B. Paparan Data Khusus
3. Penempatan dan Penugasan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Madin, Mbah Yainya, Bu Nyainya (pimpinan pondok), ya kepala madrasahnya. Jadi, kalau pengurus Madin yang lain itu tidak mempunyai wewenang itu.
3. Penempatan dan Penugasan Pendidik dan Tenaga
yang sepuh (senior/tua) di kelas atas. Dan kemampuan juga menjadi pertimbangan.
Bapak Ibnu menambahkan:147
Niku saking (itu dari) pihak penyeleksi, Pak Rojud selaku sekretaris Madin memberikan rekomendasi tempat dan mapel yang akan diisi oleh guru/pendidikdan diberikan kepada pihak-pihak kepala madrasah kemudian dimusyawarahkan bersama dengan pihak ndalem (keluarga pengasuh) juga dzurriyyah (keluarga pendiri pondok) yang disetujui terus disampaikan di musyawarah.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh pendapat Bapak Devit yang menyatakan bahwa:148
Kalau tahap pertama, ketika tenaga pendidik itu diangkat menjadi guru di Madin Al Amiriyah itu dia biasanya dikasih (diberi) jadwal minimalnya satu hari atau dua hari yang disesuaikan dengan funnya (mata pelajarannya). Jadi misal tenaga pendidik itu mampu fannya (mata pelajarannya) misalnya di ilmu nahwu berarti dia dikasih (diberi) tugas sebagai tenaga pendidik ilmu nahwu, dan sebagainya, dan lain-lain.
Jadi penugasan ini disesuaikan dengan kemampuan lah.
147 Lihat Lampiran Transkrip Wawancara Ibnu Bawahiril Arifin Nomor 04/W/28-XI/2022.
148 Lihat Lampiran Transkrip Wawancara Devit Eko Saputra Nomor 03/W/28-XI/2022.
Proses penempatan pendidik dan tenaga kependidikan diawali oleh rekomendasi sekretaris Madin kepada pihak kepala madrasah. Selanjutnya, pendidik dan tenaga kependidikan ditempatkan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Kemampuan di sini biasa diistilahkan dengan fun (mata pelajarannya) yang dimilikinya.
Kemampuan merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam penempatan pendidik dan tenaga kependidikan di Madin Al Amiriyah. Bapak Rojud menyatakan bahwa hal yang dijadikan pertimbangan untuk penempatan dan pemberian tugas tenaga pendidik adalah dari latar belakanag ketika sekolah. Melihat kemampuan ketika sekolah.149 Pernyataan senada disampaikan oleh Bapak Ibnu yang menyatakan bahwa:150
Ya, track record (rekam jejak) ketika dia dalam belajar di pondok. Dados (jadi), ketika dulu dia di pondok mriki niku (sini itu) menguasai ilmu bidang nopo ngoten (apa begitu). Dados (jadi), selama dia di pondok, selama menjadi siswa kok niku wonge (jika orangnya
149 Lihat Lampiran Transkrip Wawancara Sirojud Tholibin Nomor 02/W/21-XI/2022.
150 Lihat Lampiran Transkrip Wawancara Ibnu Bawahiril Arifin Nomor 04/W/28-XI/2022.
itu) ahli ilmu nahwu, contone mangke (contohnya nanti) ke depannya kemungkinan besar dia akan dijadikan tenaga pendidik di bidang nahwu ngoten (begitu). Terus yang kedua nggih niku (ya itu), intine (intinya) bidang ilmu yang dikuasai niku (itu). Niku (itu) yang dijadikan pertimbangan pemberian tugas.
Bapak Devit menambahkan bahwa:151
Sebagai pertimbangan, yang paling utama ya kemampuan tenaga pendidik tersebut. Semisal tenaga pendidik tersebut basicnya (latar belakangnya) atau funnya (mata pelajarannya) itu dia itu ahli ilmu Al Quran dan tajwid kan mestinya (itu seharusnya) dia diberi pelajaran Al Quran dan tajwid gak (tidak) mungkin pelajaran yang lain, kan gitu (begitu). Sebagai pertimbangan itu.
Selain kemampuan yang menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam penempatan pendidik dan tenaga kependidikan adalah latar belakang/track record (rekam jejak) ketika belajar di madrasah. Jadi, ketika dulu di pondok, dia menguasai ilmu bidang nahwu, maka di Madin dia akan diberi mata pelajaran nahwu.
151 Lihat Lampiran Transkrip Wawancara Devit Eko Saputra Nomor 03/W/28-XI/2022.
Madin Al Amiriyah mengizinkan pendidik dan tenaga kependidikannya mengajar di dua lembaga berbeda. Ketentuan ini diinformasikan oleh Bapak Rojud sebagai berikut:152
Boleh. Selama ini ada satu, dua. Boleh dengan syarat tidak berebenturan waktu ngajarnya. Tapi rata-rata yang mengajar di dua tempat (dua Madin/lembaga) biasanya yang satu itu adalah milik sendiri. Salah satu contoh adalah pengajar dari Doho. Beliau mengajar di Madin sini dua hari, sisanya mengajar di Madin milik sendiri.
Intinya, boleh asalkan tidak berbenturan dengan yang di sini.
Bapak Ibnu menguatkan mengenai diizinkannya pendidik dan tenaga kependidikan mengajar di dua lembaga berbeda dengan pendapatnya yang menyatakan bahwa:153
Pareng (boleh). Yang untuk tenaga pendidik yang statusnya masih santri niku pareng (itu boleh) merangkap di lembaga lain selama lembaga itu masih di bawah naungan yayasan. Contone kados (contohnya seperti), dulu pak Niam niku nggih santri mriki (itu ya murid sini), nggih ngajar (ya mengajar) di madrasah pagi, Madrasah Wali Songo dan mengajar di Madin Al Amiriyah. Untuk yang guru pendidik dari luar pondok,
152 Lihat Lampiran Transkrip Wawancara Sirojud Tholibin Nomor 02/W/21-XI/2022.
153 Lihat Lampiran Transkrip Wawancara Ibnu Bawahiril Arifin Nomor 04/W/28-XI/2022.
maksude nggih (maksudnya ya) guru-guru yang dari masyarakat sekitar niku (itu) juga pareng (boleh) untuk mengajar di lembaga lain selama niku (itu) masih bisa menyanggupi persyaratan yang ditentukan oleh Madin.
Contohnya, saget (bisa) mengajar pada jam yang telah ditentukan oleh pihak Madin, selama masih bisa mengajar.
Pendapat yang sama dinyatakan oleh Bapak Devit, yaitu:154
Nggih nek sementara niki khusus e nek (ya sementara ini khusus) yang mengajarnya tenaga pendidiknya itu masih di pondok itu tidak boleh mengajar di luar. Tapi kalu tenaga pendidiknya itu yang tidak mukim (menetap) di pondok sementara ini ya ada, ada yang mengajar di madrasah lain. Nggih (ya) boleh-boleh saja.
Asalkan tidak mengganggu, dalam arti kalau dikasih (diberi) jadwal di sini misal satu minggu tiga hari, ya tiga hari itu lah jangan sampai mengganggu jadwal yang ada di Madin.
Pendidik dan tenaga kependidikan Madin Al Amiriyah diberikan izin atau diperbolehkan untuk mengajar di luar Madin Al Amiriyah. Diperbolehkannya pendidik dan tenaga kependidikan mengajar di dua tempat dengan syarat selain
154 Lihat Lampiran Transkrip Wawancara Devit Eko Saputra Nomor 03/W/28-XI/2022.
tidak berbenturan jamnya bahwa lembaga tersebut masih berada dalam satu yayasan dengan Madin Al Amiriyah bagi pendidik dan tenaga kependidikan yang mukim di pondok.
4. Penilaian Kinerja Pendidik dan Tenaga Kependidikan