• Tidak ada hasil yang ditemukan

Korelasi Pengelolaan Kelas Terhadap Efektivitas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Korelasi Pengelolaan Kelas Terhadap Efektivitas"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pendidikan dianggap sebagai investasi yang paling berharga, untuk memperoleh sumber daya manusia yang berkualitas diperlukan pula lembaga pendidikan yang berkualitas. Untuk mewujudkan hal tersebut di atas, sekolah harus dibangun sedemikian rupa sehingga guru tidak hanya sekedar mentransfer isi kurikulum, tetapi lebih dari itu, menciptakan bagaimana proses pembelajaran dapat menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan siswa. Di antara beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa, terdapat satu faktor utama yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran dan berdampak pada prestasi belajar siswa, yaitu kehadiran guru.

Mengingat kehadiran guru dalam proses belajar mengajar sangat berpengaruh, maka profesionalisme guru harus diperhatikan. Indikator seorang guru dapat dikatakan profesional adalah kemampuannya dalam mengelola manajemen kelas, yaitu upaya guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar mengajar yang optimal serta memulihkannya bila terjadi gangguan agar tujuan pembelajaran tercapai. Untuk itu perlu diciptakan suasana dalam kelas yang mendukung proses belajar mengajar, yang dapat membantu efektifitas proses belajar mengajar, yaitu: pertama, perlu diketahui secara pasti faktor-faktor yang dapat mendukung terlaksananya proses belajar mengajar tersebut. penciptaan kondisi yang menguntungkan dalam proses belajar mengajar.

Oleh karena itu pengelolaan kelas sangat diperlukan karena perilaku siswa selalu berubah dari hari ke hari bahkan dari waktu ke waktu. Berdasarkan fenomena diatas maka penulis terdorong untuk menentukan judul : “Hubungan Pengelolaan Kelas Terhadap Efektivitas Pembelajaran Di SD Inpres Walangsawa Kecamatan Omesuri Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur”.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Bagi peneliti menjadi masukan untuk meneliti dan mengembangkan variabel penelitian yang berkaitan dengan hubungan pengelolaan kelas dengan efektivitas pembelajaran. Bagi pimpinan sekolah, penerapan manajemen kelas hendaknya berorientasi pada peningkatan efektivitas pembelajaran siswa di sekolahnya. Bahwa guru kelas harus lebih giat meningkatkan keterampilannya dalam memimpin kelas untuk meningkatkan efektifitas belajar siswa guna mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.

Bagi peneliti agar dapat memberikan pengetahuan, pengalaman, pengalaman dan informasi mengenai korelasi pengelolaan kelas dengan efektivitas pembelajaran.

KAJIAN PUSTAKA

Kajian Pustaka

  • Pengertian Pengelolaan Kelas
  • Tujuan Pengelolaan Kelas
  • Fungsi Pengelolaan Kelas
  • Pendekatan Dalam Pengelolaan Kelas
  • Prosedur Pengelolaan Kelas
  • Pengertian Efektivitas
  • Pengertian Pembelajaran
  • Pengertian Efektivitas Pembelajaran
  • Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Efektivitas Pembelajaran
  • Unsur-Unsur Efektivitas Pembelajaran

Berdasarkan uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa pengelolaan kelas adalah segala upaya guru yang bertujuan untuk menciptakan suasana belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa untuk belajar secara optimal. Johson dan Bany (1970:6) menjelaskan bahwa manajemen kelas adalah suatu keterampilan yang harus dimiliki guru dalam pengambilan keputusan, pemahaman, diagnosis dan kemampuan bertindak ke arah perbaikan suasana kelas. Dengan demikian, pengelolaan kelas merupakan upaya sadar untuk menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara sistematis.

Pengelolaan kelas yang otoritatif, yaitu serangkaian kegiatan guru untuk menciptakan dan memelihara suasana tertib dalam kelas, kedisiplinan mempunyai prioritas yang tinggi. Pengelolaan kelas permisif, pandangan ini menekankan bahwa tugas guru adalah memaksimalkan terwujudnya kebebasan siswa. Pengelolaan kelas didasarkan pada prinsip modifikasi perilaku, yaitu serangkaian kegiatan guru untuk mengembangkan perilaku siswa yang diinginkan dan mengurangi atau menghilangkan perilaku yang tidak diinginkan.

Dengan demikian, pengelolaan kelas adalah serangkaian kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional yang positif di dalam kelas. Pengelolaan kelas dimulai dari asumsi bahwa kelas adalah suatu sistem sosial yang pada dasarnya merupakan proses kelompok. Dengan demikian, pengelolaan kelas adalah sekelompok guru untuk meningkatkan dan memelihara organisasi kelas yang efektif (Depdikbud.

Tujuan pengelolaan kelas terutama tertuang dalam tujuan pendidikan, baik yang bersifat umum maupun khusus. Secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah untuk menyediakan fasilitas bagi berbagai kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional, dan intelektual kelas. Pengelolaan kelas selain memberikan arti penting untuk menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang optimal, juga mempunyai fungsi: Pengelolaan kelas dengan menggunakan proses kelompok memerlukan kemampuan guru dalam menciptakan kondisi yang memungkinkan kelompok menjadi kelompok yang produktif.

Pendekatan ini berasumsi bahwa pengelolaan kelas akan berhasil jika siswa diberikan tugas yang tegas dan jelas. Pendekatan ini menuntut guru untuk selalu berpedoman pada konsep-konsep yang cenderung teliti atau psikologis ketika melaksanakan pengelolaan kelas. Guru harus bertindak tegas dan bijaksana, tidak pilih kasih, memarahi siswa bila temannya tidak hadir, dan mampu memilih yang tepat. waktu untuk mengeluarkan peringatan, sanksi dan pedoman pembelajaran lainnya. Oleh karena itu, guru hendaknya mengembangkan iklim kelas yang baik dengan membina hubungan antar individu di kelas.

Menciptakan ruang kelas yang multidimensi, dan juga menciptakan desain proses pembelajaran yang mencerminkan keberagaman kemampuan belajar. Prosedur atau langkah pengelolaan kelas didasarkan pada prosedur dalam dimensi pemecahan masalah dan penyembuhan.

Kerangka Pikir

Sebagai subjek pengajaran, guru mempunyai hubungan/interaksi langsung dengan siswa, bagaimana seharusnya setiap individu mempunyai karakteristik siswa dan motivasi belajar yang berbeda-beda. Berdasarkan hal tersebut guru dapat mengklasifikasikan motivasi belajar siswa dengan memperkuat motivasi instrumental siswa, motivasi sosial, motivasi berprestasi dan motivasi intrinsik.

Hipotesis Penelitian

Desain penelitian ini menggunakan model deskriptif, yang bertujuan untuk mendeskripsikan ada tidaknya hubungan pengelolaan kelas dengan efektivitas pembelajaran di SD Inpres Kecamatan Walangsawa. Populasi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah seluruh guru dan siswa di SD Inpres Walangsawa Kecamatan Omesuri Kabupaten Lembata Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dalam penelitian ini jumlah guru di SD Inpres Walangsawa Kecamatan Omesuri Kabupaten Lembata terdiri dari 6 orang guru dan 79 orang siswa.

Pemaparan hasil penelitian akan mendeskripsikan hubungan pengelolaan kelas dengan efektivitas pembelajaran di SD Inpres Walangsawa Kecamatan Omesuri Kabupaten Lembata. Dengan kenyataan tersebut maka dapat dikatakan bahwa manajemen kelas sangat berguna dalam meningkatkan efisiensi pembelajaran di SD Inpres Walangsawa Kecamatan. Dengan demikian pengelolaan kelas yang baik merupakan salah satu faktor penting yang dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran di SD Inpres Kecamatan Walangsawa.

Saya datang ke sekolah 15 menit sebelum kelas dan pulang setelah kelas.

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian dan Desain Penelitian

  • Jenis Penelitian
  • Desain Penelitian

Variabel Penelitian

Defenisi Operasional Variabel

Populasi Dan Sampel

  • Populasi
  • Sampel

Sugiyono (2014:61) menegaskan bahwa penduduk adalah suatu wilayah generasi yang tersusun atas benda/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka hasil belajar siswa yang diperoleh merupakan hasil penilaian harian. Dari tabel diatas terlihat jumlah penduduk sebanyak 85 orang yang terdiri dari 79 orang pelajar, pembagiannya terdiri dari laki-laki 35 orang dan perempuan 45 orang serta jumlah guru sebanyak 6 orang yang terdiri dari laki-laki 5 orang dan perempuan 1 orang. orang.

Dengan cara ini penelitian menentukan besarnya sampel dengan mengacu pada pedoman yang berlaku umum yaitu yang diberikan oleh Suharsimi Arikunto, sekedar untuk perkiraan saja, yaitu jika subjeknya kurang dari seratus sebaiknya diambil semuanya, tapi kalau jumlah mata pelajarannya banyak, bisa ambil 10-15%.

Teknik Pengumpulan Data

  • Kuesioner
  • Teknik Dokumentasi

Teknik dokumentasi digunakan untuk memperoleh data atau informasi dari dokumen atau keadaan pribadi sekolah dan dapat digunakan untuk memperoleh data dari tempat penelitian yang berkaitan dengan variabel penelitian.

Teknik Analisis Data

Dan di sini telah dijelaskan bahwa guru harus memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Yuli Nurbaeti, 2012. Hubungan Pengelolaan Kelas Dengan Efektivitas Pembelajaran Pada Sekolah Dasar Negeri Di Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur. Universitas Pendidikan Indonesia.

HASIL PENELITIAN

Latar Belakang Objek Penelitian

  • Profil Sekolah
  • Visi Dan Misi Sekolah
  • Keadaan Guru
  • Keadaan Siswa

Hasil Penelitian

  • Analisis Deskriptif Kuantitatif

Pembahasan

Gambar

Gambar 2.1 Skema Kerangka Pikir
Tabel 3.1 Keadaan Populasi Guru dan Murid SD Inpres Walangsawa Kecamatan Omesuri Kabupaten Lembata.
Tabel 3. 2 keadaan sampel
Tabel 4.2 Keadaan siswa SD Inpres Walangsawa Kecamatan Omesuri Kabupaten Lembata Tahun 2014
+7

Referensi

Dokumen terkait

Published by English Language Education Department of UMG http://dx.doi.org/10.30587/jetlal.v5i2.3741 94 Authors retain copyright and grant the journal right of first publication

125 Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License