• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kesmas S1 OBAT BEBAS

N/A
N/A
Akbar Harahap

Academic year: 2023

Membagikan "Kesmas S1 OBAT BEBAS"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Nama: Raja Akbar NIM: 22030046 Kesmas S1

OBAT BEBAS

1. Nama obat: Folic Acid

Komposisi: Folic Acid (asam folat) merupakan nama umum untuk senyawa asam pteroil-L-glutamat. Setiap tablet folic acid

umumnya mengandung 400 mikrogram (mcg) asam folat.

Farmakologi: Folic Acid adalah vitamin B kompleks yang berperan penting dalam sintesis DNA dan RNA. Folic Acid diperlukan untuk produksi sel darah merah, pertumbuhan jaringan, dan

perkembangan normal janin selama kehamilan.

Indikasi:

Pencegahan dan pengobatan defisiensi asam folat

Suplemen asam folat selama kehamilan untuk mencegah cacat tabung saraf pada janin (spina bifida dan anensefali)

Pengobatan anemia megaloblastik yang disebabkan oleh defisiensi asam folat

Pemulihan pasca operasi

Kontraindikasi: Folic Acid kontraindikasi pada pasien dengan riwayat alergi terhadap asam folat atau komponen lain dalam formulasi obat ini.

Peringatan dan Perhatian:

Folic Acid harus digunakan dengan hati-hati pada pasien dengan riwayat gangguan penyerapan atau metabolisme asam folat.

Pasien dengan riwayat epilepsi atau gangguan kejang harus

memperhatikan penggunaan Folic Acid dalam dosis tinggi, karena dapat meningkatkan risiko kejang.

(2)

Efek Samping: Efek samping yang umum terkait dengan penggunaan Folic Acid adalah mual, muntah, gangguan

pencernaan, dan ruam kulit. Jarang terjadi efek samping lainnya seperti reaksi alergi serius.

Dosis: folic acid dapat bervariasi tergantung pada indikasi

penggunaan. Dosis umum untuk pencegahan cacat tabung saraf pada kehamilan adalah 400-800 mcg per hari. Dosis untuk

pengobatan defisiensi asam folat dan anemia megaloblastik biasanya berkisar antara 1-5 mg per hari.

Kemasan: Folic Acid tersedia dalam bentuk tablet dengan

kemasan botol plastik atau blister strip yang berisi 30 tablet atau lebih.

2. Nama obat: Neogobion

Komposisi: Neogobion adalah kombinasi dari beberapa zat aktif berikut:

Vitamin B1 (thiamine) - 10 mg Vitamin B6 (pyridoxine) - 5 mg

Vitamin B12 (cyanocobalamin) - 2.5 mcg

Farmakologi: Neogobion adalah suplemen multivitamin yang mengandung vitamin B kompleks. Masing-masing vitamin B memiliki peran penting dalam metabolisme energi dan berbagai fungsi fisiologis di dalam tubuh. Vitamin B1, B6, dan B12 bekerja sinergis untuk menjaga kesehatan saraf, sistem kekebalan tubuh, dan pembentukan sel darah merah.

Indikasi: Neogobion digunakan untuk kondisi berikut:

Pencegahan dan pengobatan defisiensi vitamin B1, B6, dan B12 Suplemen vitamin B kompleks pada keadaan yang membutuhkan asupan tambahan, seperti selama masa pemulihan pasca operasi, pada pasien dengan kebutuhan nutrisi meningkat, atau pada kondisi yang dapat menguras energi tubuh.

(3)

Kontraindikasi: Neogobion kontraindikasi pada pasien dengan riwayat alergi terhadap salah satu komponen yang terdapat dalam produk ini.

Peringatan dan Perhatian:

Harap perhatikan dosis yang direkomendasikan dan jangan melebihi dosis yang dianjurkan oleh dokter atau petunjuk penggunaan.

Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan Neogobion jika Anda memiliki kondisi kesehatan yang spesifik atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain.

Efek Samping: Efek samping yang umum terkait dengan

penggunaan Neogobion termasuk reaksi alergi ringan seperti ruam kulit atau gatal-gatal. Namun, efek samping ini jarang terjadi.

Dosis: Dosis Neogobion dapat bervariasi tergantung pada kondisi medis individu. Sebaiknya ikuti anjuran dokter atau petunjuk

dosis yang tertera pada kemasan obat. Biasanya, dosis Neogobion untuk orang dewasa adalah 1 tablet per hari, diminum dengan air setelah makan.

Kemasan: Neogobion tersedia dalam bentuk tablet dan umumnya dikemas dalam botol plastik atau blister strip. Kemasan dapat berisi 30 tablet atau lebih.

3. Nama obat: pyrexin

Komposisi: Paracetamol 500 mg

Farmakologi: Digunakan untuk mengatsi demam dan sebagai pereda nyeri seperti sakit kepala,sakit gigi, dan nyeri ringan lainnya

Indikasi: nyeri dan demam,sakit kepala,sakit gigi,reumatik,dismenore,atralgia

Kontraindikasi: hipersensitif

(4)

Peringatan dan perhatian: bila rasa sakit tidak reda lebih dari 3 hari dan demam tidak turun selama 2 hari atau ada kemerahan dikulit segera hubungi dokter.Hati hati pada penderita penyakit ginjal

Efek sampaing: dapat menyebabakan kerusakan hati dan hipersensitivitas

Dosis: 1-2 kaplet,3-4x per hari pada dewasa.0,5-1 kaplet,3-4x per hari pada anak 7-12 tahun

Kemasan : 1 dos isi 20 strip x 10 tablet

OBAT KERAS

1. Nama obat : Dextaf

Komposisi: Dexamethasone 0.5 mg dan dexchlorpheniramine maleate 2 mg

Farmakologi: Dextaf adalah obat antitusif yang bekerja dengan menghambat refleks batuk di otak. Dextromethorphan

mengurangi kepekaan pusat batuk di otak, sehingga mengurangi frekuensi dan intensitas batuk yang tidak produktif

Indikasi: Mengatasi reaksi alergi yang memberi respons terhadap kortikosteroid, seperti urtikaria, rinitis alergi, dermatitis akut atau kronik, hay fever, konjungtivitis alergi

Kontraindikasi : Herpes simplex mata, wanita hamil, hipertensi, diabetes mellitus, tuberkolosis, peptic ulcer, psikosis, hipersensitif.

Peringatan dan perhatian: Simpan di tempat sejuk dan kering, serta terhindar dari sinar matahari langsung. Hati-hati bila digunakan pada penderita penyakit jantung, diabetes melitus, tukak lambung, hipertensi, glaukoma, osteoporosis, kelainan mental dan insufisiensi ginjal. Penggunaan terus menerus/jangka panjang pada anak-anak dapat mempengaruhi pertumbuhan.

Hati-hati bila diberikan pada tuberkulosis (tes kulit positif). Pada

(5)

penggunaan jangka panjang, hindari penghentian pemberian secara tiba-tiba

Efek samping: Meningkatkan nafsu makan, pertumbuhan terhambat, osteoporosis

Dosis Dewasa : 1-2 tablet, 4 kali sehari. Anak 6-12 tahun : 1/2 tab, 3-4 kali sehari

Kemasan: 1 Dos isi 10 Strip x 10 Tablet 2. Nama obat : Drovax

Komposisi: Cefadroxi

Farmakologi : DROVAX merupakan obat mengandung Cefadroxil.

Cefadroxil merupakan antibiotika golongan Cefalosporin.

Antibiotika ini bekerja dengan cara mengikat 1 atau lebih protein pengikat penisilin (PBPs) yang pada gilirannya menghalangi

langkah transpeptidasi akhir sintesis peptidoglikan di dinding sel bakteri, sehingga menghambat biosintesis dinding sel dan

menahan perakitan dinding sel yang mengakibatkan lisis bakteri.

Antibiotik ini digunakan untuk mengatasi infeksi saluran

pernafasan, saluran kemih dan kelamin serta infeksi kulit dan jaringan lunak. Dalam penggunaan obat ini harus SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER

Indikasi: INFORMASI OBAT INI HANYA UNTUK KALANGAN MEDIS.

Mengatasi infeksi saluran pernafasan, saluran kemih dan kelamin serta infeksi kulit dan jaringan lunak

Kontra Indikasi: Hipersensitif terhadap cefadroxil

Peringatan dan Perhatian: HARUS DENGAN RESEP DOKTER. Hati- hati penggunaan pada pasien dengan riwayat hipersensitivitas terhadap penisilin atau obat -laktam lainnya, alergi berat atau asma, riwayat penyakit gastrointestinal, terutama kolitis.

Gangguan ginjal. Kehamilan dan menyusui. Kategori kehamilan : Kategori B: Mungkin dapat digunakan oleh wanita hamil.

Penelitian pada hewan uji tidak memperlihatkan ada nya risiko

(6)

terhadap janin, namun belum ada bukti penelitian langsung terhadap wanita hamil

Efek Samping: Pemakaian obat umumnya memiliki efek samping tertentu dan sesuai dengan masing-masing individu. Jika terjadi efek samping yang berlebih dan berbahaya, harap konsultasikan kepada tenaga medis. Efek samping yang mungkin terjadi dalam penggunaan obat adalah: Signifikan: Reaksi hipersensitivitas, termasuk anafilaksis; Diare terkait Clostridium difficile. Gangguan sistem darah dan limfatik: Jarang, eosinofilia, neutropenia,

trombositopenia, agranulositosis. Gangguan gastrointestinal:

Diare, mual, muntah, dispepsia, sakit perut, glositis. Gangguan umum dan kondisi tempat pemberian: Jarang, demam. Gangguan sistem kekebalan: Jarang, reaksi seperti penyakit serum, edema angioneurotik. Pemeriksaan penunjang: Jarang, AST dan ALT sedikit meningkat. Gangguan muskuloskeletal dan jaringan ikat:

Jarang, artralgia. Gangguan kulit dan jaringan subkutan: Ruam, pruritus, eksantema alergi, urtikaria. Berpotensi Fatal: Kolitis pseudomembran.

Dosis: PENGGUNAAN OBAT INI HARUS SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER. Infeksi kulit dan struktur kulit, Infeksi saluran kemih Dewasa: Dosis biasa: 1 atau 2 g setiap hari sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi. Dosis individual berdasarkan

kerentanan patogen, tingkat keparahan infeksi, dan status klinis pasien. Anak: 6 tahun Dosis anjuran: <40 kg: 30-50 mg/kg setiap hari sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi. Maks: 100 mg/kg setiap hari. >40 kg: Sama seperti dosis dewasa. Faringitis streptokokus, Tonsilitis Dewasa: Untuk kasus yang disebabkan oleh galur Streptococcus pyogenes yang rentan (streptokokus -hemolitik grup A): 1 g sekali sehari atau 500 mg dua kali sehari selama setidaknya 10 hari. Anak: Dosis yang dianjurkan: <40 kg:

30 mg/kg setiap hari sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi selama minimal 10 hari. Maks: 100 mg/kg setiap hari. >40 kg: Sama seperti dosis dewasa.

Kemasan: Dus, 3 strip @ 10 Kapsul 3. Nama obat: Cefixime

(7)

Komposisi: Cefixime 100 mg

Farmakologi: Cefixime adalah antibiotik golongan cephalosporin generasi ketiga. Cefixime merupakan antibiotik yang memiliki spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negatif mapun gram positif. Antibiotik ini digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih tanpa komplikasi, otitis media, faringiris dan tonsilitis, serta bronkitis akut dan kronis dengan eksaserbasi akut. Obat ini

bekerja sebagai bakterisidal dengan mekanisme kerja obat

dengan cara mengikat satu atau lebih penicillin-binding proteins (PBP) yang menghambat transpeptidasi tahap terakhir dari

sintesis peptidoglikan di dinding sel bakteri, sehingga

menghambat biosintesis dan mencegah pembentukan dinding sel yang mengakibatkan kematian sel bakteri.

Indikasi: INFORMASI OBAT INI HANYA UNTUK KALANGAN MEDIS.

Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi, otitis media, (radang rongga gendang telinga), faringitis dan tonsilitis, bronkhitis akut dan kronis serta eksaserbasi (kumatnya penyakit atau gejala penyakit secara mendadak) akut

Kontraindikasi: Hipersensitif terhadap sefalosporin, penisilin, atau antibiotik beta-laktam apa pun.

Peringatan dan perhatian: HARUS DENGAN RESEP DOKTER. Hati- hati terhadap pasien dengan riwayat anemia hemolitik terkait sefalosporin, penyakit gastrointestinal, hipersensitivitas terhadap penisilin dan antibiotik beta-laktam lainnya. Gangguan ginjal.

Anak-anak. Kehamilan dan menyusui. Kategori kehamilan : Kategori B: Mungkin dapat digunakan oleh wanita hamil.

Penelitian pada hewan uji tidak memperlihatkan ada nya risiko terhadap janin, namun belum ada bukti penelitian langsung terhadap wanita hamil

Efek samping: Jika terjadi efek samping yang berlebih dan berbahaya, harap konsultasikan kepada tenaga medis. Efek samping yang mungkin terjadi dalam penggunaan obat adalah:

Signifikan: Ensefalopati termasuk kejang, kebingungan, gangguan kesadaran, dan gangguan gerakan (pada pasien dengan

(8)

gangguan ginjal); superinfeksi bakteri atau jamur, penurunan aktivitas protrombin. Gangguan sistem darah dan limfatik:

Neutropenia, trombositosis, leukopenia, trombositopenia, eosinofilia. Gangguan gastrointestinal: Diare, sakit perut,

dispepsia, perut kembung, mual, muntah. Gangguan umum dan kondisi situs admin: Pyrexia, edema wajah. Gangguan

hepatobilier: Penyakit kuning, hepatitis. Gangguan sistem

kekebalan: Reaksi seperti penyakit serum, urtikaria, angioedema.

Dosis: PENGGUNAAN OBAT INI HARUS SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER. Dewasa: 200-400 mg per hari diberikan sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi selama 7 hari, dapat

dilanjutkan hingga 14 hari jika perlu, tergantung pada tingkat keparahan infeksi. Anak: >6 bulan sampai <10 tahun dengan berat badan <50 kg: 8 mg/kg setiap hari sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi. >10 tahun dengan berat >50 kg:

Sama dengan dosis dewasa. Demam tifoid anak: 10-15

mg/KgBB/hari, terbagi dalam 2 dosis, diberikan selama 10 hari Kemasan: Dus, 10 Strip @ 10 Kapsul

OBAT BEBAS TERBATAS Nama obat: Molexflu

Komposisi: Paracetamol 500 mg, Phenylpropanolamine HCl 12.5 mg, Chlorpheniramine maleate 2 mg

Farmakologi: MOLEXFLU 10 KAPLET mengandung Paracetamol, Phenylpropanolamine, dan Chlorpheniramine maleat. Obat ini digunakan untuk mengatasi gejala flu seperti demam, sakit

kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin. Dalam penggunaan obat ini HARUS SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER

Indikasi: Mengobati gejala flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, dan bersin-bersin

(9)

Kontraindikasi: Penderita yang hipersensitif dengan komponen obat, penderita yang menggunakan obat golongan miniamine oxidase inhibitor (MOI

Peringatan dan perhatian: HARUS DENGAN RESEP DOKTER. Tidak boleh melebihi dosis yang dianjurkan. Dapat menyebabkan

kantuk. Selama minum obat ini dianjurkan jangan mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin. Bila demam bertahan lebih dari 3 hari, segera hubungi dokter. Hentikan penggunaan obat ini jika mengalami susah tidur dan jantung berdebar.

Efek samping: Sakit kepala, mengantuk, vertigo, gangguan

psikomotor, aritmia, takikardi, mulut kering, palpitasi, dan retensi urin

Dosis: PENGGUNAAN OBAT INI HARUS SESUAI DENGAN PETUNJUK DOKTER. Dewasa: 3 kali sehari 1 kaplet, Anak usia 6 s/d 12 tahun:

3 kali sehari 1/2 kaplet atau 2 sendok takar (10 ml).

Kemasan: Dus, 15 Strip @ 10 Kaplet 2. Nama obat: Actifed Plus Expectorant

Komposisi: Tiap 5 ml sirup mengandung: Triprolidine HCl 1.25 mg, Pseudoephedrine HCl 30 mg, Guaiphenesin 100 mg, Ethanol

6.93% v/v, Sukrosa 2.50 g

Farmakologi: ACTIFED PLUS EXPECTORANT merupakan obat dengan kandungan Triprolidine HCl, Pseudoephedrine HCl, dan Guaiphenesin. Obat ini digunakan untuk meringankan pilek dan batuk berdahak. Triprolidine bekerja sebagai antagonis kompetitif untuk reseptor histamin H1 dan mampu menekan sistem saraf pusat, sehingga menyebabkan kantuk. Pseudoephedrine

mempunyai aktivitas simpatomimetik langsung maupun tidak langsung dan merupakan dekongestan saluran nafas bagian atas.

Guaiphenesin memiliki kerja sebagai ekspektoran, dengan

menurunkan viskositas lendir dengan cara meningkatkan volume dan kandungan air dari sekresi tenggorokan, dengan demikian membantu pengeluaran sputum.

(10)

Indikasi: Obat ini digunakan untuk meredakan pilek dan batuk berdahak

Kontraindikasi: Penderita hiperensitif terhadap Triprolidine HCl, Pseudoephedrine HCl, Guaiphenesin, dan komponen lainnya dalam obat ini.

Peringatan dan perhatian: Hati-hati penggunaan pada penderita dengan gangguan fungsi hati dan ginjal, galukoma, hipertrofi prostat, epilepsi, hipertiroid, gangguan jantung, diabetes melitus, aritmia, asma, bronkitis, dan phaeochromocytoma. Tidak

dianjurkan penggunaan pada anak dibawah usia 6 tahun, wanita hamil dan menyusui, kecuali atas petunjuk dokter. Selama minum obat ini tidak boleh mengendarai kendaraan bermotor atau

menjalankan mesin. Hati-hati penggunaan bersamaan dengan obat-obat lain yang menekan susunan saraf pusat

Efek samping: Mengantuk, gangguan pencernaan, sakit kepala, insomnia, eksitasi, tremor, takikardi, aritmia, mulut kering,

palpitasi, kesulitan berkemih

Dosis: Dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun: 1 sendok takar (5 ml), 3 kali sehari ? Anak-anak usia 6-12 tahun: 1/2 sendok takar (2,5 ml), 3 kali sehari ? Tidak dianjurkan untuk anak di bawah 6 tahun

Kemasan: Dus, botol @ 60 ml 3. Nama obat: Kalpanax

Komposisi: Miconazole nitrate 2%

Farmakologi: KALPANAX K CREAM mengandung Miconazole yang merupakan obat anti jamur golongan imidazole, digunakan untuk mengobati penyakit kulit akibat infeksi jamur. Kerjanya yang

sangat cepat, dingin di kulit, tidak membuat kulit terkelupas, aman digunakan pada daerah sensitif. Sangat aman digunakan untuk anak-anak, aroma bunga jasmine, dan tidak lengket di kulit Indikasi: Pitiriasis versikolor, dermatofitosis, dan mikosis kulit lain

(11)

Kontraindikasi: Penderita yang alergi terhadap Mikonazol atau bahan lainnya dalam krim Kalpanax K

Peringatan dan perhatian: Untuk pemakaian luar, Bila terjadi reaksi hipersensitivitas atau iritasi, obat harus dihentikan, Tidak boleh kontak dengan mukosa mata, Penggunaan topikal belum pernah dilaporkan diabsorbsi sistemik, namun hati-hati

penggunaan pada wanita hamil

Efek samping: reaksi alergi, reaksi hipersensitivitas Dosis: Oleskan 2 atau 3 kali sehari

Kemasan: Dus, Tube @ 5 g

Referensi

Dokumen terkait