• Tidak ada hasil yang ditemukan

kontribusi laba strategic business unitpelindo iv marine

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "kontribusi laba strategic business unitpelindo iv marine"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

STIE YPUP Makassar

ACCOUNTING. Vol. 01, No.01, Maret 2020, pp 346-355 346

KONTRIBUSI LABA STRATEGIC BUSINESS UNITPELINDO IV MARINE SERVICEPADA PT PELABUHAN INDONESIA IV DI MAKASSAR

Adhe Fajriani Ramli1, Neng Indriyani2, Daryanti3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi YPUP Makassar

[email protected]1, [email protected]2, [email protected]3

ABSTRACT

This research aims to find out the formation of Pelindo IV Marine Service SBU increase profit contribution to PT. Pelindo IV in Makassar. This research used descriptive comporative research desigh from the primary and secondary data using interview and documentation. Data collection techniques, and the data analysis technique used comporative descriptive. The results of the research were the calculation of contribution of the trend from the first quarter to 86,01%, the second quarter was 26,68%, the third quarter was 27,59% and the fourth quarter was 28,91% while from the calculation results of the SBU Pelindo IV Marine Service showed the the contribution of Pelindo IV in Makassar, it can be seen that in 2018, the profit of the Pelindo IV Marine Service SBU contributed less to PT. Pelindo IV in Makassar as seen from the contribution criteria classification table. Calculating the SBU’s profit of Rp.

50.761.930.077 with Pelindo IV profit of Pelindo IV is Rp. 482.594.891.109 and the result of that percentage is 10,52%.

Keywords: Contribution, SBU profit, Pelindo IV

PENDAHULUAN

Semua organisasi membutuhkan informasi untuk membuat keputusan yang efektif. Selain itu, semua organisasi memiliki proses bisnis tertentu yang terus-menerus saling terlibat. Proses bisnis (business process) adalah serangkaian aktivitas dan tugas yang saling terkait, terkordinasi, dan terstruktur yang dilakukan oleh orang, komputer, atau mesin yang dapat membantu mencapai tujuan tertentu suatu organisasi.

Untuk membuat keputusan yang efektif, organisasi harus menentukan keputusan apa yang perlu mereka buat, informasi apa yang mereka perlukan untuk membuat keputusan, dan cara mengumpulkan dan pengolahan data ini sering kali melekat pada proses bisnis dasar dalam organisasi. Untuk mengilustrasikan proses pengidentifikasian kebutuhan informasi dan proses bisnis.

SBU Pelindo 4 Marine Service merupakan cabang perusahaan dari PT.

Pelabuhan Indonesia IV (persero), yang bergerak di bidang Pemanduan dan Penundaan

Kapal. Diperuntukkan untuk mendukung kelancaran kegiatan Terminal Khusus diseluruh wilayah kerja meliputi unit-unit yang ada di unit Luwuk, unit Bontang dan unit Tanah Grogot dalam pemanduan dan penundaan kapal.

Menurut Kamus Ekonomi, pengertian kontribusi adalah merupakan sesuatu yang diberikan bersama-sama dengan pihak lain untuk tujuan biaya, atau kerugian tertentu atau bersama. Dengan kontribusi berarti individu tersebut juga berusaha meningkatkan efisisensi dan efektivitas hidupnya. Hal ini dilakukan dengan cara menajamkan posisi perannya, sesuatu yang kemudian menjadi bidang spesialis, agar lebih tepat sesuai dengan kompetensi. Kontribusi dapat diberikan dalam berbagai bidang yaitu pemikiran, kepemimpinan, profesionalisme, finansial, dan lainnya.

Kegiatan perusahaan sudah dapat dipastikan berorientasi pada keuntungan atau laba, Laba merupakan pos dasar dan penting dari ikhtisar keuangan yang memiliki berbagai macam kegunaan dalam berbagai konteks,

(2)

pengertian laba itu sendiri merupakan selisih antara pengeluaran dan pemasukan.

(3)

STIE YPUP Makassar

ACCOUNTING. Vol. 01, No.01, Maret 2020, pp 346-355 348 Laba perusahaan dalam hal ini dapat dijadikan sebagai ukuran dari efisiensi dan efektifitas dalam sebuah unit kerja dikarenakan tujuan utama dari pendirian perusahaan adalah untuk memperoleh laba yang sebesar-besarnya dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Oleh karena itu, laba suatu perusahaan khususnya pada pusat laba atau unit usaha yang menjadikan laba sebagai tujuan utamanya merupakan alat yang baik untuk mengukur prestasi pimpinan atau manajer atau dengan kata lain efisiensi dan efektifitas dari perusahaan dapat dilihat dari laba yang diraih unit tersebut.

Laba merupakan tujuan perusahaan, dimana dengan laba perusahaan dapat memperluas usahanya.Kemampuan perusahaan untuk memperoleh laba merupakan salah satu petunjuk tentang kualitas manajemen serta operasi perusahaan tersebut, yang berarti mencerminkan nilai perusahaan.

Rumusan masalah dari penelitian ini adalah: apakah pembentukan SBU Pelindo IV Marine Service menambah kontribusi laba pada PT Pelindo IV di Makassar?

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pembentukan SBU Perlindo IV Marine Service menambah kontribusi laba pada PT Pelindo IV di Makassar..

TINJAUAN LITERATUR

Strategic Business Unit atau dalam bahasa Indonesianya ‘Unit Bisnis Strategis’

adalah sebuah strategi dalam pengembangan bisnis perusahaan, yang berupa Unit atau Divisi Operasional yang independen tapi tetap berada didalam sebuah perusahaan, yang memiliki atau melayani segmen usaha tersendiri, pasar tersendiri, konsumen tersendiri, atau daerah tersendiri, dengan tingkat persaingan yang tinggi.

Perencanaan strategis memerlukan tiga kegiatan kunci:

1. Pengelolaan unit-unit bisnis perusahaan sebagai suatu portofolio investasi.

2. Pengevaluasian kekuatan masing-masing unit bisnis secara tepat dengan mempertimbangkan tingkat pertumbuhan pasar dan posisi serta kesesuaian masing- masing perusahaan di pasar tersebut.

3. Strategi

Perusahaan-perusahaan besar biasanya mengelola beragam bisnis, masing-masing bisnis membutuhkan strategi tersendiri. Setiap SBU memiliki tiga karakteristik:

1. Strategi SBU adalah suatu bisnis atau kelompok bisnis terkait yang dapat direncanakan secara terpisah dari bagian perusahaan yang lain.

2. SBU memiliki kelompok pesaing tersendiri.

3. SBU memilili manajer yang bertanggung jawab dalam perencanaan strategis dan kinerja laba, serta mengendalikan sebagian besar factor yang mempengaruhi laba.

Tujuan mengidentifikasikan unit usaha strategis perusahaan adalah untuk mengembangkan strategi terpisah dan mengalokasikan pendanaan yang tepat bagi masing-masing unit.Manajemen puncak tahu bahwa di dalam portofolio bisnisnya biasanya terdapat sejumlah “jagoan masa lalu” dan

“pemenang masa depan”.Namun manajemen puncak tidak dapat mengandalkan kesan sekilas saja, tetapi memerlukan alat analisis untuk memilah bisnisnya menurut potensi laba. Dua model evaluasi portofolio bisnis yang paling terkenal adalah model Boston Consulting Group dan model General Electric.

1. Model Boston Consulting Group

Boston Consulting Group (BCG) adalah perusahaan konsultan manajemen terkemuka, mengembangkan dan mempopulerkan matriks pertumbuhan- pangsa-pasar (growth-share matrix).

2. Model General Electric

Tujuan yang paling tepat bagi suatu SBU tidak dapat ditentukan hanya dari posisinya di matriks pertumbuhan pangsa pasar.Jika beberapa faktor tambahan dipertimbangkan, matriks pertumbuhan pangsa pasar dapat dilihat sebagai kasus khusus dari matriks portofolio multi faktor.

Masing-masing bisnis dinilai dua dimensi utamanya, yaitu daya tarik pasar dan kekuatan bisnisnya.Kedua faktor itu cocok untuk menilai suatu bisnis dari sudut pandang pemasaran. Perusahaan-perusahaan akan berhasil kalau terjun ke pasar yang menarik dan mereka juga memiliki kekuatan bisnis yang diperlukan untuk berhasil di pasar tersebut. Kalau salah satu syarat tersebut tidak terpenuhi, bisnis tersebut tidak akan

(4)

membuahkan hasil yang baik. Baik perusahaan kuat yang beroperasi di pasar yang kurang menarik maupun perusahaan lemah yang beroperasi di pasar yang menarik, tidak akan menjadi perusahaan yang sukses. Untuk menilai kedua dimensi tersebut, perencana strategis harus memahami faktor-faktor yang melandasi masing-masing dimensi dan menemukan cara untuk mengukur serta menggabungkannya ke dalam suatu indeks.

Tujuannya mungkin mempertahankan tingkat permintaan dengan menggunakan dana pemasaran yang lebih sedikit, atau menarik dana dari bisnis itu dan membiarkan permintaannya berkurang. Jadi, SBU mengelola permintaan atau penerimaan untuk mencapai tingkat target yang dibicarakan dengan manajemen korporasi, namun bila tujuan dan anggaran tiap SBU ditetapkan, tugas pemasaran adalah melaksanaka rencana tersebut secara efisien dan menguntungkan.

Perusahaan jasa adalah suatu perusahaan yang kegiatan perusahaannya ditunjukkan untuk memperoleh pendapatan/penghasilan melalui pelayanan jasa-jasa tertentu. Adapun proses akuntansi yang terjadi pada perusahaan jasa dapat dijabarkan sebagai berikut:

Tahap pertama adalah tahap pengidentifikasian yaitu mengidentifikasi transaksi-transaksi yang mengakibatkan

perubahaan posisi keuangan

perusahaan.Selanjutnya tahap kedua adalah tahap pencatatan yaitu mencatat semua bukti- bukti transaksi yang telah dianalisis kedalam jurnal umum.Setelah selesai, tahap berikutnya adalah tahap penggolongan yaitu menggolongkan dan memposting pos-pos jurnal ke akun masing-masing dalam buku besar untuk menghitung jumlah/nilai dari tiap-tiap jenis akun.

Pada periode akhir, memasuki tahap pengiktisaran, saldo akun-akun dalam buku besar disusun dalam suatu daftar yang disebut neraca saldo guna memeriksa keseimbangan antara jumlah saldo debet dan saldo kredit akun- akun buku besar. Neraca saldo ini juga mengawali penyusunan neraca lajur.Saldo-saldo akun yang disusun dalam neraca saldo tadi masih bersifat sementara, karena belum menunjukkan saldo yang sesungguhnya.Agar

saldo menunjukkan saldo yang sesungguhnya, maka perlu penyesuaian dengan berdasar pada informasi pada akhir periode.Dengan penyesuaian ini maka dapat memberikan gambran jumlah pendapatan dan beban selama satu periode.

Berdasarkan neraca saldo dan penyasuaian itu, diselesaikanlah neraca lajur yang merupakan konsep untuk membantu mempermudah penyusunan laporan keuangan.

Neraca lajur ini memuat lajur: Neraca saldo, Penyesuaian, Ikhtisar Rugi Laba dan Neraca.

Lajur ikhtisar rugi laba diisi dari neraca saldo disesuaikan, khusus akun nominal atau akun pendapatan dan beban. Setelah itu, lajur debet dan kredit dijumlahkan. Jika debet lebih besar daripada jumlah kredit, maka selisihnya disebut saldo rugi, dan sebaliknya. Saldo rugi bersifat mengurangi modal sedangkan saldo laba akan menambah modal. Dalam lajur neraca diisi dari angka neraca saldo disesuaikan, khusus akun harta, utang dan modal. Apabila lajur debet dan kredit dijumlahkan dan ditambah pindahan saldo rugi/laba, maka jumlah debet dan kredit kolom neraca sama. Akun pendapatan, beban prive merupakan akun nominal atau sementara, sehingga harus dipindahkan ke akun modal melalui ikhtisar rugi laba kedalam jurnal penutup, sehingga akun yang bersifat sementara tadi akan bersaldo nol. Setelah itu, untuk memeriksa keseimbangan jumlah saldo debet dan kredit akun-akun buku besar setelah penutupan, maka disusunlah neraca saldo setelah penutupan yang berisi akun-akun riil saja (harta, utang dan modal).

Tahap akhir dari proses aluntansi adalah tahap pelaporan, yaitu menyusun laporan keuangan yang terdiri dari laporan rugi laba, laporan perubahan modal dan laporan neraca, yang diambil berdasarkan neraca lajur. Pada awal periode perlu diperiksan akun-akun yang tidak disusun secara proses akuntansi berlangsung, tetapimuncul pada saat penyesuaian. Untuk menjaga konsistensi tekhnik pembukuan dan menghindari kemungkinan kesalahaan, maka akun-akun ini perlu dihapuskan dan menghidupkan kembali akun yang dipakai dalam proses pencatatan. Proses ini dicatat dalam jurnal pembalik dengan cara mencatat balik penyesuaiannya.

Contoh laporan keuangan perusahaan jasa:

(5)

STIE YPUP Makassar

ACCOUNTING. Vol. 01, No.01, Maret 2020, pp 346-355 350 a. Laporan laba rugi bentuk Single Step

Tabel 2.1 Laporan Laba rugi

Periode yang berakhir 31 Desember 2011

Pendapatan Usaha

Pendapatan jasa service 𝑅𝑃. XXX

Pendapatan bunga 𝑅𝑃. XXX

Jumlah pendapatan 𝑅𝑃. XXX

Beban Usaha 𝑅𝑃. XXX Beban gaji 𝑅𝑃. XXX

Beban penyusutan peralatan𝑅𝑃. XXX Beban asuransi𝑅𝑃. XXX

Beban perlengkapan𝑅𝑃. XXX Beban bunga 𝑅𝑃. XXX

Jumlah beban usaha 𝑅𝑃. XXX

Laba bersih 𝑅𝑃. XXX

Sumber :Lantip Susilowati, 2016

b. Laporan perubahan modal Tabel 2.2

Laporan Perubahan Modal Periode berakhir 31 Desember 2011

Modal awal ( 1 desember 2011) 𝑅𝑃. XXX

Laba bersih 𝑅𝑃. XXX

Pengambilan pribadi (pribadi Mumtaz)

𝑅𝑃. XXX Tambahan modal selama

desember 2011

𝑅𝑃. XXX Modal akhir (31 desember 2011) 𝑅𝑃. XXX

Sumber :Lantip Susilowati, 2016

c. Neraca bentuk Scontro Tabel 2.3

Neraca

Per 31 Desember 2011

Aktiva: Kewajiban:

Aktiva lancar: Utang usaha 𝑅𝑃.

XXX

Kas 𝑅𝑃.

XXX

Utang gaji 𝑅𝑃. XXX Piutang usaha 𝑅𝑃.

XXX

Jumlah kewajiban

𝑅𝑃. XXX Perlengkapan

service

Persekot 𝑅𝑃.

asuransi XXX

Jumlah aktiva lancer

𝑅𝑃. XXX

Modal:

Aktiva tetap Modal

Mumtaz

𝑅𝑃. XXX Peralatan service 𝑅𝑃.

XXX Akm.

Peny.peralatan 𝑅𝑃. XXX Jumlah aktiva

tetap

𝑅𝑃. XXX

Jumlah aktiva 𝑅𝑃.

XXX

Jumlah kewajiban dan modal

𝑅𝑃. XXX Sumber : Lantip Susilowati, 2016

Bidang usaha Pelindo IV adalah : a. Pelayanan Kapal

1. Jasa Pandu

Jasa pemanduan kapal sewaktu memasuki alur pelayaran menuju dermaga atau kolam pelabuhan untuk berlabuh, untuk menjaga keselamatan kapal, penumpang dan muatannya ketika memasuki alur pelabuhan.

2. Jasa Tambat

Jasa yang diberikan utuk kapal bertambat pada tambatan dan secara teknis dalam kondisi yang aman, untuk dapat melakukan bongkar muat dengan lancar dan aman. Untuk menghindari ineffisiensi karena penggunaan tambatan tidak optimal.

3. Jasa Tunda

Melaksanakan pekerjaan untuk mengikat dan melepaskan tali kapal- kapal yang berolah gerak akan bersandar atau bertolak dari atau satu dermaga, jembatan, pelampung, dolphin dan lain-lain.

4. Jasa Air Kapal

(6)

Jasa yang diberikan untuk penyerahan air tawar dari darat ke kapal untuk keperluan kapal dan Anak Buah Kapalnya.

b. Pelayanan Barang c. Pengusahaan Alat

Gambar 2.1 Gambar Alat Perusahaan

Sumber : Pelindo IV

d. Pelayanan B/M Terminal Konvensional e. Pelayanan Terminal Petikemas

Terminal Petikemas Makassar adalah salah satu segmen usaha yang ditawarkan oleh PT. Pelabuhan Indonesia IV (Persero) kepada pengguna jasa kepelabuhanan khususnya jasa pelayanan petikemas.

Terminal Petikemas Makassar dideklarasikan didalam upaya menangani kegiatan pelayanan petikemas seiring dengan meningkatnya perkembangan kontainerisasi melalui Pelabuhan Makassar saat ini maupun yang akan datang.

Pelayanan yang diberikan oleh Terminal Petikemas berorientasi kepada efisiensi biaya dan efektif waktu serta kepuasan pelanggan yang terjabarkan dalam Visi dan Misi Perusahaan didalam menghadapi persaingan global.

Upaya dalam memuaskan pelanggan, Terminal Petikemas Makassar selalu meningkatkan mutu pelayanan melalui kebijakan mutu yang diterapkan yaitu

“Pelayanan yang tepat waktu , Aman dan Dapat dipercaya”, serta menerapkan system pelayanan berstandard Internasional.

Upaya peningkatan pelayanan tersebut diimbangi pula dengan ketersedian fasilitas dan peralatan modern, serta Sumber Daya Manusia yang mampu

menangani kegiatan secara cepat, tepat dan aman

f. Jasa Lainnya

1. Pengusahaan Tanah, Bangunan dan lainnya

2. Kerjasama Pengoperasian 3. Kerjasama Usaha

Kata Kontribusi berasal dari bahasa Inggris yaitu contribute, contribution, yang artinya adalah keikutsertaan, keterlibatan, melibatkan diri maupun sumbangan. Maka dapat dikatakan bahwa kontribusi bisa berupa materi atau tindakan. Dimana hal yang bersifat materi misalnya seorang individu memberikan pinjaman terhadap pihak lain demi kebaikan bersama. Sedangkan sebagai tindakan yaitu berupa perilaku yang dilakukan oleh individu yang kemudian memberikan dampak baik positif maupun negatif terhadap pihak lain.

Laba menurut Soemarso SR. (2000:234) adalah selisih antara penerimaan atau pendapatan total dan jumlah seluruh biaya”.

Perhitungan laba pada umumnya mempunyai 2 (dua) tujuan, yaitu:

1. Tujuan Internal Yaitu berhubungan dengan manajemen untuk mengarahkan pada kegiatan yang lebih menguntungkan dan mengevaluasi usaha yang telah dicapai.

2. Tujuan External Yaitu untuk memberikan pertanggungjawaban kepada para pemegang saham untuk keperluan pajak atau tujuan lainnya, misalnya untuk permohonan kredit.

Pendapatan menurut Neng Indriyani (2014) merupakan peningkatan asset yang berasal dan aktivitas normal perusahaan yaitu penjualan barang atau pemberian jasa.

Anggaran manurut Daryanti &

Winarsih Sinnang (2018)merupakan suatu rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan dan dinyatakan dalam unit (satuan) moneter dan berlaku untuk jangka waktu (periode) mendatang. Dari pengertian tersebut, dapat diketahui bahwa anggaran merupakan hasil kerja (output) terutama berupa taksiran-taksiran yang akan dilaksanakan masa mendatang

Jadi, kontribusi laba adalah alat bantu yang bisa digunakan manajer untuk menganalisis tingkat keuntungan pada suatu produksi atau jasa yang digunakan suatu perusahaan. Adapun rumus kontribusi:

(7)

STIE YPUP Makassar

ACCOUNTING. Vol. 01, No.01, Maret 2020, pp 346-355 352 Sumber: Abdul Halim & Muhammas Syam Kusufi, 2012

Keterangan :

Pn= Kontribusi penerimaan BUMD terhadap PAD (Rupiah)

QY= Jumlah penerimaan PAD (Rupiah) QX= Jumlah penerimaan hasil laba BUMD

(Rupiah)

N= Tahun (periode tertentu)

Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, hipotesis yang diajukan adalah kontribusi SBU Pelindo IV Marine Service tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba PT Pelindo IV.

METODE PENELITIAN

Desain Penelitian,peneliti menggunakan analisis data adalah metode deskriptif dan komporatif. Metode deskriptif adalah prosedur pemecahaan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam penelitian dapat berupa orang, lembaga, masyarakat dan yang lainnya yang ada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau apa adanya. Sedangkan komporatif adalah suatu hal yang bersifat dapat dibandingkan dengan suatu hal lainnya.kemudian merancang sistem informasi pembentukan SBU Pelindo IV Marine Service terhadap kontribusi laba pada PT Pelindo IV.

Lokasi dan Waktu Penelitian penelitian dilaksanakan di SBU Pelindo IV Marine Service Makassar yang bergerak dibidang jasa pemanduan dan penundaan kapal.yang terletak di JL.H.I.A Saleh Daeng Tompo No. 11 Makassar. Dengan waktupenelitian kurang lebih 2 (dua) bulan .

Data Penelitian ini menjelaskan jenis dan sumber data yang digunakan adalah:

1. Jenis data

a. Data kuantitatif

Data kuantitatif data yang dapat memberikan penafsiran yang kokoh atau dengan kata lain data ini berupa angka- angka yang diperoleh dari laporan keuangan SBU Pelindo IV Marine Service.

b. Data kualitatif

Data kualitatif adalah data yang diperoleh dalam bentuk informasi, baik secara lisan maupun tulisan dan digunakan untuk mendukung data lainnya pada sumber data SBU Pelindo IV Marine Service.

2. Sumber data a. Data primer

Data primer adalah data yang diperoleh secara lansung dari perusahaan berdasarkan hasil wawancara dengan pimpinan dan karyawaan, seperti sejarah singkat perusahaan dan struktur organisasi.

b. Data sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh dari dokumen perusahaan berupa laporan yang dibuat secara berkala seperti laporan keuangan.

Metode pengumpulan data sangat diperlukan untuk memperoleh informasi. Untuk itu, maka dilakukan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

1. Wawancara

Wawancara yaitu teknik untuk mendapatkan data dengan cara melakukan tanya jawab secara lansung dengan pihak- pihak yang terkait.

2. Dokumentasi

Dokumentasi yaitu teknik pengumpulan data sebagai bukti yang akurat dari perusahaan berupa catatan seperti laporan keuangan.

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berdasarkan data yang tersedia dari berbagai sumber, yaitu dari wawancara dan dokumentasi, dilakukan analisis kuantitatif dan kualitatif.Analisis kualitatif dilakukan dengan penjelasan deskriptif, sedangkan analisis kuantitatif laporan keuangan menggunakan analisis kontribusi. Adapun rumus dan klasifikasi kriteria kontribusi antara lain:

1. Rumus kontribusi laba sebagai berikut Kontribusi Trend =

Penerimaan SBU

Total Laba × 100%

Sumber: Data Diolah Pn= 𝑄𝑋𝑛

𝑄𝑌𝑛 × 100%

(8)

Tabel 3.1

Klasifikasi Kriteria Kontribusi Presentase (%) Kriteria

0,00-10 Sangat Kurang

10,10-20 Kurang

20,10-30 Sedang

30,10-40 Cukup Baik

40,10-50 Baik

> 50 Sangat Baik

Sumber : Tim Litbang Depdagri-Fisipol UGM 1991(dalam Tjoei, 2015)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian analisis kontribusi SBU Pelindo IV Marine Service digunakan untuk mengetahui kotribusi dari penerimaan laba SBU sendiri dengan laba Pelindo IV. Analisis anggaran berdasarkan trend ini dihitung sebagai hasil bagi antara penerimaan SBU dengan total pendapatan. Untuk melihat realisasi dan anggaran dari SBU Pelindo IV Marine Service.

Dengan membandingkan hasil analisis tersebut dari triwulan I-IV, dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut:

Tabel 4.1

Analisis Anggaran Berdasarkan Trend Tahun2018

N

o Ket Penerimaan

SBU Total laba %

1 Triwulan

I 10.618.591.000 9.132.543.000 86,01 2 Triwulan

II 67.009.618.811 17.880.076.900 26,68 3 Triwulan

III 113.235.918.016 31.246.650.316 27,59 4 Triwulan

IV 175.609.490.007 50.761.930.077 28,91 Sumber : Data Diolah

Rumus Kontribusi Trend : Kontribusi Trend = Penerimaan SBU

Total Laba ×100%

Adapun hasil perhitungan anggaran adalah sebagi berikut:

Kontribusi Trend Triwulan I = 10.618.591.000

9.132.543.000 × 100%

= 86,01%

Kontribusi Trend Triwulan II = 67.009.618.811

17.880.076.900 × 100%

= 26,68%

Kontribusi Trend Triwulan III

= 113.235.918.016

31.246.650.316 × 100%

= 27,59%

Kontribusi Trend Triwulan IV = 175.609.490.007

50.761.930.077 × 100%

= 28,91%

Pembahasan

Berdasarkan dari data yang telah dianalisis oleh penelitian, dari setiap laporan keuangan triwulan atas realisasi anggaran SBU Pelindo IV Marine Service menyatakan bahwa penerimaan SBU pada triwulan I sebesar Rp.

10.618.591.000 dengan total laba yang diterima SBU yaitu sebesar Rp. 9.132.543.000. Dari perbandingan tersebut maka hasil presentasenya 86,01%. Tinggi kontribusinya karena biaya yang di keluar-

kan sedikit yaitu sebesar Rp. 1.486.048.000.

Yang dihitung dari pengurangan penerimaan SBU dengan total laba.

Pada triwulan II penerimaan SBU sebesar Rp. 67.009.618.811 dengan total laba yang diterima SBU sebesar Rp. 17.880.076.900.

Dari perbandingan tersebut maka hasil presentasenya 26,68%. Kontribusinya menurun karena biayanya banyak yaitu sebesar Rp.

49.129.541.911. Yang dihitung dari pengurangan penerimaan SBU dengan total laba.

Pada triwulan III penerimaan SBU sebesar Rp. 113.235.918.016 dengan total laba yang diterima SBU sebesar Rp. 31.246.650.316.

Dari perbandingan tersebut maka hasil presentasenya 27,59%, kontribusinya mulai meningkat yang dilihat dari persentase tersebut.

Dengan biaya sebesar Rp. 81.992.267.700, yang dihitung dari pengurangan penerimaan SBU dengan total laba.

Pada triwulan IV pada penerimaan SBU sebesar Rp. 175.609.490.007 dengan total laba yang diterima SBU sebesar Rp.50.761.930.077. Dari perbandingan tersebut

(9)

STIE YPUP Makassar

ACCOUNTING. Vol. 01, No.01, Maret 2020, pp 346-355 354 maka hasil presentasenya 28,91%, kontribusinya meningkat dengan biaya sebesar Rp. 124.847.559.930. Yang dihitung dari pengurangan penerimaan SBU dengan total laba.

Kontribusi laba SBU Pelindo IV Marine Service pada PT Pelabuhan Indonesia IV, dapat dihitung dengan hasil bagi laba SBU dengan Laba Pelindo IV sebagai berikut:

Kontribusi SBU pada Pelindo IV

= Laba SBU

Laba Pelindo IV× 100%

Kontribusi SBU Pada Pelindo IV = 50.761.930.077

482.594.891.109× 100%

= 10,52%

Berdasarkan uraian diatas diketahui bahwa SBU Pelindo IV Marine Service menunjukkan bahwa kontribusinya kepada pada PT Pelabuhan Indonesia IV kurang berkontribusi dilihat dari table klasifikasi kriteria kontribusi pada tahun 2018.Dihitung pembagian dari laba SBU sebesar Rp. 50.761.930.077 dengan laba Pelindo IV sebesar Rp. 482. 594.891.109 dan hasil dari presentase tersebut adalah 10,52%.

SBU Pelindo IV Marine Service kurang berkontibusi karena baru terbentuk di tahun 2017 dan baru jalan di tahun 2018.Tetapi dari analisis anggaran mempunyai pendapatan yang terus meningkat dari pemanduan dan penundaan kapal pada SBU Pelindo IV Marine Service.

PENUTUP

Berdasarkan hasil penelitian dan hasil pembahasan yang telah dilakukan pada sebelumnya, maka penulis dapat menyimpulkan penelitian ini adalah dari hasil perhitungan kontribusi SBU Pelindo IV Marine Service pada PT Pelabuhan Indonesia IV dapat diketahui pada tahun 2018 laba SBU Pelindo IV Marine Service kurang berkontribusi terhadap PT Pelabuhan Indonesia IV yang dilihat dari tabel klasifikasi kriteria kontribusi. Dihitung pembagian dari laba SBU sebesar Rp. 50.761.930.077 dengan laba Pelindo IV sebesar Rp. 482. 594.891.109 dan hasil dari presentase tersebut adalah 10,52%.

Dari hasil penelitian yang dilakukan dapat diberikan saran dalam penelitian ini adalah

untuk perusahaan SBU Pelindo IV Marine Service harus menjaga labanya agar tetap naik sehingga kontribusinya juga akan meningkat pada PT Pelabuhan Indonesia IV. Dengan cara meningkatkankualitas pelayanan dan menjaga kerjasama yang baik dengan terminal khusus , dibagian pemanduan dan penundaan kapal.

Terhadap penelitian selanjutnya disarankan membahas variable lain yang berkontribusi terhadap PT Pelabuhan Indonesia IV dan SBU Pelindo IV Marine Service beserta komponen yang ada di dalam perusahaan tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Antika, IkeJuni. 2017. Anaalisis Kontribusi BUMN Terhadap Peningkatan PAD Di Kota Bandar Lampung Dalam Perspektif Ekonomi Islam Pada Tahun 2006-2015.

Jurusan Ekonomi Syari’ah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Raden Intan Lampung.Skripsi Ike Juni Antika Dasipah, Euis. 2004. Pengembangan Rencana

Strategi dan Proses Manajemen Pemasaran Untuk Tiap Bisnis. 20-Jurnal Pengembangan Rencana Strategi dan Proses Manajemen Pemasaran (1)

Dewi, Dian Ratna Rusmala & Wibowo, Satrijo Budi & Sulistyowati, Nur Wahyuning.

2016. Analisis Hubungan Margin Kontribusi Sebagi Alat Bantu Perencanaan Laba Pada Industri Gamelan Margo Laras Kauman Magetan Periode 2014-2016.Medium: Universitas

PGRI Madium.

http://prosiding.unipma.ac.id/index.php/FI PA/article/view/250/231

Dianpawpaw. 2012. Konsep Laba (Teori Akuntansi). 5 Desember 2012. Di Akses pada tanggal 26 Juni 2019 melalui website https://dianpawpaw.wordpress.com/2012/

12/05/konsep-laba-teori-akuntansi/

Daryanti & Sinnang, Winarsih.2018. Analisis Efektivitas Pengelolaan Anggaran Belanja Barang Pada Satuan Kerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pembendaharaan Provinsi Sulawesi Selatan.Makassar : Diakses Pada Tanggal

(10)

30 September 2019 melalui website http://ojs.stkip-

ypup.ac.id/index.php/equity/issue/view/

9/Daryanti%2C%20Winarsih%20Sinnang Fatin, Nur. 2018. Pengertian Kontribusi. 1 Juli

2018. Di Akses pada tanggal 26 Juni 2019 melalui website

http://seputarpengertian.blogspot.com/201 8/07/pengertian-kontribusi.html

Indriyani, Neng. 2014. Penerapan Anggaran Sebagai Alat Bantu Manajemen Pada PT.

Pos Indonesia Kantor Area X Makassar.Makassar : Diakses Pada Tanggal 30 September 2019 melalui website https://e-jurnal.stienobel- indonesia.ac.id/index.php/akmen/article/

view/483/479

Karyawati, Golrida, 2011, Akuntansi Keuangan Lanjutan, Edisis IFRS, Erlangga, Jakarta.

Pelindo 4, 2018.Laporan Laba Rugi 2018. Di Akss pada tanggal 15 Agustus 2019 melaluiwebsitehttp://inaport4.co.id/tentan g-kami

Putra, Bayu Pratama. 2015. Jurnal Analisis kontribusi laba peusahaan BUMN terhadap pendapatan asli Daerah (PAD) Kota Tanjung Pinang periode 2010-2015.

Tanjung Pinang: Universitas Maritim Raja Ali Haji. Jurnal Kontribusi Laba Bayu Pratama Putra

Pimpinan dan staf SBU Pelindo 4 Marine Service 2017. Kegiatan Umum Instansi/PerusahaaSBU Pelindo 4 Marine Service.

Pimpinan dan staf SBU Pelindo 4 Marine Service 2017. Struktur Organisasi Sekretariat SBU Pelindo 4 Marine Service.

Rachmina, Dwi &Sari, Shinta Wulan. 2017.

Akuntansi Manajemen. Penerbit Polimedia Publishing:Jakarta Selatan.

Romney, Marshall B. & Steinbart, Paul John.

2015. Sistem Informasi Akuntansi.

Penerbit Salemba Empat: Jakarta

Sauran, Alfrianty. 2018.Business Unit Strategy.

3 Juli 2018. Di Akses Pada tanggal 18 Juni 2019 melalui website https://www.slideshare.net/AlfriantySaura n1/business-unit-strategy

Soemarso S.R., 2000, Akuntansi Suatu Pengantar, Edisi ke empat, Jakarta: LP- FE UI.

Subramanyam, K. R. & John J. Wild. 2012.

Analisis Laporan Keuangan. Edisi 10.Buku Satu.Yang Dialihbahasakan oleh Dewi Yanti.Jakarta: Salemba Empat.

Sumberpengertian.id. 2018. Pengertian Jasa Lengkap !(Ciri-ciri, Jenis-jenis Jasa dan Contoh Jasa).31 Juli 2018. Di Akses pada tanggal 18 Juni 2019 melalui website http://www.sumberpengertian.id/pengertia n-jasa-lengkap

Suparwoto, L. 2016. Akuntansi Keuangan Lanjutan. Penerbit BPFE-Yogyakarta:

Yogyakarta.

Susilowati, Lantip. 2016. Mahir Akuntansi Perusahaan Jasa dan Dagang. Penerbit kalimedia: Depok Sleman Yogyakarta.

Tjoei, F (2015). Analisis Efektivitas Penerimaan Dan Kontribusi Bea Perolehan Hak Atas Tanah Dan Bangunan Terhadap Pendapatan Asli Derah Di Kota Makassar.

Makassar: Fakultas Ekonomi Universitas Atmajaya.

Referensi

Dokumen terkait

Lalu, ROE merupakan rasio profitabilitas yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba dari investasi yang dilakukan pemegang saham pada

Profitabilitas adalah merupakan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba atau keuntungan, sehingga dengan adanya laba yang dicapai tersebut maka perusahaan dapat memprediksi