• Tidak ada hasil yang ditemukan

konsep pendidikan aqidah perspektif syaikh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "konsep pendidikan aqidah perspektif syaikh"

Copied!
102
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Konsep

Kata konsep merupakan kata serapan dari bahasa Inggris “concept” yang berarti gambaran atau pengertian. 1 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah konsep mempunyai arti suatu rancangan atau pengertian yang diabstraksikan dari peristiwa-peristiwa konkrit. 2 Sedangkan yang dimaksud dengan “draft”.

Pendidikan Aqidah

7 Zainal Abidin bin Syamsuddin, Aqidah Muslim; Landasan Dasar Aqidah Ahlusunnah Wal Jama'ah, (Jakarta Timur: Pustaka Imam Bonjol, 2014), h. Perspektif Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr Dalam KBBI Online, perspektif diartikan sebagai sudut pandang atau

Perspektif Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-

Relevansinya Terhadap Pendidikan Aqidah Saat Ini

Alasan Memilih Judul

Pemikiran Syekh Abdurrazzak bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr tentang pendidikan Aqidah jarang disebutkan dalam pembahasan ilmiah. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk membahas konsep pendidikan Aqidah dari sudut pandang Syekh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr dan betapa pentingnya pendidikan Aqidah saat ini.

Latar Belakang Masalah

Di antara ulama yang menyadarkan umat Islam akan pentingnya pendidikan tentang Aqidah bagi kehidupan seseorang adalah Syekh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin bin Hamd al-Abbad al-Badr. Tulisan-tulisannya banyak mengandung pendidikan tentang aqidah Islam, sehingga peneliti merasa tertarik untuk meneliti karena isi tulisannya sebagian besar berupa pendidikan tentang aqidah berdasarkan Al-Qur'an dan hadits Nabi SAW dengan mengacu pada pemahaman tentang aqidah. salafush shalih.

Rumusan Masalah

Tauhid, Itsbatu annal Muhsin min Asmaillah husna, Tsabatu Aqidah Salaf, Fadhlul kalimat Arba', Fiqhul Asma'ul Husna, Ziyadatul Iman wa Nuqshanuhu, Asbab Ziyadatul Iman wa Nuqshanih, og så videre.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

  • Tujuan Penelitian
  • Manfaat Penelitian

Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi menambah wawasan kajian Islam khususnya dalam ilmu pengajaran aqidah di lembaga pendidikan dan di masyarakat. Dalam praktiknya, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berharga bagi orang tua, guru, masyarakat dan siswa dalam penyelenggaraan pendidikan aqidah yang merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan Islam.

Metode Penelitian

  • Jenis Penelitian dan Sifat Penelitian
  • Sumber Data

Data Primer adalah salah satu data penelitian yang dikumpulkan langsung dari berbagai sumber data yang berkaitan dengan penelitian dan kemudian digunakan sebagai sumber data utama dalam penelitian. Dari penafsiran tersebut dapat disimpulkan bahwa sumber data primer dalam penelitian ini yang dimaksud adalah sumber data yang memberikan data langsung berupa konsep pendidikan aqidah sudut pandang Syekh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr.

Teknik Pengumpulan Data

Dokumen-dokumen tersebut kemudian disusun berdasarkan kesesuaian isi dokumen dengan fokus dan tujuan penelitian.35 Selain itu, isi dokumen yang telah disusun dianalisis satu per satu, kemudian dibandingkan dan digabungkan sehingga membentuk suatu kerangka yang lebih sistematis, runtut, dan runtut. bentuk penelitian ilmiah yang komprehensif. Oleh karena itu, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini tidak hanya sekedar mengumpulkan dokumen mentah saja, namun juga mengumpulkan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian untuk kemudian dianalisis guna memperoleh kajian ilmiah yang lebih sistematis, runtut, dan komprehensif.

Tinjauan Pustaka

Bedanya, penelitian yang dilakukan Suprapto secara eksklusif mengkaji tentang aqidah, sedangkan peneliti mengkaji tentang konsep pendidikan aqidah. Penelitian ini dibatasi pada analisis peran dan tanggung jawab orang tua dalam kaitannya dengan pendidikan aqidah anak. Perbedaan lain dalam subjek kajian Idrus Aqibuddin adalah peran dan tanggung jawab orang tua terhadap pendidikan aqidah anak, sedangkan subjek kajian ulama adalah konsep pendidikan aqidah menurut Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr.

Persamaan penelitian Desi Oktarianti dengan penelitian peneliti adalah sama-sama menggunakan studi literatur dan sama-sama mengkaji konsep pendidikan aqidah.

LANDASAN TEORI

Pendidikan Aqidah

  • Pengertian Pendidikan Aqidah
  • Dasar dan Tujuan Pendidikan Aqidah
  • Karakteristik Pendidikan Aqidah
  • Ruang Lingkup Materi Pendidikan Aqidah

Landasan pendidikan yang paling kokoh dalam Aqidah adalah Al-Qur'an Al-Karim dan Sunnah Nabi-Nya, karena hujjahnya yang jelas, dalilnya yang jelas, petunjuknya yang jelas, dan petunjuknya yang jelas dan jelas. Al-Qur'an merupakan landasan pokok pendidikan Aqidah, maka siapapun yang menjadikan Al-Qur'an sebagai landasan utama pendidikan Aqidah maka terjamin keamanannya di dunia dan di akhirat. Sumber pendidikan Islam tentang aqidah bersumber dari Al-Qur’an, as-Sunnah, ijma’ para ulama, akal sehat dan fitrah.

Ruang lingkup materi dalam pengajaran aqidah mencakup materi yang berkaitan dengan mata pelajaran aqidah di sekolah.

Metode Pendidikan Aqidah

  • Metode Pembiasaan
  • Metode Targhib
  • Metode Lemah Lembut dan Kasih Sayang
  • Metode Kisah

Syekh Shalih Fauzan mengatakan, landasan terbaik untuk memotivasi santri adalah dalil-dalil Al-Qur'an dan hadis tentang kebahagiaan bagi orang yang mampu menjaga keimanannya dengan baik. 76 Heru Siswanto, “Model Pembelajaran Akhlak Aqidah untuk Membentuk Karakter Siswa (Belajar di MA Hidayatul Mubtadiin Tasikmadu, Malang, Jawa Timur, Indonesia)”. Kasih sayang dan kelembutan merupakan salah satu hal yang penting dalam pendidikan aqidah, hal ini dikarenakan kasih sayang dan kelembutan orang tua akan menjadikan anak dekat dengan orang tuanya.

Murtadho Naufal dalam tesisnya menyatakan bahwa metode sejarah dalam proses pendidikan aqidah berhasil sehingga peserta didik diajarkan melalui pengalaman orang-orang sebelumnya.

BIOGRAFI SYAIKH ABDURRAZZAQ BIN ABDUL

  • Nasab Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-
  • Masa Anak-anak Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul
  • Masa Remaja
  • Masa Dewasa Hingga Sekarang
  • Latar Belakang Pendidikan
    • Pendidikan Formal Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul
    • Pendidikan Non Formal Syaikh Abdurrazzaq bin
  • Aktifitas Sosial dan Pendidikan Syaikh Abdurrazzaq bin
  • Karya Tulis Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-

Namun hal ini tidak berlaku bagi Syekh Abdurrazzak bin Abdul Muhsin al-Abbad al-Badr. Pendidikan nonformal Syekh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Abbad Al-Badr Abbad Al-Badr. Materi pendidikan aqidah yang diberikan oleh Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr ternyata ada.

Relevansi konsep pendidikan Aqidah sudut pandang Syekh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dengan penyimpangan Aqidah saat ini.

PEMBAHASAN DAN ANALISIS DATA

Definisi Aqidah

Selain itu banyak ulama yang menjelaskan tentang pengertian Aqidah, salah satunya adalah Syekh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, dimana Syekh Abu Bakr Jabir Al-Jazairi menjelaskan hal tersebut. Menurut analisa peneliti, pengertian aqidah yang disampaikan oleh Syekh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin sudah sesuai dengan pengertian aqidah baik menurut Syekh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi maupun Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia. Nomor 000912 Tahun 2013, hal ini dikarenakan pengertian aqidah yang disampaikan sama-sama menitikberatkan pada kenyataan bahwa aqidah tidak hanya terbatas pada keimanan saja, namun jauh lebih luas dari itu, yaitu keimanan yang menimbulkan kebaikan dan kebaikan yang menimbulkan kebaikan. muncul dalam kehidupan sehari-hari seseorang yang mempunyai aqidah yang baik. 2 Abu Bakar Jabir Al-Jaza'iri, Akidetul Mu'min; Kulit Lengkap Aqidah Seorang Mu'mini, Diterjemahkan Umar Mujtehid, (Solo: Daar An-Naba', 2014), hal.

3 Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 000912 Tahun 2013 tentang Kurikulum Madrasah Tahun 2013 Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab.

Tujuan Pendidikan Aqidah

Berdasarkan berbagai penjelasan ulama mengenai tujuan penting pendidikan aqidah, peneliti menyimpulkan bahwa tujuan pendidikan aqidah yang dijelaskan oleh Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr pada hakikatnya tidak bertentangan dengan penjelasan ulama lainnya. Bahkan peneliti melihat bahwa pendapat para ulama tentang tujuan pengajaran aqidah itu sendiri saling berkaitan. Namun peneliti berpendapat bahwa penjelasan Syekh Abdurrazzaq lebih luas dan mendalam, menyatakan tidak hanya tujuan mempelajari aqidah saja, namun beliau juga menyebutkan manfaat umum mengapa aqidah kemudian harus dipelajari.

Dasar-dasar Pendidikan Aqidah

Yunahar Ilyas menjelaskan dalam bukunya bahwa sumber aqidah yang utama adalah Al-Qur'an dan Sunnah 7 Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa akal bukanlah sumber aqidah melainkan akal hanyalah alat untuk memahami nash-nash yang keduanya terdapat dalam Al-Qur'an. dan Sunnah. Syekh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin menjelaskan bahwa dasar pendidikan aqidah adalah Al-Qur'an dan Sunnah.9 Dalam masalah keimanan, landasan utama adalah sesuatu yang kebenarannya tidak diragukan lagi, yaitu Al-Qur'an. Syekh Abdurrazzaq juga menekankan agar seorang muslim hendaknya mengimani ijmal (global) dan tafshil (rinci) segala sesuatu yang berkaitan dengan keyakinan yang bersumber baik dari Al-Qur'an maupun As-Sunnah.

Pada prinsipnya Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin dan Yunahar Ilyas menjelaskan bahwa yang menjadi landasan terpenting dalam pendidikan aqidah tidak boleh menyimpang dari dua hal yaitu Al-Quran dan sunnah Nabi Muhammad SAW.

Metode Pendidikan Aqidah

Syaikh Abdurrazzak bin Abdul Muhsin juga menyebut salah satu nasihat ibu bapa kepada anak-anak mereka sebagaimana yang disebutkan oleh Allah di dalam al-Quran, maka Luqman al-Hakim menasihati anak-anaknya. Syaikh Abdurrazzak bin Abdul Muhsin juga menjelaskan bahawa ulama menyebut kudwah (menjadi contoh yang baik) dengan perbuatan jauh lebih bermakna kepada anak-anak daripada kudwah dengan perkataan semata-mata. 19. 17 Abdurrazzak bin Abdul Muhsin Al-Badr, Op. kasih sayang yang diberikan ibu bapa kepada anak-anak akan memudahkan ibu bapa membimbing mereka kepada kebaikan dan menasihati mereka, dan anak-anak mudah menerima dan menerima nasihat ibu bapa mereka.20 Sehingga apabila ibu bapa menyuruh anak-anak. jangan buat perkara yang boleh merosakkan akidah, anak-anak akan mudah menerima nasihat.

20 Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr, Rokai`zu fi Tarbiyatil Abna`i; 8 pilar sukses mendidik anak, trans.

Ruang Lingkup Materi Pendidikan

Selain itu, Allah SWT juga memerintahkan kepada seluruh manusia agar memperhatikan dan merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah SWT yang tampak pada makhluk-Nya, baik yang ada di langit maupun yang ada di bumi. Semua ini dimaksudkan agar manusia dapat menggunakannya sebagai dalil tentang Rububiyah Allah SWT. Maksud bertawakkal kepada Allah SWT dalam setiap perbuatan hamba-Nya ialah meyakini dan meyakini sepenuh hati bahawa Allah SWT adalah satu-satunya Zat yang berhak menerima pelbagai jenis ibadah, baik ibadah zahir mahupun batin. Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr menjelaskan bahawa pengertian tauhid Al-asma` wa ash-Shifat ialah beriman kepada nama-nama Allah SWT dan sifat-sifat-Nya, sebagaimana termaktub dalam al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad. SAW.34 Allah SWT menafikan bahawa ada sesuatu yang serupa dengan-Nya, dan Allah telah menetapkan bahawa Allah itu Maha Mendengar lagi Maha Melihat, sehingga Allah dinamakan dan disifatkan dengan nama dan sifat-sifat yang diberikan-Nya kepada diri-Nya serta dengan nama dan sifat yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.

Syekh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr menjelaskan bahwa iman itu ibarat tanaman, harus dirawat dan dirawat, serta disiram dan dipelihara.

Hal-hal Yang Dapat Merusak Pendidikan Aqidah

Artinya: “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi Kami hanya mengikuti apa yang Kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami.” 34; mengikuti), walaupun nenek moyang mereka tidak mengetahui apa-apa, dan tidak mendapat petunjuk?" 40. Mengenai aqidah, Syaikh Abdurrazzaq menjelaskan bahawa sikap ghuluw ini tidak boleh wujud dalam fikiran seseorang.

Kelebihan dan kekurangan konsep pendidikan Aqidah dari perspektif Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr.

Kelebihan dan Kekurangan Konsep Pendidikan Aqidah

  • Kelebihan Konsep Pendidikan Aqidah Perspektif
  • Kekurangan Konsep Pendidikan Aqidah Perspektif

Relevansi Konsep Pendidikan Aqidah Sudut Pandang Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dengan Konsep Pendidikan Aqidah Saat Ini 1. Relevansi Tujuan Pendidikan Aqidah Sudut Pandang Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Badr dengan tujuan pendidikan Aqidah. Relevansi metode pendidikan Aqidah sudut pandang Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr dengan metode pendidikan Aqidah Pada.

Relevansi bahan ajar Aqidah perspektif Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad Al-Badr dengan bahan ajar Aqidah dalam kurikulum.

Referensi

Dokumen terkait

CONCLUSION Based on the results of study, the conclusion of study are; 1 most of the conceptual action items identified, have been implemented in primary schools, and a small part