6
LANDASAN TEORI
1.3 Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat 1. Definisi
Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat adalah semua perilaku yang dilakukan atas keasadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri dibidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan dimasyarakat (Kemenkes, 2018).
PHBS merupakan kependekan dari Pola Hidup Bersih dan Sehat. Sedangkan pengertian PHBS adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam aktivitas masyarakat.
Perilaku hidup bersih sehat pada dasarnya merupakan sebuah upaya untuk menularkan pengalaman mengenai pola hidup sehat melalui individu, kelompok ataupun masyarakat luas dengan jalur – jalur komunikasi sebagai media berbagi informasi. Ada berbagai informasi yang dapat
dibagikan seperti materi edukasi guna menambah pengetahuan serta meningkatkan sikap dan perilaku terkait cara hidup yang bersih dan sehat.
Terdapat langkah – langkah berupa edukasi melalui pendekatan pemuka atau pimpinan masyarakat, pembinaan suasana dan juga pemberdayaan masyarakat dengan tujuan kemampuan mengenal dan tahu masalah kesehatan yang ada di sekitar; terutama pada tingkatan rumah tangga sebagai awal untuk memperbaiki pola dan gaya hidup agar lebih sehat
2. Tujuan PHBS
PHBS adalah sebuah rekayasa sosial yang bertujuan menjadikan sebanyak mungkin anggota masyarakat sebagai agen perubahan agar mampu meningkatkan kualitas perilaku sehari – hari dengan tujuan hidup bersih dan sehat.
3. Manfaat PHBS
Manfaat PHBS secara umum adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mau menjalankan hidup bersih dan sehat. Hal tersebut agar masyarakat bisa mencegah dan menanggulangi masalah kesehatan. Selain itu, dengan menerapkan PHBS masyarakat mampu menciptakan lingkungan yang sehat dan meningkatkan kualitas hidup (Kemenkes, 2016)
4. Tatanan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat
Tatanan perilaku hidup bersih dan sehat melibatkan beberapa elemen yang merupakan bagian dari tempat beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini 5 tatanan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat yang dapay menjadi simpul-simpul untuk memulai proses penyadartahuan tentang perilaku hidup bersih dan sehat.
A. PHBS di Rumah Tangga
PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga Sehat
Rumah Tangga Sehat adalah rumah tangga yang melakukan 10 PHBS di Rumah Tangga yaitu :
a. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan (bidan, dokter, dan tenaga para medis lainnya)
b. Memberi bayi ASI eksklusif
Bayi usia 0-6 bulan hanya diberi ASI saja tanpa memberikan tambahan makanan atau minuman lain.
Penimbangan bayi dan balita dimaksudkan untuk memantau pertumbuhannya setiap bulan. Penimbangan bayi dan balita dilakukan setiap bulan mulai umur 1 bulan sampai 5 tahun di Posyandu.
d. Menggunakan air bersih
Air adalah kebutuhan dasar yang dipergunakan sehari-hari untuk minum, memasak, mandi, berkumur, membersihkan lantai, mencuci alat-alat dapur, mencuci pakaian, dan sebagainya, agar kita tidak terkena penyakit atau terhindar dari sakit.
e. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit. Bila digunakan, kuman berpindah ke tangan. Pada saat makan, kuman dengan cepat masuk ke dalam tubuh, yang bisa menimbulkan penyakit. Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa sabun kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan.
f. Menggunakan jamban sehat
Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher angsa (cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk membersihkannya.
g. Memberantas jentik di rumah h. Makan buah dan sayur setiap hari
Setiap anggota rumah tangga mengkonsumsi minimal 3 porsi buah dan 2 porsi sayuran atau sebaliknya setiap hari.
i. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
Aktivitas fisik adalah melakukan pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik, mental, dan mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari.
j. Tidak merokok di dalam rumah
B. PHBS di Sekolah
1. Mencuci tangan dengan air bersih mengalir dan sabun. 2. Mengkonsumsi jajanan di warung /kantin sekolah. 3. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat. 4. Olahraga yang teratur dan terukur.
5. Memberantas jentik nyamuk.
6. Tidak merokok.
7. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap bulan
8. Membuang sampah pada tempatnya.
C. PHBS di Tempat Kerja 1. Kawasan tanpa asap rokok. 2. Bebas jentik nyamuk.
3. Jamban sehat.
4. Kesehatan dan keselamatan kerja. 5. Olahraga teratur.
D. PHBS di Sarana Kesehatan 1. Menggunakan jamban sehat. 2. Memberantas jentik nyamuk. 3. Menggunakan air bersih.
E. PHBS di Tempat Umum 1. Menggunakan air bersih.
2. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat.
3. Membuang sampah pada tempatnya.
4. Tidak merokok.
5. Tidak meludah sembarangan. 6. Memberantas jentik nyamuk. 1.1 Konsep Pengetahuan
1. Definisi Pengetahuan
Pengetahuan adalah hasil pengindaraan manusia, atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata,hidung, telinga dan sebagainya). Dengan sendirinya pada waktu pengindraan sehingga menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap objek (Notoatmodjo, 2014).
Notoatmodjo (2014), mengemukakan terdapat 6 tingkat pengetahuan, diantaranya: 1. Tahu (know)
Hanya sebagai recall (memanggil) memori yang telaha ada sebelumnya setelah mengamati sesuatu.
2. Memahami (comprehension)
Memahami suatu objek bukan sekedar tahu terhadap objek tersebut, tidak sekedar dapat menyebutkan, tetapi orang tersebut harus dapat mengintreprestasikan secara benat tentang objek yang diketahui tersebut
3. Aplikasi (application)
Aplikasi diartikan apabila orang yang telah memahami objek yang dimaksud dapat menggunakan atau mangaplikasikan prinsip yang diketahui tersebut pada situasi yang lain
4. Analisis (analysis)
Analisis adalah kemampuan sesorang untuk menjabarkan dan atau memisahkan, kemudian mecari hubungan antara komponen-komponen yang terdapat dalam suatu masalah atau objek yang diketahui
5. Sintesis (synthesis)
Sintesis menunjukkan suatu kemampuan seseorang untuk merangkum atu meletakkan dalam suatu hubungan yang logis dari komponen-komponen pengetahuan yang dimiliki
6. Evaluasi (evaluation)
Evaluasi berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk melakukan justifikasi atau penilian terhadap suatu objek tertentu. Penilaia ini dengan sendirinya didasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau norma-norma yang berlaku dimasyarakat.
2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan
Menurut Wawan & Dewi (2010) ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan dalam diri seseorang antara lain.
1. Faktor Internal a. Pendidikan
Pendidikan berarti bimbingan yang diberikan seseorang terhadap perkembangan orang lain menuju kearah cita-cita tertentu yang menentukan manusia untuuk berbuat dan mengisi kehidupan untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan.
b. Pekerjaan
Pekerjaan adalah kebutuhan yang harus dilakukan terutama untuk menunjang kehidupannya dan kehidupan keluarga.
c. Umur
Usia adalah umur individu yang terhitung mulai saat dilahirkan sampai berulangtahun. Usia mempengaruhi terhadap daya tangkap dan pola pikir seseorang
2. Faktor Eksternal a. Faktor Lingkungan
Lingkuna merupaka seluruh kondisi yang ada disekitar manusia dan pengaruhnya yang dapat mempengaruhi perkembangan dan perilaku orang atau kelompok
b. Sosial Budaya
Sistem sosial budaya yang ada pada masyarakat dapat mempengaruhi dari sikap dalam menerima informasi
7. Pengetahuan lansia tentang kesehatan
Pengetahuan kesehatan mencakup apa yang diketahui oleh seseorang lansia terhadap cara-cara memelihara kesehatan, pada dasarnya pengetahuan lansia adalah hal apa yang diketahui lansia atau responden terkait dengan sehat dan sakit atau kesehatan. misalnya latihan/olahraga, diet, perilaku beresiko tinggi, spiritual dan psikososial.
2.3 Teori Motivasi
A. Definisi Motivasi
Motivasi adalah deskripsi seseorang tentang motif seseorang untuk bertindak (McClelland, 2010). Menurut hasibuan (2014) motivasi merupakan suatu perangsang keinginan (want) dan daya penggerak kemauan bekerja sesorang, setiap motif mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai.
Siagian (2012) secara luas mendefinisikan motivasi sebagai daya pendorong yang mengakibatkan seseorang anggota organisasi mau dan rela untuk mengerahkan
kemampuan dalam bentuk keahlian atau keterampilan, tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya dan menunaika kewajibannya, dalam rangka mencapai tujuan dan berbagai sasaran organisasi yang telah ditentukan sebelumnya. Motivasi mengdung tiga hal penting, yaitu :
a. Pemberian motivasi berkaitan langsung dengan usaha pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasional.
b. Motivasi merupakan proses keterkaitan antara usaha dan pemuasan kebutuhan tertentu.
c. Motivasi adalh kebutuhan. Yang dimaksud kebutuhan dimana keadaan internal seseorang yang menyebabkan hasil usaha tertentu menjadi menarik.
B. Teori-teori Motivasi
Gibson (dalam Suarli et.al., 2012) mengelompokkan teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli tersebut ke dalam dua kleompok besar, yaitu teori kepuasan dan teori proses.
1. Teori Kepuasan dalam Motivasi
Teori kepuasan memusatkan perhatian pada faktor-faktor internal didalam diri seseorang, yang menggerakkan, mengarahkan, mendukung, dan menghentikan perilaku
1. Hierarki Kebutuhan
Hierarki kebutuhan (need hierarchy) dikembangkan oleh Abraham Maslow. a. Fisiologis
Kebutuhan yang berkaitan langsung dengan fisik manusia, seperti makan, minum, tempat tinggal, kesehatan badan.
b. Keamanan dan Keselamatan (safety &security)
Kebutuhan akan kebebasan dari ancaman, baik berupa ancaman kejadian atau ancaman dari lingkungan.
c. Rasa Memiliki (belongingness), sosial dan cinta
Kebutuhan untuk berinteraksi dengan orang lain seperti pernikahan, afilasi, interaksi, pertemanan, kerjasama dalam tim.
d. Harga diri (esteem)
Kebutuhan untuk menghargai diri sendiri maupun mendapat penghargaan darinorang lain.
e. Aktualisasi diri (self actualization)
Kebutuhan untuk bisa memaksimumkan kemampuan keahlian, dan potensi diri.
2. Teori Dua Faktor
Hezberg (dalam Hasibuan 2014) menyatakan bahwa orang dalam melaksanakan pekerjaannya dipengaruhi oleh dua faktor yang merupakan kebutuhan yaitu :
a. Maintenance Factors
Adalah faktor-faktor pemeliharaan yang berhubungan dangan hakikat manusia yang ingin memperoleh ketentraman badaniah. Yang termasuk
faktor pemelihara yaitu gaji, kondisi kerja yang positif, pengasawasan keamanan kerja.
b. Motivation Factor
Faktor ini merupakan faktor yang menyangkut kebutuhan psikologis seseorang yaitu perasaan sempurna dalam melakukan pekerjaan. Yang termasuk faktor motivasi yaitu prestasi, pengakuan, tanggung jawab dan kemajuan.
3. Teori Kebutuhan yang dipelajari (Learned needs theory)
McClelland (2010) mengemukakan teori motivasi yang berkaitan erat dengan konsep belajar. Teori ini mengatakan bahwa melalui kehidupan dalam suatu budaya, seseorang belajar tentang kebutuhannya. Tiga dari kebutuhan yang dipelajari adalah :
a. Kebutuhan berprestasi
b. Kebutuhan menjalin hubungan atau berfiliasi c. Kebutuhan berkuasa
McClelland mengatakan bahwa jika kebutuhan seseorang sangat kuat, maka hal itu akan memotivasinya untuk menggunakan prilaku yang mengarah pada pemuasan kebutuhan tersebut.
2. Teori Proses Motivasi
a. Teori Penguatan (reinfircment theory)
Tokoh B.F Skinner mengungkap perilaku dimasa lampau mempengaruhi tindakan di masa depan dalam suatu proses belajar.
Penguatan adalah sesuatu yang meningkatkan kekuatan respon dan cenderung menyebabkan pengulangan perilaku yang didahului oleh penguatan. Tanpa penguatan tidak ada modifikasi perilaku yang bisa diukur.
b. Teori Harapan (expectancy theory)
Victor Vroom menyatakan cara memilih dan bertindak dari beberapa alternatif perilaku berdasarkan harapannya, apakah ada keuntungan yang didapat dari masing-masing perilaku tersebut.
c. Teori Keadilan (equity theory)
Teori motivasi ini didasarkan pada asumsi bahawa orang dimotivasi oleh keinginan untuk diperlakuka secara adil dalam pekerjaan.
C. Orientasi Motivasi dan Faktor yang Mempengaruhi
Orintasi motivasi tebagi menjadi motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi merupakan proses psikologi dalam diri seseorang dan sangat dipengaruhi berbagai faktor. Secara umum, faktor ini dapat muncul dari dalam diri (intrinsik) dan dari luar (ekstrinsik).
1. Motivasi Intrinsik
Motivasi instrinsik adalah keterlibatan dalam aktivitas karena kesenangan dan kepuasan dalam melakukannya. Individu yang termotivasi secara intrinsik secara sukarela berpartisipasi dalam aktivitas tanpa tekana eksternal atau
internal untuk melakukannya dan tanpa mengharapkan imbalan (Barkoukis Tsobatzoudis, Grouios & Sideridis, 2008).
Sumber motivasi menurut Siagian (2014) yang bersumber dari dalam diri seseorang (motivasi intrinsik) antara lain:
1. Persepsi seseorang mengenai diri sendiri 2. Harga diri
3. Kepuasa kerja
2. Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik adalah melakukan aktivitas karena tekanan eksternal. Perilaku bertindak sebagai alat ukur untuk menyeselaikannya bukan karena kepentingan sendiri (Deci and Ryan 2000). Menurut Siagian (2014), motivasi bersumber dari luar diri seseorang (motivasi ekstrinsik) diantaranya:
1. Organisasi tempat kerja
2. Situasi lingkungan pada umumnya
2.4 Kerangka Teori
Bagan 2.1 Kerangka Teori Konsep Penethauan 1 Internal 2 Eksternal Konsep Motivasi 3 Kepuasan dalam motivasi 4 Proses motivasi Perilaku hidup bersih dan sehat