• Tidak ada hasil yang ditemukan

kesulitan belajar bagi siswa penerima

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "kesulitan belajar bagi siswa penerima"

Copied!
131
0
0

Teks penuh

Alhamdulillah karya sederhana yang berjudul “Permasalahan Pendidikan Siswa Kurang Mampu Penerima Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di SMA Unggulan BPPT Darus Sholah tahun ajaran ini telah disusun. Fokus penelitian ini adalah 1) Apa saja kesulitan belajar internal pada siswa kurang mampu? siswa kurang mampu menerima bantuan program Indonesia Pintar untuk nilai

PENDAHULUAN

Fokus Penelitian

7 Tim Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Institut Agama Islam Negeri Jember (Jember: IAIN Jember Press, 2015), 45. Apa saja faktor internal kesulitan belajar siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di SMA Unggulan atau Sekolah Menengah Atas Unggulan? Badan Pengkajian Teknologi (BPPT) Darus Sholah Jember.

Tujuan Penelitian

  • Manfaat Teoritis
  • Manfaat Praktis a. Bagi Peneliti
  • Sebagai bahan evaluasi dan proyeksi ke depan dalam meningkatkan kualitas sekolah terutama dalam kegiatan SMA

Apa saja faktor eksternal kesulitan belajar siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolah Menengah Atas Unggulan Badan Pengkajian Teknologi (BPPT) Darus Sholah Jember. Darus Sholah Jember khususnya guru dan siswa tentang kegiatan SMA Darus Sholah untuk mendapatkan program Indonesia Pintar.

Definisi Istilah

Anak usia sekolah (6-21 tahun) dari keluarga pemilik KPS/KKS yang tidak ditetapkan sebagai penerima bantuan BSM. Anak usia sekolah (6-21 tahun) yang tidak atau tidak lagi bersekolah, datanya dirangkum pada Semester 2 (TA) 2014/2015.

Sistematika Pembahasan

1 Hak diskresi untuk melaksanakan program membantu siswa sekolah dasar miskin (studi kasus di SD Negeri Sebanen II Kalisat Kabupaten Jember). Persamaan penelitian Nakman dengan peneliti adalah sama-sama membahas tentang program bantuan mahasiswa yang buruk.

Kajian Teori

  • Kesulitan Belajar

Adanya kelainan fisik, misalnya penglihatan yang buruk atau gangguan pendengaran, berkembang menjadi kesulitan belajar yang jauh melampaui kesulitan fisik awal. Kesulitan belajar bisa timbul karena memberi label pada anak berdasarkan informasi yang tidak lengkap. Siswa yang. mengalami kesulitan belajar sebagaimana digolongkan dalam definisi di atas akan diwujudkan dengan gejala yang berbeda-beda.

Ketidakmampuan belajar yang berkaitan dengan perkembangan meliputi gangguan motorik dan persepsi, ketidakmampuan belajar. kesulitan bahasa, komunikasi dan belajar dalam adaptasi perilaku sosial. Siswa yang mengalami kesulitan belajar, sebagaimana telah dijelaskan, adalah siswa yang tidak dapat belajar secara normal, karena adanya ancaman, hambatan atau gangguan dalam belajar, sehingga menunjukkan gejala-gejala yang dapat diamati oleh orang lain, guru atau orang tua. Berdasarkan seluruh gejala yang terlihat, guru dapat menafsirkan atau meramalkan bahwa anak tersebut mungkin mengalami kesulitan belajar.

Guru disarankan untuk terlebih dahulu mengidentifikasi (mencoba menunjukkan dengan tepat gejala-gejala) fenomena tersebut sebelum mengidentifikasi alternatif solusi terhadap ketidakmampuan belajar siswa. Upaya demikian disebut diagnostik, yang tujuannya adalah menentukan “tipe penyakit”, yaitu jenis kesulitan belajar siswa. Dalam melakukan diagnosa diperlukan suatu prosedur yang terdiri dari langkah-langkah tertentu yang bertujuan untuk mendeteksi jenis kesulitan belajar tertentu pada siswa.

Oleh karena itu, siswa yang mengalami kedua kesulitan belajar serius tersebut tidak hanya memerlukan pendidikan khusus, tetapi juga memerlukan perawatan khusus. Selain itu, untuk memperluas pengetahuan tentang kiat-kiat alternatif pemecahan masalah kesulitan belajar siswa, guru sangat dianjurkan untuk mempelajari buku.

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Secara umum metode penelitian diartikan sebagai cara-cara ilmiah untuk memperoleh data dengan tujuan dan kegunaan tertentu.32 Salah satu komponen penting dalam penelitian adalah metode. Dengan menggunakan metode yang tepat, Anda dapat melakukan penelitian dengan mudah dan lebih fokus sesuai dengan tujuan yang ingin Anda capai. Selain itu, peneliti menggunakan penelitian deskriptif kualitatif karena ingin melakukan penelitian secara detail dan mendalam mengenai permasalahan pendidikan siswa penerima kartu pintar Indonesia di SMA Unggulan BPPT Darus Sholah Jember.

Lokasi Penelitian

Subyek Penelitian

Teknik Pengumpulan Data

Dengan menggunakan observasi partisipan maka data yang diperoleh akan lebih lengkap dan tajam sehingga mengungkap tingkat makna dari setiap perilaku yang terlihat. Kesulitan belajar siswa yang mengikuti program Indonesia Pintar di SMA BPPT Darus Sholah tahun ajaran 2017/2018. Dokumen dapat berupa tulisan, gambar, atau karya monumental dari seseorang.39 Dengan demikian jelas bahwa metode dokumentasi yang digunakan dalam penelitian ini digunakan peneliti untuk mencari data-data yang terdokumentasi, seperti buku, laporan, arsip, majalah dan sejenisnya...

Analisis Data

Keabsahan Data

Sedangkan yang dimaksud dengan triangulasi teknis adalah teknik pengujian keandalan data yang dilakukan dengan cara memeriksa data terhadap sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. Apabila ketiga teknik pengujian reliabilitas data menghasilkan data yang berbeda-beda, maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut dengan sumber data yang relevan atau lainnya guna menghasilkan data mana yang dianggap benar atau mungkin semuanya benar, karena sudut pandangnya berbeda. 43.

Tahap-Tahap Penelitian

  • Sejarah Singkat SMA BPPT Darus Sholah Jember
  • Profil SMA Unggulan BPPT Darus Sholah

Pada tahap ini peneliti mencari dan mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam penelitian dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang ditemukan. SMA Unggulan BPPT Darus Sholah Jember merupakan salah satu lembaga pendidikan formal khusus dibawah naungan YPI Darus Sholah yang didirikan pada tahun 2003 dan dibawah naungan Departemen Pendidikan Nasional. Maksud dan tujuan didirikannya SMA Unggulan BPPT Darus Sholah Jember adalah untuk menciptakan model pendidikan alternatif dengan tujuan menjadi manusia yang mempunyai imtaq dan iptek yang seimbang, cerdas, cakap dan berakhlak mulia.

SMA Unggulan BPPT Darus Sholah Jember merupakan salah satu model pendidikan alternatif yang cocok untuk menghadapi era globalisasi yang ditunjukkan dengan grafik penerimaan peserta didik baru yang cenderung meningkat. SMA BPPT Darus Sholah satu kompleks dengan Pondok Pesantren Darus Sholah dibawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Darus Sholah Jalan M.

Penyajian Data dan Analisis

  • Faktor Internal Kesulitan Belajar bagi Siswa Penerima Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di SMA Unggulan Badan Pengkajian
  • Faktor Eksternal Kesulitan Belajar bagi Siswa Penerima Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) di SMA Unggulan Badan Pengkajian

Kartu Indonesia Pintar merupakan bantuan berupa dana pendidikan yang disediakan pemerintah bagi siswa yang kurang mampu secara ekonomi”.48 Dari ungkapan tersebut terlihat bahwa penerima Kartu Indonesia Pintar adalah siswa yang berasal dari keluarga yang dana pendidikannya masih terbatas. pada tingkat yang tidak terpenuhi Siswa penerima bantuan kartu Indonesia Pintar dalam menjalankan tugasnya sebagai siswa mengalami kesulitan belajar.

Oleh karena itu, penelitian ini akan mencoba mengungkap kesulitan belajar siswa kurang mampu penerima bantuan program Indonesia Pintar SMA Ungguan BPPT Darus Sholah Jember. Faktor internal kesulitan belajar siswa Penerima Program Indonesia Pintar (PIP) Bantuan di sekolah menengah terkemuka Badan Pengkajian Program Indonesia Pintar (PIP) di sekolah menengah terkemuka Badan Pengkajian Teknologi Darus Sholah (BPPT) Jember. Dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi mengenai faktor internal kesulitan belajar siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di SMA Unggulan Badan Pengkajian Teknologi (BPPT) Darus Sholah Jember yang telah disajikan dan telah Setelah diteliti, dapat disimpulkan bahwa faktor internal penyebab kesulitan belajar pada siswa adalah masyarakat kurang mampu yang mendapat bantuan program SMA Indonesia Pintar.

Kesulitan belajar faktor eksternal pada siswa Penerima Program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolah Menengah Atas Unggulan Program Indonesia Pintar (PIP) di Sekolah Menengah Atas Unggulan Badan Pengkajian Teknologi (BPPT) Darus Sholah, Jember. Hal ini juga disampaikan oleh Kepala SMA BPPT Darush Sholah yang mengatakan bahwa faktor eksternal yang menyebabkan kesulitan belajar siswa adalah faktor ekonomi dan masalah keluarga.76. Dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi mengenai faktor eksternal kesulitan belajar siswa peserta Program Indonesia Pintar (PIP) di SMA Unggulan Badan Pengkajian Teknologi (BPPT) Darus Sholah Jember yang disajikan dan dianalisis, dapat disimpulkan bahwa menyimpulkan. bahwa faktor eksternal yaitu kesulitan belajar siswa yang mengikuti Program SMA Indonesia BPPT Darus Sholah Jember yaitu faktor keluarga dan faktor masalah ekonomi.

Pembahasan Temuan

Menurut Slameto, faktor internal siswa adalah faktor-faktor yang ada dalam diri individu belajar. Dalam pembahasan faktor internal tersebut penulis akan membahasnya dalam 2 faktor yaitu faktor fisiologis dan faktor psikologis. Temuan tersebut sesuai dengan penjelasan Slameto bahwa salah satu faktor internal penyebab kesulitan belajar adalah faktor kerajinan dan ketekunan, serta motivasi siswa.

Berdasarkan relevansi kajian teori ini dengan temuan, maka terdapat keselarasan bahwa faktor internal permasalahan pembelajaran pada siswa penerima program Indonesia Pintar di SMA BPPT Darus Sholah Jember, masalah ketrampilan dan ketekunan serta siswa adalah motivasi. Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri siswa, faktor tersebut berupa guru, orang tua, sekolah, lingkungan dan teman belajar… faktor tersebut mempunyai pengaruh yang besar terhadap prestasi belajar siswa. Pembelajaran dan faktor-faktor yang mempengaruhinya, 57 . mencari teman untuk menemaninya belajar karena akan berpengaruh besar dalam hidupnya.

Dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi terkait permasalahan pembelajaran eksternal pada siswa kurang mampu penerima bantuan program Indonesia Pintar di SMA BPTT Darus Sholah Jember yang telah disajikan dan dianalisis, dapat disimpulkan bahwa faktor eksternal penyebab pembelajaran. kesulitan siswa kurang mampu penerima bantuan Program Indonesia Pintar BPPT Darus Sholah Jember yaitu faktor keluarga dan faktor masalah ekonomi. Temuan tersebut sejalan dengan penjelasan Slameto yang menyatakan bahwa salah satu faktor eksternal penyebab kesulitan belajar adalah faktor sosial dan faktor non sosial. Faktor eksternal kesulitan belajar siswa peserta Program Indonesia Pintar di SMA BPPT Darus Sholah Jember adalah faktor keluarga dan faktor masalah ekonomi.

PENUTUP

Saran-Saran

Kepala SMA U BPPT Darus Sholah Jember hendaknya terus melakukan perbaikan pada seluruh kegiatan intra dan ekstrakurikuler untuk mencapai visi dan misi sekolah. Kedepannya diharapkan pimpinan sekolah dapat mengevaluasi kinerja dan prestasi siswa penerima bantuan program Indonesia Pintar. Dalam pembelajaran, guru harus terus mengakses buku dan menambah referensi untuk mencari dan meningkatkan standar pembelajaran, dan kedepannya diharapkan guru dapat lebih memberikan perhatian kepada siswa penerima program Indonesia Pintar.

Semangat Belajar Siswa MTs Nurul Huda Sepakung (Studi Kasus Siswa MT Nurul Huda Sepakung Ds. Sepakung Kecamatan Banyu Biru Kabupaten Semarang) Tahun Pelajaran Skripsi. Permasalahan pendidikan bagi siswa kurang mampu penerima bantuan Program Indonesia Pintar di SMA Bppt Darus Sholah. Dapatkan bantuan untuk Program Kelas Indonesia Pintar

11 Apakah ada laporan dari guru mata pelajaran mengenai siswa yang mengalami gangguan/kesulitan belajar?

WAKASEK KESISWAAN

DIKNAS KEPALA SEKOLAH Ir. Hari Wahyono, MP

KOMITE SEKOLAH Drs. Mahmud Hadi

WAKASEK KURIKULUM

TATA USAHA Hadi Utomo, S. Pd

BENDAHARA Uliya Qoidah, S. Pd

HUMAS

Zainul Hakim, M. PdI

WAKASEK Sarana Prasarana

GURU

SISWA

Data Sarana Prasana

Referensi

Dokumen terkait

Pada bab II landasan teori yang berisi meliputi penelitian terdahulu, kerangka pemikiran meliputi pengertian membaca, tujuan membaca, jenis-jenis membaca, kemampuan membaca

Bab kedua berisi tentang kajian teori yang berkenaan pembahasan teori- teori yang digunakan untuk mengkaji “Peran Kyai dalam membina prilaku religius santri di

Pada bab ini berisi teori-teori kepustakaan yang digunakan sebagai landasan dalam penelitian, antara lain teori mengenai Life satisfaction dan self esteem,,Suku Karo

Dalam tesis ini terdiri dari lima bab, yaitu bab satu berisi pendahuluan, bab dua kajian teoretis, bab tiga metode penelitian, bab empat hasil penelitian dan

Pada bab ini dikemukakan tentang hal-hal yang berkaitan dengan penelitian terdahulu, landasan teori yang berisi pengertian teori signal, teori akuntansi positif,

Merupakan bab kajian teori yang terdiri dari model pembelajaran terpadu, pembelajaran terpadu tipe nested, karakteristik dan prinsip pembelajaran terpadu, landasan teoritis

27 Bab kedua, kajian teori, dalam bab ini berisi penjelasan teoritis tentang imbalan jasa pembayaran upah dalam perspektif islam, teori tentang pengobatan alternatif Bab ketiga,

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA Bab ini menguraikan tentang penelitian terdahulu atas permasalahan yang mirip dengan topik yang dipilih, kemudian landasan teori yang berisi tentang