• Tidak ada hasil yang ditemukan

keterlibatan isteri nelayan dalam membantu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "keterlibatan isteri nelayan dalam membantu"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

KETERLIBATAN ISTERI NELAYAN DALAM MEMBANTU PEREKONOMIAN KELUARGA DI RT 03 RW 09 KELURAHAN PASIE

NAN TIGO KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG

ARTIKEL

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mencapai Gelar Sarjana Pada Program Studi S1 Pendidikan Sosiologi

IBNI TRI KURNIA 11070041

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SOSIOLOGI

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (STKIP) PGRI SUMATERA BARAT

PADANG

2015

(2)
(3)

KETERLIBATAN ISTERI NELAYAN DALAM MEMBANTU PEREKONOMIAN KELUARGA DI RT 03 RW 09 KELURAHAN PASIE

NAN TIGO KECAMATAN KOTO TANGAH KOTA PADANG Ibni Tri Kurnia

1

Dr. Erianjoni, M.Si

2

Isnaini, M.Si

3

Program Studi Pendidikan Sosiologi STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRACT

Fisherman's Wife's Involvement In Helping Families Economy At RT 03 RW 09 Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Padang. The goal of this study was to describe fishermen's wife’s involvement to improve the family economy and to describe the impact of fishermen's wife’s involvement in helping the family economy. The functional structural theory by Talcott Parson was the theory that the researcher used in this research. The results of the analysis showed that Fishermen's wife’s involvement at RT 03 RW 09, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Padang on living as drying fish, selling fish, selling food, and manage social gathering. Based on the form of the fishermen's wife’s involvement, there is the impact of fishermen's wife’s involvement in helping the family economy are fishermen's wives could help boost the economy of the family, caring for children is reduced because the time is reduced for work in public sector and family relationships become unbalanced.

1 Mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat Program Studi Pendidikan Sosiologi

2 Dosen Pembimbing I STKIP PGRI Sumatera Barat

3 Dosen Pembimbing II STKIP PGRI Sumatera Barat

(4)

PENDAHULUAN

Rumah tangga nelayan banyak tersebar di wilayah perairan Indonesia.

Rumah tangga nelayan memiliki ciri khusus seperti penggunaan wilayah pesisir dan lautan (common property) sebagai faktor produksi, ketidakpastian penghasilan, jam kerja yang harus mengikuti keadaan sekitar.

Hasil tangkapan yang tidak menentu ditambah dengan kondisi iklim yang buruk menyebabkan nelayan terkadang tidak membawa hasil tangkapan, untuk menyiasati pemenuhan kebutuhan keluarga diperlukan peran dari perempuan nelayan. Perempuan nelayan yang dimaksud adalah istri nelayan (Mugni dalam Hutapea, 2012: 2).

Terdapat dua faktor yang menjadi penyebab munculnya kerentanan pada keluarga nelayan, yang pertama adalah musim. Seperti kehidupan petani, kehidupan nelayan sangat dipengaruhi oleh adanya perubahan cuaca dan alam. Disaat musim ikan kehidupan sehari-hari tidak ada masalah meskipun harga ikan sedikit turun, akan tetapi pendapatan nelayan tetap meningkat. Permasalahannya adalah bila sudah saatnya memasuki musim barat atau musim ombak dimana tidak ada aktivitas penangkapan di laut, gangguan cuaca, keterbatasan modal dan eksploitasi yang berlebihan serta salah pengelolaan daerah penangkapan menyebabkan nelayan tradisional makin masuk ke dalam kubangan kemiskinan. Kedua adalah masalah harga dan daya tahan ikan hasil tangkapan yang tidak dapat bertahan lama, bila tidak segera dijual maka akan membusuk dan karena itu harganya pun sangat murah (Jume’edi,2005:

11).

Keterbatasan penghasilan dalam masyarakat nelayan akan berpengaruh dalam keterlibatan isteri dalam membantu ekonomi rumah tangga. Kebutuhan hidup yang semakin hari semakin meningkat membuat keluarga nelayan harus bekerja keras demi memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Isteri ikut bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Kelompok nelayan tradisional, keterlibatan isteri nelayan dituntut semakin lebih besar dalam mencari alternatif pendapatan lain untuk mencukupi kebutuhan ekonomi rumah tangga.

METODE PENGUMPULAN DATA Penelitian ini mulai dilakukan sejak tanggal 14 Maret sampai 28 Maret 2015.

Tempat penelitian ini, di RT 03 RW 09 Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif dan tipe penelitian ini adalah tipe deskritif.

Metode pemilihan informan dalam penelitian ini adalah dengan cara purposive sampling. Dalam penelitian ini, penelitian menggunakan data primer dan data skunder.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara dan studi dokumen. Model analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis data Miles dan Huberman (Miles dan Huberman 1992: 20).

HASIL PENELITIAN

1. Bentuk Keterlibatan Isteri Nelayan 1.1 Menjemur ikan

Keterlibatan isteri di dalam keluarga bukan hanya menjadi ibu bagi anak-anaknya tetapi isteri juga mempunyai banyak peranan. Isteri juga bertanggung jawab untuk mendidik anak-anaknya, mempersiapkan konsumsi keluarga dan mengelola keuangan keluarga. Pekerjaan sebagai penjemur ikan sangatlah bergantung kepada cuaca yang cerah, karena kalau cuacanya tidak bagus makapara isteri nelayan harus berhari-hari menunggu ikannya sampai kering. Cara isteri nelayan tersebut untuk menjemur ikannya adalah dengan membersihkan ikan yang didapatkan dari pasir-pasir laut kemudian dijemur dengan menggunakan jaring ditempat penjemuran ikan kalau cuacanya bagus dan kalau cuacanya buruk ikan tersebut langsung direbus agar ikannya tidak membusuk. Isteri nelayan yang bekerja sebagai penjemur ikan terbagi atas dua kelompok yaitu, isteri yang sebagai pemilik sekaligus penjemur ikan dan isteri yang sebagai buruh penjemur ikan.

1.2 Menjual ikan

Selain menjemur ikan ada juga isteri nelayan yang langsung menjual ikan ke pasar hasil tangkapan dari para nelayan tanpa di olah terlebih dahulu. Isteri-isteri nelayan yang langsung menjual ikan tersebut mendapatkan ikan dari suaminya yang melaut dan ada

(5)

juga membelinya dari nelayan lain. Upah yang didapat tergantung dari hasil tangkapan dan harga ikan pada saat itu. isteri nelayan yang bekerja sebagai penjual ikan, mereka menjual hasil tangkap suaminya terkadang mereka membeli hasil tangkap nelyan lain, lalu dijualkan ke pasar pagi yang berada di Kelurahan Pasie Nan Tigo dan ada juga yang memakai sistim kepercayaan, yang mana sistem kepercayaan ini tidak memakai modal terlebih dahulu. Ikan yang sudah diperoleh tersebut harus habis terjual dan kalau ikannya tidak habis maka menjadi tanggung jawab sendiri.

1.3 Jualan lontong

Isteri nelayan di RT 03 RW 09 Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang ada yang bekerja sebagai menjual makanan. Diantaranya ada yang menjual lontong di pagi hari dan menjual sambal pada siang hari, isteri yang bekerja sebagai berjualan lontong tersebut memang bekerja untuk membantu perekonomian keluarga. tidak menggunakan tenaga kerja dari orang lain hanya dibantu oleh suaminya saja kalau sedang tidak kelaut. Upah yang didapatkan memang lumayan banyak dan bisa ditabung untuk keperluan yang tidak disangka yakninya sekitar Rp70.000-Rp150.000 sehari. Jarak lokasi tempat ia berjualan dengan orang lain lumayan jauh, jadi mendapatkan pelanggan lumayan banyak. Upah yang didapatkan hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan biaya sekolah anak.

1.4 Jualan makanan ringan

Selain dari isteri nelayan yang menjual lontong ada juga membuka warung makanan kecil punyanya sendiri. Usaha warung makanan kecil yang dibuka oleh isteri nelayan ini ternyata memiliki keuntungan jika dibuka setiap hari dan dibuka dirumahnya sendiri. Warung makanan ringan yang di buka oleh isteri nelayan ini berupa kue-kue, minuman dan rokok yang tidak terlalu banyak dan tidak begitu besar tapi bisa untuk membantu perekonomian keluarganya. Upah yang didapatkan rata-rata Rp20.000 sampai Rp50.000 setiap hari.

1.5 Mengelola arisan harian

Isteri nelayan yang membantu perekonomian keluarganya selain mengelola ikan dan bejualan makanan ada juga yang mengelola arisan isteri-isteri nelayan dan

lainnya, ada yang membayar iuran arisan sebanyak Rp10.000, Rp20.000, Rp25.000, Rp50.000 setiap hari. Dalam sekali sebulan isteri-isteri nelayan mencabut lot dan nama siapa yang keluar berarti ibu tersebut yang menerima arisannya. Apabila isteri-isteri nelayan ada yang membutuhkan uang cepat, ibu yang mengelola arisan tersebut bisa menyediakan uang yang diperlukan oleh isteri-isteri nelayan, dengan membayar angsurannya setiap hari dan waktu yang telah ditentukan. Upah yang didapatkan tergantung dari arisan dan pinjamannya setiap hari.

1.6 Julo-julo tembak

Nelayan yang berpenghasilan lebih besar bisa membuka tabungan sendiri dirumah dan ada juga di bank untuk keperluan yang mendesak atau keperluan yang tidak disangka-sangka. Bagi nelayan yang berpenghasilan minim, mereka tidak bisa menabung karena uang yang diperoleh dari nelayan hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Jadi kalau nelayan tersebut tidak melaut mereka meminjam dulu kepada ketua arisan karena iya bisa menyediakan uang yang diperlukan dan membayarnya dengan cara mengangsur setiap harinya dengan waktu yang telah ditentukan. Upah yang didapatkan tergantung dari orang yang meminjam berapa ketika sudah lunas baru tau berapa untungnya berapa. Misalnya orang tersebut meminjam sekitar Rp1.000.000 nanti dibayar angsurannya sebanyak Rp 20.000 selama 65-70 hari baru dikasih nomor ketika orang tersebut membayar uangnya supaya tau sudah berapa kali membayarnya.

2. Dampak Positif Keterlibatan Isteri Nelayan dalam Membantu Perekonomian Keluarga

2.1 Membantu perekonomian keluarga Keterlibatan isteri nelayan dalam membantu perekonomian keluarga dengan cara ikut serta mencari nafkah bagi memenuhi kebutuhan hidup keluarga sangat membantu suami mereka terutama dalam hal ekonomi. Keterlibatan isteri nelayan dalam membantu perekonomian keluarga dengan cara ikut serta mencari nafkah bagi memenuhi kebutuhan hidup keluarga sangat membantu suami mereka terutama dalam hal ekonomi. Penghasilan yang diperoleh suami sebagai nelayan sangat kecil, dengan

(6)

pendapatan yang tak menentu. Nelayan untuk melaut memang sangat tergantung dengan cuaca, jika cuaca lagi buruk para nelayan harus menghentikan untuk melaut dan tidak mendapatkan ikan untuk dijual, agar kebutuhan kelurga nelayan tetap terpenuhi mereka mendorong isteri-isterinya untuk beproduksi di sektor publik walaupun suaminya tidak melaut.

3. Dampak Negatif Keterlibatan Isteri Nelayan dalam Membantu Perekonomian Keluarga

3.1 Perhatian Kepada Anak Menjadi Berkurang

Ketika perempuan mulai bekerja di sektor publik maka mereka memiliki power dalam mengambil keputusan keluarga.

Namun tetap saja tidak sepenuhnya perempuan mengambil keputusan tanpa suami selain urusan domestik. Isteri juga memiliki power untuk ikut memutuskan namun tetap bersama suami seperti dalam hal pendidikan anak, kesehatan, dan pengasuhan anak. Pada saat isteri-isteri nelayan bekerja di sektor publik, mereka keluar rumah dari pagi melihat ikan ke pantai untuk diolah dan pulang sudah sore.

Ketika isteri-isteri nelayan sudah keluar dari rumah untuk melihat ikan ke pantai sudah pasti belum sempat untuk memasak.

Dampak kedudukan sebagai isteri nelayan yang ikut bekerja di sektor publik ini berpengaruh terhadap perhatian kepada anak.

3.2 Hubungan dalam keluarga menjadi tidak seimbang

Kalau isteri tidak bisa membagi waktu antara pekerjaan rumah dengan bekerja diluar rumah terutama membersihkan rumah sudah pasti suami tidak senang ketika sampai dirumah, karena kadaan rumah dengan keadaan tidak enak dan tidak nyaman untuk dilihat. Isteri nelayan dominan dalam mengambil keputusan atau mengambil keputusan sendiri untuk berbagai hal yang menyangkut kelangsungan kehidupan rumah tangganya, seperti pengeluaran untuk makanan, pembelian pakaian, pembelian alat-alat rumah tangga, menabung, kebersihan dan perbaikan rumah dan mengikuti arisan serta memutuskan proses sosialisasi anak.

KESIMPULAN

Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Bentuk keterlibatan isteri nelayan di RT 03 RW 09 Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang pada umumnya berkerja sebagai penjemur ikan, penjemur ikan terbagi atas dua kelompok yaitu isteri sebagai pemilik sekaligus penjemur ikan dan isteri yang hanya sebagai buruh penjemur ikan, penjual ikan, menjual makanan, dan mengelola arisan. 2.

Berdasarkan dari bentuk keterlibatan isteri nelayan tersebut ada juga dampak dari keterlibatan isteri nelayan dalam membantu perekonomian keluarganya adalah isteri nelayan tersebut dapat membantu meningkatkan perekonomian keluarga, perhatian kepada anak menjadi berkurang karena waktu sudah berkurang selama bekerja disektor publik dan hubungan dalam keluarga menjadi tidak seimbang.

DAFTAR PUSTAKA

Hutapea, Roma YF, Abdul Kohar, dan Abdul Rosyid. 2012. Peranan Wanita Nelayan (Istri Nelayan) Jaring Insang dalam Meningkatkan Pendapatan Di Desa Bejalen Perairan Rawa Pening Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang. Jurnal of Fisheries Resources Utilization Management and Technology Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012, Hlm 1-10. Universitas Diponegoro. Semarang.

Jume’edi. 2005. Peran Wanita dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga Nelayan di Kelurahan Ujung Batu Kecamatan Jepara Kabupaten Jepara.

Jurnal Program Pascasarjana Universitas Diponegoro. Semarang

Miles, B. Matthew dan A. Michel Huberman.1992. Analisis data kualitatif. Jakarta: UI Press.

Referensi

Dokumen terkait

The Artex ME406 Emergency Locator Transmitter ELT system includes an ELT unit, an integral battery pack, warning buzzer, internal G-switch, antenna, remote switch, cable assembly, and

Based on the result of questionnaire that had given to the students, the researcher can described the influence of teacher’s to students’ motivation in learning English at IX grade in