• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONTRAK BISNIS SYARIAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "KONTRAK BISNIS SYARIAH"

Copied!
336
0
0

Teks penuh

Tidak ada kegiatan yang berkaitan dengan kegiatan sosial ekonomi yang dibingkai oleh amalan niat baik yang tidak diatur oleh Al-Qur’an maupun As-Sunnah, kecuali hal-hal baru yang tidak terdapat dalam nash qath’i. Jual beli merupakan salah satu contoh rangkaian kegiatan sosial ekonomi yang tidak akan pernah hilang dari diri manusia, karena yang satu membutuhkan yang lain.

Daftar Isi

PENDAHULUAN

  • Urgensi Kontrak Bisnis Syariah
  • Gambaran Umum Kontrak Bisnis Syariah
  • Kontrak, Perjanjian, Perikatan, dan Utang
    • Kontrak atau Azzimatu dalam Transaksi Kontrak merupakan bagian dari kegiatan

Berlakunya transaksi antara kedua belah pihak yang berbuat demikian akan melahirkan tanggungjawab masing-masing sesuai dengan perjanjian yang telah disatukan tanpa terkecuali, yang menentukan syarat bukti tertulis menjadi sesuatu yang mutlak. Apakah tindakan yang perlu diambil oleh kedua-dua pihak untuk membuktikan kesahihan transaksi yang telah selesai.

Perikatan dalam Transaksi

Di negara ini, asas-asas hukum yang berkaitan langsung dengan konsep hukum kontrak Islam bersumber dari Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, nuansa dan kesan keislaman dalam aspek pertunangan bisa kuat jika tetap berpijak pada wahyu yang terkandung dalam Al-Qur'an dan Sunnah.

Ruang Lingkup Kontrak Bisnis Syariah

Teori dan bahan kajian kontrak bisnis syariah dijelaskan secara detail pada pembahasan kali ini. Misalnya kajian tentang dasar hukum akad bisnis syariah dari Al-Qur’an, Sunnah, ijma’ dan qiyas.

Hadits / Sunnah

Sumber kedua yang mendasari adanya akad bisnis syariah setelah Al-Qur’an adalah Sunnah Nabi Muhammad SAW. Hadits-hadits di atas merupakan contoh dari sekian banyak hadits yang menjelaskan setiap transaksi akad bisnis syariah yang dilakukan oleh manusia.

Ijtihad

Sikap menolak memahami bahwa ijtihad telah ditutup merupakan sikap mulia yang dapat ditampilkan oleh umat Islam yang telah mempunyai kemampuan untuk melakukan ijtihad. Ijtihad dalam menghasilkan suatu undang-undang atau kontrak yang dapat dilaksanakan oleh para pihak yang terlibat merupakan bagian penting yang tidak dapat diabaikan oleh para ulama sebagai inti kajian buku ini.

Sumber Muncul Kontrak Bisnis Syariah

  • Perbuatan Merugikan/Melawan Hukum (Al- Amal al-Madhar)
  • Perbuatan Bermanfa`at (al-Fi’lu al-Nafi’u) Prinsip dari sebuah kontrak bisnis syariah
  • Syara’
  • Azas Ilahiyyah (Ketuhanan)
  • Azas al-Ibahah

Sumber-sumber akad usaha syariah sebagaimana dimaksud di atas dapat dijelaskan sebagai berikut; Dalam asas ijin diartikan kesediaan kedua belah pihak untuk melaksanakan akad atau transaksi bisnis syariah. Tatanan ini juga menjadi landasan yang kuat bagi munculnya berbagai bentuk transaksi akad bisnis syariah.

ىلع ليل دلا لدي ىتح ةحابلإا ءايشلأا ىف لصلأا .اهميرحت

Azas Kebebasan (Al-Hurriyah)

Pada prinsipnya semua kegiatan mu`amalat boleh dilakukan sepanjang tidak ada dalil yang melarangnya. Kebebasan melakukan kegiatan mu`amalat dalam lingkup hukum yuridis syar`i merupakan kebebasan hakiki dalam praktik transaksi mu`amalat. Dari penjelasan di atas, sebenarnya amalan mu`amalat merupakan suatu kegiatan yang bebas dilakukan oleh setiap manusia.

Azas Keadilan (Al-`Adalah)

Contoh terdekat terkait kontrak bisnis syariah adalah keadilan distribusi dana zakat. Dari uraian di atas dapat digambarkan bahwa keadilan penyaluran dana zakat sebenarnya didasarkan pada sistem penyalurannya. Merancang dan memprogram lembaga zakat yang menjaga hubungan adil dalam penyaluran dana zakat seperti BAZIS (tingkat desa), BAZDA (tingkat daerah), BAZNAS (tingkat nasional).

Azas Persamaan dan Kesetaraan (Al-Musawah) Persamaan atau setara merupakan azas

Untuk menghindari pernyataan di atas, Islam telah memberikan terobosan-terobosan dalam menghasilkan dan mewujudkan nilai-nilai keadilan distributif dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam pendistribusian harta zakat. Munculnya lembaga-lembaga tersebut sebagai wadah yang membantu dan menjamin pengelolaan harta zakat secara lebih profesional, adil dan merata sehingga kebijakan-kebijakan pribadi dalam pengelolaan harta zakat dapat terakomodasi dengan baik.90. Diantara ayat Al-Qur'an yang menjelaskan hal tersebut ada pada surat an-Nahal (16) ayat 71 yang berbunyi :.

Pernyataan tersebut tidak berarti hilangnya hak setiap orang untuk bertransaksi satu sama lain, meskipun di satu sisi doktrin Al-Qur’an dan Sunnah dengan jelas menjelaskan persamaan hak seluruh umat manusia untuk bertransaksi secara sosial atau berkehendak baik.

Azas Kerelaan (Ridha)

Antaranya ilmu tasawuf menyumbangkan pernyataan tentang ridha, di mana konsep ridha itu tidak lain dan tidak bukan merupakan salah satu langkah untuk mencapai kebahagiaan sebenar manusia yang akhirnya dapat bertemu dengan Pencipta.94 Ini bermakna di sini kesediaan dimaksudkan untuk dipengaruhi. oleh sikap penyayang anak-anak manusia terhadap perbuatan yang disukaiNya, maka apa jua perintah, arahan, peraturanNya adalah satu kewajipan untuk dipatuhi. Walaupun, sebaliknya, kepuasan tidak semestinya bermakna diam, patuh dan menyerah tanpa usaha.

ﰂﰃ

Konsep ini kemudian sangat mendukung pemahaman konsep ridha yang dikemukakan oleh Ibnu Jauzi mengenai arti ridha yang artinya diam dan berserah diri. 98 Konsep ridha yang berarti sabar dapat dicermati dalam Al-Qur'an sebagai berikut. Diriwayatkan oleh Imam Syafi'i, “Hadits ini mencakup tujuh puluh juz fiqh”, sejumlah ulama' menyebutkan bahwa hadits ini mencakup sepertiga ajaran Islam.

ي ضر باطخلا نب رمع صفح يبأ نينمؤلما ريمأ نع ملسو هيلع الله ىلص الله لوسر تعمس لاق هنع الله

لوقيامنإو , تاينلاب لامعلأا امنإ "

ىون ام ئرما لكل

الله ىلإ هترجهف هلوسرو الله ىلإ هترجه تناك نمف , نمو , هلوسرو

ىلإ هترجهف اهحكني هيلع قفتم " هيلإ رجاه ام

Azas Kejujuran

Dimana kejujuran merupakan puncak akhlak keimanan dan ciri yang paling menonjol dari orang beriman. Orang yang memanipulasi hartanya dengan melakukan sumpah palsu dianggap gagal dan rugi oleh umat Islam dan bagi mereka itu adalah azab yang pedih. Nampaknya pola pikir seperti ini dimanfaatkan oleh orang-orang yang terobsesi dengan keuntungan duniawi yang rendah tanpa memperhatikan keuntungan dunia nyata pada saat itu.

Azas Tertulis (al-Kitabah)

Klasifikasi Kontrak Bisnis Berdasarkan Sumber Munculnya

  • Kontrak Utang (al-zimat bi ad dain)

Kedua pendapat di atas berpendapat bahwa utang dan piutang ditinjau dari segi adalah suatu proses perpindahan hak dari seseorang ke orang lain untuk digunakan atau dimanfaatkan dalam jangka waktu tertentu dan hendaknya dikembalikan dalam keadaan yang sama seperti semula, pada saat pemberian itu terjadi. dibuat oleh orang yang mempunyai hak. Sebab objek tersebutlah yang menentukan lahirnya transaksi hutang dan piutang antara kedua pihak yang akan melakukan transaksi mu`amalah. Oleh karena itu tidak mengherankan jika para ahli hukum sepakat bahwa obyek merupakan tiang mutlak yang tidak dapat ditinggalkan oleh subyek transaksi.

ر ةريره يبأ نع ىلص الله لوسر لاق :لاق هنع الله ي ض

Inilah mazhab Malik mengenai segala utang, yang dapat dan tidak dapat diharapkan dikembalikan kepada debitur. Hutang atau debitur dalam konteks hukum Islam wajib dikembalikan oleh pihak yang berhutang kepada pemberi hutang. Kelalaian mengembalikannya menjadi bumerang bagi pihak yang berhutang karena konsekuensi logisnya adalah amal yang bersangkutan tidak diterima oleh Allah SWT.

ىتح هنيدب ةقلعم نمؤلما سفن :ملسو هيلع الله .هنع ى ضقي

Kontrak Benda (al-zimat bi al ain)

Demikian pula kontrak dilaksanakan atas dasar kesepakatan kedua belah pihak dan ditunjukkan dengan sikap kesediaan yang sempurna. Proses ini akan menimbulkan kontrak yang tidak normal, meskipun hal ini diperbolehkan dari segi hukum. Oleh karena itu, sumber-sumber yang timbul dari adanya obyek ini adalah sebagai berikut, yaitu pertama-tama akad yang menjadi sumber pokok terjadinya obyek akad, seperti jual beli atau sewa.

Kontrak Kerja/Melakukan Sesuatu (al iltizam bi al ‘amal)

Dilihat dari prinsip-prinsip muamalat, yaitu: Pertama, pada prinsipnya segala bentuk muamalat diperbolehkan kecuali ditentukan lain dalam Al-Qur'an dan Sunnah Nabi. Prinsip ini menyatakan bahwa segala bentuk muamalat antar individu atau antar pihak hendaknya didasarkan pada kemauan masing-masing. Segala bentuk muamalat, baik yang berupa kesepakatan bersama maupun bentuk kerja sama lainnya, meskipun dilakukan dengan cara yang saling menguntungkan, tetapi tidak dalam konteks al-birr wa taqwa, dilarang.

Kontrak Menjamin (az-zimmat bi at tautsiq) Kontrak menjamin merupakan suatu bentuk

Dalam suatu kontrak bisnis, penjaminan suatu barang terhadap suatu hutang yang hendak dibayarnya merupakan suatu kewajiban yang tidak dapat ditinggalkan oleh orang yang akan mengadakan kontrak tersebut. Apalagi, situasi dan kondisi masyarakat saat ini tidak lepas dari transaksi atau kontrak digital. Namun di tengah kemudahan yang disibukkan oleh semua media online, dapat dipastikan akan muncul permasalahan yang tidak diinginkan oleh para pihak.

Kontrak Bisnis Berdasarkan Persepktif Hukum Syariah

  • Kontrak yang Diperbolehkan

Dalam pengelolaan roda sosial, para pihak bebas menentukan siapa mitranya, aspek teknis, alat transaksi dan infrastruktur yang digunakan sepanjang kegiatan sosial yang dilakukan dapat berjalan lancar dan ada kepuasan di antara masing-masing pihak. Begitu pula pada tahapan lainnya, para pihak bebas memilih dan menyetujui, serta berkomitmen terhadap apa yang akan disepakati dari transaksi yang dilakukan. Penentuan sikap dalam pembagian aspek merupakan kebebasan individu yang harus dikembangkan, apalagi persoalan ini berkaitan dengan amalan mu'amalat di masyarakat.

ل دلا لدي ىتح ةحابلإا ءايشلأا ىف لصلأا ىلع لي

Oleh karena itu tidak mengherankan jika pertanyaan tentang kebebasan merupakan langkah mendasar dalam membuktikan bahwa semua aktivitas pribadi tertanam dalam praktik sosial. Pada prinsipnya amalan sosial (mu`amalat) adalah suatu kegiatan yang mempunyai legalitas formal mubah (boleh) dalam hukum Islam. Dengan demikian, aturan-aturan tersebut biasanya merupakan bagian terpenting dari prinsip kebebasan beraktivitas individu dengan orang lain dalam melakukan aktivitas mu`amalat.

اهميرحت

Kontrak yang Terlarang

Namun jika kedua belah pihak sakit, maka kontrak bisnis harus dilanjutkan hingga kedua belah pihak sehat kembali. Selain itu pihak-pihak yang mengadakan kontrak usaha adalah orang-orang yang dapat dibebani hukum atau bukallaf. Namun jika terpaksa dilakukan maka transaksi atau kontrak bisnis tersebut dilarang oleh undang-undang.

Kontrak dalam Bentuk Maisir

Lain halnya jika suatu perjanjian perikatan dibuat oleh salah satu pihak oleh orang dewasa, dan pihak yang mempunyai pasangan anak-anak adalah anak-anak, maka segala perjanjian perikatan itu tetap sah. Ketiga, pihak yang menang menguasai (sebagian/seluruhnya) harta benda yang terancam, sedangkan pihak yang kalah kehilangan harta bendanya.141. Ada unsur pertaruhan didalamnya dan ada yang menang dan ada yang kalah, dimana pemenang mengambil materi dari yang kalah.

Bentuk Kontrak Gharar

Contoh akad gharar jenis ini adalah jual beli yang objeknya tidak berada pada tempat atau lokasi akad. Para ulama sepakat mengenai adanya gharar dalam jual beli, namun masih berbeda pendapat mengenai hukumannya. Oleh karena itu, jelas adanya hikmah (Gharar) dalam larangan jual beli tanpa kepastian yang jelas.

Kontrak dalam Bentuk Riba

Pertama, riba, yaitu menukarkan dua barang sejenis yang mempunyai sifat berbeda yang diperlukan oleh orang yang menukarkannya. Ketiga, riba nasi’ah, yaitu riba yang dikenakan kepada orang yang berhutang karena pertimbangan waktu yang ditangguhkan. Keempat, riba qardh, yaitu meminjamkan sesuatu dengan syarat ada keuntungan atau manfaat tambahan bagi orang yang meminjamkan atau memberi utang tersebut.

Misalnya surat Ali Imron ayat 130 menjelaskan bahwa Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an: yaitu. Ayat dasar larangan akad usaha yang berdasarkan riba selanjutnya adalah penjelasan dari surat al-Baqarah ayat 275, sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran, yaitu sebagai berikut.

ملسلما هاور(

Jual beli hutang (Bai' al-dayn) kadangkala berbentuk jual beli hutang kepada orang yang memberi hutang (madin, penghutang) atau kepada pihak lain (ghairu madin, bukan penghutang). Adakalanya jual beli hutang dilakukan secara terus (tunai, fil hal) atau secara bertangguh (mujjal). Di samping jual beli hutang, terdapat juga jual beli innah atau Bai' al-'Innah sebagai konsep kontrak yang dibincangkan.

Landasan Hukum Kontrak Bisnis Syariah

  • Al-Qur`an

148 Secara empiris, Al-Qur’an diturunkan pada masyarakat yang mempunyai budaya yang mengakar kuat. Landasan pertunangan yaitu redaksi ayat-ayat Al-Qur'an yang menjelaskan perintah untuk melaksanakannya sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an :. Keberadaan sunnah sebagai sumber justru memperjelas ketentuan akad yang bersumber dari Al-Quran.

Strutur Akta Kontrak Bisnis Syariah

Murabahah adalah akad jual beli suatu barang, dengan harga yang disepakati antara penjual dan pembeli, setelah penjual terlebih dahulu menyatakan harga pembelian sebenarnya barang tersebut dan besarnya keuntungan yang diterimanya. Dalam kamus istilah keuangan dan perbankan syariah yang diterbitkan oleh direktori perbankan syariah, Bank Indonesia menyatakan bahwa murabahah (bai' .murabahah) adalah jual beli barang dengan harga semula dengan tambahan keuntungan yang disepakati. Dalam kumpulan fatwa Dewan Syariah Nasional dijelaskan bahwa akad murabahah adalah penjualan suatu barang dengan cara menegaskan harga belinya kepada pembeli, dan pembeli membayar harga yang lebih tinggi sebagai keuntungan.

Referensi

Dokumen terkait