KOMUNIKASI EFEKTIF, SANTUN, SIMPATIK,
DAN EMPATI
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh
komunikator kepada komunikan melalui media
yang menimbulkan efek tertentu. Pengertian tersebut
mengidentifikasikan kepada kita bahwa yang termasuk
unsur-unsur komunikasi
adalah komunikator, pesan,
media, komunikan, dan efek.
Jenis komunikasi dalam
pendidikan
Komunikasi Efektif
Komunikasi Santun
Komunikasi Empati
dan Simpati
Kom Efek unik tif asi
Komunikasi efektif berkaitan dengan kemampuan (ability) komunikator dan
komunikannya. Stephen Covey
menekankan konsep kesalingtergantungan (interdependency) untuk menjelaskan
hubungan antarmanusia. Unsur yang paling penting dalam komunikasi bukan sekadar pada apa yang kita tulis atau kita
katakan, tetapi lebih pada karakter kita dan bagaimana kita menyampaikan pesan
kepada penerima pesan. Jika kata-kata atau pun tulisan kita dibangun dari teknik
hubungan manusia yang dangkal (etika kepribadian), bukan dari diri kita yang paling dalam (etika karakter), maka orang
lain akan melihat atau membaca sikap kita. Jadi syarat utama dalam komunikasi
efektif adalah karakter yang kokoh yang dibangun dari pondasi integritas pribadi
yang kuat.
Komunikasi Santun
Sopan adalah suatu aturan atau tata cara yang berkembang secara turun temurun dalam suatu budaya di masyarakat yang bisa bermanfaat dalam pergaulan antar sesama manusia terjalin suatu hubungan yang akrab,saling pengertian serta saling
hormat menghormati. (Taryati dalam Suharti : 2004).
Komunikasi santun dapat diartikan sebagai komunikasi yang dilaksanakan dengan halus, baik dan sopan baik menyangkut budi bahasa maupun tingkah laku. Ketika
berkomunikasi dalam proses
pembelajaran, guru harus memerhatikan kesantunan baik dalam bentuk sikap maupun bahasa yang digunakan. Bahasa
yang digunakan menggunakan bahasa yang baik dan benar serta sesuai dengan
norma-norma budaya yang berlaku.
Komunikasi Empati dan Simpati
Istilah empati dan simpati amat terkait dengan kondisi psikologis seseorang.
Keduanya berhubungan dengan kondisi kejiwaan. Oleh sebab itu dalam beberapa bacaan terkait, keduanya banyak disinggung
dalam disiplin ilmu psikologi. Sementara dalam komunikasi, keduanya banyak dibahas
dalam hal komunikasi antar budaya, yaitu interaksi social antara individu dengan individu lain yang berbeda dari sisi latar belakang budaya, pendidikan dan sejenisnya.
Tujuannya adalah tentu mencari titik temu dari perbedaan-perbedaan tersebut, melalui cara berkomunikasi yang baik (secara verbal
dan non verbal) sehingga tercipta jalinan interaksi social yang harmonis dan saling berpengertian. Secara konsep emphatic agak
berbeda sedikit dengan simpati. Keduanya memang menunjukkan perasaan atau kondisi
kejiwaan seseorang, namun demikian ada perbedaan; simpati berpadanan kata dengan
‘feeling with’ sementara empati adalah
‘feeling in’ atau lebih dalam dari sekedar simpati.