• Tidak ada hasil yang ditemukan

View of KNOWLEDGE IMPROVEMENT OF NUTRITION AND ENGLISH IN SCHOOL-AGE CHILDREN IN THE COVID-19 PANDEMIC ERA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "View of KNOWLEDGE IMPROVEMENT OF NUTRITION AND ENGLISH IN SCHOOL-AGE CHILDREN IN THE COVID-19 PANDEMIC ERA"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

KNOWLEDGE IMPROVEMENT OF NUTRITION AND ENGLISH IN SCHOOL-AGE CHILDREN IN THE COVID-19 PANDEMIC ERA

PENINGKATAN PENGETAHUAN GIZI DAN BAHASA INGGRIS PADA ANAK USIA SEKOLAH PADA ERA PANDEMI COVID-19

Scope:

Health

A B S T R A C T A R T I C L E I N F O

Background: The existence of the COVID-19 pandemic has had an impact on a learning crisis in children. More than 120 countries have implemented social interaction restrictions through school closures, affecting over 1.6 million students worldwide, spread across 166 countries, including Indonesia. Objective: This community service activity aims to improve School-Age Children's (SAC) nutritional knowledge and English language skills during the COVID-19 pandemic era.

Method: This activity was carried out in six sessions from January 19 to February 6, 2021, in Wonokriyo Village, Gading Rejo District, Pringsewu Regency, Lampung. The target of this activity was 24 students in grades 3-6. Students were provided with nutrition education and English language learning using lectures and game methods, along with various media, including booklets, PowerPoint presentations, flashcards, songs, and educational games. Student knowledge data were collected through pre-test and post-test questionnaires. The data analysis included univariate data and the calculation of the proportion of knowledge increase. Results: The average age of the respondents was 10.5 ± 0.9 years, with the majority being female students in the fourth grade of elementary school. The highest average increase in children's nutritional knowledge was observed in the topic of "tumpeng" balanced nutrition, with an increase of 45.3 ± 13.6 points, from 38.7 ± 10.9 points to 84.0 ± 9.5 points. The average knowledge of children's English also improved, rising from 41.0

± 10.4 points to 78.0 ± 6.8 points, with an average change of 37 ± 9.0 points. Conclusion: Nutrition education activities and English language learning, conducted through lectures and game methods over six sessions, effectively improved SAC's nutritional knowledge and English language skills. The use of lectures and games with various interesting media effectively increased children's interest in learning, resulting in increased knowledge.

Received 27 September 2023 Revised 11 October 2023 Accepted 01 November 2023 Online 01 December 2023

*Correspondence (Korespondensi):

Ramadhana Komala E-mail:

[email protected]

Keywords:

nutrition knowledge, English, school-age children, covid-19

A B S T R A K

Kata Kunci:

pengetahuan gizi, bahasa inggris, anak usia sekolah, covid-19 Latar belakang: Adanya pandemi Covid-19 berdampak pada krisis pembelajaran pada anak. Lebih dari 120 negara

telah memberlakukan pembatasan interaksi sosial melalui penutupan sekolah yang berdampak pada 1,6 juta siswa di seluruh dunia yang tersebar di 166 negara, termasuk Indonesia. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Anak Usia Sekolah (AUS) tentang ilmu gizi dan meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris di era Pandemi Covid-19. Metode: Kegiatan ini dilakukan sebanyak enam pertemuan dari tanggal 19 Januari – 6 Februari 2021, di Dusun Wonokriyo, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Sasaran dari kegiatan ini adalah AUS kelas 3 – 6 sebanyak 24 orang. Anak diberikan edukasi gizi dan pembelajaran Bahasa Inggris dengan metode ceramah dan games dengan berbagai media antara lain booklet, power point, flash cards, lagu, dan permainan edukatif. Data pegetahuan siswa diperoleh dari kuesioner pre-test dan post-test. Analisis data yang dilakukan adalah data univariat dan persentase peningkatan pengetahuan. Hasil: Rata-rata usia responden adalah 10.5 ± 0.9 tahun, sebagian besar berjenis kelamin perempuan dan menduduki kelas IV Sekolah Dasar. Rata-rata peningkatan pengetahuan gizi anak tertinggi pada topik tumpeng gizi seimbang yakni sebesar 45.3 ± 13.6 poin dari 38.7 ± 10.9 poin menjadi 84.0 ± 9.5 poin. Rata-rata pengetahuan Bahasa Inggris anak juga meningkat yakni dari 41.0 ± 10.4 poin menjadi 78.0 ± 6.8 poin dengan rata-rata perubahan sebesar 37 ± 9.0 poin. Kesimpulan: Kegiatan edukasi gizi dan pembelajaran Bahasa Inggris dengan metode ceramah dan games yang dilakukan secara berkala selama enam pertemuan dapat meningkatkan pengetahuan gizi dan kemampuan Bahasa Inggris AUS. Penggunaan metode ceramah dan games dengan berbagai media yang menarik secara efektif meningkatkan minat anak dalam belajar sehingga terjadi peningkatan pengetahuan.

Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements p-ISSN: 2657-201X; e-ISSN: 2657-1099 DOI: 10.20473/dc.V5.I2.2023.90-96

Open access under Creative Commons Attribution-Non Comercial-Share A like 4.0 International License (CC-BY-NC-SA)

DARMABAKTI CENDEKIA :

Journal of Community Service and Engagements

www.e-journal.unair.ac.id/index.php/DC

¹Program Studi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung - Indonesia Wiwi Febriani¹ , Ramadhana Komala¹*

(2)

PENDAHULUAN

World Health Organization (WHO) menyatakan Covid-19 sebagai pandemi dunia pada awal tahun 2020 (WHO, 2020). Kasus pertama Covid-19 di Indonesia terjadi pada tanggal 2 Maret 2020 dan pada bulan Mei 2020 terdapat 12.776 kasus dan 930 kematian dilaporkan terjadi di 34 provinsi di Indonesia (UNICEF, 2020).

Adanya pandemi Covid-19 juga berdampak pada krisis pembelajaran pada anak usia sekolah. Banyak negara telah melakukan pembatasan interaksi melalui penutupan Lembaga pendidikan yang berdampak pada 1,6 juta peserta didik di seluruh dunia yang tersebar di 166 negara, termasuk Indonesia (UNICEF, 2020). Penelitian yang dilakukan di sekolah dasar di Tangerang menunjukkan bahwa terdapat permasalahan yang dialami baik oleh pendidik, siswa, maupun wali murid pada kegiatan belajar mengajar online (Purwanto et al., 2020).

Dusun Wonokriyo merupakan salah satu dusun yang ada di Pekon Wonodadi, Kecamatan Gading Rejo, Pringsewu. Luas Pekon Wonodadi 6,26 km2. Banyaknya Sekolah Dasar Negeri di Pekon Wonodadi adalah tiga sekolah. Sebagian besar masyarakat Wonokriyo berprofesi sebagai petani dan juga sebagai ibu rumah tangga (BPS Kabupaten Pringsewu, 2019).

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, anak usia sekolah banyak menghabiskan waktu dengan menggunakan gadget setiap harinya. Kondisi ini diperparah dengan penutupan sekolah sebagai dampak pandemi Covid-19. Proses pembelajaran selama pandemi pada anak usia sekolah di Dusun Wonokriyo menjadi kurang efektif.

Kondisi pandemi juga menuntut seseorang untuk hidup lebih sehat dan produktif agar dapat mengurangi risiko terpaparnya Covid-19. Pemahaman anak usia sekolah terkait makanan seimbang masih kurang yang terlihat dari masih seringnya mengonsumsi jajanan tidak sehat. Banyak

orang tua mengeluhkan mata pelajaran Bahasa Inggris yang sulit dipahami baik oleh anak maupun orang tua. Hal ini karena terbatasnya kemampuan Bahasa Inggris yang dimiliki oleh orang tua. Hal ini berakibat pada anak yang menjadi tidak menguasai materi yang disampaikan karena pengerjaan tugas hanya untuk menyelesaikan kewajiban.

Peningkatan pemahaman anak tentang gizi seimbang perlu diintegrasikan dengan pengajaran Bahasa Inggris. Hasil literature review yang dilakukan oleh Nugraha et al.

(2021) menujukkan bahwa metode edukasi gizi berbasis komunitas pada anak usia sekolah memberikan dampak yang positif bagi peningkatan pengetahuan anak terkait gizi. Salah satu metode yang efektif untuk digunakan dalam edukasi gizi adalah metode ceramah. Hasil penelitian yang dilakukan oleh (Maili, 2018) menunjukkan bahwa Bahasa Inggris perlu diajarkan pada sekolah dasar.

Pembelajaran Bahasa Inggris diperlukan oleh siswa di era digital untuk menerima dan memanfaatkan teknologi serta untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Menurut Susfenti (2021), metode pembelajaran juga hal yang sangat penting dalam proses pembelajaran Bahasa Inggris. Salah satu metode yang baik untuk pembelajaran Bahasa Inggris pada anak adalah metode permainan (games). Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan pengetahuan gizi seimbang dan pembelajaran Bahasa Inggris pada AUD di Dusun Wonokriyo Kabupaten Pringsewu.

METODE

Kegiatan ini dilakukan sebanyak enam pertemuan dari tanggal 19 Januari – 6 Februari 2021, di Dusun Wonokriyo, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung.

Sasaran dari kegiatan ini adalah AUS kelas 3 – 6 dengan usia antara 10 – 12 tahun sebanyak 24 orang.

Metode edukasi yang dilakukan adalah metode ceramah dengan kombinasi permainan. Terdapat dua kegiatan di setiap

(3)

pertemuan, yakni kegiatan edukasi gizi dan kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris.

Kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris dilakukan selama ± 1 jam yang dilanjutkan dengan edukasi gizi yang juga dilakukan selama ± 1 jam. Media yang digunakan dalam edukasi gizi antara lain booklet, power point, flash cards, lagu 4 pilar gizi seimbang, dan permainan edukatif berupa permainan ular tangga gizi.

Media yang digunakan dalam pembelajaran Bahasa Inggris antara lain scrap book, games family tree, part of body’s song, dan puppet family. Data pegetahuan siswa tentang gizi dan Bahasa Inggris diperoleh dari kuesioner sebelum dan setelah dilakukan edukasi. Analisis data yang dilakukan adalah data univariat berupa rata-rata skor pengetahuan gizi dan Bahasa Inggris serta persentase peningkatan pengetahuan gizi dan Bahasa Inggris.

Topik yang disampaikan di setiap pertemuan merupakan topik yang berbeda.

Terdapat enam topik edukasi gizi antara lain:

empat pilar gizi seimbang, pengenalan zat gizi dan sumbernya, dampak kekurangan zat gizi, tumpeng gizi seimbang dan isi piringku, pentingnya sayur dan buah, dan pentingnya aktivitas fisik. Sedangkan topik pembelajran Bahasa Inggris antara lain Introduction, Things around us (Guessing Picture), My family (Role play – Puppet family), Expressions &

Responses: Parts of the Body, dan Vegetables and Fruits.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi gizi, didapatkan sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (58.3%) dengan rata-rata usia 10.5 ± 0.9 tahun. Sebagian besar responden menduduki kelas tinggi pada Sekolah Dasar. Sebesar 50% responden menduduki kelas IV, dan 20.8% masing-masing pada kelas V dan VI. Pemilihan kelas tinggi sebagai sasaran dalam kegiatan dimaksudkan agar informasi yang disampaikan dapat lebih

mudah dipahami dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Tabel 1. Karakteristik Peserta Pengabdian Kepada Masyarakat

Berdasarkan hasil edukasi, diketahui bahwa rata-rata pengetahuan siswa selalu meningkat di setiap pertemuan. Rata-rata peningkatan pengetahuan gizi paling rendah terjadi di pertemuan pertama dengan rata-rata peningkatan sebesar 8.8 ± 13.3 poin. Sedangkan, rata-rata peningkatan pengetahuan gizi tertinggi terjadi pada pertemuan IV yakni sebesar 45.3 ± 13.6 poin.

Peningkatan pengetahuan terendah terjadi pada pertemuan pertama diduga karena siswa masih belum siap menerima materi baru.

Sedangkan peningkatan tertinggi pada pertemuan keempat diduga karena menggunakan metode edukasi berupa permainan yang lebih mudah dipahami oleh anak. Secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa kegiatan edukasi gizi kepada anak berhasil karena terjadi peningkatan pengetahuan di setiap pertemuan. Rata-rata skor pengetahuan gizi anak setiap pertemuan dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Rata-Rata Skor Pengetahuan Gizi Anak Setiap Pertemuan

(4)

Gambar 1. Persentase Peningkatan Pengetahuan Gizi Anak di Setiap Pertemuan

Berdasarkan Gambar 1, diketahui bahwa persentase pengetahuan gizi anak yang mengalami kenaikan sebelum dan seteah diberikan edukasi dalam kategori baik yakni di atas 60%. Pengetahuan gizi anak yang meningkat pada kegiatan edukasi di pertemuan keempat sangat baik yakni mencapai 100%. Sedangkan pengetahuan gizi anak yang meningkat dengan persentase terendah adalah di pertemuan pertama, yakni sebesar 63%. Berdasarkan gambar juga diketahui bahwa masih terdapat anak yang tidak berubah pengetahuan gizinya bahkan mengalami penurunan setelah diberikan edukasi. Perlu dikaji kembali metode edukasi gizi yang efektif dilakukan pada anak.

Tabel 3. Rata-Rata Skor Pengetahuan Bahasa Inggris Anak

Berdasarkan Tabel 3 didapatkan nilai rata-rata skor pengetahuan anak sebelum dilakukan pembelajaran sangat rendah, yaitu 41.0 ± 10.4 poin. Peningkatan skor pengetahuan siswa setelah treatment pembelajaran meningkat cukup signifikan dengan skor rata-rata sebesar 78.0 ± 6.8 poin.

Peningkatan pengetahuan siswa juga dapat

terlihat dengan jelas pada rata-rata perubahan skor pengetahuan yang tinggi yakni 37 ± 9.0.

Hal ini berarti kegiatan pembelajaran yang dilakukan kepada siswa/siswi dapat dikatakan berhasil.

Topik yang paling umum tentang gizi yaitu “Empat Pilar Gizi Seimbang”. Isi dari pedoman tersebut mengubah slogan “4 Sehat 5 Sempurna” yang sudah diperkenalkan dari tahun 1952 dan tidak sesuai lagi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada bidang gizi dan tantangan yang dihadapi (Kemenkes RI, 2014).

Gambar 2. Foto Bersama AUS di Dusun Wonokriyo Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa meningkat pengetahuan gizinya setelah diberikan edukasi. Hasil ini sesuai dengan penelitian pada anak yang menunjukkan bahwa kegiatan edukasi gizi dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap gizi anak usia sekolah (Nuryanto et al., 2014).

Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan gizi dari kategori kurang menjadi cukup setelah diberikan pendidikan gizi (Irnani & Sinaga, 2017). Selain itu, penelitian lainnya menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah edukasi gizi pada anak sekolah (Harahap, Sandjaja and Nur Cahyo, 2013).

Penelitian lainnya yang dilakukan di Kota Depok menunjukkan bahwa sekolah dasar merupakan pintu masuk perbaikan pengetahuan, sikap, dan perilaku gizi seimbang masyarakat (Achadi et al., 2010).

(5)

Hasil kegiatan edukasi pada pertemuan keempat yang sangat baik terlihat dari peningkatan pengetahuan gizi yang mencapai 100%. Penerimaan siswa terhadap materi yang disajikan sangat baik diduga karena jenis metode edukasi yang dilakukan. Pada pertemuan keempat, pemateri menyajikan materi secara singkat dengan menggunakan poster tumpeng gizi yang selanjutnya dilakukan games berdasarkan materi yang telah disampaikan. Metode games diduga cukup baik dalam penerimaan materi yang disajikan.

Hasil penelitian pada siswa SMP di Palu, Sulawesi tengah menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan gizi siswa secara signifikan setelah diberikan edukasi dengan metode permainan menyusun menu di piring gizi seimbang (Dewi et al., 2018).

Penelitian lain yang membahas mengenai puzzle gizi untuk promosi gizi seimbang pada siswa menunjukkan hasil yang sama.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa SD sebelum dan setelah diberikan intervensi berupa permainan puzzle gizi (Nasution &

Nasution, 2020). Selain itu, edukasi dengan media ular tangga juga secara signifikan mempengaruhi pengetahuan siswa SD tentang gizi seimbang (Handayani, Lubis and Aritonang, 2018).

Bahasa Inggris merupakan pelajaran yang harus diajarkan pada anak sekolah dasar. Namun, penggunaan metode pada anak sekolah dasar harus dibedakan dari kelompok menengah, harus mengutamakan perkembangan psikologis dan kognitif. Sebaiknya anak diajarkan dengan menggunakan metode ceramah yang diselingi dengan permainan dan lagu (Maili 2018;

Susfenti 2021).

Gambar 3. Edukasi Gizi pada Anak Usia Sekolah Aktivitas fisik adalah salah satu dari empat pilar gizi seimbang yang berfungsi dalam menyeimbangkan zat gizi yang keluar dan yang masuk ke dalam tubuh (Kemenkes RI, 2014). Oleh karena itu, materi ini merupakan salah satu materi yang penting diketahui oleh siswa dengan menjaga aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari dalam seminggu.

Pembekalan pengetahuan mengenai aktivitas fisik sebaiknya diberikan sejak dini agar anak sekolah merupakan sasaran terbiasa melakukan aktivitas fisik yang rutin hingga dewasa untuk menjaga status gizi tetap normal. Hasil penelitian pada 3787 anak usia 6-12 tahun di Indonesia menunjukkan bahwa sebesar 57,3% anak Indonesia dikategorikan tidak aktif (Harahap, Sandjaja and Nur Cahyo, 2013).

Hasil penelitian lainnya pada anak usia sekolah di Bantul, Jogjakarta menunjukkan terdapat hubungan antara aktivitas fisik dan kejadian obesitas pada anak usia sekolah (Zamzani, Hadi and Astiti, 2017). Selain itu, penelitian lainnya pada anak usia sekolah di Surabaya juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dan status gizi anak usia sekolah, sehingga kejadian obesitas didapatkan pada kelompok dengan aktivitas fisik rendah (Setyani, Winarso and Prayitno, 2020).

Peningkatan pengetahuan Bahasa Inggris siswa sangat baik. Hal ini dinyatakan bahwasanya selama proses pembelajaran berlangsung meski suasana kadang siswa/

siswi terlalu berantusias sehingga tampak gaduh, namun tutor dapat mengkondisikan

(6)

dengan baik sehingga tercipta suasana belajar yang interaktif. Tutor menuntun siswa/siswi untuk dapat mengerjakan drill / worksheet sesuai dengan topik materi yang sedang dibahas.

Gambar 4. Penyampaian Materi Bahasa Inggris Menggunakan Media Puppet Family

Selain itu, tutor juga menggunakan media pembelajaran yang dapat membangkitakan motivasi belajar siswa dan memberikan pengaruh psikologis. Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa (Arsyad, 2014).

Gambar 4. Bermain Games Ular Tangga Gizi

KESIMPULAN DAN SARAN

Kegiatan edukasi gizi dan pembelajaran Bahasa Inggris dengan metode ceramah dan games yang dilakukan secara berkala selama enam pertemuan dapat meningkatkan pengetahuan gizi dan kemampuan Bahasa

Inggris AUS. Penggunaan metode ceramah dan games dengan berbagai media yang menarik secara efektif meningkatkan minat anak dalam belajar sehingga terjadi peningkatan pengetahuan.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dusun Wonokriyo dan Kepala Pekon Wonodadi, Kecamatan Gading Rejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung yang telah mendukung kegiatan pengabdian masyarakat ini sehingga terlaksana dengan baik. Penulis menyatakan bahwa tidak ada konflik kepentingan dengan pihak-pihak yang terkait dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini.

DAFTAR PUSTAKA

Achadi, E. et al. 2010. ‘Sekolah Dasar Pintu Masuk Perbaikan Pengetahuan, Sikap, dan Perilaku Gizi Seimbang Masyarakat’, Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional, 5(1), pp. 42–48.

Arsyad, A. 2014. Media Pembelajaran. PT Raja Grafindo Persada.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Pringsewu .2019. Kecamatan Gading Rejo dalam Angka 2019. Edited by A. Pratiwi. BPS Kabupaten Pringsewu.

Dewi, N. et al. 2018. ‘Peningkatan Pengetahuan Gizi Melalui Permainan’, Jurnal Kesehatan Tadulako, 4(1), pp. 20–27.

Handayani, I., Lubis, Z. and Aritonang, E. 2018.

‘Pengaruh Penyuluhan dengan Media Permainan Ular Tangga terhadap Pengetahuan tentang Buah dan Sayur pada Siswa MTS-S Almanar Kecamatan Hamparan Perak’, JUMANTIK, 3(1), pp.

115–123.

Harahap, H., Sandjaja, N. and Nur Cahyo, K.

2013. ‘POLA AKTIVITAS FISIK ANAK USIA 6,0–12,9 TAHUN DI INDONESIA’,

(7)

GIZI INDONESIA, 36(2), p. 99. Available at: https://doi.org/10.36457/gizindo.

v36i2.138.

Irnani, H. and Sinaga, T. 2017. ‘Pengaruh pendidikan gizi terhadap pengetahuan, praktik gizi seimbang dan status gizi pada anak sekolah dasar’, Jurnal Gizi Indonesia (The Indonesian Journal of Nutrition), 6(1), pp. 58–64. Available at: https://doi.org/10.14710/jgi.6.1.58- 64.

Kemenkes RI .2014. Pedoman Gizi Seimbang.

Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Maili, S.N. 2018. ‘Bahasa Inggris Pada Sekolah Dasar: Mengapa Perlu dan Mengapa Dipersoalkan’, JUDIKA (Jurnal Pendidikan UNSIKA), 6(1), pp. 23–28.

Available at: http://.

Nasution, A.S. and Nasution, A. 2020.

‘Puzzle Gizi sebagai Upaya Promosi terhadap Perilaku Gizi Seimbang pada Siswa’, Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(1), p. 89. Available at: https://doi.org/10.30597/mkmi.

v16i1.8606.

Nugraha, N.P., Ilmi, A.A. and Patima, P. 2021. ‘Metode Edukasi Gizi Berbasis Komunitas Pada Anak Usia Sekolah:Telaah Literatur’, Alauddin Scientific Journal of Nursing, 2(2), pp. 118–134. Available at: https://doi.

org/10.24252/asjn.v2i1.23678.

Nuryanto et al. 2014. ‘Pengaruh pendidikan gizi terhadap pengetahuan dan sikap tentang gizi anak Sekolah Dasar’, Jurnal Gizi Indonesia, pp. 32–36.

Purwanto, A. et al. 2020. ‘Studi Eksploratif Dampak Pandemi COVID-19 Terhadap Proses Pembelajaran Online di Sekolah Dasar’, EduPsyCouns: Journal of Education, Psychology and Counseling, 2(1), pp. 1–12.

Setyani, A.N., Winarso, H. and Prayitno, S.

2020. ‘HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN INDEKS MASSA TUBUH PADA ANAK SEKOLAH DASAR KELAS 4-5 DI SD CITRA BERKAT DAN SDN MADE 1 SURABAYA’, Prominentia Medical Journal, 1(1). Available at: https://doi.

org/10.37715/pmj.v1i1.1433.

Susfenti, N.E.M. 2021. ‘Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak Usia Dini’, Jurnal Studi Gender dan Anak, 8(1), pp. 33–43.

UNICEF .2020. COVID-19 dan Anak-Anak di Indonesia. Available at: https://www.

unicef.org/indonesia/sites/unicef.org.

indonesia/files/2020-05/COVID-19-dan- Anak-anak-di-Indonesia-2020_1.pdf (Accessed: 24 February 2023).

WHO .2020. Coronavirus Disease (COVID-19) Pandemic, https://www.who.

int/emergencies/diseases/novel- coronavirus-2019?adgroupsurve y={adgroupsurvey}&gclid=Cj0K CQiAutyfBhCMARIsAMgcRJT4fE jh3K4sxo_mITjbHUh7mYuDdH_

Referensi

Dokumen terkait

Based on the results of the study, it can be concluded that these school-age children do not have the motivation to learn and in school-age children, this is

Hasil dan pembahasan yang diperoleh selama pengabdian masyarakat di desa tatah masjid pada siswa sekolah dasar adalah kurang kesadarannya siswa dalam pencegahan virus covid-19, masih

Design quality improving the Anak Saleh Integrated Early Childhood Education (ECE) and Elementary School (ES) is based on the commitment to quality and the Five Characters

Analisis pada status gizi balita berdasarkan indeks BB/TB dijelaskan pada tabel 4, yang menunjukkan bahwa dari 100 rumah tangga yang diteliti, 23 balita termasuk dalam kategori gizi

Researcher: “With this expository strategy, can you know the extent of students' understanding, students' difficulties regarding the identifying text material, and their