KHUTBAH JUM'AT
DOSA MANAKAH YANG LEBIH BESAR DARI AMPUNAN ALLAH
َّ
نإ
ََّ د ْم َحْ
ََّّّ لا لِل ,
َُّهُ د َم ْحَ
ن ,
َُّ هُ
ني ّعت ْسَ َ ن َو
َُّه ُر ّفْ , غت ْسَ َ
ن َو ,
َُّ ذو ُعَ
ََّّ ن َو لِلاّب
َّْن ّم
َّ رو ُشُُ
َّاَ ن ّسُ
فْ نَ
أ
َّْن ّمَ َوَ ,
َّ ّتائ ِّي َسَ
َّاَ ن ّلا َمْعَ
أ
َّْن َم
َّّه ّدْهَي
ََُّ لِلا
ََّ لَ
َّ ل ّض ُم ف
َُّ هَ
ل ,
َّْن َم َو
َّْل ّلض ُيْ
ََّ لَ
ََّي ّداهَ ف
َُّ هَ
ل .
َُّ د َهْ
شَ أ نَ
أ
َّ
ل
ََّ هَ
ل ّإ
َّل ّإ
َّالل
َُّهَ د ْح َو
ََّ ل
ََّ كْي شَُ
َُّ هَ
ل
َُّ د َهْ
شَ أ َو
َّ
نَ أ
َّ
اد م َحـ ُم
َُّهُ دْب َع هُ
لو ُس َر َو .
َّ م ُهللَ أ
َِّّل َص
ََّو
َّْمِّ
ل َس
َّ َ ل َع
َّاَ ن ّدِّي َس
َّ د مَح ُم
ََّو
َّ َ
َّّه ّلآل َع
َّّهّبْح َصََّو
َّّع َمْجَ
ََّْ ْ أ ي
َّا َي
َّا َهُّيَ
ََّني ّذَ أ لا
َّاون َمآُ
َّاوُ قتا
َََّ لِلا
َّ
َّّهّتاَ ق َح قُ
ت
ََّ ل َو
َّ نُ تو ُمَ
ت
َّل ّإ
َّْمتُْ نَ
أ َو
ََّ نو ُم ّل ْس ُم
َُّ ذوعُ َ
ََّّ أ لِلاّب
ََّن ّم
َّّناطْيَ شلا
َّّمي ّج رلا
َّن ّإ
َََّ
َّ ُّب ّحُيلِلٱ
ََّْ
يّبَّٰ و تلٱ
َّ ُّب ّحُي َو
ََّني رِّه َطَت ُمْلٱ
Sadaqallahul adzim
Jama'ah sidang Jum'at yang dirahmati Allah Marilah kita bersama sama
Meningkatkan
Kualitas Iman dan Taqwa kita kepada Allah Dengan
Segenap kemampuan yang Allah berikan kepada kita semua.
Pada kesempatan siang hari ini
Khotib akan membawakan satu judul Khutbah yaitu
DOSA MANAKAH YANG LEBIH BESAR DARI AMPUNAN ALLAH
Jama'ah sholat Jum'at yang dimuliakan Allah
Dalam sebuah kisah
Pada masa Nabi Musa AS, ada seorang lelaki dari umat beliau yang seringkali melakukan maksiat, tetapi tidak lama setelah itu ia bertaubatَّkepadaَّAllah.َّSayangnyaَّlelakiَّiniَّmasihَّ‘terkalahkan’َّdenganَّhawaَّ
nafsu dan angan-angannya sehingga ia selalu mengulangi maksiat-maksiatnya. Namun demikian
kesadarannya selalu muncul dan ia kembali bertaubat kepada Allah. Hal seperti itu terus berulang-ulang dilakukannya hingga duapuluh tahun lamanya.
SuatuَّketikaَّAllahَّberfirmanَّkepadaَّNabiَّMusaَّtentangَّlelakiَّitu,َّ“WahaiَّMusa,َّkatakanlahَّkepadaَّ
hamba-KuَّsiَّfulanَّbahwaَّAkuَّmurkaَّkepadanya!!”
Nabi Musa menyampaikan firman Allah tersebut kepadanya, dan ia jadi sangat bersedih. Dalam kekalutannyaَّkarenaَّdimurkaiَّAllah,َّiaَّlariَّkeَّtengahَّpadangَّyangَّluas.َّDiَّsanaَّiaَّberseru,َّ“YaَّAllah,َّ
sudah habiskah rahmat-Mu, ataukah maksiatku membahayakan diri-Mu? Ya Allah, sudah habiskah simpanan maghfirah (ampunan)-Mu, ataukah Engkau telah kikir dengan hamba-hamba-Mu yang berdosa, dosa manakah yang lebih besar daripada ampunan-Mu? Ya Allah, kemuliaan ada di antara sifat-sifat-Mu yang qadim (telah ada sejak awal dan selalu ada, tidak akan pernah berakhir), sedangkan kehinaan ada di antara sifat-sifatku yang hadist (baru, diadakan/diciptakan dan akan berakhir),
bagaimana bisa sifatku mengalahkan sifat-sifat-Mu? Ya Allah, apabila telah Engkau halangi hamba-Mu dari rahmat kasih-Mu, maka kepada siapa lagi mereka akan mengharapkan? Apabila Engkau telah menolak mereka, maka kepada siapa lagi mereka akan mengadu? Ya Allah, kalau memang rahmat-Mu telah habis, dan tidak ada jalan lagi kecuali dengan menyiksa aku, maka pikulkanlah kepadaku semua siksaan yang akan Engkau timpakan kepada semua hamba-hamba-Mu, aku ingin menebus mereka denganَّdiriku!!”
Tidak ada yang diucapkannya dalam pelarian dan penyendiriannya di padang luas itu, kecuali kalimat- kalimat dalam seruan/munajatnya tersebut. Ia diliputi dengan penyesalan sehingga terlupa, tidak pernah lagi, atau tidak sempat lagi berbuat maksiat. Setelah berlalu beberapa waktu lamanya, Allah berfirmanَّkepadaَّNabiَّMusa,َّ“HaiَّMusa,َّpergilahَّengkauَّkepadaَّhamba-Ku si fulan di padang sana, dan katakan kepadanya : Seandainya dosamu memenuhi bumi, Aku akan tetap melimpahkan ampunan kepadamu, setelah engkau mengenali-Ku dengan kekuasaan-Ku yang sempurna, ampunan dan rahmat- Kuَّyangَّtiadaَّbatasnya!!”
Memang, semua pertanyaan atau pernyataan dalam munajatnya tersebut, jawabannya adalah tidak atau tidak ada, dan itu benar-benar diketahuinya, dan ia sangat meyakini kebenaran itu. Inilah suatu tingkatَّma’rifatَّ(pengenalan)َّkepadaَّAllahَّyangَّdicapainyaَّketikaَّiaَّ‘tenggelam’َّdalamَّpenyesalanَّatasَّ
dosa-dosanya, yang sedikit atau banyak berperan juga dalam mengundang ampunan Allah.
Dalam suatu kesempatan, Nabi SAW pernah menyabdakan, bahwa tidak ada suatu suara yang lebih dicintai Allah daripada suara seorang hamba yang berdosa, kemudian bertaubat, dan ia sangat sering menyeru atau menyebut nama-Nya,َّ“YaَّAllah,َّyaَّAllah,…yaَّTuhanku,َّyaَّTuhankuَّ(yaَّRabbii,َّyaَّ
Rabbii)!!”
Maka Allah akan menjawab seruannya, walau hamba itu sendiri tidak mendengar-Nya,َّ“Ya,َّya,َّ(labbaik,َّ
labbaik) wahai hamba-Ku, mintalah yang engkau kehendaki, engkau di sisi-Ku seperti sebagian malaikat- malaikat-Ku, Aku berada di sisi kananmu, di sisi kirimu, di atasmu dan sangat dekat dengan isi harimu!!
Wahai para malaikat-Ku,َّsaksikanlah,َّsesungguhnyaَّAkuَّtelahَّmengampuninya!!”
Dalamَّkesempatanَّlainnya,َّNabiَّSAWَّjugaَّbersabda,َّ“Sesungguhnya ada seorang hamba yang melakukanَّsuatuَّdosa,َّkemudianَّiaَّmasukَّsurgaَّdenganَّsebabَّdosaَّitu!!”
Paraَّsahabatَّyangَّberkumpulَّdiَّsekitarَّbeliauَّtampakَّkeheranan,َّdanَّsalahَّsatunyaَّberkata,َّ“Wahaiَّ
Rasulullah,َّbagaimanaَّituَّbisaَّterjadi??”
Dengan tersenyumَّNabiَّSAWَّbersabda,َّ“Karenaَّyangَّterpampangَّdiَّdepanَّmatanyaَّhanyalahَّ
bertaubat dari dosa itu, dan ia terus saja berlari darinya (dari dosa itu) hingga akhirnya ia sampai di surga!!”
Jama'ah sholat Jum'at yang dirahmati Allah
Boleh jadi pada hari ini kita telah berbuat dosa kepada Allah selama 30 tahun
Boleh jadi semua kedurhaka'an kita kepada Allah sudah memenuhi langit dan bumi
Boleh jadi
Hari Jum.'at ini adalah hari terakhir kita menghirup udara Allah Hari terakhir kita
Memakan Rizki Allah
Boleh jadi hari ini
Hari terakhir kita berkumpul bersama keluarga
Boleh jadi hari ini nafas kita sampai pada hitungan terakhir
Boleh jadi juga malaikat maut sedang melirik kita
Tempat kematian yang disiapkan sudah menunggu kita
Sebab kematian yang ditetapkan sudah mendekati kita
Sementara dosa dosa kita yang telah memenuhi langit belum pernah kita tobatkan
Kita belum juga memohon ampunan Allah
Kita masih ragu apakah Allah mau mengampuni kita...?
Sidang Jum'at yang dirahmati Allah
Sesungguhnya Ampunan Allah
Rahmat /kasih sayang Allah
Jauh lebih besar dari semua dosa yang pernah kita lakukan
Kembalilah kepada Allah
Dengan ampunan dan Rahmat yang disediakan kepada kita semua
Selama kita mau bertobat dengan hati yang ikhlas mengharap ampunan Allah Dan kasih sayangnya
Pintu tobat selalu terbuka Bagi kita semua
Selama
Ruh belum sampai di tenggorokan
Sesungguhnya
Allah menciantai orang orang yang bertobat dan membersihkan diri.
Demikianlah
Khutbah Jum'at yang singkat ini Semoga kita semua
Termasuk orang orang yang mau bertobat Aamiin
Allahhumma Aamiin
ََّ ك َرا َب
َُّالل
َّ ِ ّل
َّْمُ كَ
َّ ِ ّْف ل َو
َّّنأ ْرُ
َّّمْي ّظ َعلا قلا
َّ ِ ّْنَع َفَن َو
َّْمُ كا ي ّاَو
َّا َمّب
َّّهْي ّف
ََّن ّم
َّ ّتاَيَالا
َّّمْي ّك َحلا رْ ََّو ك ّذ
ََّو
ََّل بَ قَ
ت
َُّالل
َّ ِِّْن ّم
َّْمُ كْ
ن ّمَو
َُّ هَ
ت َو َ لّت
َُّ هن ّا
ََّوهُ
َُّعْي ّم سلا
َّّمْيّل َعلا
KHUTBAH KE2
َُّ د ْم َحْ
لا
َّّللَّّ
َّْي ّذَ لا
َّان َم َعَ ْ نَ
َّّة َم ْعّنّب أ
َّّنا َمْيّلإْ
َّّمَ ا ل ْس ّلإْ
ا َو
َّْ ِِّ . ل َصُ
ن َو
َُّمِّ
ل َسُ ن َو
َّ َ
َّ ْ ل َع يَ
َّّماَ خ نَ
لأْ ا
َّاَ ن ّدِّي َس
َّ د مَح ُم
َّ َ ل َع َو
َّّه ّلَ
َّّهّبْح َص َو ا
ََّْ ْ ي ّع َمْجَ
أ
َُّ د َهْ
شَ أ نَ
أ
َّ
ل
ََّ هَ
ل ّإ
َّل ّإ الل
ََّ د ْح َو
َُّه
ََّ ل
ََّ كْي شَُ
َُّ هَ
ل
َُّ د َهْ
شَ أ َو
َّ
نَ أ
َّ
اد م َحـ ُم
َُّهدْبُ عَ هُ
لو ُس َر َو .
َّ م ُهللَ أ
َِّّل َص
ََّو
َّْمِّ
ل َس
َّ َ لعَ
َّاَ ن ّدِّي َس
َّ د مَح ُم
ََّو
َّ َ لعَ
َّّه ّلآ
َّّهّبْح َصََّو
ََّْ ْ ي ّع َمْجَ
أ
َّا َي
َّا َهُّيَ
ََّني ّذَ أ لا
َّاون َمآُ
َّاوُ قتا
َََّ لِلا
َّ
َّّهّتاَ ق َح قُ
ت
ََّ ل َو
َّ نُ تو ُمَ
ت
َّل ّإ
َّْمتُْ نَ
أ َو
ََّ نو ُم ّل ْس ُم
َّن ّإ
َََّ لِلا
ََّو
َُّ هتكئَ َ
ل َم
ََّ نوُّ
لصُي لعَ
َّى ننلا
َّا َهيَ
ََّني ّذَ أَي لا
َّاون َما َءُ
َّاوُّ
َّّهْيَ لص لعَ
ََّو
َّاو ُمِّ
لس
َّامي ّلسَ ت
َّ م ُهللَ
َّْر ّفْ ا
ََّْ ْ غا يّن ّمْ
ؤ ُمْ ل ّل
َّ ّتاَ ن ّمْ
ؤ ُملْ
ََّْ ْ ا َو ي ّم ّل ْس ُملْ
َّ ّتا َم ّل ْس ُملْ ا َو ا َو
ََّ لَ
ا ءآي ْح
َّْم ُهْ ن ّم
َّ ّتا َو ْمَ لْ
ا َو
َّ م ُهللَ ا
َّان ب َرَ
ََّن ْمَ ل َ
ظ
َّان َسَ ُ فْ
نَ أ
َّْ ن ّإَو
َّْمَ
َّْر ّفْ ل غَ
ت
َّانََ ل
َّان ْم َح ْرَ َ ت َو
َّ نَ نوُ
كنََ
ََّن ّم ل
ََّني ّشاَ خْ
لا
َّان ب َرَ
َّ ْبهَ
َّانََ
َّْن ّم ل
َّاَ ن ّجاَو ْزَ
أ
َّاَ نّتا ي ِّرُذ َو
ََّ ة رُ
َّنُْ ق يعْ َ
أ
َّانَْ ل َع ْجا َو
ََّْ
ي ّقت ُمْ
َّا ًما َم ّإ ل ّل
َّ ب َر
َّانَ
َّانََ ل ْر ّفْ
غا
َّان َب ْوَ ُ نُ
ذ
َّاَ ن ْي ّد ّلا َو ّلَو
َّا َم ُه ْم َح ْرا َو
َّا َمَ ك
َّا ًراَ غ ّصاَ
نا َي ب َر
َّان ب َرَ
ََّ ان ّتآ
َّ ّْف
َّا َيْ ندلاُّ
ًَّ ةن َس َحَ
َّ ّْف َو
َّّة َر ّخلآْ ا
ًَّ
ةن َس َحَ
َّاَ ن ّقَو
َّ َباَ ذ َع
َّرانلا
ََّّ َّاَ
ن ّقَو
َّ َباَ ذ َع رانلا
ََّّ َّاَ
ن ّقَو
َّ َباَ
َّ رانلا ذ َع
ََّ نا َح ْب ُس
ََّ ك ِّب َر
َّ ِّب َر
َّّة ز ّعْ لا
َّا م َع
ََّ نوُ
ف ّصَي
َّ مل َس َو
ََّ
ََّْ ل َع ي ّلَسْر ُمْلا
َُّ د ْم َحْ
لا َو
ََّّّ لِل
َّ ِّب َر
ََّْ
ي ّمَ لا َعْ
لا َّّاللَ
دا َب ّع.
َّن ّإ
ََّالل
َُّر ُمْ
َّّلد َعلْ ْ أَي اّب
َّّناَس ْح ّلإْ
َّّءآتْيّإَو ا َو
ََّ ب ْرُ ي ّذ قلْ
ا
َّ َ هنَي َوْ
َّ نَع
َّّءآشْح َفلْا
َّ رَ كن ُملْ ْ
َّ ِْْغَبلْا َو ا َو
َّْمُ كُ
ظ ّعَي
ََّ ل َعَ
ل
َّْمُ ك
ََّ ن ْو ُرَ
كَ ذَ
ت
َّاو ُرُ كْ
ذا َو
ََّالل
ََّمْي ّظ َعلْ ا
َّْمُ ك ْرُ
كْ ذَي
َُّه ْو ُرُ كشا َوْ
ََّل َع
َّّه ّم َعّن
َّْمُ كْ
د زَي
َُّرْ ك ّذَ
َّّالل ل َو
َّْ َ يْ كَ
أ
Aqimussholah.