Yang pertama mengenai perencanaan kepala madrasah dalam pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan di Madin Al Amiriyah Kebonsari Madiun. Kompetensi manajerial kepala madrasah dalam pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan di Madin Al Amiriyah Kebonsari Madiun”.
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Untuk mendeskripsikan dan menganalisis jenis kegiatan pimpinan madrasah dalam pengembangan guru dan tenaga kependidikan di Madin Al Amiriyah Kebonsari Madiun. Untuk menjelaskan dan menganalisis implikasi kompetensi kepemimpinan pimpinan madrasah terhadap pengembangan guru dan tenaga kependidikan di Madin Al Amiriyah Kebonsari Madiun.
Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis
Manfaat Praktis a. Bagi Lembaga
Dapat memperkaya dan memperluas pemahaman kepala madrasah ditinjau dari kompetensi manajemennya khususnya dalam pengembangan guru dan tenaga pengajar. Selain itu dapat dijadikan rujukan/bahan pertimbangan dalam upaya perbaikan pengelolaan dan pengembangan guru dan tenaga kependidikan.
Kajian Terdahulu
Persamaan penelitian yang dilakukan peneliti adalah sama-sama meneliti kompetensi kepala sekolah/madrasah dalam mengelola pendidik dan tenaga kependidikan. Persamaan dengan penelitian yang dilakukan peneliti adalah sama-sama meneliti tentang manajemen tenaga pengajar dan tenaga kependidikan.
Definisi Operasional 1. Kompetensi Manajerial
- Kepala Sekolah
- Pengembangan
- Pendidik
- Tenaga Kependidikan
23 Mintarsih Danumiharja, Profesi Tenaga Pengajar (Yogyakarta: Publikasi Mendalam Tinjauan Kinerja, 8) Pengembangan Karir, 9) Pelatihan dan Pengembangan Tenaga Pengajar dan Pengajar, 10) Menciptakan Kualitas Kehidupan Kerja, 11) Negosiasi Tenaga Pengajar dan Pengajar, 12) pemeriksaan tenaga pengajar dan kependidikan, dan 13) pensiun dan pemberhentian tenaga pengajar dan kependidikan. 24 Candra Wijaya, Rahmat Hidayat dan Tien Rafida, Manajemen Sumber Daya Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Medan: LPPI, 2019), 14.
Sistematika Penulisan
Bab ini juga menyajikan data umum yang meliputi sejarah berdirinya madrasah, profil madrasah, letak geografis madrasah, visi, misi dan tujuan madrasah, struktur organisasi madrasah, kondisi sekolah. pendidik, tenaga pengajar dan siswa, daftar prestasi siswa, serta sarana dan prasarana madrasah. . Bab ini merupakan bab/bagian terakhir dari pembahasan/penilaian dalam penelitian yang dilakukan peneliti.
Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah
Pengertian Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah Salah satu komponen pendidikan yang paling berperan
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2018 tentang Peran Guru Sebagai Pemimpin Sekolah, kepala sekolah merupakan “guru yang bertugas memimpin dan mengelola. Dalam hal ini pemimpin sekolah berwenang mengatur dan mengelola segala sesuatu yang ada di sekolah (prasarana sekolah, sumber daya manusia/SDM, dana, program, dll).
Ruang Lingkup/Unsur-Unsur Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah
Profesi kepala sekolah dan pengawas sekolah (Jakarta: Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017), 18. Kompetensi manajerial kepala sekolah meliputi: (1) menyusun rencana sekolah untuk berbagai tingkatan pendidikan perencanaan; (2) pengembangan organisasi sekolah sesuai kebutuhan; (3) memimpin sekolah dalam pemanfaatan sumber daya manusia sekolah secara optimal; (4) manajemen perubahan dan pengembangan sekolah menuju organisasi pembelajaran yang efektif; (5) menciptakan budaya dan iklim sekolah yang kondusif dan inovatif bagi pembelajaran siswa; (6) pengelolaan guru dan staf agar sumber daya manusia (SDM) dapat dimanfaatkan secara optimal; (7) pengelolaan sarana dan prasarana agar dapat dimanfaatkan secara optimal; (8) mengelola hubungan sekolah-masyarakat untuk menggalang dukungan terhadap gagasan sekolah, sumber belajar, dan pendanaan; (9).
Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Kompetensi Pendidik
Tugas seorang guru pada zaman dulu dan sekarang tidak berbeda karena tugas utamanya adalah memberi rezeki. Oleh karena itu, kompetensi ini juga dapat diartikan sebagai kemampuan guru dalam merencanakan program belajar mengajar, kemampuan melakukan penilaian, dan memahami siswa secara mendalam.
Kompetensi Tenaga Kepandidikan
Sedangkan kompetensi tenaga administrasi sekolah mencakup kompetensi personal, sosial, teknis, dan manajerial.77 Muhyadi juga menyatakan bahwa tenaga administrasi sekolah mencakup empat bidang kompetensi, yaitu; kompetensi manajemen, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian, dan kompetensi teknis.78 Kualifikasi yang harus dimiliki oleh seorang tenaga kependidikan pada suatu satuan pendidikan, dengan demikian, minimal harus mengikuti pelatihan SMK/MAK/SMA/MA dan harus mempunyai empat aspek kompetensi, yaitu; otoritas. 80 Joko Sulistiyono, Peningkatan Kompetensi Tenaga Administrasi Sekolah Melalui Pengawasan dan Pembinaan yang Berkesinambungan (Lombok Tengah: Pusat Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Indonesia, tingkat tinggi, pengendalian diri, percaya diri, teliti, disiplin, kreatif dan bertanggung jawab. Mengacu pada beberapa hal di atas uraian yang dapat diikuti Disimpulkan bahwa tenaga pengajar dalam hal ini tenaga administrasi sekolah hendaknya mempunyai tiga dimensi kompetensi dan satu dimensi kompetensi kepala tata usaha sekolah.
Manajemen Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Dari segi sumber daya manusia, kepala sekolah harus mampu mengelola siswa, guru, dan tenaga kependidikan. Pengelolaan pendidik/guru dan tenaga kependidikan merupakan proses pengelolaan sumber daya manusia (SDM) yang mempunyai potensi dan berperan dalam terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dalam hal ini pendidik dan tenaga kependidikan berbeda dengan pengelolaan sumber daya manusia di bidang/usaha lain.
Lokasi Penelitian
Untuk itu peneliti mencoba memaparkan peristiwa dan informasi terkait kompetensi manajerial kepala madrasah dalam pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan di Madin al Amiriyah Kebonsari Madiun secara rinci, mendalam dan komprehensif. Kami berharap hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi Madin Al Amiriyah Kebonsari Madiun yang selalu berupaya meningkatkan kualitasnya.
Data dan Sumber Data Penelitian
Peneliti mengamati tindakan yang dilakukan oleh orang-orang yang dapat dijadikan sumber data. Walaupun merupakan sumber data pendukung, peneliti juga menggunakan dokumen sebagai sumber data sehingga dapat melengkapi data lainnya. Dalam penelitian ini sumber data tertulis adalah sejarah berdirinya madrasah, profil madrasah, letak geografis madrasah, visi, misi dan tujuan madrasah.
Teknik Pengumpulan Data 1. Wawancara
Observasi
Dalam penelitian, “observasi dapat diartikan sebagai menarik perhatian pada suatu objek dengan melibatkan seluruh indera untuk memperoleh data dengan melakukan pengamatan langsung dengan menggunakan penglihatan, penciuman, pendengaran, peraba, atau bila perlu rasa.”105 Observasi dilakukan untuk mengkaji data. . berupa kegiatan pokok, madrasah, guru dan tenaga pengajar di sekolah dari kedatangan sampai keberangkatan. Dalam proses tersebut peneliti memasuki setting/suasana tertentu untuk melakukan observasi mendalam mengenai kompetensi manajemen kepala madrasah dalam pengembangan guru dan tenaga kependidikan di Madin Al Amiriyah Kebonsari Madiun. Hal ini sangat diperlukan bagi peneliti untuk memperoleh data dan informasi yang jelas mengenai kompetensi manajemen kepala madrasah dalam pengembangan guru dan tenaga kependidikan di Madin Al Amiriyah Kebonsari Madiun.
Dokumentasi
Teknik Analisis Data
Pada tahap ini, setelah peneliti mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan dokumen, peneliti memadatkan data yang diperoleh. Data yang diperoleh melalui tahap pertama (pengumpulan data) kemudian diringkas melalui beberapa episode. Peneliti harus selektif dalam mengumpulkan data baik melalui wawancara, observasi maupun dokumen.
Teknik Pengesahan Data (Triangulasi)
Jadi ada triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data, dan waktu.110 Pertama, triangulasi dengan sumber berarti membandingkan dan memeriksa derajat keandalan informasi yang diperoleh melalui titik waktu dan instrumen yang berbeda dalam metode kualitatif. Contoh penerapan triangulasi dengan narasumber dalam konteks penelitian ini adalah membandingkan hasil wawancara dengan kepala Madinah atau dengan guru Madrasah Diniyah Al Amiriyah Kebonsari Madiun dengan observasi lapangan mengenai perencanaan kepala madrasah dalam pengembangan guru dan kependidikan. institusi. personel yang dilakukan di dalam institusi. Kedua, dalam konteks penelitian ini, triangulasi metode digunakan untuk menguji kredibilitas data dengan cara memeriksa data dari sumber yang sama dengan metode yang berbeda.
Tahapan Penelitian
Hasil wawancara digunakan untuk mengidentifikasi permasalahan terkait kompetensi manajerial pimpinan madrasah dalam pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan di Madin Al Amiriyah Kebonsari Madiun. Tahap selanjutnya adalah menentukan fokus penelitian yaitu kaitannya dengan kompetensi manajerial kepala madrasah dalam pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan di Madin Al Amiriyah Kebonsari Madiun. Langkah selanjutnya adalah membahas kompetensi manajerial kepala madrasah dalam pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan di Madin Al Amiriyah Kebonsari Madiun sebagai bahan pembahasan utama.
Paparan Data Umum
- Sejarah Berdirinya Madrasah
- Profil Madrasah
- Visi, Misi, dan Tujuan Madrasah
- Organisasi Madrasah
- Daftar Prestasi Siswa
- Sarana dan Prasarana Madrasah
Madin Al Amiriyah merupakan Madrasah Diniyah yang terletak di Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung. Madin Al Amiriyah mempunyai 3 jenjang yaitu Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA). Santri Madin Al Amiriyah mayoritas merupakan santri yang bersekolah di Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung.
Paparan Data Khusus
Perencanaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Berdasarkan program kerja kepala madrasah, dalam
Mengenai perencanaan tenaga kependidikan dan tenaga kependidikan diawali dengan pemetaan waktu masuk anak dan adaptasi terhadap kesenjangan yang ada dalam RPP. Hal serupa juga diungkapkan oleh Pak Devit bahwa dalam perencanaan kondisi dan ketersediaan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan adalah: 125. Senada dengan itu, Pak Ibnu menyatakan bahwa pertimbangan dalam merekrut tenaga pendidik dan tenaga kependidikan adalah: 128.
Rekrutmen Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Yang memilih pendidik dan tenaga kependidikan dari ndalem (keluarga angkat), dewan pengurus dan ketua Madin.134. Pandangan tersebut diperkuat dengan pernyataan Pak Ibnu yang mengatakan bahwa kriteria untuk menjadi seorang pendidik dan tenaga kependidikan di Madin Al Amiriyah adalah : 141. Pak. Devit menambahkan mengenai kriteria menjadi guru dan tenaga kependidikan di Madin Al Amiriyah yaitu: 142.
Penempatan dan Penugasan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Kemampuan menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam penempatan pendidik dan tenaga kependidikan di Madin Al Amiriyah. Pak Ibnu menguatkan izin bagi guru dan tenaga kependidikan pada dua lembaga yang berbeda dengan pendapatnya bahwa: 153. Pendidik dan tenaga kependidikan Madin Al Amiriyah diberikan izin atau diperbolehkan mengajar di luar Madin Al Amiriyah.
Penilaian Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kinerja pendidik dan tenaga kependidikan adalah
Metode penilaian kinerja guru dan staf pengajar Madin Al Amiriyah didasarkan pada aktivitas guru dan staf pengajar. Penilaian ini dilakukan oleh kepala madrasah yang dibantu oleh tim pengawas disiplin guru dan tenaga kependidikan. Tindak lanjut penilaian kinerja guru dan tenaga kependidikan seperti yang disampaikan oleh Bapak Ibnu yang menyatakan bahwa: 162.
Pemberian Kompensasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Tindakan selanjutnya setelah adanya hasil evaluasi kinerja tenaga pendidik dan kependidikan adalah Sekretaris Mada melaporkan hasil supervisi atau observasi mengenai disiplin tenaga pendidik dan kependidikan kepada kepala madrasah. Madin Al Amiriyah memberikan kompensasi kepada guru dan tenaga kependidikannya melalui sistem kehormatan berupa gaji. Pernyataan serupa disampaikan Pak Ibnu terkait respon pendidik dan tenaga kependidikan terhadap kompensasi ini.
Pemutusan Hubungan Kerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Pasalnya, yang terjadi adalah para tenaga pengajar yang masih berada di pesantren tersebut dibawa pulang. Para guru dan tenaga pengajar Madin Al Amiriyah akan dihadapkan pada pemutusan hubungan kerja, juga atas permintaan yang bersangkutan. Alasan lainnya, guru dan tenaga pengajar berstatus santri pondok pesantren yang satu yayasan, sudah lulus dan mudik.
Analisis Data
Perencanaan Kebutuhan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Selain itu, kriteria untuk menjadi pendidik dan tenaga kependidikan di Madin Al Amiriyah adalah pendidik dan. Proses penempatan pendidik dan tenaga pengajar Madin Al Amiriyah disesuaikan dengan kompetensi/kemampuan dan keterampilannya. Ketua Madin Al Amiriyah memberikan izin kepada pendidik dan tenaga pengajar untuk mengajar di dua lembaga berbeda.
Penilaian Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan Madin Al Amiriyah melakukan penilaian kinerja
Meski demikian, para guru dan tenaga kependidikan Madin Al Amiriyah tidak menganggap hal tersebut sebagai masalah. Apabila ada pendidik dan tenaga kependidikan yang mempunyai prestasi lebih, maka akan ada imbalan tersendiri dari tenaga pengasuhnya. Pemutusan hubungan kerja guru dan tenaga kependidikan Madin Al Amiriyah didasarkan pada beberapa faktor/alasan.
Sinkronisasi dan Transformatif
Penilaian Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan Penilaian kinerja pendidik dan tenaga kependidikan
Guru dan tenaga pengajar Madin Al Amiriyah menerima gaji setiap semester, bukan setiap bulan. Selain gaji, guru dan tenaga pengajar juga mendapat pakaian seragam yang diberikan pada akhir tahun ajaran. Ada maksud dan tujuan pemberian santunan kepada guru dan tenaga kependidikan di Madin Al Amiriyah.