• Tidak ada hasil yang ditemukan

komunikasi asertif pengurus dalam meningkatkan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "komunikasi asertif pengurus dalam meningkatkan"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

Komunikasi Kepemimpinan Asertif Dalam Meningkatkan Disiplin Santri Di Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung Kebonsari Madiun. Judul : Komunikasi Kepemimpinan Asertif Dalam Meningkatkan Disiplin Santri Di Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung Kebonsari Madiun.

Manfaat Penelitian

Telaah Pustaka

Perilaku Asertif Santri (Studi Pada Dayah Nurul Huda Al-Aziziyah Lamno Kecamatan Jaya Kabupaten Aceh Jaya) 4 Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari sistem pembelajaran di Dayah dan peran Teungku dalam implementasi konseling Islami pada santri asertif. perilaku yang harus ditentukan dari santri. Persamaan penelitian ini dengan yang akan diteliti oleh peneliti adalah teori asertivitas dan subjek yang diteliti adalah siswa.

Metode Penelitian

  • Pendekatan dan Jenis Penelitian
  • Lokasi penelitian
  • Subyek dan Obyek Penelitian
  • Sumber Data dan Jenis Data a. Sumber data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Uji keabsahan data

Tempat penelitian yang dijadikan objek peneliti adalah Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung Kebonsari Madiun. Berupa wawancara dan observasi terkait komunikasi asertif dan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung.

Sistematika Pembahasan

Untuk memenuhi syarat data yang diperoleh valid maka peneliti menggunakan triangulasi sumber data, yaitu triangulasi yang menguji kredibilitas data, melakukan pengujian dengan cara mengumpulkannya dari berbagai sumber. Data yang telah terkumpul akan dijadikan suatu kesimpulan dan kemudian sumber data akan meminta persetujuan.

PENGERTIAN KOMUNIKASI ASERTIF, PONDOK PESANTREN DAN KEDISIPLINAN

  • Pengertian Komunikasi Asertif

Komunikasi asertif juga diartikan sebagai gaya alami yang tidak lain adalah sikap langsung, jujur, dan penuh hormat ketika berinteraksi dengan orang lain. Dengan berkomunikasi secara aman, seseorang dapat menghargai keinginan, kebutuhan dan hak dirinya dan orang lain.

Pengertian Pondok Pesantren

Secara umum tujuan pesantren sebagaimana tertulis dalam kitab Ta’lim al-Mutaalim karya Zarnuzi adalah mengarahkan etika Islam pesantren dan pembelajaran dalam mengejar ilmu pengetahuan, yaitu bahwa pencarian dan pengembangan ilmu pengetahuan adalah suatu kewajiban eksklusif, yang harus dilaksanakan dengan ikhlas. Zaini, “Orientasi Pesantren Tradisional Dalam Masyarakat Indonesia, Dalam Tarekat, Pesantren, dan Budaya Lokal, ed,” M. Sebagai lembaga pendidikan Islam, pesantren beroperasi untuk menyelenggarakan pendidikan formal (sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi) dan pendidikan nonformal yang khusus mengajarkan agama yang banyak dipengaruhi oleh pemikiran para ulama khususnya di bidang fiqh, hadis, tafsir, tauhid, tasawuf, dan lain-lain.

Pendidikan di pesantren sejak lama telah memberikan pengaruh yang positif, karena berhasil mendidik santri dengan keimanan yang sempurna, ilmu yang luas dan amal yang hakiki. Tujuan pendidikan di pesantren juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi agama Islam di tengah kehidupan sebagai sumber utama akhlak atau akhlak mulia, dan akhlak mulia inilah yang menjadi kunci suksesnya kehidupan masyarakat, seperti akhlakul karimah. Rasulullah, dan tujuan dibangunnya pesantren adalah untuk menumbuhkan semangat nasionalisme.

Kedisiplinan di Pondok Pesantren

Sedangkan menurut Sutopo Yuwono, dalam dasar-dasar produksi, disiplin adalah sikap mental seseorang atau sekelompok orang yang selalu berniat mengikuti atau menghormati keputusan yang telah diambil.16. Menurut Hasibuan, disiplin adalah suatu sikap menghormati dan menghargai peraturan yang berlaku baik tertulis maupun tidak tertulis, serta mampu menegakkannya dan tidak menolak menerima sanksi apabila melanggar.17 Menurut Alfred R. Susanto juga menyatakan bahwa sudah tepat. Menurut kondisi pada masing-masing organisasi, maka disiplin dibedakan menjadi dua macam, yaitu: disiplin positif dan disiplin negatif.

Disiplin positif merupakan hasil pendidikan, kebiasaan atau tradisi dimana seseorang dapat beradaptasi dengan keadaan, sedangkan disiplin negatif merupakan unsur sikap patuh yang disebabkan oleh perasaan takut akan hukuman.19. Disiplin adalah upaya pengendalian diri dan sikap mental seseorang atau masyarakat dalam mengembangkan ketaatan dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan berdasarkan dorongan yang timbul dari dalam hatinya.20.

DATA PONDOK PESANTREN DARUSSALAM MEKAR AGUNG DAN WAWANCARA PENGURUS

Sejarah Singkat Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung

AHLUSSUNNAH WAL JAMA'AH” melestarikan hal-hal lama yang baik, mengembangkan hal-hal baru yang lebih baik dan juga menekankan pada pendidikan akhlak salaf Al-saaliih dan khalaf Al-saalih. Metode ini digunakan di Pondok Pesantren “Darussalam Mekar Agung” sebagai berupa pendidikan formal yang mengajarkan ilmu-ilmu umum atau kebaikan sesuai tuntutan kehidupan di era globalisasi, dan juga pendidikan nonformal berupa madrasah diniyah yang khusus mengajarkan ilmu-ilmu agama Islam melalui kajian kitab kuning.

Biografi Kyai Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung

Ia kemudian melanjutkan ke Sekolah Mu'alimin di Pondok Pesantren Darussalam Blok Agung, Banyuwangi yang diasuh oleh KH. Di pesantren ini ia juga mempelajari kitab kuning yang diajarkan langsung oleh KH. Ulumuddin sebanyak 4 (empat) kali, Kitab Shohih Bukhori sebanyak 4 (empat) kali dan kitab-kitab lainnya, selain mempelajari ilmu syariat, Thoriqot beliau juga mempelajari ilmu Haqiqot.3.

Setelah menempuh pendidikan di Pondok Pesantren "Darussalam Blok Agung" selama 16 tahun, ia kemudian dititipkan oleh gurunya yaitu KH. 3 KH Abdul Aziz, Sekilas Tentang Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung (Madiun: YPP Darussalam Mekar Agung, 2006), 10.

Letak Geografis Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung Kebonsari Madiun

Visi Misi

Sarana dan Prasarana

Keadaan Guru dan Santri

Berdasarkan observasi dan data di Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung, semuanya merupakan alumni Pondok Pesantren yang kembali berkomitmen untuk mengajar para santri di Pondok Pesantren. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), santri adalah orang yang mempelajari agama Islam atau orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh; orang-orang bertakwa.9 Dalam masyarakat, istilah santri mencerminkan kehidupan beragama yang berpegang teguh pada ajaran Islam. Santri wajib melaksanakan kegiatan pendidikan dan keagamaan, baik yang bersifat wajib seperti sekolah, shalat berjamaah, maupun kegiatan sunnah seperti kegiatan ekstrakurikuler.

9 “Arti Santri – Kamus Besar Bahasa Indonesia Online (KBBI),” diakses 8 September 2023, https://kbbi.web.id/santri.

Kegiatan Pondok

  • Data Khusus Wawancara Pengurus Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung Kebonsari Madiun

Bagi santri yang mudik/berpergian/pindah dan lain-lain harus meminta izin terlebih dahulu kepada petugas pondok pesantren. Seluruh santri wajib mengikuti semua kegiatan yang dilakukan di pondok pesantren tergantung pada jenjangnya masing-masing. Seluruh santri dilarang mengganggu ketertiban umum, baik di dalam maupun di luar Kampus Pondok Pesantren.

Seluruh santri dilarang berbuat curang, mencuri atau ghosob di dalam maupun di luar kampus pondok pesantren. Data spesifik diperoleh dari wawancara dengan pengurus Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung Kebonsari Madiun Mekar Agung Kebonsari Madiun.

Tabel 1.1 Kegiatan Harian Ponpes Darussalam Mekar Agung  2.  Kegiatan Mingguan
Tabel 1.1 Kegiatan Harian Ponpes Darussalam Mekar Agung 2. Kegiatan Mingguan

Wawancara Penggunaan Teknik Komunikasi Asertif Pengurus di Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung

Administrator kami sering menggunakan bahasa tubuh dengan ekspresi wajah ramah dan senyuman ketika berbicara dengan siswa. Pengurus seringkali menggunakan bahasa “saya” ketika berbicara dengan siswa untuk mengungkapkan pendapat atau perasaannya secara jelas dan terbuka. Mereka mungkin berkata, “Saya bertanggung jawab untuk memastikan semua siswa mendapatkan perhatian yang mereka butuhkan,” yang menunjukkan komitmen administrator terhadap kesejahteraan siswa. 13.

Berdasarkan penjelasan tersebut, peneliti melihat bahwa para sutradara sangat memperhatikan pemilihan kata dalam komunikasinya. Penggunaan bahasa ‘I’ memberikan pengaruh yang besar terhadap bentuk komunikasi asertif untuk meningkatkan kedisiplinan siswa di Darussalam Mekar. Pondok Pesantren Agung. Mereka mungkin berkata, “Berdasarkan data yang ada, perubahan ini perlu kita lakukan untuk memperbaiki kondisi santri.” Hal ini membantu memperkuat pesan mereka dan memberikan dasar yang kuat untuk tindakan yang diusulkan.15.

Wawancara Bentuk Komunikasi Asertif Pengurus di Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung Kebonsari Madiun

  • Kendala Pengurus dalam Meningkatkan Kedisiplinan Santri di Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung Kebonsari Madiun

Komunikasi di kediaman Islam Darussalam Mekar Agung dalam peningkatan kedisiplinan juga sangat memerlukan komunikasi secara langsung. Hambatan Manajemen Dalam Meningkatkan Disiplin Santri di Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung Kebonsari Madiun Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung Kebonsari Madiun. Dalam upaya menerapkan komunikasi asertif, kami di Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung menyadari bahwa perasaan tidak nyaman adalah hal yang wajar.

Sebagai bagian dari penerapan komunikasi asertif untuk meningkatkan kedisiplinan santri, Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung menyadari pentingnya memperhatikan reaksi orang lain. Analisis Teknik Komunikasi Manajemen Asertif Dalam Meningkatkan Disiplin Santri di Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung.

Analisis Teknik Komunikasi Asertif Pengurus dalam Meningkatkan Kedisiplinan Santri di Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung

  • Penggunaan Bahasa tubuh
  • Penggunaan Bahasa “Saya”
  • Penggunaan Fakta

Pertama, penelitian ini mengungkapkan bahwa penggunaan bahasa tubuh oleh pengurus mempunyai peranan sentral dalam pembentukan norma kedisiplinan di Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung. Peneliti juga menemukan bahwa penggunaan bahasa tubuh oleh pengurus di Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kedisiplinan santri. Dengan demikian terlihat bahwa penggunaan bahasa “aku” oleh pengurus di Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung merupakan salah satu unsur penting dalam pembentukan norma kedisiplinan.

Sejalan dengan teori di atas, pemanfaatan fakta oleh pengelola terhadap santri dalam meningkatkan kedisiplinan di Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung menyoroti aspek penting dalam upaya pembentukan kedisiplinan di lingkungan pondok pesantren. Secara keseluruhan pemanfaatan fakta oleh pengurus Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung merupakan alat yang efektif dalam menciptakan kedisiplinan yang kuat.

Analisis Komunikasi Asertif Pengurus dalam Meningkatkan Kedisiplinan Santri di Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung

  • Bebas Mengemukakan Pemikiran
  • Menerima apa adanya
  • Komunikasi langsung

Teori penerimaan dalam komunikasi asertif mengacu pada konsep menerima apa adanya, termasuk perasaan, pandangan, dan pengalaman orang lain tanpa menghakimi atau menghakimi. Hal ini termasuk komunikasi asertif, yang melibatkan penyampaian pendapat dan kebutuhan secara jelas dan tegas. Komunikasi yang asertif dengan demikian menjadi landasan yang kokoh bagi pembentukan dan pengembangan karakter santri di lingkungan pesantren inklusif.

Pendekatan komunikasi langsung dalam konteks komunikasi asertif melibatkan pengungkapan kebutuhan, hak dan perasaan seseorang secara jelas dan terbuka tanpa melanggar hak atau perasaan orang lain. Salah satu teori yang relevan dengan konsep komunikasi langsung dalam komunikasi asertif adalah teori komunikasi asertif Andrew Salter.

  • Muncul Rasa Tidak Nyaman
  • Muncul Kekhawatiran Kehilangan Sesuatu

Oleh karena itu, melatih dan mengembangkan kemampuan komunikasi asertif dapat menjadi langkah penting dalam mengatasi kendala tersebut. Secara ringkas penelitian ini membuktikan pentingnya komunikasi asertif dalam meningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Darussalam Mekar. Peneliti menemukan bahwa munculnya perasaan tidak nyaman merupakan salah satu aspek yang perlu dipahami secara komprehensif dalam upaya meningkatkan kedisiplinan siswa melalui komunikasi asertif.

Sejalan dengan teori tersebut, kekhawatiran yang timbul akan kehilangan sesuatu dapat menjadi aspek yang menarik dalam komunikasi asertif yang dilakukan pengurus dalam kaitannya dengan peningkatan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung. Peneliti menemukan bahwa kekhawatiran akan kehilangan sesuatu yang berhubungan dengan komunikasi asertif dalam peningkatan kedisiplinan siswa menekankan pentingnya kepekaan terhadap perasaan dan kebutuhan siswa.

PENUTUP

Kesimpulan

Terdapat tiga hambatan komunikasi asertif dalam meningkatkan kedisiplinan santri di Pondok Pesantren Darussalam Mekar Agung. Pertama, adanya rasa tidak nyaman yang mungkin dirasakan oleh pengurus dan mahasiswa ketika menggunakan gaya komunikasi asertif yang relatif baru dan berbeda dari biasanya. Kedua, kekhawatiran akan kehilangan sesuatu—yakni, kekhawatiran bahwa menggunakan komunikasi asertif dapat menyebabkan hilangnya dukungan, hubungan baik, atau kenyamanan saat ini—dapat membatasi kemampuan pengemudi untuk berkomunikasi secara asertif.

Saran

Komunikasi interpersonal antara pengawas dan santri dalam penanaman nilai moral di Madrasah Aliyah (MA) Pondok Pesantren Hasanuddin. Pola Komunikasi Pimpinan Pondok Pesantren Dalam Membentuk Karakter Santri (Studi Kasus di Pondok Pesantren Nurul Jannah NW Ampenan Kota Mataram).

Gambar

Tabel 1.1 Kegiatan Harian Ponpes Darussalam Mekar Agung  2.  Kegiatan Mingguan
Tabel 2.1 Daftar Responden Pengurus

Referensi

Dokumen terkait

Hm, mungkin dia tuh orangnya bisa lebih tenang tapi kalau saya tuh orangnya.., misalnya nih udah baikan nih udah ngomong baikan tapi entar kalau dipancing ngomongin masalah

dimaksud dengan efisiensi kerja adalah suatu proses kegiatan yang mencapaia. hasil sebesar mungkin dan dengan pengorbanan yang sekecil

Pada dasarnya, konsep tentang ras mengacu pada gagasan untuk membagi manusia kedalam phenotipe mereka (misalnya tampilan fisik, seperti wana kulit dan tipe rambut)

Berdasarkan wawancara masyarakat setempat mengatakan bahwa : “ dengan adanya alat pelindung diri yang diberikam kepada saya, saya dalam bekerja tidak ragu-ragu meka karna kayak merasa

Seperti yang diungkapkan oleh Ibu Febrina Rizki selaku Guru Tahfidz, beliau mengatakan : “motivasi yang saya berikan untuk kelompok halaqoh saya yaitu dengan bercerita pengalaman

gejalanya paling ringan, yang berarti bahwa orang mungkin menyebarkan virus sebelum menyadari bahwa mereka memilikinya.Setiap individu yang merasa sehat sangat disarankan untuk memakai

Hasil pelaksanaan kegiatan ini menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut: 1 Guru merasa kegiatan refleksi pengajaran yang mereka lakukan setiap selesai kelas mengajar sangat membantu

Hal ini disampaikan oleh seorang instruktur di SMPN Satap Pombuttu: "Para wali mungkin merasa sulit untuk membantu anak mereka mengajar dengan perawatan di rumah, karena wali tidak