KETERAMPILAN MEMAHAMI NASKAH DRAMA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 BATANG KAPAS KABUPATEN PESISIR SELATAN
Oleh
Rosna1, Asmawati2, Titiek Fujita Yusandra3
1) Mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat 2) dan 3) Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
STKIP PGRI Sumatera Barat
ABSTRAK
Matter to be discussed in this research is what will be the skills understand the script of a play a student of class VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas. This research aimed at described skill understand the script of a play: element of the students look from the theme characterization, trustee, the background and conflict. Type of this research is quantitative research using descriptive method. The population research totaled 30 people. This research result indicates. The first is skill understand manuscript drama grade students VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas The theme for indicators have good discipline (B) The average value of 76%, Found in qualifying good (B) 76−85%. Second, skill understand manuscript drama graders VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas Indicators characterization to have good discipline once (BS), The average value of 86%
Which is found in qualifying splendidly (BS) 86−95%. Third skill understand manuscript drama grade students VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas To mandate indicators have good discipline once (BS), The average value of 88%, Which is found in perfect qualification (BS) 86−95%. And the fourth skill understand manuscript drama grade students VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas To background indicators have good discipline once (BS) The average value of 89%, Which is found in qualifying splendidly (BS) 86-95%. Fifth, skill understand manuscript drama grade students VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas To conflict indicators is considered to be more than enough (LC) The average value of 68%, Which is found in qualifying more than enough (LC) 66-75%. So we can conclude that skill understand manuscript drama grade students VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas Five indicators to have good discipline (B), The average value of 80%, Which is found in qualifying splendidly (B) 76−85%.
KeyWord: Keterampilan, Memahami, Naskah drama.
KETERAMPILAN MEMAHAMI NASKAH DRAMA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 BATANG KAPAS KABUPATEN PESISIR SELATAN
Oleh
Rosna1, Asmawati2, Titiek Fujita Yusandra3
2) Mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat 2) dan 3) Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
STKIP PGRI Sumatera Barat
ABSTRAK
Masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimanakah keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Neneri 2 Batang Kapas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan memahami naskah drama siswa ditinjau dari: unsur tema, penokohan, amanat, latar dan konflik. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Populasi penelitian berjumlah 30 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan.Pertama, keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas untuk indikator tema tergolong baik (B) dengan nilai rata-rata 76%, yang terdapat pada kualifikasi baik (B) 76−85%.Kedua, keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas untuk indikator penokohan tergolong baik sekali (BS), dengan nilai rata-rata 86% yang terdapat pada kualifikasi baik sekali (BS) 86−95%. Ketiga, keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas untuk indikator amanat tergolong baik sekali (BS), dengan nilai rata-rata 88%, yang terdapat pada kualifikasi sempurna (BS) 86−95%. Keempat, keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas untuk indikator latar tergolong baik sekali (BS) dengan nilai rata-rata 89%, yang terdapat pada kualifikasi baik sekali (BS) 86-95%. Kelima, keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas untuk indikator konflik tergolong lebih dari cukup (LC) dengan nilai rata-rata 68%, yang terdapat pada kualifikasi lebih dari cukup (LC) 66-75%.
Jadi dapat disimpulkan bahwa keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas untuk kelima indikator tergolong baik (B), dengan nilai rata-rata 80%, yang terdapat pada kualifikasi baik sekali (B) 76−85%.
Kata kunci: Keterampilan, Memahami, Naskah drama.
A. PENDAHULUAN
Pembelajaran keterampilan memahami naskah drama di sekolah bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menentukan unsur intrinsik naskah drama seperti, tema, penokohan, amanat, latar dan konflik. Keterampilan memahami naskah drama merupakan kemampuan yang dimiliki siswa untuk melakukan pembacaan terhadap sebuah tulisan berbentuk drama.
Semi (1988:156) mengatakan drama adalah cerita atau tiruan perilaku manusia yang dipentaskan. Sedangkan Dewojati (2012:5) drama merupakan karya multidimensional yang dapat dikaji dari banyak sisi.
Salah satu bentuk keterampilan membaca yang diajarkan kepada siswa di sekolah, khususnya Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah memahami teks drama. Pembelajaran drama terdapat dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMP/ sederajat kelas VIII dengan standar kompetensi (SK) “memahami teks drama dan novel remaja”, kompetensi dasar (KD) 7.1 berbunyi “mengidentifikasi unsur intrinsik teks drama” (Depdiknas, 2006:51).
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia dan siswa di kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas tentang pembelajaran drama pada tanggal 25 November 2013, permasalahan pembelajaran keterampilan memahami naskah drama tersebut berkaitan dengan unsur guru, siswa, materi, media, teknik pembelajaran, pemberian latihan, pemberian contoh, dan pengevaluasian pembelajaran. Namun, unsur-unsur PBM tersebut terkait dengan dua unsur utama yaitu guru dan siswa. Hal tersebut dijelaskan bebagai berikut: Pertama, dari unsur guru. Permasalahan yang berkaitan dengan unsur guru ada lima. Kelima permasalahan tersebut adalah: (1) guru cenderung memberikan teori dari pada praktek, (2) terbatasnya media yang digunakan guru untuk menunjang pembelajaran, (3) guru belum menggunakaan srategi yang tepat dalam pembelajaran, (4) nilai masih di bawah KKM, (5) kondisi belajar kurang efektif.
Kedua, dari unsur siswa. Permasalahan yang berkaitan dengan unsur siswa ada empat.
Keempat permasalahan tersebut adalah: (1) siswa kurang berminat dalam pembelajaran drama, (2) siswa kesulitan dalam memahami tema, penokohan, amanat, latar dan konflik (3) siswa cenderung berpendapat bahwa media pembelajaran yang digunakan guru kurang menarik, (4) siswa cenderung berpendapat bahwa guru sering mencatatkan materi pembelajaran tanpa mempraktikkan.
Penelitian ini bertujuan utuk mendeskripsikan keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas ditinjau dari: unsur tema, penokohan, amanat, latar dan konflik. Hasanuddin WS (1996:4) berpendapat bahwa, drama merupakan karya yang memiliki dua dimensi karakteristik, yaitu dimensi sastra dan dimensi seni pertunjukan, dan drama merupakan suatu genre sastra yang ditulis dalam bentuk dialog-dialog dengan tujuan untuk dipentaskan sebagai suatu seni pertunjukan. Selanjutnya Cahyaningrum (2012:5) drama merupakan karya multidimensional yang dapat dikaji dari banyak sisi.
B. METODE PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah peneiltian kuantitatif dengan morode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas yang terdaftar pada tahun ajaran 2013/2014 yang berjumlah 170 orang siswa, yang tersebar dalam enam kelas. Variabel dalam penelitian ini adalah keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas. Data dalam penelitian ini berupa hasil keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas. Instrument dalam penelitian ini adalah tes. Tes yang dimaksud adalah tes unjuk objektif dengan 4 alternatif (A, B, C, D). Data yang telah terkumpul dianalisis melalui beberapa tahap. Pertama,memeriksa atau menskor jawaban siswa berdasarkan aspek yang diteliti. Untuk jawaban yang benar diberi skor 1 dan untuk jawaban yang salah diberi skor 0. Kedua, mengolah skor menjadi nilai. Ketiga, Nilai tersebut dimasukkan dalam format distribusi frekuensi keterampilan memahami naskah drama. Keempat, menentukan rata-rata hitung (M). Kelima, mengelompokkan keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas berdasarkan konversi skala 10. Keenam, membuat diagram batang keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas. Ketujuh, membahas dan menyimpulkan hasil penelitian.
C. HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka hasil penelitian dari masing-masing indikator dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama, keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas untuk indikator tema tergolong baik (B) dengan nilai rata-rata 76%, yang terdapat pada kualifikasi baik (B) 76−85%. Kedua, keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas untuk indikator penokohan tergolong baik sekali (BS), dengan nilai rata-rata 86% yang terdapat pada kualifikasi baik sekali (BS) 86−95%. Ketiga,keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas untuk indikator amanat tergolong baik sekali (BS), dengan nilai rata-rata 88%, yang terdapat pada kualifikasi sempurna (BS) 86−95%. Keempat, keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas untuk indikator latar tergolong baik sekali (BS) dengan nilai rata-rata 89%, yang terdapat pada kualifikasi baik sekali (BS) 86-95%.
Kelima, keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas untuk indikator konflik tergolong lebih dari cukup (LC) dengan nilai rata-rata 68%, yang terdapat pada kualifikasi lebih dari cukup (LC) 66-75%. Jadi dapat disimpulkan bahwa keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas untuk kelima indikator tergolong baik (B), dengan nilai rata-rata 80%, yang terdapat pada kualifikasi baik sekali (B) 76−85%.
1. Keterampilan Memahami Naskah Drama Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas untuk Indikator Tema
Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa tingkat penguasaan keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas dengan untuk indikator tema tergolong baik (B) dengan rata-rata tingkat penguasaan 76% berada pada rentangan tingkat penguasaan 76-85% pada skala 10. Keterampilan memahami naskah drama siswa untuk indikator tema ini dikelompokkan atas 5 klasifikasi, yaitu sempurna, baik sekali, lebih dari cukup, cukup, dan kurang. Pertama, siswa yang tergolong pada kualifikasi sempurna (S) untuk indikator tema berjumlah 7 orang. Kedua, siswa yang tergolong pada kualifikasi baik sekali (BS) untuk indikator tema berjumlah 8 orang. Ketiga, siswa yang tergolong pada kualifikasi lebih dari cukup (LC) untuk indikator tema berjumlah 6 orang. Keempat, siswa yang tergolong pada kualifikasi cukup (C) untuk indikator tema berjumlah 6 orang.Kelima, siswa yang tergolong pada kualifikasi kurang (K) untuk indikator tema berjumlah 3 orang.
Hal ini sesuai dengan pendapat Cahyaningrum (2012:177) bahwa tema adalah gagasan sentral, dasar cerita yang mencakup permasalahan dalam cerita, atau sesuatu yang akan diungkapkan untuk memberikan arah dan tujuan cerita dalam karya sastra, termasuk di dalamnya teks drama.
2. Keterampilan Memahami Naskah Drama Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas untuk Indikator Penokohan
Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa tingkat penguasaan keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas dengan untuk indikator penokohan tergolong baik sekali (BS) dengan rata-rata tingkat penguasaan 86% berada pada rentangan tingkat penguasaan 86-95% pada skala 10. Keterampilan memahami naskah drama siswa untuk indikator penokohan ini dikelompokkan atas 3 klasifikasi, yaitu sempurna, lebih dari cukup, dan hampir cukup. Pertama, siswa yang tergolong pada kualifikasi sempurna (S) untuk indikator penokohan berjumlah 16 orang. Kedua, siswa yang tergolong pada kualifikasi baik sekali (BS) untuk indikator penokohan berjumlah 11 orang. Ketiga, siswa yang tergolong pada kualifikasi hampir cukup (HC) untuk indikator penokohan berjumlah 3 orang.
Hal ini sesuai dengan pendapat Semi (1988:28) tokoh dan perwatakan tokoh mestinya merupakan suatu struktur, ia memiliki fisik dan mental yang secara bersama-sama membentuk suatu totalitas perilaku yang bersangkutan.
3. Keterampilan Memahami Naskah Drama Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas untuk Indikator Amanat
Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa tingkat penguasaan keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas dengan untuk indikator amanat tergolong baik sekali (BS) dengan rata-rata tingkat penguasaan 88% berada pada rentangan tingkat penguasaan 86-95% pada skala 10. Keterampilan memahami naskah drama siswa untuk indikator amanat ini dikelompokkan atas 3 klasifikasi, yaitu sempurna, lebih dari cukup, dan hampir cukup.
Pertama, siswa yang tergolong pada kualifikasi sempurna (S) untuk indikator amanat berjumlah 18 orang. Kedua, siswa yang tergolong pada kualifikasi lebih dari cukup (LC) untuk indikator amanat berjumlah 10 orang. Ketiga, siswa yang tergolong pada kualifikasi hampir cukup (HC) untuk indikator penokohan berjumlah 2 orang.
Hal ini sesuai dengan pendapat Hasanuddin WS (1996:103) bahwa amanat merupakan opini, kecendrungan, dan visi pengarang terhadap tema yang dikemukakanya. Amanat di dalam drama dapat terjadi lebih dari satu, asalkan kesemuanya itu terkait dengan tema.
4. Keterampilan Memahami Naskah Drama Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas untuk Indikator Latar
Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa tingkat penguasaan keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas dengan untuk indikator latar tergolong baik sekali (BS) dengan rata-rata tingkat penguasaan 89% berada pada rentangan tingkat penguasaan 86-95% pada skala 10. Keterampilan memahami naskah drama siswa untuk indikator latar ini dikelompokkan atas 3 klasifikasi, yaitu sempurna, lebih dari cukup, dan hampir cukup. Pertama, siswa yang tergolong pada kualifikasi sempurna (S) untuk indikator latar berjumlah 21 orang. Kedua, siswa yang tergolong pada kualifikasi lebih dari cukup (LC) untuk indikator latar berjumlah 5 orang. Ketiga,siswa yang tergolong pada kualifikasi hampir cukup (HC) untuk indikator latar berjumlah 4 orang.
Hal ini sesuai dengan pendapat Atmazaki (2007:106) yaitu latar adalah tempat dan urutan waktu ketika suatu tindakan berlangsung.
5. Keterampilan Memahami Naskah Drama Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas untuk Indikator Konflik
Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa tingkat penguasaan keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas dengan untuk indikator konflik tergolong lebih dari cukup (BS) dengan rata-rata tingkat penguasaan 68% berada pada rentangan tingkat penguasaan 66-75% pada skala 10. Keterampilan memahami naskah drama siswa untuk indikator konflik ini dikelompokkan atas 3 klasifikasi, yaitu baik, lebih dari cukup, dan hampir cukup. Pertama, siswa yang tergolong pada kualifikasi baik (B) untuk indikator konflik berjumlah 14 orang. Kedua, siswa yang tergolong pada kualifikasi lebih dari cukup (LC) untuk indikator konflik berjumlah 5 orang. Ketiga,siswa yang tergolong pada kualifikasi hampir cukup (HC) untuk indikator konflik berjumlah 11 orang.
Hal ini sesuai dengan pendapat (Nurgiyantoro, 1995:122) bahwa konflik adalah sesuatu yang dramatik, mengacu pada pertarungan antara dua kekuatan yang seimbang dan menyiratkan adanya aksi dan aksi balasan
D. KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka hasil penelitian dari masing-masing indikator dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama, keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapad untuk indikator tema tergolong baik sekali (B), dengan nilai rata-rata 76%, yang terdapat pada rentangan tingkat penguasaan 76−85%. Kedua, keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas untuk
indikator penokohan tergolong baik sekali (BS), dengan nilai rata-rata 86% yang terdapat pada rentangan tingkat penguasaan 86−95.Ketiga,keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas untuk indikator amanat tergolong baik sekali (BS), dengan nilai rata-rata 88%, yang terdapat pada kualifikasi sempurna (BS) 86−95%. Keempat, keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas untuk indikator latar tergolong baik sekali (BS) dengan nilai rata-rata 89%, yang terdapat pada kualifikasi baik sekali (BS) 86-95%. Kelima, keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas untuk indikator konflik tergolong lebih dari cukup (LC) dengan nilai rata-rata 68%, yang terdapat pada kualifikasi lebih dari cukup (LC) 66-75%. Jadi dapat disimpulkan bahwa keterampilan memahami naskah drama siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Batang Kapas untuk kelima indikator tergolong baik (B), dengan nilai rata-rata 80%, yang terdapat pada kualifikasi baik sekali (B) 76−85%.
Berdasarkan kesimpulan hasil penelitian, maka peneliti mengemukakan beberapa saran, yaitu (1) agar siswa SMPN 2 Batang Kapas untuk lebih memahami karya satra khususnya berjenis drama baik dalam bentuk dimensi sastra maupun dalam bentuk dimensi pertunjukan. (2) guru Bahasa Indonesia di SMPN 2 Batang Kapas diharapkan untuk lebih berusaha meningkatkan mutu pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya pembelajaran apresiasi sastra drama. (3) untuk peneliti lebih lanjut, dapat diakukan penelitian yang lebih komprehensif baik kemampuan dalam memahami drama dalam bentuk sastra maupun dalam bentuk dimensi pertunjukan.
KEPUSTAKAAN
Abdurrahman dan Ellya Ratna. 2003. “Evaluasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia”.
(Buku Ajar). Padang: Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FBSS UNP.
Atmazaki. 2007. Ilmu Sastra: Teori dan Terapan. Padang: UNP Press.
Cahyaningrum, Dewojati. 2012. Sejarah Teori dan Terapan. Javakarsa Media.
Depdiknas. 2006. Kompetensi Dasar. Jakarta: Departemen Kementrian dan Kebudayan
Hasanuddin, WS. 1996. Drama Karya dalam Dua Dimensi, Kajian Teori Sejarah dan Analisis.
Bandung: Angkasa.
Nurgiyantoro, Burhan. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Madah University Press Semi, M, Atar. 1988. Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya.