• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keyword: purchase intention, trust, perceived risk

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Keyword: purchase intention, trust, perceived risk"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PERCEIVED RISK DAN TRUST TERHADAP CONSUMER INTENTION TO REPURCHASE ONLINE PADA PENGGUNA TRAVELOKA.COM DI JAKARTA

Dewi Padma Puspitasari, SE

Manajemen Pemasaran, Fakultas Ekonomi, STIE Indonesia Banking School, Jl.

Kemang Raya no.35 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, 17320.

Email: [email protected]

ABSTRACT

The main reason for this research is to know what affects perceived risk and consumer intention to repurchasing online. Location of this this research is in Jakarta.

The development of technology and internet are growing rapidly. This development affects other industries as well, such as e-commerce, which getting more popular in Indonesia. Case study, Traveloka, which one of the companies that provides itinerary and hotel arrangement.

This research is descriptive quantitative research with 138 respondents were collected by convenience sampling method. This research also used analysis method, which is called SEM (Structural Equation Model). The result indicated that 4 out of 7 variables that are significant and supported by data, and the rest are not significant and not supporter by data.

According to the research, it will affect perceived risk and trust towards the consumer intention to repurchase online. In this research, it used variable perceived online risk, trust in online vendor, Trust on third party assurance, consumer propensity to trust, cultural environment of trust, consumer attitude toward online purchasing, and consumer intention to repurchasing online.

Keyword: purchase intention, trust, perceived risk

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Di era teknologi dan internet yang terus berkembang pesat, internet memberikan banyak manfaat bagi para pengguna internet dan dapat memudahkan berbagai macam pekerjaan yang dapat dikerjakan menjadi lebih efektif dan efisien. Hal ini didukung dengan jangkauan internet yang semakin meluas dan terus berkembang, biaya penggunaan internet yang terjangkau oleh masyarakat, dan para pengguna internet yang semakin banyak. Masyarakat

(2)

merasa nyaman dan sangat mudah untuk mendapatkan berbagai kebutuhan mereka melalui internet.

Khususnya di Indonesia pengguna internet terus berkembang setiap tahunnya karena Indonesia mengacu pada standard Millenium Development Goals (MDG’s), yang mensyaratkan pada 2015 minimal 50% (separuh dari total penduduk), maka tahun ini pemerintah bersama pihak swasta termasuk APJII berkewajiban meningkatkan pertumbuhan 15,1%. Dengan demikian adanya standard tersebut pemerintah dalam mencapainya memperluas jaringan internet keseluruh Indonesia agar masyarakat nyaman untuk menggunakan internet.

Dengan pertumbuhan internet yang terus berkembang disusul dengan penggunannya yang semakin banyak menjadi potensi atau peluang baru bagi perusahaan untuk melakukan penjualan dengan cara online. Perusahaan e- commerce pun terus bermunculan seperti Zalora, Lazada, Tokopedia.com, Zalora, Lazada, Bhineka.com, Olx, Traveloka.com, Tiket.com, wego.com. Demikian bermunculannya perusahaan e-commerce di Indonesia perlu adanya penelitian yang dapat menggambarkan persepsi yang terkait resiko dan kepercayaan konsumen terhadap perusahaan e-commerce.

2. LANDASAN TEORI 2.1 Theory Reasoned Action

Niat perilaku yang ditentukan oleh sikap individu terhadap perilaku dan norma subjektif yang ada di sekitarnya (Fishberin, M.,&Ajzen, 1975). Sikap merupakan hasil evaluasi yang dirasakan oleh individu untuk menerima atau menolak suatu objek atau perilaku yang memenuhi kriteria individu tersebut untuk menempatkan posisi individu pada suatu skala evaluasi dua kutub baik atau buruk .Selanjutnya norma subyektif adalah persepsi atau pandangan suatu individu, terhadap kepercayaan orang lain yang dapat mempengaruhi niat untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku yang sedang menjadi pertimbangan (Ajzen, 1991).

Gambar 2.1

The Basic Theory of Reasoned Action

Sumber : (Fishberin, M.,&Ajzen, 1975) Attitude

toward

Subjective Norms

Intention to Behave

Behavior

(3)

2.2 Consumer Intention to Repurchase Online

Menurut Hume (2008) repurchasing intention dapat didefinisikan sebagai keputusan dari konsumen untuk terlibat dalam aktifitas yang akan datang dengan seseorang yang menyediakan jasa. Repurchasing juga merupakan hasil dari attitude atau sikap konsumen terhadap performa jasa yang dikonsumsinya. Sedangkan Repurchasing online adalah kepuasan dan persepsi konsumen (value) dapat menjadi pendorong terjadinya repurchasing. Langkah-langkah dari niat konsumen untuk melakukan perilaku pembelian tertentu melalui internet (Salibury, 2001 dalam (Chiu, Lin, & Tang, 2005). Sehingga consumer intention repurchase to online, dapat diartikan pula sebagai kecenderungan individu untuk bertindak akibat ketertarikan terhadap suatu objek sehingga adanya keinginan untuk mendapatkan objek tersebut melalui proses pembelian. Niat beli ini ditunjukkan melalui adanya sikap positif dan perasaan senang terhadap suatu produk.

2.3 Consumer Attitude Toward Online Purchasing

Menurut Chiu et al. (2005) sikap terhadap pembelian di internet merupakan, seorang konsumen dapat merasakan hal yang positif dan negatif yang dapat mempengaruhi niat seseorang untuk melakukan pembelian secara online atau tidak membeli.Sikap menempatkan orang pada kerangka berpikir tentang menyukai atau tidak menyukai sesuatu, bergerak mendekat atau menjauh dari hal itu, hal tersebut dilakukan sebagai bentuk ekspresi diri terhadap objek tertentu. Sikap merupakah hal yang sulit dirubah. Sikap seseorang membentuk sebuah pola, dan mengubahnya membutuhkan banyak penyesuaian dan bisa pula memakan waktu yang tidak sebentar. Sehingga perlu disadari oleh perusahaan untuk mencoba mencocokkan produknya kedalam sikap yang nyata tanpa mengubahnya.

2.4 Perceived online Risk

Menurut Solomon (2002), persepsi merupakan proses dimana individu memilih, mengatur dan menafsirkan sensasi yang diterima dari suatu objek. Persepsi adalah suatu proses yang kompleks. Setiap individu menginterpretasikan apa yang dilihat dan menyebutnya sebagai realitas. Oleh karena itu, realitas akan menjadi berbeda pada tiap individu (Ferrinadewi, 2008). Sehingga persepsi dapat didefinisikan sebagai proses individu untuk memilih, mengatur, dan menerjemahkan informasi yang diterima.

(4)

Resiko dihubungkan dengan kemungkinan terjadinya akibat buruk (kerugian) yang tidak diinginkan, atau tidak terduga. Dengan kata lain, kemungkinan itu sudah menunjukkan adanya ketidakpastian. Keputusan konsumen untuk memodifikasi, menunda, atau menghindari suatu keputusan pembelian sangat dipengaruhi oleh besarnya risiko yang dirasakan (Perceived Risk)(Kotler & Armstrong, 2013).

2.5Trust in Online Vendor

Kepercayaan konsumen yang timbul dari penjual online melalui kata- kata atau informasi yang disampaikan kepada konsumen maupun tindakan (Doney & Canon, 1997). Vendor online di bedakan berdasarkan kepercayaan di vendor yang terkait dengan berbagai jenis kunjungan pelanggan,dirasakan atau dikembangkan melalui interaksi mereka dengan website vendor (Kim, Ferrin, & Rao, 2008).

2.6 Trust on Third Party Assurance

Suatu perlindungan / jaminan yang berasal dari pihak yang dikenal oleh masyarakat, dan dianggap sebagai perusahaan atau organisasi yang sudah dipercaya, tetapi bukan yang terkait dengan pihak vendor (Cheung & Lee, 2006). Menurut Kimery (2002) dalam upaya meningkatkan kepercayaan yang disertai informasi yang baik antara pembeli dan penjual online. Sejumlah program jaminan telah dikembangkan oleh orang-orang indipenden atau orang dari pihak ke tiga.

2.7 Consumer Propensity to Trust

Consumer propensity to trust, suatu sikap yang cendrung mempercayai pengaruh baik orang lain atau saran yang diberikan atau disampaikan oleh orang lain (Mcknight, Choudhury, & Kacmar, 2002). Menurut ( Rotter, 1971 dalam Murphy, 2003), dapat didefinisikan sebagai kepercayaan dari masing-masing individu dan memiliki sebuah harapan dari sebuah ucapan, janji, atau pernyataan tertulis dari sebuah individu atau kelompok. Consumer propensity to trust lebih didasarkan pada iman dan kepercayaan secara umum kepribadian, tetapi dapat timbul dari sosialisasi individu terhadap mempercayai orang lain.

2.8 Cultural Environment of trust

Menurut Schiffman & Kanuk (2008), culture atau budaya adalah kepribadian dari masyarakat dalam suatu daerah. Mendefinisikan budaya sebagai jumlah total

(5)

mempelajari keyakinan, nilai - nilai yang dianut dari masyarakat tertentu dan adat istiadat yang berfungsi sebagai acuan berperilaku dari anggota masyarakat tertentu.

Menurut Gong (2009) Sebagai budaya pada lingkungan tempat seseorang individu berada. Yang terkait dengan aspek trust, misalnya budaya kolektifitas dan risk avoidance. Schiffman & Kanuk juga menambahkan, keluarga merupakan lembaga tradisional yang membagi banyak aspek dalam budaya, seperti budaya pendidikan, budaya agama, ke patriotan dan aturan yang ada dalam bersosialisasidalam lingkungan tersebut.

3. Kerangka Konseptual

3.1 Pengaruh Antara Consumer Attitude Toward Online dan Consumer Intention to Repurchasing Online

Menurut Bianchi & Andrews (2012), menyatakan consumer intention to repurchase online dapat dilihat jika konsumen tersebut memiliki rencana kedepannya untuk berbelanja, dan memiliki keinginan untuk berbelanja secara online di toko online tersebut. Menurut (Fong, 2013), umumnya sikap yang dikembangkan dari pengalaman pribadi dan belajar dengan permasalahan yang ada, serta dari informasi, dari teman, penjual dan berita Media. Mereka juga berasal dari kedua pengalaman langsung dan tidak langsung dalam kehidupan. Pendeknya, persepsi konsumen terhadap produk dan layanan akan menentukan kesiapan mereka untuk menerima dan mengadopsi produk dan layanan atau sebaliknya. Oleh karena itu, setelah meninjau literatur tersebut, sehingga peneliti membuat hipotesis berikut :

H1 : consumers attitude toward purchasing online berpengaruh positif pada consumers intention to repurchasing online.

3.2 Pengaruh Antara Perceived Online Risk dan Consumer Attitude Toward Online Purchasing.

Lui & Jamieson (2003), mengungkapkan bahwa tingkat risiko dalam berbelanja secara online, tergantung pada persepsi konsumen dalam memperkirakan tinggi dan rendahnya risiko yang akan dialami ketika menggunakan internet untuk berbelanja. Di dalam suatu aktivitas atau kegiatan apapun yang dilakukan pasti akan timbul pada berbagai resiko yang mungkin akan terjadi. Tetapi pada penelitian Salam, Rao, &

Pegels (2003) berfokus pada resiko keuangan yang dirasakan oleh melalui transaksiintenet penawaran risiko ini dengan menggunakan alternatif pembayaran

(6)

yang akan menyebabkan kerugian finansial. Kerugian finansial berarti konsumen tidak bisa mendapatkan pengembalian dana bila diperlukan atau tidak mampu untuk membalikkan transaksi atau untuk menghentikan pembayaran setelah menemukan kesalahan. Oleh karena itu, setelah meninjau literatur tersebut, sehingga peneliti membuat hipotesis berikut :

H2 : Perceived online risk berpengaruh negatif terhadap consumer’s attitudes toward online purchasing.

3.3 Pengaruh Antara Trust in Online Vendor dan Consumer Attitude Towards Online Purchasing.

Definisi sikap menurut Kotler & Amstrong (2001), merupakan sebuah cara menggambarkan suatu penilaian, perasaan dan kecenderungan yang relatif konsisten dari individu atas sebuah objek atau gagasan. Definisi ini memberikan pengertian bahwa sikap adalah suatu perilaku untuk bertindak positif atau negatif terhadap suatu objek, orang, institusi atau peristiwa. Menurut Biachi & Andrew (2011), yang membuat konsumen trust in vendor adalah vendor yang menepati janji, memiliki komitmen, dan memperhatikan segala hal yang berkaitan dalam melayani konsumen. Setelah meninjau literatur tersebut, sehingga peneliti membuat hipotesis berikut :

H3:Trust in online vendor berpengaruh positif terhadap consumer’s attitudes toward purchasing online

3.4 Pengaruh Antara Trust on Third Party Assurance dan Consumer Attitude Toward Online Purchasing.

Trust in third party assurance merupakan sebuah jaminan yang dirancang sebagai indikator dalam hal melayani konsumen. Hal tersebut dilakukan agar penjual dapat dipercaya oleh konsumen, dan konsumen menerima informasi vendor yang sesuai dengan standar jenis bisnisnya (Kimery & McCord, 2002). Pihak ketiga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan pembeli yang memiliki potensial untuk membeli (Kimery & McCord, 2002). Oleh karena itu, setelah meninjau literatur tersebut, sehingga peneliti membuat hipotesis berikut :

H4 : Trust on third party assurance berpengaruh positif terhadap consumer attitude toward online purchasing.

(7)

3.5Pengaruh Antara Trust on Third Party Assurance dan Consumer Intention to Repurchasing online.

Trust on third party assurance menurut kimery & McCord (2002) adalah jaminan pihak ketiga yang membantu perusahaan agar dapat dipercaya oleh konsumen. Organisasi penjamin dianggap sebagai perusahaan yang dapat dipercaya, logo dari organisasi penjamin ini ditampilkan secara visual sebagai indikator kepercayaan. Peneliti memperkirakan bahwa dampak akan lebih kuat antara pembeli pemula dari kalangan berpengalaman secara online pembeli. Selain itu, tinggi tingkat ketidakpastian dan ketidak percayaan mengalami oleh pembeli pemula dapat membuat mereka lebih rentan terhadap yang jaminan yang ditawarkan oleh segel. Berdasarkan Pavlao (2003), niat pembelian online adalah situasi ketika seorang pelanggan bersedia dan berniat untuk terlibat dalam transaksi online. Transaksi online dapat dianggap sebagai Kegiatan di mana proses pencarian informasi, transfer informasi, dan pembelian produk yang terjadi. Setelah meninjau literatur tersebut, sehingga peneliti membuat hipotesis berikut :

H5 : Trust in third party assurance berpengaruh positif terhadap consumer’s intention to repurchasing online.

3.6 Pengaruh Antara Consumer Propensity to Trust dan Consumer Intention to Repurchasing online.

. Yaobin & Tao (2007) seseorang dengan kecenderungan kepercayaan yang tinggi akan lebih mudah mempercayai orang lain. Kecenderungan kepercayaan adalah hal yang sangat penting dalam tahap kepercayaan awal, ketika konsumen sebelumnya tidak memiliki interaksi langsung dengan toko online. Sehingga dapat disimpulkan dengan tingkat kepercayaan seorang individu yang tinggi maka seorang individu tidak akan mudah curiga dengan sesuatu, mudah untuk memaafkan jika terjadi sedikit kesalahan dari orang lain atau perusahaan dan kepribadiannya yang baik atau simple.

Oleh karena itu, setelah meninjau literatur tersebut, sehingga peneliti membuat hipotesis berikut :

H6 : consumer propensity to trust berpengaruh positif terhadap consumer intention to repurchasing online.

(8)

3.7 Pengaruh Antara Cultural Enviroiment of trust dan Consumer Intention to Repurchasing Online

Salai, Kovač, & Žnideršić (2011) penilaian perilaku konsumen dalam proses pembelian produk atau jasa, konsumen akan mengacu pada objek tersebut, tujuan dan perilaku pada umumnya. Penilaian antar individu dapat terjadi melalui interaksi sosial.

Perilaku konsumen dilakukan dari anak usia dini melalui keluarga dan disesuaikan dengan tuntutan dari perubahan lingkungan. Proses observasi, perilaku spesifik dan evaluasi individu menyebabkan mengumpulkan pengetahuan dan pengalaman digunakan untuk melakukan peran tertentu ditugaskan di lingkungan sosial tertentu.

Sehingga dengan adanya kecendrungan masyarakat yang mudah percaya, atau selalu berfikiran positif terhadap sesuatu hal, perusahaan akan lebih mudah mengenalkan produk dan masuk ke lingkungan masyarakat tersebut. Berdasarkan penelitian Bianchi & Andrews (2012), cultural environmement of trust berpengaruh positif terhadap consumer intention to repurchasing online. Sehingga, setelah meninjau literatur tersebut, sehingga peneliti membuat hipotesis berikut :

H7 : Cultural environment of trust berpengaruh positif terhadap consumer intention to repurchasing online

2.11 Model Penelitian

Sumber : (Bianchi & Andrews, 2012)

(9)

3. Metodologi Penelitian 3.1 Objek Penelitian

Objek yang diteliti dalam penelitian ini adalah masyarakat yang mengetahui dan pernah menggunakan Traveloka.com sebagai referensi dan situs penjualan tiket pesawat dan booking hotel. Alasan Traveloka.com dipilih menjadi subyek dari penelitian ini adalah karena agent travel ini sepertinya akan menjadi tren di masyarakat untuk membeli tiket pesawat melalui Traveloka.com terbukti dengan ketika kita melakukan pencarian pembelian tiket pesawat online yang keluar pertama kali di Google adalah Traveloka.com. Sepertinya tidak mungkin bisa seperti itu jika bukan perusahaan terbaik di bidangnya.

3.2 Desain Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif, Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif yang akan dilakukan dalam satu periode (cross sectional design). Pengumpulan data dilakukan dengan cara teknik survei kuesioner kepada responden yang terdaftar melalui daftar pertanyaan yang sistematis dengan jawaban yang mudah dipahami. Hasil dari survei kuesioner tersebut lalu diolah oleh dengan metode statistik menggunakan metode analisis Structural Equation Model (SEM) dengan perangkat lunak AMOS 21.

3.3 Metode Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder yang dikumpulkan untuk mencapai tujuan penelitian.

1. Data Primer

Data primer pada penelitian ini dilakukan dengan penyebaran kuesioner melalui media internet menggunakan aplikasi google docs. Penelitian ini menggunakan skala likert yang bisa memungkinkan peneliti melakukan operasi aritmetika tertentu terhadap data yang dikumpulkan dari responden. Skala jawaban responden adalah 1 (Sangat Tidak Setuju) sampai 7 (Sangat Setuju)

2. Data Sekunder

Data yang dikumpulkan oleh pihak lain dari berbagai sumber, seperti buku- buku, media internet, serta jurnal-jurnal penelitian sebelumnya yang signifikan dengan topik penelitian (Maholtra, 2009). Data sekunder didapat dari buku pendukung yang

(10)

berhubungan dengan penelitian ini, seperti informasi dari buku literatur, jurnal, dan publikasi-publikasi yang terkait dengan masalah penelitian. Peneliti melakukan kegiatan kepustakaan dengan mencari landasan mengenai penelitian ini dengan membaca sumber-sumber tersebut, khususnya yang mengenai dalam penelitian ini.

3.3.1 Populasi dan Sampel

 Populasi

Menurut (Griffin et al. 2012), populasi adalah jumlah atau kumpulan elemen- elemen yang kita ingin buat dari beberapa kesimpulan yang telah diambil. Populasi dalam penelitian ini adalah pembeli tiket pesawat atau booking hotel secara online di Traveloka.com wilayah DKI Jakarta. Didalam penelitian ini populasi sulit diketahui secara pasti karena data tersebut tidak di publish dari perusahaan Traveloka.com dan alasan lainnya adalah setiap harinya jumlah pengguna Traveloka.com yang berubah- ubah sehingga sulit untuk diketahui angka pastinya.

 Sampel

Tentukan populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsumen wilayah Jakarta yang telah membeli tiket pesawat secara online dan booking hotel di Traveloka. Langkah kedua merupakan prosedur sampling atau yang biasa disebut dengan sampling method. Peneliti menggunakan metode sampel non-probability sampling dengan teknik convenience sampling. Menyatakan Hair et al. (2010), bahwa pedoman ukuran sample tergantung dari jumlah indikator dikali dengan 5 sampai 10.

Dalam penelitian ini maka jumlah sampelnya adalah sebagai berikut:

Jumlah Sampel = indikator x 6 Jumlah Sampel = 22 x 6 = 138 3.4 Operasionalisasi Variabel

Tabel 3.1 Contoh Operasionalisasi Variabel

Variabel Definisi Alat Ukur Skala

Pengukuran Consumer Attitude

Toward Online Purchasing (CAT)

CAT 1: Saya merasa membeli tiket pesawat/

booking hotel melalui Traveloka.com adalah baik.

Skala Likert 1-7

(11)

Tabel 3.2 Contoh Operasionalisasi Variabel

Variabel Definisi Alat Ukur Skala

Pengukuran

Merupakan sikap terhadap pembelian

di internet bahwa seorang kosumen dapat merasakan hal

yang positif dan negatif yang dapat mempengaruhi niat

seseorang untuk melakukan pembelian secara online (Chiu et

al., 2005)

CAT 2: Saya merasa membeli tiket pesawar/

booking hotel melalui Traveloka.com adalah bermanfaat

Skala Likert 1-7 CAT 4 : Saya merasa

membeli tiket

pesawat/booking hotel melalui Traveloka.com adalah berisiko.

CAT 3: Saya merasa membeli tiket pesawat / booking hotel melalui Traveloka.com adalah efektif

CAT 4: Saya merasa membeli tiket pesawat / booking hotel melalui Traveloka.com adalah efektif.

CAT 5 : Saya merasa membeli tiket pesawat /booking hotel melalui Traveloka.com adalah mudah. (Bianchi &

Andrews, 2011)

Consumer Intention to Repurchasing

Online (CIR)

Langkah-langkah dari niat konsumen untuk

melakukan perilaku pembelian tertentu melalui internet ( Salibury, 2001 dalam

Chiu et al., 2005)

CIR 1 : Saya berencana membeli tiket pesawat atau booking hotel melalui Traveloka.com dalam enam bulan kedepan

Skala Likert 1-7

(12)

Tabel 3.3 Contoh Operasionalisasi Variabel

Variabel Definisi Alat Ukur Skala

Penilitian Consumer Intention

to Repurchasing Online (CIR)

Langkah-langkah dari niat konsumen untuk

melakukan perilaku pembelian tertentu melalui internet ( Salibury, 2001 dalam

Chiu et al., 2005)

CIR 2 : Kemungkinan besar saya akan menggunakan

kembali melalui

Traveloka.com untuk membeli tiket pesawat atau booking hotel enam bulan

kedepan. Skala Likert

CIR 3 : Saya berniat untuk 1-7 membeli kembali tiket pesawat atau booking hotel melalui Traveloka.com dalam enam bulan ke depan. (Bianchi & Andrews, 2011)

Perceived Online Risk (POR)

Konsep resiko yang terkait dengan lingkungan online dimana kebutuhan konsumen untuk mencapai teknologi yang terlibat dalam melakukan tugas dalam pencari dan pembelian ( McCole, 2010 dalam Bianchi &

Andrews, 2011 )

POR 1 : Saya merasa

aman melakukan

pembelian dengan

menggunakan kartu kredit di Traveloka.com

Skala Likert 1-7 POR 2 : Saya merasa

aman memberikan rincian data pribadi saya, jika diminta oleh Traveloka.com POR 3 : Dibandingkan dengan cara lain untuk melakukanpembelian, saya

berpikir bahwa

menggunakan internet lebih berisiko. ( Bianchi, Andrews 2011 )

(13)

Tabel 3.4 Contoh Operasionalisasi Variabel (Lanjutan)

Variabel Definisi Alat Ukur Skala

Pengukuran

Trust in Online Vendors (TOV)

Kepercayaan konsumen dari penjual online melalui

kata- informasi yang disampaikan maupun

tindakan (Doney, et al.,1997)

TOV 1 : Saya siap untuk memberikan informasi pribadi untuk perusahaan online

Skala Likert 1-7 TOV2 : saya bersedia

untuk memberikan nomor kartu kredit saya kepada Traveloka.com

TOV3 : Traveloka dikenal sebagai perusahaan yang profesional

TOV4 : Traveloka berniat untuk memenuhi janji mereka (Ribbink et.al)

Trust in Third Party Insurance (TPA)

Suatu perlindungan /jaminan yang berasal dari pihak yang dikenal bukan terkait dengan pihak vendor.

(Cheung & Lee, 2001)

TPA 1 : Jaminan keamanan bertransaksi di Traveloka dengan verisign secured dari RapidSSL dapat dijadikan acuan untuk menilai penjual

Skala Likert 1-7 TPA 2 : Bekerja sama

dengan Association of The Indonesia Tours & Travel Agencies (ASITA) dapat dijadikan acuan dalam menilai penjual (Bianchi, Andrews 2011)

Consumer Propensity to Trust (CPT)

Suatu sikap yang cendrung mempercayai pengaruh baik orang

lain atau saran dari orang lain (McKnight, Kacma & Choudhury,

2000)

CPT 1: Mudah bagi saya untuk mempercayai orang lain

Skala Likert 1-7 CPT 2 : Kecenderungan

saya untuk mempercayai orang dalam kehidupan saya adalah tinggi CPT 3 : Saya cenderung percaya kepada orang meskipun saya tidak tau terlalu banyak tentang mereka (Bianchi, Andrews 2011)

(14)

Variabel Definisi Alat Ukur Skala Pengukuran

Cultural Environment on Trust (CET)

Sebagai budaya pada lingkungan tempat seseorang individu berada yang terkait dengan aspek trust, misalnya budaya kolektifitas dan risk

avoidance (Gong, 2009)

CET 1 : Tingkat saling percaya yang tinggi ada dalam keluarga saya

Skala Likert 1-7 CET 2 : Orang-orang dalam

komunitas saya, percaya satu sama lain

CET 3 : Saya hidup dalam masyarakat yang high trust (Bianchi, Andrews 2011)

4. Analisis dan Pembahasan 4.1 Profil Responden

Seluruh responden yang berjumlah 138 orang, dapat dilihat bahwa responden berjenis kelamin wanita berjumlah 67 orang atau sebesar 49% dan responden yang berjenis kelamin pria berjumlah 71 orang atau sebesar 51%. Mayoritas responden dalam penelitian ini adalah responden yang berusia 18-27 tahun yang berjumlah 110 orang atau sebesar 79% dari total responden. Selanjutnya, kebanyakan pekerjaan responden adalah pelajar/mahasiswa sejumlah 63 orang atau sebesar 45% dari total responden. Responden yang telah menjadi pengguna Traveloka kebanyakan sudah menggunakan Traveloka selama 7-12 bulan, dengan jumlah responden sebanyak 61 orang. Kebanyakan konsumen Traveloka berdomisili di Jakarta Selatan sebanyak 49 orang atau sebesar 36%.

4.2 Hasil Analisis Data

Hasil validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh variabel memenuhi kriteria yang ditentukan (Factor Loading ≥ 0,50; Construct Realibility ≥ 0,70; Variance Extracted ≥ 0,50. Hasil pengolahan data output regression weights yang menunjukkan apakah hipotesis yang diajukan didukung data atau tidak dengan syarat nilai p-value ≥ 0,05. Semua variabel memenuhi syarat nilai yang diinginkan sehingga seluruh data mendukung hipotesis.

(15)

4.3 Implikasi Manajerial

Berdasarkan hasil penelitian menunjukan faktor yang mempengaruhi consumer intention to repurchase memiliki empat variabel yang signifikan diantaranya trust in online vendor, consumer propensity to trust, consumer attitude toward online purchasing dan third party assurance.

1. Dari hasil penelitian yang dilakukan kepada responden Traveloka adalah trust in online vendor (TOV) dalam memberikan pengaruh kepada consumer attitude toward online purchasing (CAT), menjadi pertimbangan dalam melakukan evaluasi konsumen dalam hal, pembelian kembali untuk memesan tiket pesawat maupun booking hotel. Sehingga hal ini menujukan bahwa konsumen percaya akan kualitas pelayanan Traveloka. Kinerja, komitmen dan pelayanan kepada konsumen menjadi kunci yang sangat penting dalam hal membangun kepercayaan kepada konsumen.

2. Hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa Trust on third party assurance memiliki pengaruh positif terhadap consumer atittude toward online purchasing. Trust on third party assurance dapat membantu konsumen melakukan penilaian pada perusahaan Traveloka. Third party assurance hanya sebagai pertimbangan dalam melakukan evaluasi sehingga yang dapat mempengaruhi niat pembelian kembali tentu dari kualitas performa dalam melayani konsumen Traveloka itu sendiri.

3. Hasil penelitian ini juga membuktikan bahwa consumer attitude toward online purchasing memberikan pengaruh yang positif terhadap consumer intention to repurchasing online. Dapat disimpulkan bahwa konsumen dapat merasakan hal yang positif atau manfaatnya, dalam menggunakan Traveloka saat melakukan pembelian tiket pesawat maupun booking hotel.

5. Kesimpulan dan Saran 5.1 Kesimpulan

Setelah dilakukan analisis data menggunakan SEM, menunjukkan adanya hubungan positif, negatif, signifikan maupun tidak signifikan. Dengan menggunakan studi penelitian Faktor-faktor pembentuk perilaku pembelian produk palsu dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

1. Perceived online risk memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap consumers attitude toward purchasing online.

(16)

2. Trust in online vendor memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap consumers attitude toward purchasing online.

3. Trust on party assurance memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap consumers attitude toward purchasing online.

4. Trust on party assurance memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap consumer intention to repurchasing online.

5. Consumer propensity to trust memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap consumer intention to repurchasing online.

6. Cultural environiment of trust memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap consumer intention to repurchasing online.

7. Consumer attitude toward memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap consumer intention to repurchasing online.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil dari penelitian ini maka dapat digambarkan bagaimana kepercayaan dan resiko dapat mempengaruhi niat pembelian kembali. Oleh karena itu, beberapa saran yang mungkin dapat diberikan untuk perusahaan dan dan penelitian selanjutnya sebagai berikut :

1. Untuk Perusahaan Traveloka

Meningkatkan trust third party assurance seperti melanjutkan inovasi baru yang lebih membuat konsumen merasa nyaman dan benar-benar aman agar Traveloka tetap menjadi perusahaan yang dinilai baik oleh konsumennya dan semakin banyak konsumen yang bersedia melakukan e- payment dengan menggunakan debit maupun credit card.

2. Dalam meningkatkan trust in online vendor perlu dilakukannya penyuluhan mengenai amannya bertransaksi menggunakan e-payment, yang dapat disajikan melalui video pendek dan menarik yang diletakan di halaman website maupun di publikasikan melalui youtube, sehingga diharapkan dengan langkah seperti ini dapat meningkatkan kepercayaan konsumen yang lebih banyak lagi. Langkah selanjutnya Traveloka bisa membuat sistem member pada Traveloka sebagai alternatif yang bisa diambil dalam mempertahankan konsumen, member itu digunakan untuk mencatat sudah berapa banyak konsumen tersebut melakukan transaksi di Traveloka dan diberi point, sehingga dalam jangka waktu dan point tertentu yang sudah

(17)

terkumpul member tersebut bisa mendapatkan tiket pesawat/booking hotel secara gratis atau mendapatkan potongan yang besar, atau free upgrade class atau pelayanan tambahan lainnya.

3. Melakukan kerjasama dengan credit card dalam rangka melakukan pembelian tiket penerbangan atau booking hotel mendapatkan cashback atau cicilan 0%.

4. Untuk peneliti selanjutnya, yang ingin melakukan penelitian yang serupa dengan penambahan maupun perubahan variabel yang berbeda atau bervariasi dapat menggunakan Perceived Quality dimana menurut Moslehpour, Aulia dan Masarie (2015), Perceived Quality dapat digambarkan sebagai evaluasi secara keseluruhan dari hasil ekspetasi pada kualitas dan pengalaman konsumen setelah melakukan pembelian di perusahaan online.

Daftar Pustaka

Anderson,D.,Sweeney,D., Williams., T. (2008). Statistic For Business and Econimics. Thenth Edition. South Western : a Division of Thomson Learning.

Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179-211.

Bianchi, C., & Andrews, L. (2012). Risk, trust, and consumer online purchasing behaviour: a Chilean perspective. International Marketing Review, 29(3), 253275

Cheung,C.M.K., & Lee, M.K.O (2006). Understanding Consumer Trust in Internet Shopping : Multidisciplinar. Approch. Journal of Global Information Management. Vol.9, no.3.

Chiu,Y., Lin, C., & Tang,L. (2015). Gender Differes : Assesing a model of online purchase intentions in e-tail service. Vol. 16, no.5.Emarld Group Publishing Limeted.

Doney, P.,& Cannon, J. (1997). An Examination of The Nature of Trust in Buyer-Seller Relationships. Journal of Marketing: Proquest.

Ferrinadewi, E. (2008). Merek dan Psikologi Konsumen. Jakarta: Graha Ilmu

Fishbein, M., & Ajzen, I. (1975). Belief, Attitude, Intention And Behavior.

Fong, H. (2013). A Study On Consumer Attitude Toward Online Shopping on Penang Famous Fruit Pickles.

Ghassani, H.(2013). Perceived risk dan Trust Sebagai Penggerak Consumer Intention to Repurchasing Online : Telaah pada jual beli kaskus. Skripsi.

(18)

Gong, W.(2009). National Culture and Global Diffusion of Business to consumer e-commerce.

Cross Cultural Management An International Journal, 16(1), 83-101.

Griffin, J.(2002). Customer Loyalty How to Earn it, How to keep it. Kentuncky : McGraw Hill.

Griffin, M. (2012). Business Research Method. Cengange Learning.

Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2010). Multivariate data analysis: A global perspective. Upper Saddle Rider: Pearson Education.

Hume, M. (2008). Understanding core and peripheral service qualityin customer repurchase of the performing arts. Emerald Group Publishing Limited. Vol. 18 No. 4, 2008 pp. 349-369 Jarvenpaa, S.L., Tractinsky, N & Vitale, M.(2002). Consumer trust in an Internet store. Baltzer

Science Publishers BV.

Kim, D.J., Ferrin, D.L., Rao, H.R. (2008). A Trust-Based Consumer Decision Model in Electronic Commerce: The Role of Trust, Risk, and Their Antecedents. 44(2) , 544. Research Collection Lee Kong Chian School Of Business.

Kimery, K.M & McCord, M. (2002). Third Party Assurances : The Road of Trust in Online Retailing.

Ko, H., Jung, J., Kim, J. Y., & Shim, S. W. (2004). Cross-Cultural Differences in Perceived Risk of Online Shopping. Spring, 4(2), 20–29.

Kotler, P, Alih Bahasa Benyamin Molan. (2005). Manajemen Pemasaran, Edisi Kesebelas,Jilid 1, Jakarta: PT Indeks Kelompok Gramedia.

Kotler, P., & Amstrong,G.(2013). The Principal Of Marketing. Jakarta : Erlangga.

Kotler, P. (2005). Manajemen Pemasaran di Indonesia. Buku 2 diadaptasi oleh A.B Susanto.

(2001). Jakarta : Salemba Empat.

Ling, K.C., Dhaud, D.B., & Phiew, T.H. (2010). The Effect of Shopping Orientantions, Online Trust and Prior Online Purchase Experiance Toward Consumers Online Purchasing Intentions. Vol.3,no.3. International Business Research.

Lui, H.K & Jamieson, R.(2003). TRiTAM: A model for integrating trust and risk perceptions in business to consumer electronic. 16th beled ecommerce conference etrasformation.

Malhotra, N. K. (2010). Marketing Research: An Applied Orientation. Upper Saddle River:

Prentice Hall.

Moslehpour,M., Aulia,C.K., & Masarie.C.E. (2015).Bakery Product Perception and Purchase Intention of Indonesian Consumers in Taiwan. International Journal of Business and Information, Vol. 10, No. 1.

Murphy, G. (2003). Propensity to Trust Purchase Experieance and Trusting Beliefs of Unfamiliar e-commerce ventures.Vol 2, no 2. New England Journal of Enterpreneurship.

Pavlao, P.A (2003). Consumer Acceptance of Electronic Commerce : Intergrating Trust and Risk with the Technology Acceptance Model. Vol 7, no 3. Pp 69-103. International Journal of Electronic Commerce.

(19)

Ribbink, D., Allard C.R., Veronica.L., & Sandra.S.(2004). Comfort Your Online Customer:

Quality , Trust, and Loyalty on The Internet. Managing Service Quality, 14(6), 446.

Salam, A.F., Iyer, L., Palvia, P & Singh, R. (2005). Trust in ecommerce. Communication of the ACM. Vol 48, no 2, pp 73-77.

Salam, A.F., Rao, H.R., & Pegels,C.C. (2003). Consumer-perceived Risk in e-commerce Transactions.Communication of the ACM. Vol. 46, no. 12, pp 325-331.

Sangadji & Sopiah. (2013). Perilaku Konsumen. Penerbit Andi Yogyakarta.

Schiffman, Kanuk. (2000). Consumer Behavior. Tenth Edition. Pearson.

Sekaran,U. (2003). Research Method for Business a Skill Building Approach. United kingdom.

Singh, J & Sirdeshmukh, D.(2000). Agency and Trust Mechanisms in Consumer Satisfaction and Loyalty Judgments. Journal of the Academy of Marketing Science. Volume 28, No.

1, pages 150-167.

Sugiyono. (2013). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Penerbit Alfabeta.

Solomon, R.M.(2002). Consumer Behavior, Buying, Having, and Being. Edisi ke 8. New Jersey:

Prentice Hall.

Wijanto, S. (2008). Strucktural Equation Modeling dengan lisrel 8.8 Konsep dan tutorial.

Yogyakarta : Graha Ilmu.

Wu, J. & Liu, D. (2007) . The effects of Trust and enjoyment on intentions to play online games.

Journal of electronic consumerce research.Vol 28 no 7.

Yaobin, L., & Tao, Z. (2007). A Research of Consumers ’ Initial Trust in Online Stores in China, 39(3), 167–180.

LAMPIRAN

Tabel Output Regression Weights

Hipotesis Path Estimasi P Kesimpulan

1 CIR <--- CAT 0,730 *** Signifikan 2 CAT <--- POR 0,005 0,896 Tidak Signifikan

3 CAT <--- TOV 1,137 *** Signifikan

4 CAT <--- TPA 0,103 0,011 Signifikan

5 CIR <--- TPA -0,030 0,585 Tidak Signifikan 6 CIR <--- CPT 0,093 0.080 Tidak Signifikan 7 CIR <--- CET -0.003 0.962 Tidak Signifikan

(20)

LAMPIRAN

Tabel Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas

Variabel Laten Indikator

Uji Validitas Uji Realibilitas Factor

Loading Kriteria AVE>0.5 CR>0.7 Kesimpulan

Consumer Attitude Toward Online

Purchasing

CAT1 0.940 Valid

0.826 0.950 Reliable CAT2 0.918 Valid

CAT3 0.874 Valid CAT5 0.901 Valid Consumer Intention

to Repurchase Online

CIR1 0.819 Valid

0.781 0.934 Reliable CIR2 0.957 Valid

CIR3 0.808 Valid Perceived Online

Risk

POR1 0.855 Valid

0.805 0.892 Reliable POR2 0.938 Valid

Trust In Online Vendor

TOV1 0.678 Valid

0.665 0.886 Reliable TOV2 0.702 Valid

TOV3 0.918 Valid TOV4 0.931 Valid Trust in Third

Party Assurances

TPA1 0.970 Valid

0.835 0.910 Reliable TPA2 0.854 Valid

Consumer Propensity To Trust

CPT1 0.821 Valid

0.621 0.827 Reliable CPT2 0.912 Valid

CPT3 0.598 Valid

Cultural Environment

of Trust

CET1 0.765 Valid

0.537 0.774 Reliable CET2 0.818 Valid

CET3 0.598 Valid

Sumber: Hasil pengolahan data dilakukan oleh peneliti dengan AMOS 21 dan Mic. Excel

(21)

Referensi

Dokumen terkait

Based on the research that has been done then can be obtained conclusion as follows: (1) Trust positively and positively affects consumer purchasing decisions online in

Perceived Web Site Quality, Convenience, Price, Variety Product dan Trust memiliki pengaruh terhadap Online Shopping Attitude , karena t-value dari semua variabel lebih besar

Melalui alat bantu aplikasi program SmartPLS hasil penelitian menunjukkan bahwa utilitarian dan hedonic berpengaruh positif signifikan terhadap attitude toward

Considering the market potential as well as the threads faced by online vendor thus this research is focus on investigating the influence of vendor trustworthiness which is

For a brief explanation of operational definition for each variable, online purchase intention is related to consumers’ plan or willingness to do an online

H5: Perceived price PRI has a negative effect on purchase intention INT for both poten- tial customers and repeat customers The effect of perceived trust in an online vendor H3 is

H2: store image has a positive effect on the intention to buy mobile phones online significantly through the trust variable Influence of Trust on Purchase Intention Trust is the most

Hypothesis 6 H6: Risk perception has a positive and significant impact on online buying intentions with mediating effect of consumer attitude.. Hypothesis 7 H7: Trust has a positive and