANGKA ACUAN KEGIATAN USAHA KESEHATAN GIGI SEKOLAH"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

USAHA KESEHATAN GIGI SEKOLAH

Tahun 2023

(2)

KERANGKA ACUAN KEGIATAN USAHA KESEHATAN GIGI SEKOLAH

A. PENDAHULUAN

Kesehatan Gigi dan Mulut memegang peranan penting bagi Kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kesehatan gigi dan mulut juga berperan dalam meningkatkan kualitas dan produktivitas sumber daya manusia. Kondisi kesehatan yang ada dala rongga mulut berpengaruh pada kondisi kesehatan umum. Beberapa penyakit bermanifestasi di rongga mulut, seperti infeksiHIV dan Diabetes Mellitus. Sebaliknya, penyakit gigi dan mulut dapatmenjadi factor resiko penyakit lain sebagai fokal infeksi misalnya tonsiitis,faringitis, otitis media, bakteriemia, toksemia, diabetes mellitus dan bacterialendokarditis . Penyakit gigi yang banyak diderita oleh Masyarakat adalah karies gigidan penyakit periodontal.

Karies maupun Periodontitis adalah penyakit yangbanyak terkjadi karena adanya interaksi antara beberapa factor yaitu host(gigi, gusi, ludah), penjamu (bakteri/plak), substrat (makanan kariogenik),dan waktu. Hal ini sebenarmya mudah dicegah apabila kebiasaan/perilakukesehatan gigi yang baik telah ditanamkan sejak usia dini.

Manusia mempunyai dua fase pertumbuhan gigi, yaitu fase gigi susu/gigi sulung dan fase pertumbuhan gigi permanen/gigi tetap. Gigi susu adalah gigi pada anak-anak yang tumbuh apada usia sekitar 6 bulan s/d36bulan.

Gigi ini kemudian akan digantikan oleh gigi permanen yang mulai tumbuh pada usia 6 tahun s/d 14 tahun. Gigi permanen ini bila hilang/dicabut, maka tidak aka nada penggantinya lagi. Kondisi rongga mulut yang sehat dan bebas karies pada fase gigi susu, akan membawa pada kondisi gigi permanen/gigi tetap yang sehat pula dan bebas dari karies.Sebaliknya, gigi susu yang banyak mengalami karies, akan membawa pada pertumbuhan gigi permanen yang rapuh dan mudah terjadi karies. Sehingga,kondisi kesehatan rongga mulut saat ini, adalah ceriman dari kondisi rongga mulut di masa lalu.Pencegahan penyakit gigi dan mulut seperti diatas perlu dilakukan sejak dini, dengan memberikan wawasan, pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, serta membentuk perilaku/kebiasaan yang baik dalam pemeliharaan Kesehatan gigi.

Hal ini bertujuan untuk memberikan kesehatan yang optimal pada tubuh secara umum, dan khususnya, bertujuan untuk mempertahankan gigi permanen sebanyak mungkin dan selama mungkin di dalam rahang sampai dengan lanjut usia, yang sesuai dengan standar kesehatan gigi WHO yaitu75%

dari jumlah penduduk usia 65 tahun keatas, memiliki minimum 20 gigiyang berfungsi. Karena itu, pembarian pengetahuan dan pembentukan perilaku yang baik dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, berupa kegiatan Usaha Kesehatan

(3)

Gigi Sekolah, perlu ditanamkan sedini mungkin, terutama pada anak – anak usia Sekolah Dasar, dimana pada usia tersebut anak – anak sudah menyerap materi dengan mudah serta dapat mandiri dan membentuk perilaku yang baik dalam menjaga kesehatan gigi dan mulutnya sebagai investasi bagi kesehatan tubuhnya di masa mendatang.

Penyakit gigi yang banyak diderita oleh masyarakat adalah karies gigi dan penyakit periodontal. Karies maupun Periodontitis adalah penyakit yang terjadi karena adanya interaksi antara beberapa faktor yaitu host (gigi, gusi, ludah), penjamu (bakteri/plak), substrat (makanan kariogenik), dan waktu. Hal ini sebenarnya mudah dicegah apabila kebiasaan/perilaku pemeliharaan kesehatan gigi yang baik telah ditanamkan sejak usia dini.

Manusia mempunyai dua fase pertumbuhan gigi, yaitu fase gigi susu/gigi sulung dan fase pertumbuhan gigi permanen/gigi tetap. Gigi susu adalah gigi pada anak-anak yang tumbuh pada usia sekitar 6 bulan s/d 36 bulan. Gigi ini kemudian akan digantikan oleh gigi permanen yang mulai tumbuh pada usia 6 tahun s/d 14 tahun. Gigi Permanen ini bila hilang/dicabut, maka tidak akan ada gigi penggantinya lagi. Kondisi rongga mulut yang sehat dan bebas karies pada fase gigi susu, akan membawa pada kondisi gigi permanen/gigi tetap yang sehat pula dan bebas dari karies. Sebaliknya, gigi susu yang banyak mengalami karies, akan membawa pada pertumbuhan gigi permanen yang rapuh dan mudah terjadi karies. Sehingga, kondisi kesehatan rongga mulut saat ini, adalah cermin dari kondisi rongga mulut di masa lalu.

Pencegahan penyakit gigi dan mulut seperti diatas perlu dilakukan sejak dini, dengan memberikan wawasan, pengetahuan, ketrampilan, dan pemahaman terhadap pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, serta membentuk perilaku/kebiasaan yang baik dalam pemeliharaan kesehatan gigi. Hal ini bertujuan untuk memberikan kesehatan yang optimal pada tubuh secara umum, dan khususnya, bertujuan untuk mempertahankan gigi permanen

(4)

sebanyak mungkin dan selama mungkin di dalam rahang sampai dengan lanjut usia, yang sesuai dengan standar kesehatan gigi WHO yaitu 75 % dari jumlah penduduk usia 65 tahun keatas, memiliki minimum 20 gigi yang berfungsi.

Karena itu, pemberian pengetahuan dan pembentukan perilaku yangbaik dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, berupa kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah, perlu ditanamkan sedini mungkin, terutama pada anak-anak usia Sekolah Dasar, dimana pada usia tersebut anak-anak sudah dapat menyerap materi dengan mudah serta dapat mandiri dan membentuk perilaku yang baik dalam menjaga kesehatan gigi dan mulutnya sebagai investasi bagi kesehatan tubuhnya di masa mendatang

B. LATAR BELAKANG

a. . Untuk mencegah terjadinya penyakit gigi dan mulut sejak dini, maka pemerintah melalui Departemen Kesehatan telah melakukan berbagai upaya pendekatan pelayanan kesehatan, yaitu promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif secara terpadu dan berkesinambungan (Herijulianti dkk., 2002).

Upaya ini diwujudkan dalam program kegiatan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah .

b. Usaha Kesehatan Gigi masyarakat ditujukan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan gigi dan mulut masyarakat . UKGS menyelenggarakan program promotif berupa penyuluhan kesehatan gigi dan mulut, dan program preventif berupa sikat gigi masal (Herijulianti dkk., 2002), ditunjang dengan upaya kesehatan perorangan, berupa upaya kuratif bagi individu yang memerlukan perawatan Kesehatan gigi dan mulut. Menurut Astoeti dkk. (2006), status kesehatan gigi dan mulut yang optimal juga dapat dicapai dengan meningkatkan upaya promotif dan preventif sedini mungkin.

C. TUJUAN UMUM :

1. Meningkatkan Wawasan, Pengetahuan, Ketrampilan, dan Pemahaman tentang Pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut serta pencegahannya pada Anak Sekolah

2. Membentuk Kader-kader Kesehatan Gigi dan Mulut pada siswa SD ,agar memiliki pengetahuan tentang bagaimana pencegahan penyakit gigi dan mulut.

3. Tercapai dan meningkatnya derajat kesehatan gigi dan mulut di sekolah yang optimal.

(5)

D. TUJUAN KHUSUS :

1. Siswa memahami bagaimana prosedur menggosok gigi yang benar, meliputi waktu, frekuensi, dan cara menggosok gigi secara berkesinambungan

2. Siswa memahami model sikat gigi yang boleh digunakan untuk anak- anak dan jumlah pasta gigi yang digunakan.

3. Siswa memahami macam-macam penyakit gigi dan tindak lanjut apa yang harus dilakukan bila menderita penyakit gigi dan mulut.

4.Siswa memahami kapan harus pergi ke Fasilitas Kesehatan tentang masalah kesehatan gigi dan mulut.

5. Siswa memahami pola makan yang baik untuk kesehatan gigi dan makanan apa saja yang boleh dimakan dan tidak boleh dimakan untuk pencegahan karies gigi.

6. Siswa mempunyai sikap/kebiasaan memelihara diri terhadap kesehatan gigi dan mulut.

E. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

1. Memberikan materi tentang kesehatan gigi dan mulut berupa penyuluhan pada siswa dengan pokok bahasan :

a. Prosedur menggosok gigi yang benar, meliputi waktu, frekuensi, dan cara menggosok gigi.

b. Model sikat gigi untuk anak-anak dan jumlah pasta gigi untuk anak-anak.

c. Macam-macam penyakit gigi dan tindak lanjut yang harus dilakukan bila menderita penyakit gigi.

d. Frekuensi kunjungan ke Fasilitas Kesehatan.

e. Menanamkan pola makan yang benar pada anak-anak meliputi makanan yang bersifat kariogenik dan non kariogenik

f. Menanamkan pada anak -anak pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut dan relevansinya di masa mendatang, serta menanamkan sikap untuk memelihara kesehatan rongga mulut secara berkesinambungan.

g. Demo cara menggosok gigi yang benar dengan menggunakan phantom.

2. Melakukan pemeriksaan pada gigi dan mulut siswa meliputi pemeriksaan jaringan keras dan jaringan lunak dan melakukan pencatatan tentang hasil diagnosanya secara keseluruhan.

3. Melakukan koordinasi dengan Kepala sekolah untuk siswa yang memerlukan perawatan lebih lanjut di Puskesmas, yang merupakan tindak lanjut dari pemeriksaan gigi dan mulut

(6)

4. Melakukan kegiatan sikat gigi masal.

5. Meminta Tanda Tangan Kepala Sekolah pada bukti pendukung kegiatan.

6. Mengisi buku tamu sekolah sebagai bukti pelaksanaan kegiatan

F. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

1. Melakukan Koordinasi dengan Tim Germas

2. Membuat surat pemberitahuan dan jadwal kegiatan sekolah sekolah 3. Mempersiapkan alat dan bahan di Puskesmas

4. Mendatangi lokasi / sekolah bersama Tim dan berkoordinasi dengan kepala sekolah

5. Memberikan materi tentang kesehatan gigi dan mulut : penyuluhan di dalam kelas dengan metode ceramah dan demonstrasi.

6. Pemeriksaan gigi dan mulut Masyarakat : dengan memeriksa kondisi jaringan keras dan jaringan lunak pada Masyarakat dan mencatat jenis diagnosanya secara keseluruhan pada lembar pemeriksaan.

7. Koordinasi dengan kepala Desa untuk masyarakat yang memerlukan perawatan lebih lanjut di Puskesmas : Memberi lembar catatan nama-nama masyarakat yang perlu dirujuk ke Puskesmas dan menjelaskan pentingnya perawatan yang perlu dilakukan pada masyarakat

8. Kegiatan sikat gigi masal :

a. Siswa berbaris di halaman sekolah , diprioritaskan di tempat yang teduh/tidak panas dengan membawa gelas berisi air untuk berkumur dan sikat yang telah diolesi pasta gigi.

b. Petugas memandu masyarakat menggosok gigi dengan mendemonstrasikan cara menggosok gigi dengan phantom yang diikuti oleh seluruh siswa.

c. Setelah selesai, masyarakat mencuci tangan dan kembali ke rumah masing- masing.

d. Melakukan dokumentasi pada saat pelaksanaan sikat gigi masal.

9. Meminta tanda tangan Kepala: Di ruang K.S 10.Mengisi buku tamu sekolah : Di kantor K.S

G. SASARAN

Sasaran UKGS ini adalah :

No Pokok kegiatan Bulan ke

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 1 12

1 Siswa kelas 1-6 SD

V V V V V V V

(7)

H. JADUAL PELAKSANAAN

Pelaksanaan UKGS dilaksanakan mulai pada bulan April 2023 I. Anggaran/Biaya

Kegiatan pelaksanaan UKGS 2023 tidak mendapat pendanaan dari BOK anggaran tahun 2023

J. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan dan Monitoring

Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan dilakukan setiap akhir kegiatan pada saat minilokakarya dan monev koordinator UKM :

1. Dalam pertemuan minilokakarya dipaparkan pencapaian setiap hasil kegiatan yang kemudian dibandingkan dengan target yang harus dicapai, jika pencapaian belum mencapai target yang sudah ditetapkan maka dicari faktor penyebab masalah, Analisis faktor penyebab masalah dan Menentukan cara penyelesaian masalah.

2. Dalam Monev koordinator UKM akan dievaluasi perencanaan kegiatan, SOP, KAK, apakah pelaksanaan kegiatan sesuai prosedur, dan bukti laporan hasil kegiatan

K. Pencatatan Pelaporan dan Evaluasi Kegiatan

a. Pencatatan dan Pelaporan dilakukan petugas pelaksana setiap selesai melaksanakan kegiatan.

b. Evaluasi kegiatan, dilakukan analisis terhadap hasil kegiatan tiap akhir bulan oleh pelaksana kesehatan gigi kepada penanggung jawab UKM dan Kepala Puskesmas.

Mengetahui

Kepala Puskesmas Bringin

dr. Bagus Panuntun Sukma Adi NIP. 19830822 201001 1 021

Penanggung jawab Program

drg Elvia Rachmawati NIP. 19720330 200501 2 002

(8)

CamScanner

Referensi

Dokumen terkait

Pembentukan perilaku seseorang diawali dari individu tahu terlebih dahulu mengenai pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut sehingga menghasilkan pengetahuan baru,

Pelayanan kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah selain dilaksanakan melalui kegiatan pokok kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas juga diselenggarakan secara terpadu dengan

Ditinjau dari hasil kumpulan jurnal diatas peneliti tertarik untuk mereview tingkat pengetahuan menjaga kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah dikarenakan dalam menjaga

Metode Penelitian ini merupakan metode baru dengan menggunakan Ebook Menjaga Kesehatan Gigi berbasis Android dalam upaya meningkatkan derajat kebersihan gigi dan

Pengetahuan tentang menjaga kesehat- an gigi dan mulut yang kurang mengaki- batkan kesulitan dan keterbatasan dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut sehingga akibatnya

Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa pengetahuan siswa tentang cara menjaga kesehatan gigi dan mulut sesudah diberi pendidikan kesehatan gigi dan mulut lebih baik,

197303162005012010 Pengertian Usaha kesehatan Gigi Sekolah UKGS adalah upaya kesehatan masyarakat yang ditujukan untuk memelihara, meningkatkan kesehatan gigi dan mulut serta seluruh

Cuci tangan pakai sabun 5 Murid SD mendapat perawatan kesehatan gigiparipurna Perawatan kesehatan gigi dan mulut anak SD/MI kelas 4,5 anak SD/MI kelas 4,5 1539 murid SD Dokter gigi