Prinsip dasar kewaspadaan universal antara lain mencuci tangan dengan benar sesuai standar, menggunakan alat pelindung diri (APD), mengolah linen, mengolah limbah dan menciptakan lingkungan kerja yang aman. Kewaspadaan standar mencakup penggunaan alat pelindung diri, yang juga merupakan metode pengendalian dan pencegahan infeksi yang harus diterapkan pada semua pasien dan fasilitas layanan kesehatan secara teratur.
Cara yang digunakan untuk membasmi bakteri menggunakan senyawa cair seperti klorin, alkohol, asam glutarat, aldehida, hidrogen peroksida, formaldehida, senyawa fenolik dan yodium. Pada permukaan peralatan rumah tangga, nanah, darah, produk darah, urin, cairan tubuh, dan feses harus didesinfeksi pada tingkat menengah.
Pengertian safety
Keselamatan pasien rumah sakit adalah suatu sistem yang bertujuan untuk mencegah cedera akibat pelayanan medis dan kesalahan pengobatan melalui sistem penilaian risiko, identifikasi dan pengelolaan faktor risiko, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan mempelajari dan menindaklanjuti insiden, serta penerapan solusi untuk meminimalkan terjadinya risiko. Keselamatan pasien rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat pelayanan pasien menjadi lebih aman.
Tujuan Patient Safety
Diakui bahwa desain sistem yang baik pada dasarnya adalah tentang penyediaan layanan kesehatan yang aman dan berkualitas tinggi; jika memungkinkan, tujuan keseluruhannya adalah menuju solusi komprehensif. Tujuan utama rumah sakit adalah merawat pasien yang sakit dengan tujuan agar pasien cepat sembuh dari penyakitnya dan menjadi sehat kembali, sehingga tidak dapat ditoleransi apabila pasien semakin menderita selama dirawat di rumah sakit karena resiko yang sebenarnya. dapat dicegah, yaitu pasien harus dilindungi dari akibat kesalahannya.
Isu, Elemen, dan Akar Penyebab Kesalahan yang Paling Umum dalam Patient safety
Langkah-langkah Penatalaksanaan Patient Safety
Untuk rumah sakit: Pastikan rumah sakit memiliki kebijakan yang menguraikan apa yang harus dilakukan staf segera setelah kejadian, bagaimana langkah pengumpulan fakta harus diambil, dan dukungan apa yang harus diberikan kepada staf, pasien, dan keluarga.
Enam sasaran keselamatan pasien adalah tercapainya hal- hal sebagai berikut
Aspek Legal Patient Safety
- Kode Etik yang Berhubungan dengan Patient Safety
Kode Etik Bidan yang Berhubungan dengan Keselamatan Pasien diantaranya
Pencegahan Infeksi
Penularan tidak hanya terjadi pada pasien, tetapi juga dapat menyerang petugas kesehatan dan pengunjung yang tertular saat berada di fasilitas kesehatan. Infeksi adalah invasi mikroorganisme patogen yang masuk dan berkembang biak di dalam tubuh dan menimbulkan penyakit, yang dapat menimbulkan gejala klinis atau tidak (asimtomatik).
Tindakan Pencegahan Infeksi
Tindakan Aseptik
Langkah-langkah PPI di Rumah Sakit
Penyakit menular yang terkait dengan pelayanan kesehatan menjadi topik diskusi dalam forum Komisi Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) dan Agenda Keamanan Kesehatan Global (GHSA). Pencegahan dan pengendalian infeksi merupakan bentuk perlindungan bagi setiap orang dari kemungkinan penularan dari sumber bersama dan melalui akses terhadap layanan kesehatan di berbagai rangkaian layanan kesehatan.
Pencegahan Infeksi dengan Melakukan Cuci Tangan Instruksi cuci tangan
Pasalnya, setelah dilakukan pemeriksaan dalam, setelah menilai kerusakan jalan lahir, bidan langsung mengganti sarung tangan baru tanpa mencuci tangan.
Penggunaan Alat Perlindungan Diri dengan Menggunakan Sarung Tangan DTT/Steril
Penggunaan Alat Perlindungan Diri dengan Menggunakan Apron/Celemek
Penggunaan Alat Perlindungan Diri dengan Menggunakan Masker
Berdasarkan pengamatan bidan mandiri, mereka menggunakan masker bersalin sekali pakai untuk mencegah kontak selaput lendir seperti mulut dan hidung dengan tetesan darah dan cairan tubuh pasien, sehingga memenuhi perannya.
Penggunaan Alat Perlindungan Diri dengan Menggunakan Kacamata Google
Penggunaan Alat Perlindungan Diri dengan Menggunakan Tutup Kepala
Penggunaan Alat Perlindungan Diri dengan Menggunakan Sepatu Bot
Melakukan Tindakan Aseptik dengan Menggunakan Kassa atau Kapas DTT
- Penanganan Benda Tajam yang Aman
Teknik aseptik menjadikan lebih aman bagi ibu, bayi baru lahir dan dokter kandungan dengan mengurangi atau menghilangkan seluruh mikroba pada kulit, jaringan dan instrumen/perangkat di satu tempat yang aman. Berdasarkan hasil observasi bidan mandiri, hendaknya bidan melakukan prosedur aseptik sesuai standar pada saat melakukan penyuntikan, selalu dengan kapas DTT, dan bidan juga harus menggunakan kapas DTT untuk kebersihan atau perembesan vulva pada saat pemeriksaan. Untuk menghindari tusukan benda tajam, lakukan hal berikut: Tempatkan benda tajam dalam nampan untuk sterilisasi atau disinfeksi tingkat tinggi, atau gunakan "area aman" yang ditentukan (area khusus untuk menyimpan dan mengeluarkan benda tajam) dan berhati-hatilah saat menjahit untuk menghindari tusukan, gunakan jarum dudukannya, gunakan pinset saat menjahit dan jangan menyentuh atau memegang ujung jarum dengan tangan.
Wadah benda tajam yang tertutup harus dibakar jika benda tajam tersebut tidak dapat dibuang secara aman dengan cara dibakar.
Pemprosesan Alat Bekas Pakai
Penggelolaan Sampah yang Terkontaminasi
Wadah limbah medis Pembungkus jarum suntik atau sampah plastik lainnya harus ditempatkan di tempat sampah biasa dan ampul bekas harus ditempatkan di brankas. Limbah medis yang dipisahkan dibakar untuk menghindari kontaminasi pada orang lain yang terpapar langsung pada limbah tersebut.
Membersihkan Ruangan atau Lantai yang Terkontaminasi Prinsip-prinsip pengaturan kebersihan dan ketertiban adalah
Pelaksanaan Pencegahan Infeksi pada Pertolongan Persalinan
- Penilaian Pengetahuan (Pretest dan Posttest) Petunjuk
- Penilaian Keterampilan Petunjuk
- Penilaian Sikap Selama Pelaksanaan
Jika terjadi gangguan pada salah satu organ pernafasan maka kebutuhan oksigen pun akan terganggu. Sistem tubuh yang berperan dalam kebutuhan oksigenasi Sistem tubuh yang berperan dalam membantu memenuhi kebutuhan oksigenasi adalah saluran pernafasan bagian atas dan saluran pernafasan bagian bawah. Pemenuhan kebutuhan oksigenasi ditujukan untuk menjaga metabolisme sel-sel tubuh, menunjang kehidupannya dan melakukan aktivitas berbagai organ atau sel.
Pemberian oksigen berupa pemberian oksigen ke paru-paru melalui saluran nafas dengan menggunakan alat oksigen. Tindakan ini dilakukan untuk melemaskan saluran pernafasan dan memenuhi kebutuhan oksigenasi a) alat penghisap lendir dengan botol berisi larutan desinfektan. Pemenuhan kebutuhan oksigenasi bertujuan untuk menjaga metabolisme sel-sel tubuh, menjaga kelangsungan hidup dan melakukan aktivitas berbagai organ atau sel.
Definisi
Macam-macam Personal Hygiene 1. Perawatan Diri Pada Kulit
Terdiri dari sel-sel poligonal yang lapisan atasnya mempunyai lebih dari 18 sel gepeng, sel-selnya mempunyai protoplasma menonjol seperti duri. Menjaga kebersihan kuku merupakan aspek penting dalam menjaga perawatan diri karena kuman dapat masuk ke dalam tubuh melalui kuku (Hidayat, 2008). Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kaki, gunakanlah sepatu yang lembut, aman dan nyaman.
Struktur kuku merupakan salah satu pelengkap kulit yang mengandung lapisan tanduk yang terdapat pada ujung jari tangan dan kaki. Kuku merupakan jaringan epitel yang tumbuh dari akar dasar kuku, terletak pada kulit pada cekungan kuku, tersembunyi oleh lipatan kulit yang disebut kutikula, bagian kulit yang terlihat disebut badan kuku. Mengikuti . Bagian-bagian kuku dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Matriks kuku : yang membentuk jaringan kuku.
Tujuan perawatan personal hygiene
Bersihkan telinga secara rutin (1x/1-2 mg) secara hati-hati dengan alat yang bersih dan aman. Jangan gunakan alat tajam seperti klip pengaman untuk membersihkan kotoran telinga.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Seseorang Melakukan Personal Hygiene
- Penilaian Ketrampilan Petunjuk
Higiene vulva merupakan prosedur keperawatan yang dilakukan pada klien yang tidak mampu membersihkan vulva secara mandiri. Cukup bila menunjukkan sedikit usaha untuk berperilaku dengan hal-hal tersebut di atas, namun masih belum stabil/konsisten 3. Baik sekali jika sikap tersebut di atas ditunjukkan pada saat latihan secara terus menerus dan konsisten.
Pengertian Tidur
Istirahat mempunyai arti yang sangat luas, antara lain bersantai, melepas penat, menyegarkan diri, tidak melakukan apapun setelah beraktivitas dan melepaskan diri dari segala hal yang membosankan, sulit dan mengganggu dengan cara bersantai, tanpa tekanan emosi dan bebas dari rasa cemas. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kasus kebakaran yang terjadi pada malam hari tanpa disadari oleh warga yang sedang tidur. Alat indera yang paling sedikit mengalami penurunan tingkat kesadaran adalah indera pendengaran dan nyeri.
Hal ini menjelaskan mengapa orang yang sakit dan berada di lingkungan yang bising seringkali tidak bisa tidur. Sebab jika seseorang tidur, susunan saraf pusatnya tetap aktif sinkron dengan neuron substansi reticularis batang otak.
Fungsi dan Tujuan Tidur
Karakteristik Istirahat Tidur
Siklus Tidur
Tahapan Tidur
Jenis-jenis Tidur
- Tidur dengan Gerakan Bola Mata Cepat (Rapid Eye Movement-REM)
- Tidur dengan Gerakan Bola Mata Lambat (Non-Rapid Eye Movement-NREM)
Pada tidur NREM, gelombang otak lebih lambat dibandingkan pada orang yang sadar atau tidak tidur.Tanda-tanda tidur NREM antara lain: berkurangnya mimpi, keadaan istirahat, berkurangnya tekanan darah, berkurangnya laju pernafasan, berkurangnya metabolisme dan melambatnya pergerakan mata. Tidur NREM memiliki 4 tahapan, setiap tahapan ditandai dengan pola perubahan aktivitas gelombang otak. Pada tahap ini ditandai dengan seseorang merasa tenang dan rileks, seluruh otot menjadi rileks, kelopak mata menutup, kedua bola mata bergerak ke kiri dan ke kanan, detak jantung dan pernapasan jelas menurun, EEG menunjukkan penurunan ketegangan gelombang alfa. .
Selain keempat tahap tersebut, sebenarnya masih ada tahap lainnya yaitu tahap V. Tahap kelima ini adalah tidur REM dimana setelah tahap IV seseorang memasuki tahap V. Hal ini ditandai dengan kembalinya pergerakan kedua bola mata dengan lebih cepat dari sebelumnya. tahapannya. Tahap NREM atau tidur normal berlangsung ± 1 jam dan pada tahap ini biasanya penderita masih dapat mendengar suara-suara disekitarnya sehingga mudah terbangun dari tidurnya.
Faktor yang Mempengaruhi Istirahat dan Tidur
- Status Kesehatan
- Lingkungan
- Stres psikologis
- Pola makan
Gangguan Pola Tidur
- Insomnia
- Hypersomnia
- Parasemnia
- Enuresis
- Apnea tidur dan mendengkur
- Narkolepsi
- Mengigau
- Gangguan tidur secara umum
- Gejala dan Tanda Mayor
- Gejala dan Tanda Minor
- Masa kanak-kanak
- Masa remaja
- Masa dewasa tua
Ekskresi dibedakan menjadi dua macam, yaitu: ekskresi urin (perlu buang air kecil) dan ekskresi alvi (perlu buang air besar). Sistem tubuh yang berperan dalam proses ekskresi urin adalah ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Kandung kemih berbentuk seperti kantong yang terdiri dari otot polos yang berfungsi menampung urin.
Pada dasar kandung kemih terdapat lapisan tengah jaringan otot yang berbentuk lingkaran dalam atau disebut otot cincin. Retensi urin adalah penumpukan urin di dalam kandung kemih akibat ketidakmampuan kandung kemih untuk mengosongkan sehingga menyebabkan distensi kandung kemih atau keadaan seseorang mengalami pengosongan kandung kemih yang tidak tuntas. Perubahan pola eliminasi urin merupakan kondisi seseorang yang mengalami gangguan pada eliminasi urin akibat adanya gangguan anatomi, gangguan sensorik motorik, dan infeksi saluran kemih.
Glukosa
Tes glukosa urin adalah pemeriksaan sampel urin untuk mengetahui apakah terdapat glukosa di dalamnya. Uji Benedict menggunakan larutan Fehling atau larutan Benedict yang tujuannya untuk memeriksa kandungan gula pereduksi suatu cairan. Larutan Benedict yang mengandung tembaga basa akan direduksi oleh gula yang mempunyai gugus aldehida akan membentuk oksida tembaga yang berwarna hijau, kuning, atau merah.
Fehling yang terdiri dari campuran Cuso4 dan asam tartarat serta basa direduksi dengan gula reduksi sehingga Cu berubah menjadi Cu20 yang berwarna merah bata. Tes Benedict lebih sensitif karena tes Benedict dapat digunakan untuk memperkirakan kadar glukosa karena kadar glukosa yang berbeda memberikan warna yang berbeda. Jadi walaupun fruktosa bukan merupakan gula pereduksi karena mempunyai gugus alfa hidroksi keton, namun fruktosa a diubah menjadi glukosa dan manosa dalam kondisi basa dan memberikan hasil positif dengan pereaksi Benedict.
Protein
- Abocath
- Infus set/transfer (selang infus)
- Cairan infus
Pemeriksaan feses merupakan pemeriksaan yang menggunakan feses sebagai sampel utama sehingga memudahkan diagnosis penyakit pada sistem pencernaan. Ini adalah metode yang digunakan untuk memberikan cairan kepada pasien yang tidak sadarkan diri, dehidrasi, atau syok. Terapi intravena (VI) dapat dilakukan dengan memberikan terapi melalui cairan infus yang diberikan langsung ke dalam darah, bukan dari saluran cerna.
Biasanya, pasien yang dirawat di rumah sakit akan mendapatkan terapi cairan infus yang diberikan secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama. Alat ini mempunyai fungsi yang sangat penting dalam pelayanan kesehatan terutama dalam perawatan pasien kritis, karena cairan yang disuntikkan dengan alat ini langsung melewati pembuluh darah dan menjamin keakuratan dosis serta pengetahuan jumlah tetes infus. cairan. (Ariesarimbawa, BHJ (2), 2018) . Cairan infus adalah cairan yang masuk ke dalam tubuh melalui jarum untuk menggantikan cairan atau nutrisi yang hilang di dalam tubuh.