KETAHANAN KELUARGA DAN
MEDIA SOSIAL
DIAN WISNUWARDHANI.,M.PSI.,PSIKOLOG DOSEN FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS INDONESIA
Sumber: https://perum-bggp.blogspot.com/2018/03/pendidikan-orang-tua-mendidik-anak-di.html
• “Hasil penelitian dari UNESCO menyimpulkan bahwa 4 dari 10 orang Indonesia aktif di
media sosial seperti Facebook yang memiliki 3,3 juta pengguna, kemudian WhatsApp
dengan jumlah 2,9 juta pengguna dan lain lain,” ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti, melansir dari laman Kominfo (30/8/2018).
Sumberhttps://health.grid.id/read/351668504/pengguna-media-sosial-di-indonesia-tinggi- begini- dampak-positif-negatif-bagi-anak-atau-remaja-yang-menggunakannya?page=all
KASUS PENGARUH MEDIA
• Kasus kekejaman diinspirasikan oleh Slender Man terjadi di Skotlandia tahun 2019. Pelakunya seorang remaja pria 16 tahun yang memperkosa dan
membunuh seorang gadis 6 tahun. Perkosaan Mengerikan di Balik Kasus Pembunuhan ABG 'Slenderman’.
• Hati hati pada konten kekerasan di media kepada anak.
• Aksi kekerasan yang dilakukan anak dalam kehidupan nyata akibat pengaruh media menimbulkan perilaku copypaste anak pada media tersebut.
DIan Wisnuwardhani, M.Psi.,Psikolog
YANG PERLU DIWASPADAI
• Sulit konsentrasi, karena terlalu banyak paparan yang dibuka.
• Kemampuan berbahasa menjadi terbatas, tidak lagi menggunakan bahasa formal.
• Sulit berkomunikasi secara langsung dengan orang lain di dunia nyata, sehingga nampak tidak peka dan mementingkan diri
sendiri Loneliness, tumpul empati, dll.
• Mengurangi kinerja jika terlalu banyak bermain di media sosial pada saat sedang mengerjakan pekerjaannya.
• Berkurangnya privasi pribadi.
• Hati hati terancam cyber crime, kekerasan.
DIan Wisnuwardhani, M.Psi.,Psikolog
TEORI SOCIAL LEARNING
• Perilaku agresif dipelajari melalui observasi (Bandura, 1961)
• Dengan menyaksikan model yang agresif, orang akan:
• Belajar perilaku agresif.
• Mengembangkan sikap dan keyakinan yang lebih positif pada agresivitas secara umum.
• https://www.youtube.com/watch?v=Pr0OTCVtH bU play dan langsung ke menit ke 00.53
DIan Wisnuwardhani, M.Psi.,Psikolog
YANG DAPAT DIPELAJARI DARI MEDIA
• 1. Memiliki kontak sosial dan jaringan sosial yang luas
• 2. Mengekspresikan kreativitas, berinteraksi dan belajar dengan audiens yang lebih luas.
• 3. Tempat belajar dan sosialisasi selain dari guru dan orangtua.
• 4. Tempat promosi dalam pekerjaan atau profesi tertentu.
• 5. Tempat menyimpan dan share data.
DIan Wisnuwardhani, M.Psi.,Psikolog
KELUARGA
• Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri:
kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan
saling memiliki ketergantungan.
Dian Wisnuwardhani, M.Psi.,Psikolog
KELUARGA TANGGUH
• Keluarga yang sehat secara fisik, mental, emosional dan spiritual yang maksimal, kuat dalam aspek ekonomi, terampil dalam mengelola resiko, kesempatan, konflik dan pengasuhan untuk mencapai kepuasan hidup.
• Keluarga yang tangguh pada aspek pendidikan, nampak dari kesiapan anak
untuk belajar di rumah dan sekolah sampai mencapai tingkat pendidikan yang diinginkan dengan keterlibatan dan dukungan peran orang tua hingga anak
mencapai kesuksesan, dan kemandirian.
• Tangguh pada aspek kehidupan bermasyarakat, memiliki dukungan seimbang antara yang bersifat formal ataupun informal dari anggota lain dalam
masyarakatnya, seperti hubungan pro-sosial antar anggota masyarakat, dukungan teman, keluarga dan sebagainya.
• Tangguh dalam menyikapi perbedaan budaya dalam masyarakat melalui keterampilan interaksi personal dengan berbagai budaya.
Dian Wisnuwardhani, M.Psi.,Psikolog
KELUARGA TANGGUH
• Memiliki sikap melayani keluarga, harmonis antara ayah ibu dan anak anak.
• Orangtua yang mau dan mampu mengajar dan melatih anaknya dengan penuh sukacita, kreatif, secara konsisten dan dapat mengembangkan ketrampilan anak anaknya,
• Orangtua yang dapat menjadi pemimpin yang penuh kasih dan tanggung jawab sehingga dapat membentuk anak-anak yang taat dan hormat kepada orangtua.
DIan Wisnuwardhani, M.Psi.,Psikolog
KETAHANAN KELUARGA
Kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi terhadap berbagai kondisi yang senantiasa berubah secara dinamis serta memiliki sikap positif
terhadap berbagai tantangan kehidupan keluarga (Walsh, 1996).
Dian Wisnuwardhani, M.Psi.,Psikolog
MEDIA LITERACY
• Literasi yang tidak memadai dapat mengakibatkan gangguan pada aspek psikologis, dan karakter anak dan remaja.
• Literasi media
PENTING!!, karena meliputiketerampilan berpikir kritis sehingga seseorang mengevaluasi isi media dan menyadari
adanya dampak dampak dari media tersebut.
DIan Wisnuwardhani, M.Psi.,Psikolog
LALU APA YANG HARUS DILAKUKAN ORANG TUA?
DIan Wisnuwardhani, M.Psi.,Psikolog
YANG PERLU DILAKUKAN
• Orangtua wajib tahu dan kepo duluan tentang semua hal yang anak anak dapatkan dari media.
• Orangtua harus kompak dalam menghadapi anak.
• Pahami dampak positif dan negatif dari media.
• Buat aturan tertullis yang disepakati bersama antara orangtua dan anak misalnya 2 jam sehari didampingi orangtua, password yang digunakan disepakati, dan aktifkan link family jadi orangtua juga tahu apa yang anak lihat di media social.
• Tetap lakukan interaksi di dunia nyata dan bermain di luar untuk melatih perkembangan motorik.
DIan Wisnuwardhani, M.Psi.,Psikolog
• Terbuka dengan anak, jika anda ingin anak anda terbuka maka sebaiknya anda juga melakukan hal yang sama, ceritakan apa yang anda buka dan pelajari dari media sosial sesuai dengan perkembangan anak.
• Eksplor bersama ketika menggunakan teknologi dan informasi yang
bermanfaat misalnya memasak bersama anak dengan mencari resep di internet, cara membuat pupuk, belajar Bahasa dan lain lain.
• Gunakan media dengan bijak, dan menjadi panutan baik bagi anak dengan membagi informasi yang berguna dan tidak mengandung kekerasan.
• Jangan lupa sign out dengan akun anda.
DIan Wisnuwardhani, M.Psi.,Psikolog
TERIMA KASIH
MARI JAGA KELUARGA KITA AGAR SEHAT MENTAL DAN BAHAGIA
DIan Wisnuwardhani, M.Psi.,Psikolog