Kesimpulan yang dicapai dalam kajian ini ialah terdapat perkaitan antara kepentingan qiraet (X1) dan kepentingan membaca buku (X2) dengan minat membaca al-Quran (Y). Pengiraan di atas juga menunjukkan hubungan linear antara pembolehubah maharatul kira'at (X1) dan maharatul kitabah (X2) minat membaca persamaan regresi al-Quran (Y) Ŷ X1. Besarnya hubungan antara maharetul qira'at (X1) dan maharetul kitaba (X2) dan minat membaca al-Quran (Y) ialah 37.32%.
Latar Belakang Masalah
Hal ini disebabkan kurangnya minat membaca Al-Qur'an yang diikuti dengan kurangnya minat untuk menghafalnya. Banyak orang tua yang kurang sadar untuk memberikan contoh kepada anaknya agar terbiasa membaca Al Quran di rumah. Ini juga merupakan salah satu masalah yang terkait dengan minat membaca Al-Qur'an.
Identifikasi Masalah
Dari latar belakang permasalahan yang telah disebutkan di atas terkait dengan minat baca Al-Qur'an siswa, permasalahan yang paling dominan adalah kurangnya maharatul qira'at dan maharatul kitabah siswa. Hubungan Maharatul Qira'at dan Maharatul Kitabah dengan minat baca Al-Qur'an pada siswa MTs. Pembatasan masalah tersebut di atas dimaksudkan agar penelitian dan pembahasan lebih difokuskan pada faktor-faktor yang dianggap lebih dominan dalam minat baca Al-Qur'an.
Perumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Bagi guru, maharatul qira'at dan maharatul kitabah menjadi salah satu standard dalam pembelajaran al-Quran, sehingga menjadi pengajaran yang menarik kepada pelajar untuk meningkatkan minat membaca al-Quran. Bagi pelajar, kepentingan qira'at dan kepentingan membaca buku menjadi salah satu motivasi minat membaca al-Quran.
Minat Baca Al-Qur’an
Oleh karena itu, semakin tinggi minat seseorang untuk membaca Al-Qur'an, maka semakin kuat pula keinginannya untuk membacanya. Yang terbaik di antara kamu adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya." (Hadis Shahih, hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, Abu Daud, at-Tirmizi dan ad-Darimi). Oleh karena itu, keterampilan membaca Al-Qur'an an harus diberikan kepada anak-anak sedini mungkin agar kelak diharapkan anak-anak tersebut dapat membaca, memahami dan mengamalkan Al-Quran dengan baik dan benar.
يَنُباَي } 16
Level dasar adalah kemampuan membaca Al-Qur'an secara sederhana (belum terikat dengan tajwid dan puisi). Tingkat menengah adalah mampu membaca Al-Qur'an dengan memperhatikan tanda baca dan cara lain sesuai tajwid. Tingkat mahir mampu membaca Al Quran dengan tajwid dan lagu yang baik sesuai bentuk lagunya.
قلخ يذّلا كّبر مساب أرقإ:قلعلا)
Hubungan Antara Maharatul Qira’at dan Maharatul Kitabah dengan Minat Baca Al-Qur’anMinat Baca Al-Qur’an
Raja Grafindo Persada, 2013), hlm.5. membaca huruf hijaiyyah), maka kegiatan memahami dan menafsirkan lambang/tanda/tulisan yang bermakna dapat ditafsirkan oleh seseorang yang membaca harakat, tanda baca, tanda waqaf, hukum, dalam kelompok huruf hijaiyyah, yaitu ayat atau memahami huruf dalam Qur'. 'a. Minat membaca juga boleh diertikan sebagai keinginan yang kuat yang mengiringi usaha seseorang untuk membaca.45 Oleh itu minat membaca perlu dikembangkan. Jadi, apabila pelajar dapat memahami dan mentafsir lambang/tanda/tulisan yang bermakna atau boleh dipelajari, pelajar dapat harakat, tanda baca, tanda wakaf, hukum bacaan, secara berkelompok huruf hijaiyyah atau ayat dan huruf dalam al-Quran. 'an untuk memahami sesuatu dengan baik, sudah tentu terdapat juga unsur kemahiran mengeja yang merupakan salah satu usaha kemahiran dalam menulis, maka mudah bagi pelajar untuk memupuk minat membaca al-Quran dalam diri mereka supaya mereka akan seronok. membaca al-Quran malah membaca al-Quran menjadi satu keperluan dalam hidupnya yang akhirnya tiada hari tanpa membaca.
Kerangka Berfikir dan Paradigma 1. Kerangka Berfikir
Sebagai variabel bebas adalah Maharatu Qira'at (X1) dan Maharatul Kitabah (X2), sedangkan variabel terikatnya adalah Minat Baca Al-Qur'an (Y). Jika Maharatul Qiraat seorang siswa baik dan benar maka ia akan dapat meningkatkan minat membaca Al-Qur'an, dan sebaliknya jika Maharatul Qiraat seorang siswa tidak baik dan akurat maka ia akan dapat menurunkan dan melemahkannya. minat membaca Al-Qur'an. Jika Maharatul Kitabah siswa baik dan akurat maka akan dapat meningkatkan minat membaca Al-Qur'an, dan sebaliknya jika Maharatul Kitabah siswa tidak baik dan akurat maka akan dapat menurunkan dan melemahkan minat baca. Alquran.
Hipotesis Penelitian
Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara maharatul qira'at dengan minat baca Al-Qur'an pada siswa Madrasah Tsanawiyah Roudlotul 'Ulum Kecamatan Seputih Kota Surabaya Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara maharatul kitabah dengan minat membaca Al Quran pada siswa Madrasah Tsanawiyah Roudlotul 'Ulum Kecamatan Seputih Kota Surabaya Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara maharatul qira'at dan maharatul kitabah seiring dengan minat membaca Al-Qur'an pada siswa Madrasah Tsanawiyah Roudlotul 'Ulum Kecamatan Seputih Kota Surabaya Kabupaten Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2016/2017.
Rancangan Penelitian
Dengan kata lain, dalam penelitian kuantitatif, peneliti menjauh dari paradigma teoretis berupa hipotesis ke data dan berakhir dengan menerima atau menolak hipotesis yang diajukan, menerima atau menolak teori yang digunakan.
Populasi, Sampel dan Teknik Sampling 1. Populasi
Definisi Operasional Variabel
Penelitian ini memilih 3 variabel, 2 variabel bebas yaitu Maharatul Qira'at dan Maharatul Kitabah, dan 1 variabel terikat yaitu Minat membaca Al-Qur'an. Maharatul Kitabah (X2) yaitu kemampuan untuk menggambarkan atau mengungkapkan pikiran mulai dari aspek yang paling sederhana seperti menulis kata sampai aspek yang kompleks yaitu.
Metode Pengumpulan Data
Dalam hal ini peneliti menggunakan tes tertulis yang digunakan untuk menentukan maharatul kira'at (kemampuan membaca Al-Qur'an) dan maharatul kitabah (kemampuan menulis huruf-huruf Al-Qur'an) dengan cara meminta siswa membaca dan membaca. menyalin yang tertulis. ayat-ayat Al-Qur'an yang telah ditetapkan oleh para ulama. Metode pengujian ini merupakan metode utama yang digunakan untuk memperoleh data tentang sejauh mana siswa memiliki maharetul qiraat dan maharetul kitaba (kemampuan siswa dalam membaca dan menulis Al-Qur'an). Kuesioner dalam penelitian ini digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan data tentang minat baca Al Quran siswa.
Uji validitas dan reliabilitas serta uji beda alat ukur yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah angket tentang minat membaca Al-Qur'an dengan jumlah 20 pernyataan, dan angket tentang maharatul kira'ah dan maharatul kitabah, berjumlah 20 soal. Sehingga dapat diketahui bahwa rata-rata soal angket tentang maharetul qiraat berimbang antara tingkat sukar, sedang dan mudah serta dapat digunakan untuk penelitian. Sedangkan uji reliabilitas menunjukkan nilai koefisien alpha Cronbach sebesar 0,569 yang lebih besar dari nilai alpha determinasi sebesar 0,6 yang berarti bahwa soal-soal pada variabel maharatul kiraat memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi.
Sedangkan uji reliabilitas menunjukkan nilai koefisien alpha cronbach sebesar 0,569 yang lebih besar dari nilai alpha determinasi sebesar 0,6 yang berarti bahwa pertanyaan pada variabel Maharatul Qira'at memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi. Hasil pengujian validitas angket pada variabel minat baca Al-Qur'an menunjukkan bahwa semua pertanyaan dalam angket dinyatakan valid karena nilai r hitung tiap pertanyaan pada variabel > r-tabel. Sedangkan uji reliabilitas menunjukkan nilai koefisien alpha Cronbach sebesar 0,574 yang lebih besar dari nilai alpha determinasi sebesar 0,6 yang berarti bahwa pertanyaan variabel minat baca Al Quran memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi.
Siswa dapat membaca Al Quran, siswa menghafal juz 'Amma, . pencapaian nilai rata-rata ujian nasional meningkat, dengan guru memiliki pengetahuan dan keterampilan di bidangnya. J.
DENAH LOKASI
MTs ROUDLOTUL ULUM MA’ARIF 13 TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Temuan Khusus
Uji Normalitas Data pada variabel maharatul qira'at (X1), maharatul kitabah (X2), dan minat baca Al Quran (Y). Hasil uji kolinearitas antara variabel Maharatul Qira'at dan Maharatul Kitabah dengan minat baca Al Quran. Uji Korelasi Maharatul Qira'at dengan Minat Baca Al Quran di MTs Roudhotul Ulum Seputih Surabaya.
Berdasarkan tabel di atas terlihat adanya hubungan antara variabel maharatul qira'at dengan minat baca Al-Qur'an di MTs Roudhotul Ulum Seputih Surabaya. Berdasarkan tabel di atas, terlihat adanya korelasi antara variabel Maharatul Kitabah dengan minat baca Al Quran. Besarnya korelasi antara Maharatul Kitabah dengan minat baca Alquran di MTs Roudhotul Ulum Seputih Surabaya sebesar 89,239%.
Korelasi antara Maharatul Qira'at (X1) dan Maharatul Kitabah (X2) beserta minat membaca Al-Quran (Y) pada pelajar MTs Roudhotul Ulum Seputih Surabaya. Uji korelasi antara Maharatul Qira'at (X1) dan Maharatul Kitabah (X2) beserta Minat membaca Al-Quran (Y). Daripada jadual di atas, kelihatan terdapat perkaitan antara kepentingan qira'at (X1) dan kepentingan membaca kitab (X2) beserta minat membaca al-Quran (Y).
Mengenai besarnya korelasi antara maharatul qira'at (X1) dan maharatul kitabah (X2) berserta minat membaca al-Quran (Y) ialah 37.32%.
Pembahasan
Hal ini ditunjukkan dengan nilai t hitung (1,488) > t tabel dengan tingkat kepercayaan N = 77 dengan taraf signifikan 0,000 pada t tabel sehingga maharatul qira'at (X1) dan maharatul kitabah (X2) seiring dengan minat baca Al Quran ( Y) ada korelasi yang signifikan. Perhitungan di atas juga menunjukkan korelasi linier antara variabel maharatul qira'at (X1) dan maharatul kitabah (X2) seiring dengan minat baca Al-Qur'an persamaan regresi (Y) Ŷ=. Ada komponen minat baca Al-Qur’an yang perlu ditingkatkan (P18), yaitu saya membaca Al-Qur’an untuk meningkatkan kecintaan saya kepada Allah SWT, dan ada juga komponen tentang Maharatul Kitabah yang perlu ditingkatkan (P14) yaitu rata-rata siswa belum memahami tulisan mirabbihim dengan baik, namun ada juga komponen tentang maharatul qira'at yang perlu ditingkatkan yaitu (P14) rata-rata siswa tidak dapat membaca atau menjelaskan huruf "kha" dan "ain" dan di mana huruf keluar di tengah tenggorokan.
Kesimpulan
0,227 dengan taraf signifikansi 0,000 pada tabel tersebut maka ada korelasi antara variabel Maharatul Kitabah dengan minat baca Al Quran siswa MT. Perhitungan di atas juga menunjukkan korelasi linier antara variabel maharatul kitabah dengan minat baca Al-Qur'an siswa MT. Roudlotul Ulum Seputih Surabaya dengan persamaan regresi Ŷ X2 yang menunjukkan bahwa setiap kenaikan satu satuan skor Maharatul Kitabah akan menghasilkan (0,201) satuan kenaikan skor minat baca Al-Qur'an pada konstanta 89,239.
Besarnya korelasi antara Maharatul Kitabah dengan minat baca Al Quran di MTs Roudhotul Ulum Seputih Surabaya sebesar 89,23%. Ada hubungan antara maharatul qira'at (X1) dan maharatul kitabah (X2) seiring dengan minat baca Al-Qur'an (Y). Hal ini ditunjukkan dengan thitung (1,488) > ttabel dengan tingkat kepercayaan N = 77 dengan taraf signifikansi 0,000 pada ttabel sehingga maharatul qira'at (X1) dan maharatul kitabah (X2) serta minat baca Al Quran (Y) berpengaruh signifikan .
Perhitungan di atas juga menunjukkan adanya hubungan linier antara variabel maharatul qira'at (X1) dan maharatul kitabah (X2). Besarnya korelasi antara maharatul qira'at (X1) dan maharatul kitabah (X2) dengan minat baca Al Quran (Y) adalah 37,322%.
Implikasi
Saran