• Tidak ada hasil yang ditemukan

KERANGKA ACUAN KERJA SURVEY PHBS RUMAH TANGGA

N/A
N/A
Tutus Shafa

Academic year: 2023

Membagikan "KERANGKA ACUAN KERJA SURVEY PHBS RUMAH TANGGA"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS BENDO

Jl. Soekarno-Hatta N0. 27 Kediri Telp. (0354)393114 kediri

KERANGKA ACUAN KERJA SURVEY PHBS RUMAH

TANGGA

I. PENDAHULUAN

Perilaku hidup bersih sehat adalah semua prilaku kesehatan yang di lakukan atas dasar kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri dalam hal kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan masyarakat.

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat.

Rumah tangga sehat merupakan rumah tangga yang mampu melakukan 10 indikator PHBS.

I.1 LATAR BELAKANG

Berdasarkan survey PHBS rumah tangga tahun 2014 di wilayah kerja puskesmas sempol diketahui bahwa kk yang sehat sebesar 17% dan yang tidak sehat sebesar 83% . Sedangkan hasil survey PHBS pada tahun 2015 didapatkan 28% rumah tangga sehat dan 72% rumah tangga tidak sehat. ehingga perlu dilakukan survey ulang di tahun 2015.

I.2 TUJUAN

I.2.1 Tujuan Umum

Meningkatnya rumah tangga sehat di wilayah kerja puskesmas Bendo I.2.2 Tujuan Khusus

a. Meningkatkan pengetahuan,kemauan dan kemampuan anggota rumah tangga untuk melaksanakan PHBS.

b. Masyarakat mampu mengembangkan upaya kesehatan bersumber masyarakat (UKBM)

II. PELAKSANAAN 2.1 Sasaran

Masyarakat 2.2 Metode

Survey 2.3 Media

Quisioner / Blangko survey PHBS rumah tangga

2.4 Tempat dan Waktu

Semua desa di wilayah kerja UPTD PKM Bendo

(2)

Pelaksana kegiatan : Kader PHBS

2.6 Pembiayaan

BOK Tahun 2015 dengan rincian :

Transport Petugas : 10 kader x 12 x 25.000 = 3.000.000 Penggandaan 1800 x 200 = 360.000

3.360.000

2.7 Evaluasi

Pengisian kuesioner yang sudah dilakukan pada masyarakat direkap oleh petugas promkes

2.8 Pencatatan, pelaporan dan evaluasi kegiatan

Kuesioner dicatat dalam rekapan kuesioner secara manual dan elektronik.

Kepala Puskesmas Bendo Pemegang Program

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

(3)

DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS BENDO

Jl. Soekarno-Hatta N0. 27 Kediri Telp. (0354)393114 kediri

KERANGKA ACUAN KERJA REFRESHING KADER SURVEY PHBS RUMAH TANGGA

I. PENDAHULUAN

Perilaku hidup bersih sehat adalah semua prilaku kesehatan yang di lakukan atas dasar kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri dalam hal kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan masyarakat.

Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar mampu memahami dan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat.

Berdasarkan survey PHBS rumah tangga tahun 2014 di wilayah kerja puskesmas sempol diketahui bahwa kk yang sehat sebesar 12,6% dan yang tidak sehat sebesar 87,4%.

Mengingat masih rendahnya kk yang sehat di wilayah kerja puskesmas sempol sehingga di rasa penting untuk dilakukan rapid survey PHBS rumah tangga. Maka puskesmas sempol akan mengundang petugas dan kader untuk menambah wawasan atau pengetahuan mereka tentang PHBS rumah tangga. Sehingga masyarakat yang berPHBS di lingkungan kerja puskesmas sempol meningkat.

II. TUJUAN a. Tujuan Umum

Meningkatkatnya partisipasi petugas dan kader dalam pelaksanaan survey PHBS rumah tangga

b. Tujuan Khusus

1. Meningkatkan pengetahuan petugas dan kader tentang pentingnya PHBS rumah tangga

2. Meningkatkan kemauan petugas dan kader serta masyarakat untuk berPHBS

III. PESERTA/ SASARAN Petugas dan kader

IV. NARASUMBER PL dan promkes

(4)

Materi tentang Rapid survey PHBS

VII. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN Aula puskesmas

Waktu pelaksanaan bulan juni 2015

VIII. PENYELENGGARA Pemegang program promkes

IX. PEMBIAYAAN

BOK Tahun 2015 dengan rincian :

Transport Petugas : 10 ptg x 35.000 = 350.000 Transport Kader : 3 kader x 6 desa x 25.000 = 450.000

Konsumsi : 30 org x 37.500 = 1.125.000

ATK = 175.000

2.100.000

X. LUARAN

a. Partisipasi petugas dan kader dalam pelaksanaan PHBS rumah tangga meningkat b. Petugas dan kader serta masyarakat mau berPHBS

Kepala Puskesmas Bendo Pemegang Program

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

(5)

DINAS KESEHATAN

PUSKESMAS BENDO

Jl. Soekarno-Hatta N0. 27 Kediri Telp. (0354)393114 kediri

KERANGKA ACUAN KERJA PEMBINAAN DESA SIAGA

AKTIF

I. PENDAHULUAN

Desa siaga adalah desa yang penduduknya memiliki kesiapan sumberdaya dan kemampuan serta kemamuan untuk mencegah dan mengatasi masalah kesehatan, bencana, dan kegawat daruratan kesehatan secara mandiri.

Desa siaga aktif adalah bentuk pengembangan dari desa siaga yang dimulai sejak tahun 2006. desa siaga aktif harus memiliki beberapa komponen yang mendukung, antara lain: (1) pelayanan kesehatan dasar (2) Pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan UKBM dan mendorong upaya survailens berbasis msyarakat, kedaruratan kesehatan, dan penanggulangan bencana serta kesehatan lingkungan (3) Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Konsep desa siaga adalah membangun suatu sistem di suatu desa yang bertanggung jawab memelihara kesehatan masyarakat itu sendiri dibawah bimbingan dan interaksi dengan seorang bidan dan kader desa. Disamping itu juga melibatkan berbagai pengurus desa dan tokoh masyarakat untuk mendorong peran serta masyarakat dalam berbagai program kesehatan.

II. TUJUAN 1. Tujuan Umum

Percepatan terwujudnya masyarakat desa yang peduli, tanggap dan mampu mencegah dan mengatasi permasalahan kesehatan yang dihadapi secara mandiri, sehinga derajat kesehatannya meningkat.

2. Tujuan Khusus

a. Mengembangkan kebijakan pengembangan desa siaga aktif

b. Mengembangkan UKBM yang dapat melaksanakan survailens berbasis masyarakat (meliputi pemantauan penyakit, kesehatan ibu, pertumbuhan anak, lingkungan dan perilaku), penanggulangan bencana dan kedaruratan kesehatan serta kesehatan lingkungan

c. Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah tangga di desa.

III. PESERTA / SASARAN - Perangkat desa

- Tokoh masyarakat

(6)

V. METODE - SMD oleh kader

- MMD

VI. MEDIA

Blangko survey PHBS rumah tangga atau survey yang di tentukan sesuai dengan permasalahannya

VII. TEMPAT DAN WAKTU PELAKSANAAN

- Desa Sumber Bendo, Kantor Desa Bendo, Desa Sambirejo, Desa Darungan, Desa Pelem

VIII. PENYELENGGARA Pemegang program

IX. PEMBIAYAAN ADD

Kepala Puskesmas Bendo Pemegang Program

Referensi

Dokumen terkait

Perilaku hidup bersih dan sehat adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku tersebut serta berperan aktif dalam,

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tentang hubungan Pengetahuan ibu rumah tangga dan Peran Kader dengan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) dalam Rumah Tangga di

PHBS di rumah tangga adalah upaya untuk memperdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif

Sedangkan berdasarkan indikator perhatian, responden juga mempunyai perhatian dalam kategori tinggi untuk melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) rumah

Kesimpulan: Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara indikator Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga

Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga adalah upaya untuk memperdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktekkan perilaku

Hasil penelitian mengenai hubungan antara Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tatanan Rumah Tangga dengan Kejadian diare pada balita di Kelurahan Rejosari

332 Hubungan Pengetahuan dan Sikap Keluarga tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat PHBS dengan Penerapan PHBS pada Tatanan Rumah Tangga di Wilayah Kerja Puskesmas Simeulue Timur