PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Kegunaan Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Teoretis
- Teori Konsep Diri
- Teori Atribusi
Tinjauan Konseptual
- Pengertian Konsep Diri
- Pengertian Minuman Keras (Khamar)
Skripsi ini berjudul “Konsep Diri Remaja yang Terlibat Minuman Beralkohol (Khamar) di Lingkungan Rampusa Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang”. Penelitian ini akan membahas tentang konsep diri remaja yang terlibat minuman beralkohol (khamar) di kawasan Rampusa Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang dengan fokus pada konsep diri remaja yang terlibat minuman beralkohol. Tentang konsep diri remaja yang terlibat minuman beralkohol (khamar), dan apa yang membuat remaja terlibat dalam kasus minuman beralkohol (khamar) di lingkungan Rampusa Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang.
Bagian penting dari kegiatan penelitian adalah penyusunan desain mengenai penelitian “Konsep diri remaja yang terlibat minuman beralkohol” yang akan dilakukan. Fokus penelitian penulis adalah fokus pada konsep diri remaja yang terlibat minuman beralkohol. minuman beralkohol (khamar) di kawasan Rampusa, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang Munculnya remaja yang terlibat minuman keras (khamar) di lingkungan Rampusa, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang menjadi bahan acuan bagaimana persepsi diri remaja yang terlibat minuman keras. alkohol, terjadi di lingkungan Rampusa.
Kaum muda yang minum alkohol dan orang tuanya dapat diwawancarai. Dari hasil penelitian penulis mengemukakan gambaran diri remaja pelaku minuman beralkohol/khamr di kawasan Rampus kecamatan Lembang kabupaten Pinrang. Hasil penelitian yang penulis peroleh di kalangan remaja di lingkungan Rampusa menunjukkan beberapa faktor yang menyebabkan remaja mengonsumsi minuman beralkohol.
Faktor-faktor yang menyebabkan remaja di Kecamatan Rampusa mengkonsumsi minuman beralkohol adalah sebagai berikut. Tingginya rasa ingin tahu pada remaja membuat mereka terjerumus pada hal-hal menyimpang, misalnya meminum minuman beralkohol. Namun jika remaja yang meminum minuman beralkohol menimbulkan masalah maka akan mengganggu masyarakat.
Menurut Kepala Lingkungan Hidup Rampusa, solusi yang diberikan kepada pecandu alkohol di wilayah tersebut adalah. Berdasarkan hasil penelitian terhadap konsep diri remaja pelaku minuman beralkohol di kawasan Rampusa Kecamatan Lembang Kabupaten Pinrang, maka kesimpulan dari skripsi ini adalah sebagai berikut.
KerangkaPikir
Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk menjelaskan suatu fenomena atau peristiwa sosial. Hal ini sejalan dengan pengertian penelitian kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan aktor yang diamati38.
Lokasi dan Waktu Penelitian
Fokus Penelitian
Jenis dan Sumber Data
Sumber data dalam penelitian kualitatif adalah perkataan dan tindakan serta dokumen-dokumen yang dianggap perlu dan lain-lain. Selain itu, data dalam penelitian ini juga berasal dari informan yang dianggap mengetahui informasi paling detail dan jelas mengenai fokus penelitian. Menurut Lotfland, sumber data dalam penelitian kualitatif adalah perkataan dan tindakan, selebihnya data seperti dokumen dan sebagainya39.
Untuk mendekati informasi yang tercatat maka peneliti memperolehnya dari sumber data yang dibagi menjadi dua untuk penelitian ini yaitu 40. Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti langsung dari sumber data. Data sekunder merupakan data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti dari berbagai sumber yang ada (peneliti pihak kedua).
Teknik Pengumpulan Data
Penulis juga melakukan pendekatan personal kepada informan yang menanyakan permasalahan yang mereka alami dan mendorong komunikasi yang baik. Dalam wawancara, peneliti menyiapkan serangkaian pertanyaan yang disiapkan dan ditanyakan kepada seseorang tentang topik penelitian secara tatap muka. Sebagai metode primer jika wawancara digunakan sebagai satu-satunya alat pengumpulan data, atau sebagai metode yang mengambil kedudukan utama di antara sejumlah metode pengumpulan data lainnya.
Sebagai metode pelengkap, jika wawancara hanya digunakan sebagai alat untuk mencari informasi yang tidak dapat diperoleh dengan cara lain; Teknik ini digunakan untuk memperoleh data dan informasi langsung dari informan mengenai suatu permasalahan yang diteliti melalui wawancara. 42Deddy Mulyana, Metodologi Penelitian Kualitatif Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya, (Cet.VI; Bandung: PT Melawan Rosdakarya, 2008), hal.180.
Informan kedua berinisial Bapak (nama samaran) dari 7 bersaudara, 19 tahun, alamat Rampusa, tamatan SMP, sebelumnya melanjutkan pendidikan di Hoër Beroepskool (SMK) namun tidak tamat, orang tuanya melarangnya melanjutkan pendidikan. pendidikan karena mengetahui anaknya jarang bersekolah dan sering mengonsumsi minuman beralkohol. Informan ketiga berinisial Kr (nama samaran) merupakan 4 orang bersaudara, berumur 20 tahun, alamat Rampusa, tamat SD dan tidak melanjutkan pendidikan lagi, mulai meminum minuman beralkohol pada usia 15 tahun hingga saat ini, ia hanya meminum minuman beralkohol ketika dia merasa stres. Dokumentasi merupakan pengumpulan data yang diperoleh dari dokumen dan pustaka sebagai bahan analisis dalam penelitian ini.
Teknik yang digunakan untuk mencatat data sekunder yang tersedia dalam bentuk arsip atau dokumen. Teknik ini digunakan untuk mengetahui data dokumenter yang berkaitan dengan hal-hal yang ingin penulis teliti. 44 Dokumentasi.
Teknik Analisis Data
Penyajian data merupakan kumpulan informasi terstruktur yang memberikan kemungkinan untuk menarik kesimpulan dan mengambil tindakan. Semua dirancang untuk mengekstraksi informasi yang disusun dalam bentuk praktis yang dapat diakses dengan segera sehingga peneliti dapat melihat apa yang terjadi dan dapat menarik kesimpulan yang tepat serta melanjutkan ke tingkat analisis berikutnya yang mungkin berguna bagi model tersebut. Pada fase ini, peneliti merumuskan proposisi-proposisi yang berkaitan dengan prinsip-prinsip logis, menerimanya sebagai temuan penelitian, dan kemudian melanjutkan dengan meninjau ulang data yang ada secara berulang-ulang, menggabungkan data yang telah dihasilkan dan proposisi yang telah dihasilkan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pembahasan
- Faktor yang menyebab remaja terjerumus ke dalam
- Konsep diri remaja yang terlibat minuman keras
Terdapat beberapa remaja di Kecamatan Rampusa, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang yang terjerumus ke dalam minuman beralkohol karena faktor lingkungan seperti pengaruh orang lain disekitarnya atau teman pergaulan yang dapat mengubah perilaku negatif seseorang, karena banyak remaja di Kecamatan Rampusa yang mengalaminya. perilaku minum yang jatuh. Kenakalan, apalagi jika lingkungan tempat tinggal Anda banyak terdapat pelaku kejahatan, seperti meminum minuman beralkohol, maka remaja disekitarnya juga akan mudah terpengaruh. Saya beralih ke minuman keras setelah lulus SMA, dan saya berhenti sekolah. Awalnya aku hanya bergabung dengan teman-teman remajaku yang suka minum tuak, lalu mereka mengajakku mencoba tuak, lalu aku mencobanya dan ternyata tuak itu enak sekali, pahit kata teman-temanku.
Para remaja ini mulai mengalami kecanduan minuman keras karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan, termasuk teman pergaulannya. Menurut informan berinisial Kr (nama samaran), alasan menyentuh minuman beralkohol adalah ketika teman-teman disekitarnya mengajaknya minum minuman beralkohol, karena alkohol dikonsumsi oleh kelompok sosial yang dianggap asik. Dari hasil wawancara terhadap ketiga informan di atas terlihat bahwa terjerumusnya mereka ke dalam minuman beralkohol dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pengaruh lingkungan.
Berdasarkan wawancara tersebut dapat diketahui bahwa ketika remaja meminum minuman beralkohol, jika tidak mengganggu orang disekitarnya maka dianggap tidak akan menjadi masalah. Misalnya, remaja yang putus sekolah atau remaja yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya mungkin saja melakukan perilaku menyimpang, termasuk meminum minuman beralkohol. Banyak remaja yang terjerumus dalam minuman keras karena pengaruh teman-temannya, masalah sosial di zaman yang penuh dengan pergaulan yang sulit dikendalikan oleh remaja, sehingga banyak remaja yang putus sekolah karena terlibat dalam hal-hal yang tidak patut.
Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa meminum minuman beralkohol hanya dijadikan sebagai jalan keluar ketika mengalami stress, karena dengan meminum minuman beralkohol maka rasa stress tersebut hilang, dan kurangnya perhatian orang tua menyebabkan remaja seenaknya saja. . karena setiap orang punya masalah, mereka akan minum alkohol. Harga diri terdiri dari beberapa faktor, salah satunya adalah faktor penyebab remaja terjerumus dalam minuman beralkohol, baik itu orang terpenting atau orang terdekatnya. Integritas dan Kompetensi Terkait Kualitas Hasil Audit (Studi Kasus Auditor Inspektorat Kota/Kabupaten di Jawa Tengah)” (Tesis Magister; Fakultas Ekonomi dan Bisnis: 2012), hal. (orang penting).70 Seperti yang terjadi pada remaja berinisial Bapak, kurangnya perhatian orang tua memaksa remaja tersebut menuruti keinginannya, namun berbeda dengan teman-teman disekitarnya yang selalu mempengaruhinya untuk meminum minuman beralkohol.
Berdasarkan beberapa wawancara yang dilakukan peneliti, terlihat bahwa para informan setelah terlibat minuman beralkohol merasa nyaman meminum minuman beralkohol, bersikap cuek, merasa senang dan tidak peduli dengan apa yang dikatakan orang disekitarnya. Berdasarkan hasil wawancara diatas, alangkah baiknya bagi masyarakat yang ingin mengkonsumsi minuman beralkohol untuk menjauhinya sebelum minuman tersebut merugikan dirinya sendiri. Lebih baik lakukan perubahan ke arah yang lebih positif dan kemudian sadarkan bahwa alkohol hanya untuk orang yang lemah.
Maka mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk menjauhkan anda dari hal-hal yang dapat membawa anda ke jalan yang salah dan pemerintah harus berperan penting dalam mencegah atau menyadarkan orang-orang seperti guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan orang tua, agar minuman beralkohol -perilaku minum tidak lagi terjadi di lingkungan ini.
PENUTUP
Saran
Tujuan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta adalah untuk mendapatkan rahmat dan memiliki kehidupan yang lebih fokus sehingga menciptakan gaya hidup yang positif. Pengaruh pola asuh orang tua terhadap konsep diri positif siswa MI Thasamrotul Huda II Jatirogo Bonang Demak. Atribusi KDRT, Kesadaran Kesetaraan Gender dan Strategi Mengatasi Permasalahan pada Perempuan Korban KDRT).
Perbedaan konsep diri antara remaja akhir yang mempersepsikan gaya pengasuhan otoriter, permisif, dan otoritatif. Perilaku Remaja Pemakai Minuman Keras (Studi di Desa Buakkang Kecamatan Bungaya Kabupaten Gowa) Skripsi; UIN Alauddin Makassar: Makassar. Pengaruh komunikasi interpersonal orang tua terhadap pembentukan konsep diri anak di lingkungan Bilajeng kecamatan Batulappa Kabupaten Pinrang.