• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMPONEN YANG DIGUNAKAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "KOMPONEN YANG DIGUNAKAN "

Copied!
105
0
0

Teks penuh

“Simulasi Sistem Operational Condition Monitoring (SEE) Sistem Tenaga Listrik Berbasis Metode Per Unit Dengan Menggunakan Software PSCAD.” Sistem satuan per unit memudahkan dalam menilai atau memantau kondisi/situasi keseluruhan SEE, tanpa harus memperhatikan nilai nominal tegangan pada titik yang bersangkutan. 65 Gambar 4.8 Representasi sistem pemantauan SEE menggunakan metode tegangan per unit pada kondisi gangguan tiga fasa (ABC).

Selain kelebihan ini, sebagian besar perangkat lunak analisis aliran daya memerlukan masukan dan pelaporan hasil per unit. Bagaimana model simulator sistem monitoring kondisi operasi SEE menggunakan metode unit dengan software PSCAD. Bagaimana kinerja simulator sistem monitoring kesehatan SEE menggunakan metode unit dengan menggunakan software PSCAD.

Menghasilkan model atau simulator sistem monitoring kondisi operasi SEE dengan metode unit dengan menggunakan software PSCAD. Untuk memperoleh kinerja simulasi sistem monitoring kondisi operasi SEE menggunakan metode unit dengan menggunakan software PSCAD.

Gambar 4.5 Model sistem monitoring SEE dengan metode besaran
Gambar 4.5 Model sistem monitoring SEE dengan metode besaran

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Batasan Masalah

Sistematika Penulisan

TINJAUAN PUSTAKA

Sistem Per Unit

  • Pengertian Sistem Per Unit
  • Sistem Per Unit Tiga Fase
  • Penggunaan Sistem Per Unit

Ada dua cara yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut, yaitu dengan menggunakan persentase dan satuan per satuan. Pada mulanya transformasi dalam satuan dimaksudkan untuk menyederhanakan perhitungan, namun dengan berkembangnya komputer, tujuan penyederhanaan tersebut tidak lagi bermakna. Ada dua cara yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menggunakan persentase dan satuan per satuan.

Nilai per unit suatu besaran adalah perbandingan besaran tersebut dengan besaran pokok. Besaran pokok ini mempunyai dimensi yang sama dengan dimensi besaran semula sehingga nilai per satuan besaran tersebut menjadi tidak berdimensi. Selain manfaat ini, sebagian besar perangkat lunak analisis aliran daya memerlukan input dan melaporkan hasil per unit.

Hal ini membuat penting bagi para insinyur dan teknisi untuk memahami konsep unit. Meskipun analisis sistem tenaga kini dilakukan oleh komputer, namun hasilnya sering kali dinyatakan sebagai nilai satuan pada basis sistem yang sesuai.

Daya Pembebanan Trafo

  • Pengertian Trafo
  • Prinsip Kerja Transformator
  • Pembebanan Transformator
  • Transformator Daya 3 phasa
  • Hubungan Pada Transformator Tiga Fase
  • Perhitungan persentase pembebaban transformator
  • Gangguan Pada Generator

Peralatan serupa (generator, trafo, saluran) akan mempunyai impedansi dan rugi-rugi unit yang sama yang dinyatakan dalam ratingnya sendiri, berapa pun ukuran absolutnya. Untuk membangkitkan potensial listrik pada kumparan sekunder maka fluks magnet yang dihasilkan kumparan primer harus berubah (Sudiartha dkk., 2016). Suatu kumparan primer dihubungkan dengan sumber tegangan bolak-balik sehingga akan mengalir arus bolak-balik pada kumparan tersebut sehingga mengakibatkan munculnya fluks magnet disekitar kumparan.

Trafo tiga fasa pada dasarnya sama dengan trafo satu fasa, perbedaan paling mendasar terletak pada sistem kelistrikannya yaitu sistem satu fasa dan tiga fasa. Trafo tiga fasa banyak digunakan dalam sistem transmisi dan distribusi tenaga listrik karena pertimbangan keekonomian. Trafo tiga fasa secara signifikan mengurangi berat dan lebar rangka, sehingga harga dapat diturunkan dibandingkan dengan menggabungkan tiga trafo satu fasa dengan daya yang sama.

Namun trafo tiga fasa juga mempunyai kelemahan antara lain apabila salah satu fasanya rusak maka seluruh trafo harus dipindahkan (diganti), namun jika trafo terdiri dari tiga trafo 1 fasa maka jika salah satu fasa trafo tersebut. rusak. sistem masih dapat dioperasikan dengan benar sistem "open delta". Hubungan pendek dua fasa ternyata lebih berbahaya dibandingkan dengan hubungan pendek tiga fasa karena gangguan ini akan terjadi.

Gambar 2.1  Trafo distribusi 3 fase kelas 20 kV  Keterangan gambar diatas adalah:
Gambar 2.1 Trafo distribusi 3 fase kelas 20 kV Keterangan gambar diatas adalah:

Gangguan 3 Fase

  • Pengertian Gangguan
  • Klasifikasi Gangguan
  • Hubung singkat tiga fase
  • Keuntungan Tiga fase

Bagaimana kinerja simulator sistem pemantauan kondisi operasional SEE menggunakan per metode perangkat menggunakan perangkat lunak. Simulasi dilakukan pada kondisi normal yaitu monitoring dengan besaran aktual dan besaran tegangan per unit dengan variasi beban 134,16 MVA; Sedangkan pemantauan kondisi operasi gangguan terdiri dari pemantauan besaran tegangan per perangkat pada kondisi gangguan dua fasa (AB) dan monitoring kondisi gangguan tiga fasa (ABC), dengan variasi tahanan gangguan 1, 2, 5 dan 10  dengan beban sebesar 134,16 MVA.

Perbandingan Pemantauan Status Operasional SEE, antara Sistem Pemantauan Berdasarkan Kuantitas Sebenarnya dan Sistem Per Unit pada Kondisi Operasional Normal. Model ini berfungsi untuk mensimulasikan sistem pemantauan status operasi normal SEE dengan menggunakan metode kuantitas sebenarnya. Model ini berfungsi untuk mensimulasikan sistem pemantauan status operasi normal SEE dengan menggunakan metode kuantitas per unit.

Unity processor bekerja mengolah besaran tegangan trafo sebenarnya (sisi TR & TT) menjadi tegangan unity. Memantau keadaan operasional SEE dengan sistem pemantauan berbasis sistem per unit dalam kondisi pengoperasian yang terganggu. Model sistem monitoring SEE menggunakan metode besaran tegangan satuan pada gangguan dua fasa (ab) berfungsi untuk mensimulasikan sistem monitoring kondisi operasi gangguan (abnormal) SEE dengan menggunakan metode satuan magnitudo.

Hasil simulasi sistem monitoring tegangan per unit pada saat terjadi gangguan AB dua fasa dengan beban maksimum (134,16 MVA). Model sistem monitoring SEE dengan metode magnitudo tegangan per satuan pada kondisi gangguan tiga fasa (abc) berfungsi untuk mensimulasikan sistem monitoring status operasional gangguan SEE (abnormal) dengan menggunakan metode magnitudo per satuan. Hasil simulasi sistem monitoring tegangan per unit pada saat gangguan ABC tiga fasa simetris dengan beban maksimum (134,16 MVA).

Gambar 2.7 Gangguan hubung singkat tiga fase
Gambar 2.7 Gangguan hubung singkat tiga fase

Perangkat Lunak PSCAD/ EMTDC

  • Pengertian PSCAD ( Power System Computer Aided Design)
  • Studi Tipikal PSCAD/ EMTDC
  • Pengenalan Aplikasi PSCAD

METODOLOGI PENELITIAN

Waktu dan Tempat Penelitian

Alat dan Bahan

Skema Penelitian

Langkah Penelitian

Jadwal Penelitian

HASIL DAN PEMBAHASAN

Perbandingan Monitoring statis operasi SEE antara sistem monitoring

  • Monitoring besaran tegangan aktual
  • Monitoring Besaran Tegangan Per Unit

Monitoring status operasi SEE dengan monitoring berbasiskan sistem

  • Monitoring tegangan pada kondisi gangguan duafase (AB)
  • Monitoring kondisi gangguan tiga fase (ABC)

PENUTUP

Kesimpulan

Model Power System Monitoring (SEE) berbasis unit di PSCAD telah berhasil dirancang dan dibangun, dengan komponen utamanya adalah sumber tegangan tiga fasa 13,8 kV; Trafo daya tiga fasa 50 Hz, 13,8/230 kV; 50 Hz, saluran transmisi 230 kV sepanjang 40 km; 50 Hz, beban tiga fase 230 kV; Model interferensi 50 Hz dan interfase (AB) dan tiga fase (ABC). Dari komponen tersebut dibuat 4 model, antara lain model monitoring jumlah aktual pada kondisi operasi normal, model monitoring jumlah aktual dengan sistem unit pada kondisi operasi normal, model monitoring berdasarkan sistem unit pada kondisi operasi gangguan dua fasa (AB) kondisi. dan model monitoring berbasis sistem.per unit pada kondisi operasi gangguan tiga fasa (ABC) 2. Kinerja model ini telah mampu menunjukkan bahwa pada kondisi operasi normal sistem dapat terbaca dengan baik dengan melihat nilai per unit  1 hal.

Sedangkan untuk kondisi pengoperasian yang mengalami gangguan, nilai satuannya pada titik terjadinya gangguan turun hingga nilai yang cukup besar, yaitu lebih dari 90 persen.

Saran

Pengukur tegangan digunakan untuk membuat sinyal yang mewakili perbedaan potensial (dalam kV) antara dua mode dalam gambar rangkaian. Sinyal ini diberi nama oleh pengguna. Untuk mengakses sinyal, pengguna harus menggunakan nama sebagai label data pada kabel atau pada terminal input komponen kontrol. Label data dapat digunakan untuk menetapkan nama sinyal pada kabel yang membawa sinyal data. Jika nama sinyal data yang dimasukkan cocok dengan nama sinyal data lain di halaman modul (atau halaman utama) yang sama, maka kedua sinyal ini dianggap terhubung bersama. Label data terutama digunakan untuk mentransfer sinyal data dalam suatu halaman atau untuk menyediakan titik koneksi untuk sinyal keluaran internal yang dihasilkan dalam suatu komponen.

Komponen ini dapat digunakan untuk membagi sinyal tiga fasa (yaitu dalam tampilan garis tunggal) menjadi tiga sinyal listrik satu fasa yang terpisah. Tentu saja dapat juga digunakan untuk melakukan hal sebaliknya, yaitu. menggabungkan tiga sinyal listrik satu fasa yang terpisah menjadi satu fasa sinyal listrik 3 fasa (jalur tunggal).

Gambar A.1 bentuk komponen transmision lines
Gambar A.1 bentuk komponen transmision lines

Gambar

Gambar 2.1  Trafo distribusi 3 fase kelas 20 kV  Keterangan gambar diatas adalah:
Gambar 2.8 Generator tiga fase sederhana  Dapat dinyatakan sebagai berikut :
Gambar 2.9  E.M.F dari generator tiga fase
Gambar 2.12 Diagram fasor untuk generator terhubung bintang
+7

Referensi

Dokumen terkait

3.4 Pembahasan Hasil Keseluruhan Domain Gambar 6 Grafik Hasil Keseluruhan Domain Pada Gambar 6, ditunjukkan bahwa tingkat kematangan secara keseluruhan untuk domain EDM dan APO