PENDAHULUAN
Latar Belakang
Masyarakat nelayan merupakan bagian dari masyarakat Indonesia yang hidup dari pengelolaan potensi stok ikan. Sebagai masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, masyarakat nelayan mempunyai ciri-ciri sosial tersendiri yang berbeda dengan masyarakat yang tinggal di wilayah daratan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat nelayan merupakan salah satu kelompok sosial dalam masyarakat yang sangat intensif terkena dampak kemiskinan.
Dari berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat nelayan, menurut Kusnadi (2008), terdapat lima permasalahan pokok, antara lain: Permasalahan kompleks pada masyarakat nelayan terjadi karena masyarakat nelayan hidup dalam suasana alam yang keras yang selalu dipenuhi ketidakpastian arah tujuan hidupnya. bisnis. Berangkat dari permasalahan kesenjangan sosial yang terjadi pada masyarakat nelayan Lamahala Jaya dalam lingkup yang lebih sempit yaitu para nelayan Lamahala Jaya, maka permasalahan kesenjangan sosial antara lain: nelayan besar dan nelayan kecil merupakan salah satu contoh kecil dari adanya permasalahan tersebut. dari masyarakat sosial. kesenjangan dalam komunitas nelayan Lamahala Jaya.
Perbedaan nelayan besar dan nelayan kecil dalam kehidupan masyarakat nelayan Lamahala Jaya membawa konsekuensi pada keterampilan dan modal yang harus dimiliki, serta sarana dan prasarana yang dimiliki oleh nelayan besar dan nelayan kecil. Hal inilah yang menjadi penyebab terjadinya kesenjangan sosial pada masyarakat nelayan sehingga menjadikan masyarakat nelayan menjadi berkelas, khususnya pada masyarakat nelayan pedalaman.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang permasalahan di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan kajian mendalam mengenai nelayan skala besar dan nelayan skala kecil yang disajikan dalam bentuk tesis “Kesenjangan sosial antar nelayan (studi tentang nelayan skala besar). nelayan kecil dan nelayan kecil di Desa Lamahala Jaya), Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur".
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
KAJIAN PUSTAKA
Penelitian Relevan
Konsep Kesenjangan Sosial
- Pengertian Kesenjangan Sosial
- Nelayan Besar
- Nelayan Kecil
Masyarakat nelayan adalah sekelompok masyarakat yang mata pencahariannya bergantung langsung pada hasil laut, baik dengan menangkap maupun membudidayakannya. Secara geografis, masyarakat nelayan merupakan masyarakat yang hidup, tumbuh dan berkembang di wilayah pesisir, yaitu pada zona peralihan antara daratan dan lautan. Namun kendala struktural dalam kegiatan perdagangan bukan satu-satunya faktor penyebab permasalahan sosial di kalangan nelayan, ada pula faktor lain yang bersifat sinergis, seperti semakin langkanya sumber daya perikanan, rusaknya ekosistem pesisir dan laut, serta terbatasnya kualitas dan kapasitas perikanan. teknologi penangkapan ikan, rendahnya kualitas sumber daya manusia, kesenjangan akses terhadap sumber daya perikanan, serta lemahnya perlindungan politik dan dukungan kapasitas pembangunan terhadap masyarakat nelayan masih menjadi faktor penyebab permasalahan.
Ketiadaan atau rendahnya kapasitas kreatif masyarakat nelayan dalam mengatasi kondisi sosial ekonomi di wilayahnya akan mendorong mereka ke dalam keterbelakangan yang berkepanjangan sehingga dapat mengganggu pencapaian tujuan kebijakan pembangunan di bidang kelautan dan perikanan. Untuk itu perlu dipikirkan alternatif solusi strategis untuk mengatasi permasalahan sosial ekonomi yang dihadapi masyarakat nelayan. Kebijakan tersebut tidak dibarengi atau dibarengi dengan kebijakan sejenis mengenai bagaimana seharusnya masyarakat nelayan menjaga kelestarian sumber daya laut.
Hal ini terlihat dari lemahnya dukungan kebijakan lembaga perbankan resmi terhadap penyaluran kredit berbunga rendah kepada masyarakat nelayan secara terus menerus dan konsisten. Wujud dari sikap otonom nelayan tercermin dalam terbangunnya lembaga-lembaga sosial, seperti perkumpulan simpan pinjam, arisan, dan jejaring sosial yang berfungsi menggerakkan sumber daya ekonomi kolektif dalam hubungan timbal balik, menjamin eksistensi masyarakat nelayan.
Teori Solidaritas
Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa solidaritas sosial adalah perasaan saling percaya, cita-cita bersama, solidaritas dan rasa tanggung jawab antar individu sebagai anggota suatu kelompok, karena adanya perasaan emosional dan moral yang dimiliki bersama satu sama lain, yang membuat individu merasa nyaman dengan kelompok atau komunitas yang ada di masyarakat, seperti waria di kecamatan Penjaringansari, kecamatan Rungkut dan kota Surabaya. Dari sudut pandang sosiologi, kedekatan hubungan antar kelompok masyarakat tidak hanya sekedar alat untuk mencapai atau mewujudkan cita-citanya, namun hubungan sosial yang erat juga merupakan salah satu tujuan hidup terpenting dari kelompok masyarakat yang ada. Kondisi kelompok yang semakin kuat kemudian akan menimbulkan rasa keterhubungan dan emosionalitas yang kuat di antara para anggotanya.Solidaritas juga merupakan solidaritas antar anggota suatu kelompok, seperti komunitas nelayan di desa Lamahala Jaya.
Teori Sistim Sosial
Ketimpangan sosial dalam pengertian teori sistem sosial Telecott Parsons adalah ketidaksesuaian antara realitas sosial di masyarakat dengan berfungsinya sistem sosial, yang dianggap sebagai sistem sosial yang baik menurut Telecott Parsons. Ketimpangan sosial dalam suatu sistem sosial dalam suatu masyarakat merupakan suatu keadaan yang bertentangan dengan gambaran Parsons tentang sistem sosial, suatu sistem sosial yang bercirikan konsep fungsi dan konsep menjaga keseimbangan. Ketimpangan sosial bukan muncul tanpa alasan konseptual, melainkan ada sesuatu yang salah dalam sistem sosial, sehingga fungsi dan keseimbangan sistem tersebut terganggu.
Hal inilah yang mendasari lahirnya kesenjangan sosial dilihat dari teori sistem sosial ideal menurut Parsons. Ketimpangan sosial dalam masyarakat mempunyai akibat yang kompleks, karena aspek-aspek kesenjangan sosial selalu berkaitan dan saling mempengaruhi. Adaptasi sebagai syarat fungsional suatu sistem sosial dengan subsistem ekonominya menjadi penting dalam peranan stabilitas sosial, karena diawali dari kemampuan negara dalam meningkatkan kesejahteraan rakyatnya melalui stabilitas.
Pengaruh positifnya adalah perkembangan makroekonomi yang relatif cepat, seiring dengan upaya negara untuk meningkatkan perekonomian, termasuk dengan menarik investor dalam dan luar negeri.
Teori Konflik
Adanya pengaruh antara nelayan besar dan nelayan kecil di Desa Lamahala Jaya menimbulkan perbedaan yang signifikan antar masyarakat nelayan. Khususnya wilayah pesisir Desa Lamahala Jaya, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur yang menjadi lokasi penelitian. Hubungan Sosial Nelayan Besar dan Nelayan Kecil di Desa Lamahala Jaya Setiap komunitas nelayan tidak bisa lepas dari hubungan antar manusia karena masyarakat saling bergantung satu sama lain.
Pada awalnya masyarakat nelayan di Desa Lamahala Jaya melakukan penangkapan ikan hanya dengan perahu kecil (sampan). Hal ini mengakibatkan adanya pengelompokan nelayan pada komunitas nelayan desa Lamahala Jaya menjadi komunitas nelayan besar dan komunitas nelayan kecil. Hubungan antara nelayan besar dan kecil di Desa Lamahala Jaya saat ini banyak permasalahannya.
Kesenjangan seperti ini terjadi pada masyarakat nelayan di Desa Lamahala Jaya yang melibatkan nelayan besar dan nelayan kecil di Desa Lamahala Jaya. Permasalahan dominasi daerah penangkapan ikan oleh nelayan besar ini sering terjadi seperti yang diungkapkan oleh para nelayan di Desa Lamahala Jaya. Masyarakat nelayan di Desa Lamahala Jaya secara sosiologis adalah nelayan yang memiliki ciri hidup yang mengedepankan solidaritas.
Hal ini terlihat dari nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat nelayan Desa Lamahala Jaya. Gaya hidup inilah yang membuat masyarakat nelayan Desa Lamahala Jaya mampu menyelesaikan permasalahannya selama ini. Konflik antar kelas yang terjadi pada kalangan nelayan desa Lamahala Jaya merupakan konflik yang timbul akibat perebutan wilayah penangkapan ikan antar kelas sosial masyarakat yang melibatkan masyarakat nelayan besar dan nelayan kecil.
Dalam kaitannya dengan masyarakat nelayan di Desa Lamahala Jaya, dampak ekonominya merupakan dampak terkait. Berdasarkan observasi penelitian, interaksi sosial yang terjadi pada masyarakat Desa Lamahala Jaya menunjukkan adanya disharmoni antara nelayan besar dan nelayan kecil. Solusi untuk mengatasi kesenjangan sosial terjadi antara nelayan besar dan nelayan kecil di Desa Lamahala Jaya. Nelayan kecil di Desa Lamahala Jaya.
Karangka Pikir
METODE PENELITIAN
- Jenis Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Informa Penelitian
- Fokus Penelitian
- Instrumen Penelitian
- Jenis dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Teknik Keabsahan Data
Secara khusus lokasi penelitian disini adalah Desa Lamahala Jaya yang terletak di pesisir Pulau Adonara. Desa Lamahala Jaya sendiri memiliki 6 dusun dan penduduknya meliputi tempat-tempat yang digunakan untuk penelitian antara lain. Desa Lamahala Jaya merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Adonara Timur.
Dengan masih dipertahankannya sistem nilai berdasarkan adat istiadat, masyarakat nelayan di Desa Lamahala Jaya cenderung berinteraksi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut. Masyarakat nelayan di Desa Lamahala Jaya merupakan masyarakat nelayan yang kegiatan penangkapan ikannya membentuk kelompok sehingga kegiatan penangkapan ikannya dilakukan secara bersama-sama. Seiring berjalannya waktu, didukung dengan semakin kompleksnya kebutuhan hidup, hal tersebut sering muncul pada masyarakat desa Lamahala Jaya.
Dengan tetap menjaga kondisi konflik antar kelas, konflik tersebut berdampak mempengaruhi tatanan interaksi pada komunitas nelayan desa Lamahala Jaya. Diharapkan dengan kegiatan pemberdayaan yang dilakukan secara intensif dan terus menerus, konflik antar nelayan di Desa Lamahala Jaya dapat dihindari. Kegiatan berdasarkan temuan penelitian yang diperoleh pada komunitas nelayan di desa Lamahala Jaya yaitu sering terjadi kesenjangan sosial antar nelayan.
Masih dalam kondisi konflik kelas, konflik ini membawa dampak mempengaruhi tatanan interaksi dalam komunitas nelayan desa Lamahala Jaya. Interaksi sosial yang terjadi pada masyarakat Desa Lamahala Jaya berdasarkan observasi dalam penelitian menunjukkan adanya disharmoni antara nelayan besar dan nelayan kecil yang dapat mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat Desa Lamahala Jaya.
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
Hasil Penelitian
- Gambaran Umum Lokasi Penelitian Dan Kependudukan
- Kondisi Demografi
- Pendidikan dan Keterampilan
- Tipe Keluarga dan Peran Wanita
- Mata Pencaharian
Ketimpangan sosial merupakan suatu titik ketimpangan atau kesenjangan sosial yang terjadi pada masyarakat, dimana kondisi ini akan menimbulkan perbedaan yang signifikan antar masyarakat, misalnya saja nelayan besar dan nelayan kecil di desa Lamahala Jaya. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan cara mendeskripsikan secara jelas dan mendalam hubungan sosial ekonomi masyarakat nelayan di Desa Lamahala Jaya.
HASIL PENELITIAN
Dampak Kesenjanagn Sosial Antar Nelayan Terhadap Kehidupan
- Dampak Terhadap Masyarakat Lamahala Jaya
- Solusi mengatasi kesenjangan sosial terjadi antar nelayan besar dan
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Dampak ekonomi yang dapat ditimbulkan dari konflik antar kelas yang terjadi pada masyarakat desa Lamahala Jaya adalah terhambatnya sebagian nelayan dalam memenuhi kebutuhan penghidupannya, karena nelayan skala kecil mengalami penurunan hasil tangkapan ikan seiring dengan berkurangnya hasil tangkapan ikan. daerah-daerah yang bisa dijangkau jika memungkinkan, walaupun tentunya respon mereka tidak sehebat sebelumnya, karena di hadapan mereka sudah ada nelayan-nelayan besar yang peralatannya lebih cocok. Pengaruh sosial merupakan hasil interaksi sosial antara individu/kelompok yang satu dengan individu/kelompok lain dalam masyarakat.
Saran