• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemberian Kompensasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Dalam dokumen kompetensi manajerial kepala madrasah (Halaman 147-154)

B. Paparan Data Khusus

5. Pemberian Kompensasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Untuk tindak lanjut disampaikan pada musyawarah tri wulan. Jadi setiap tiga bulan dari pihak guru-guru Madin bersama tenaga pendidikan itu mengadakan musyawarah. Na, di situ tempat untuk mengevaluasi semua, mulai dari tenaga pendidik, kependidikan dan siswanya juga dievaluasi.

Tindak lanjut dari hasil penilaian kinerja tenaga pendidik dan kependidikan ini adalah bahwa sekretaris Madin akan melaporkan hasil pengawasan atau observasi mngenai kedisplinan tenaga pendidik dan kependidikan kepada Kepala Madrasah. Kepala Madrasah akan membahasnya dalam forum musyawarah.

5. Pemberian Kompensasi Pendidik dan Tenaga

ini, Madin Al Amiriyah juga telah melaksanakannya. Bapak Rojud menyatakan bahwa:164

Bisyarah (gaji), sebenarnya setiap bulan, karena kersane ketingal katah (agar terlihat banyak) maka diterimakan satu semester sekali (diterimakan setiap enam bulan sekali). Jadi, satu tahun dua kali. Bingkisan dari ndalem (keluarga pengasuh). Kemudian seragam.

Jika ada guru yang mempunyai prestasi lebih ada reward tersendiri dari pengasuh. Gaji dihitung per masuk (setiap hadir).

Bapak Ibnu juga memeberikan pernyataan terkait dengan sistem pemberian kompensasi bahwa:165

Berbicara tentang kompensasi nggih jane mboten sekeco nggih (ya sebenarnya tidak enak), buk kagem (bu untuk) Madin niku (itu). Tapi nggih kagem (ya untuk) laporan mawon (saja). Nggih (ya) untuk sistem kompensasi yang diterapkan di Madin niku (ya) sistem yang digunakan gunu honorer. Di mana satu jam mereka akan dikalkulasi menjadi berapa rupiah ngoten (begitu). Dihitung per jam. Ada lagi gaji panitia ulangan semester niku wonten (itu ada). Terus kalih (sama) gaji jabatan. Mungkin jabatan e niku nempati nopo nggih radi nambah ngoten (jabtannya itu menempati apa

164 Lihat Lampiran Transkrip Wawancara Sirojud Tholibin Nomor 02/W/21-XI/2022.

165 Lihat Lampiran Transkrip Wawancara Ibnu Bawahiril Arifin Nomor 04/W/28-XI/2022.

begitu agak tambah). Kalih (sama) wali kelas dan tunjangan hari raya dari yayasan dalam bentuk uang dan beras atau barang. Kalih seragam setiap tahun.

Memperkuat pernyataan di atas adalah keterangan yang disampaikan oleh Bapak Devit yang menerangkan bahwa:166

Untuk sementara ini kalau di Madin Al amiriyah bayarannya lillahita’ala (pembayarannya karena Allah). Jadi jangan disamakan dengan yang lain kompensasi yang diberikan. Untuk yang jelas kompensi ini didapat ketika satu semester. Jadi, satu semester itu setelah semesteran na itu musyawarah terakhir itu dikasih (diberi) kompensasinya. Ya itung-itung ijol e bensin lah (ya sebagai ganti uang bensin). Ngoten mawon (begitu saja). Diberikan sesuai jam atau keaktifan masuk.

Madin Al Amiriyah memberikan kompensasi kepada para pendidik dan tenaga kependidikannya dengan sistem honorer berupa gaji. Gaji tersebut diberikan berdasar kehadiaran yang diakumulasi setiap bulannya.

Besaran gaji yang diterima oleh masing-masing pendidik dan tenaga kependidikan tidaklah sama. Bapak Ibnu

166 Lihat Lampiran Transkrip Wawancara Devit Eko Saputra Nomor 03/W/28-XI/2022.

menyampaikan besaranya gaji yang diterima oleh pendidik dan tenaga kependidikan dalam pernyataannya yaitu:167

Masing-masing guru menerima gaji rata-rata sekitar Rp.

1.400.00,00 sampai dengan Rp. 1.650.000,00 setiap semseter, sekitar kurang lebih Rp. 250.000,00 setiap bulannya, dan jika dirata-rata setiap jamnya adalah Rp.

10.000,00. Selain gaji, guru yang menjabat sebagai wali kelas juga mendapat tunjangan yakni sekitar Rp.

500.000,00 setiap semesternya. Tunjangan tersebut juga sebagai kompensasi atas pengerjaan rapor di kelasanya.

Guru yang hanya mengajar saja dan tidak menjabat sebagai wali kelas tidak mendapat tunjangan, hanya gaji saja. Berbeda dengan kepala. Gaji kepala setiap bulannya sekitar Rp.400.000,00. Jika ditkalikan enam, kepala menerima gaji Rp. 2.400.000,00 setiap semesternya. Gaji tersebut disampaikan kepada guru dan tenaga administrasi setiap semester sekali tidak setiap bulan. Selain berupa gaji, guru dan tenaga administrasi juga mendapat sembako dan seragam setiap tahun.

Pemberian kompensasi tersebut dapat meningkatkan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan. Bapak Rojud menjelaskan mengenai hal tersebut bahwa:168

167 Lihat Lampiran Transkrip Wawancara Ibnu Bawahiril Arifin Nomor 09/W/11-V/2023, Mei Pukul 12.52 2023.

Saget. Pemberian kompensasi tersebut saget meningkatkan kinerja tenaga pendidik dan kependidikan. Kalau melihat niku (itu), tolak ukurannya justru bukan pada kompensasi sih. Namun dari mahabbah/remen e/cintane dateng pondok (kecintaan pada pondok), sebagai imbal baliknya kepada pondok karena mayoritas para guru adalah alumni pondok.

Namun dari pihak Madin tetap mengusahakan ada kenaikan setiap tahunnya.

Lebih lanjut, Bapak Ibnu memberikan keterangan terkait dengan pengaruh atas pemberian kompensasi ini. Beliau menerangkan bahwa:169

Nggih mbalik malih (ya kembali lagi), niki kan (ini) kompensasi nggih (ya) berpengaruh nggih (ya) berpengaruh tapi nggih mboten (ya tidak) semata karena niku (itu), nggih buk (ya bu). Soalnya kan awal mula guru mengajar kan niate (itu niatnya) untuk memberikan atau untuk memanfaatkan ilmu yang beliau-beliau miliki ngoten (begitu). Untuk mungkin kalau kompensasi nggih damel nyenengne (ya untuk menyenangkan) guru ngoten (begitu). Dados ben (jadi agar) seolah mereka dianggap ten (di) pondok, mangkane nggih fainsyaallah asline nek mboten

168 Lihat Lampiran Transkrip Wawancara Sirojud Tholibin Nomor 02/W/21-XI/2022.

169 Lihat Lampiran Transkrip Wawancara Ibnu Bawahiril Arifin Nomor 04/W/28-XI/2022.

diparingi, pinten-pinten nggih seneng mawon (maka sebenarnya jika tidak diberi, berapapaun ya senang).

Soal e (sebab) sebagai wujud penghargaan e wonten (ada), telah dianggap sebagai bagian dari pondok.

Bapak Devit juga menyatakan:170

Kalau masalah kompensasi menurut saya itu nggih (ya) ada hubungannya dengan peningkatan kompetensi, kinerja. Itung-itung ijol e bensin lah (hitung-hitung sebagai ganti uang bensin). Na untuk memperlancar keberangkatan bisa jadi.

Pendidik dan tenaga kependidikan memberikan tanggapan yang baik terhadap kompensasi yang mereka terima.

Rasa syukur alhamdulillah, itu adalah respon ketika menerima kompensasi. Hal ini dinyatatakan oleh Bapak Rojud dalam keterangannya yang menyatakan bahwa:171

Alhamdulillah ngoten (begitu). Soal e menawi kulo (sebab jika saya) pelajari dari guru-guru kulo (saya), itu merupakan fudlah (kelebihan). Ada alhamdulillah, tidak ada ya tetap berjalan.

170 Lihat Lampiran Transkrip Wawancara Devit Eko Saputra Nomor 03/W/28-XI/2022.

171 Lihat Lampiran Transkrip Wawancara Sirojud Tholibin Nomor 02/W/21-XI/2022.

Bapak Ibnu juga memberi pernyataan yang sama tentang tanggapan pendidik dan tenaga kependidikan terhadap pemberian kompensasi ini. Beliau mengatakan bahwa:172

Nggih seneng (ya senang), buk (bu). Peripun-peripun o diparingi nggih seneng (bagaimanapun juga diberi ya senang) bukan dari nilai berapa besar e (nya), niku (itu) jadi wujud penghargaan. Jadi, ketika diberi kompensasi kan (begitu) setidak e (nya) masih dianggap sebagai salah satu anggota sing nderek (yang ikut) berjuang.

Begitupun pernyataan Bapak Devit. Beliau menyatakan:173

Untuk tanggapan, khususnya saya sebagai tenaga pendidik terkait kompensasi yang ada ya itu saya sudah, kalau sekelas pondok ya sudah bagus lah.

Alhamdulillah semua menerima. Intinya begitulah.

Tanggapan pendidik dan tenaga kependidikan terhadap pemberian kompensasi yang diterima sangat baik. Mereka tidak memperhitungkan berapa jumlahnya. Namun apa yang

172 Lihat Lampiran Transkrip Wawancara Ibnu Bawahiril Arifin Nomor 04/W/28-XI/2022.

173 Lihat Lampiran Transkrip Wawancara Devit Eko Saputra Nomor 03/W/28-XI/2022.

mereka terima adalah lebih pada pengakuan akan keberadaan mereka di dalam lembaga.

6. Pemutusan Hubungan Kerja Pendidik dan Tenaga

Dalam dokumen kompetensi manajerial kepala madrasah (Halaman 147-154)