• Tidak ada hasil yang ditemukan

klasifikasi jenis jenis membran

N/A
N/A
TRI WAHYU PUJI LESTARI

Academic year: 2024

Membagikan " klasifikasi jenis jenis membran"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Membran merupakan media berpori yang dimanfaatkan untuk memisahkan partikel dengan ukuran kecil yang terlarut dalam suatu media.

Membran berasal dari Bahasa latin membran yang berarti kulit kertas. Istilah ini dapat menggambarkan bahwa membran merupakan suatu media berbentuk lembaran tipis yang digunakan sebagai media pemisahan selektif antara dua fasa.

Ketebalan membran memiliki beberapa variasi, umumnya 100 nm hingga lebih dari satu sentimeter.

Membran didefinisikan sebagai lapisan tipis yang bersifat sebagai pemisahan antara dua fasa, membran berfungsi sebagai penghalang yang akan memisahkan satu spesi tertentu. Spesi yang memiliki ukuran lebih besar dari pori membran akan tertahan, sedangkan spesi yang berukuran lebih kecil dari pori membran akan lolos dengan cara menembus pori membran. Proses pemisahan membran memanfaatkan adanya perbedaan ukuran, bentuk serta struktur kimia.

Klasifikasi proses pemisahan membran

Dalam proses pemisahan menggunakan membran, membran dapat diklasifikasikan berdasarkan berbagai aspek. Salah satunya berdasarkan proses pemisahannya. Proses pemisahan membran dapat terjadi karena adanya gaya dorong (ΔP) yang mengakibatkan adanya perpindahan massa melalui membran.

Berdasarkan proses pemisahannya membran dapat dibagi menjadi beberapa macam, diantaranya:

1. Reverse osmosis

Reverse osmosis (RO) adalah sebuah metode filtrasi yang mampu menyisihkan banyak jenis molekul dan ion besar dari larutan dengan memberikan tekanan pada larutan yang berada pada salah satu sisi membran selektif (Mulder, 1996). Ukuran pori pada proses reverse osmosis 0,0001-0,001 mikron dan berat molekul solute yang digunakan antara < 100 g/mol.

(2)

Gambar 1. Reverse Osmosis

2. Nanofiltrasi

Nanofiltrasi adalah proses filtrasi membran yang relatif baru yang seringkali digunakan dengan air dengan jumlah total padatan terlarut yang sedikit seperti air permukaan dan air tanah, dengan tujuan untuk softening (penyisihan kation polivalen) dan penyisihan produk samping desinfektan seperti zat organik alam dan sintetik (Mulder, 1996).

Gambar 2. Nanofiltrasi

(3)

3. Ultrafiltrasi

Ultrafiltrasi (UF) adalah varian dari filtrasi membran dimana tekanan hidrostatik memaksa cairan menembus membran semipermeabel.

Padatan tersuspensi dan pelarut dengan berat molekul tinggi tertahan, sedangkan air dan pelarut dengan berat molekul rendah melewati membran (Mulder, 1996). Untuk ultrafiltrasi ukuran diameter pori yang digunakan yaitu 0,01-0,1 mikron dengan BM solute antara 1000-500000 g/mol.

Proses pemisahan ini digunakan di industri dan penelitian untuk purifikasi dan pemekatan larutan makromolekul (103 -106 Da).

Gambar 3. Ultrafiltrasi 4. Mikrofiltrasi

Mikrofiltrasi merupakan proses filtrasi yang menggunakan membran berpori untuk memisahkan partikel tersuspensi dengan diameter 0,1 dan 10 μm (mulder,1996). Karena memiliki ukuran yang kecil maka proses mikrofiltrasi sering digunakan untuk menahan partikel partikel dalam larutan tersuspensi. Aplikasi skala besar membran mikrofiltrasi adalah untuk mengolah mikroorganisme di air minum. Kini pengembangan proses mikrofiltrasi berkembang menjadi aplikasi kontaktor membran untuk penghilangan gas asam.

(4)

Gambar 4. Mikrofiltrasi 5. Dialysis

Dialisis adalah proses dimana zat terlarut berdifusi dari salah satu sisi ke sisi lain membran bergantung gradien konsentrasinya (Mulder,1996). Dialisa merupakan proses perpindahan molekul (zat terlarut atau solute) dari suatu cairan ke cairan lain melalui membran yang diakibatkan adanya perbedaan potensial kimia dari solute. Membran dialisa berfungsi untuk memisahkan larutan koloid yang mengandung elektrolit dengan berat molekul kecil.

6. Elektrodialisis

Elektrodialisis merupakan sebuah proses dimana ion dipindahkan melalui membran karena perbedaan potensial Listrik yang diberikan dan sebagai konsekuensi dari aliran arus Listrik. Elektrodialisis menggunakan membran yang selektif terhadap ion tertentu, yaitu membran kation yang dapat melewatkan kation dan menolak anion dan membran anion yang dapat melewatkan anion dan menolak kation (mulder,1996).

(5)

Gambar 6. Elektrodialisis 7. Pervaporasi

Pervaporasi adalah proses membran dimana cairan murni atau campuran cairan kontak dengan membran di sisi umpan pada tekanan atmosferik sedangkan aliran permeat diambil sebagai uap karena sisi permeat memiliki tekanan uap yang lebih rendah (Mulder, 1996).

Gambar 7. Pervaporasi

Referensi

Dokumen terkait

Teknologi daur ulang air limbah dengan menggunakan penyaringan ditambah dengan unit ultra filtrasi (UF) kemudian ditambah dengan unit reverse osmosis (RO) akan

Air laut yang sangat berlimpah di di daerah ini dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi air bersih dengan menggunakan teknologi membran yaitu Teknologi Reverse

Tekanan osmosis merupakan satu sifat koligatif karena besar nilainya hanya tergantung pd banyaknya partikel zat terlarut per satuan volume larutan. Tekanan osmosis tidak tergantung

Jika tekanan yang diberikan pada larutan lebih besar dari tekanan osmosis, maka pelarut murni akan keluar dari larutan melewati membran semipermeabel.. Peristiwa ini

 Jenis percobaan elektrokinetik terdiri dari gradien potensial dalam larutan yang mengandung partikel bermuatan dan menentukan laju gerakannya.  Jika partikel adalah

Fluida aquatik pada temperatur dan tekanan tertentu mengandung logam dan sulfur dalam larutan sebagai ion atau molekul dalam jumlah besar untuk pembentukan bijih tembaga

Osmosis adalah proses bergeraknya molekul pelarut air dari larutan dengan konsentrasi rendah hipotonik kelarutan dengan konsentrasi tinggi Hipertonik melalui selaput selektif

Membran Reverse Osmosis didefinisikan sebagai membran semipermeabel yang mampu melakukan pemisahan air dari larutan garam dengan tekanan yang lebih tinggi dari tekanan osmosa larutan