• Tidak ada hasil yang ditemukan

kriteria pengangkatan anggota dewan komisaris

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "kriteria pengangkatan anggota dewan komisaris"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1

KRITERIA PENGANGKATAN ANGGOTA DEWAN KOMISARIS CRITERIA OF BOARD OF COMMISSIONERS APPOINTMENT

PT Bank CIMB Niaga Tbk

Kriteria yang harus dipenuhi oleh calon anggota Dewan Komisaris CIMB Niaga, antara lain adalah sebagai berikut:

1. Memiliki integritas sebagaimana yang dipersyaratkan oleh peraturan yang berlaku, antara lain:

a. Memiliki akhlak dan moral yang baik.

b. Memiliki komitmen untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku termasuk ketentuan dan peraturan Bank serta mendukung kebijakan OJK.

c. Memiliki komitmen terhadap pengembangan operasional Bank yang sehat.

d. Tidak termasuk dalam Daftar Tidak Lulus Penilaian Kemampuan dan Kepatutan.

e. Cakap melakukan perbuatan hukum.

Criteria that must be met by candidate members of the Board of Commissioners of CIMB Niaga, are as follows:

1. Have integrity as required in the prevailing regulations to:

a. have good morals.

b. commit to comply with prevailing laws and regulations including Bank rules and regulations and also support the OJK policy.

c. commit to the development of sound banking operations.

d. Not be included in the list of those failing the Fit and Proper Test.

e. be capable of taking legal action.

2. Memiliki kompetensi sebagaimana yang dipersyaratkan oleh peraturan yang berlaku, antara lain:

a. Memiliki pengetahuan di bidang perbankan yang memadai dan relevan dengan jabatannya.

b. Memiliki pengalaman di bidang perbankan dan/ atau bidang keuangan.

c. Memiliki pengetahuan mengenai tugas dan tanggung jawab Entitas Utama serta pemahaman mengenai kegiatan bisnis utama dan risiko utama Lembaga-Lembaga Jasa Keuangan dalam konglomerasi keuangan Bank.

d. Memiliki pengetahuan mengenai ekonomi, budaya dan bahasa Indonesia, untuk Kandidat Komisaris yang merupakan Warga Negara Asing.

2. Have competencies as required in the prevailing regulations, having:

a. sufficient knowledge of the banking industry and relevant to his/her position.

b. experience in banking and/or finance.

c. knowledge of the duties and responsibilities of the Primary Legal Entity, as well as an understanding of the main business activities and main risks of the Financial Services Institutions in the Bank’s financial conglomerate.

d. knowledge pertaining to the Indonesian economy, culture and language, for foreign Commissioner candidates.

(2)

2 3. Memiliki reputasi keuangan yang baik,

yaitu paling kurang dalam 5 (lima) tahun sebelum pengangkatan dan selama menjabat:

a. Tidak memiliki kredit macet dan/atau bukan merupakan Pemegang Saham Pengendali, anggota Dewan Komisaris atau anggota Direksi dari badan hukum yang mempunyai kredit macet.

b. Tidak pernah dinyatakan pailit.

c. Tidak pernah menjadi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris yang dinyatakan bersalah menyebabkan suatu perseroan dinyatakan pailit.

d. Tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara dan/atau yang berkaitan dengan sektor keuangan.

e. Tidak pernah menjadi anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris yang selama menjabat:

i. Pernah tidak menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan;

ii. Pernah menyebabkan perusahaan yang memperoleh izin, persetujuan atau pendaftaran dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tidak memenuhi kewajiban menyampaikan laporan tahunan dan/atau laporan keuangan kepada OJK;

iii. Pertanggungjawabannya sebagai anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris pernah tidak diterima oleh RUPS atau pernah tidak memberikan pertanggung- jawaban sebagai anggota Direksi dan/atau anggota Dewan Komisaris kepada RUPS.

3. Have a good financial reputation, at least within (five) years before appointment and during the term of office, including :

a. has no bad credit and/or does not serve as an Ultimate Shareholder, a member of the Board of Commissioners or a member of the Board of Directors of a legal entity having bad credit.

b. has not been declared bankrupt.

c. has not been a member of a Board of Directors and/or a member of a Board of Commissioners who has been found guilty of causing a company to be declared bankrupt.

d. has not been convicted committing a crime that is detrimental to state finances and/or related to the financial sector.

e. has not been a member of a Board of Directors and/or member of a Board of Commissioners who during his term of office:

i. Has not held an Annual General Meeting of Shareholders (GMS).

ii. Has caused a company that obtains a license, approval or registration from the Financial Services Authority (FSA) fail to meet the requirements to submit annual report and/ or financial report to FSA.

iii. Have been rejected by the GMS regarding his/her accountability as a member of a Board of Directors and/or Board of Commissioners or has failed to give an accountability report to the GMS as a member of a Board of Directors and/or Board of Commissioners.

(3)

3 PROSEDUR PENGANGKATAN ANGGOTA DEWAN KOMISARIS

Calon anggota Dewan Komisaris yang telah mendapat rekomendasi dari Komite Nominasi dan Remunerasi Bank, diusulkan kepada dan diangkat oleh RUPS CIMB Niaga.

Calon anggota Dewan Komisaris wajib melalui proses penilaian kemampuan dan kepatutan oleh OJK melalui permohonan yang diajukan oleh Bank.

Calon anggota Dewan Komisaris yang belum mendapat persetujuan OJK dilarang melakukan tugas sebagai anggota Dewan Komisaris Bank, walaupun telah mendapat persetujuan dan diangkat oleh RUPS.

BOARD OF COMMISSIONERS APPOINTMENT PROCEDURES

Candidate members of the Board of Commissioners, who have received recommendation from the Bank’s Nomination and Remuneration Committee, are proposed to, and appointed by the Annual GMS of CIMB Niaga.

Candidate members of the Board of Commissioners shall be subject to a fit and proper test by the FSA through a request made by the Bank.

Candidate members of the Board of Commissioners who have not been approved by the FSA are prohibited from performing duties as members of the Board of Commissioners of the Bank, regardless of the fact that they have been approved and appointed by the GMS.

INDEPENDENSI DEWAN KOMISARIS

Dewan Komisaris CIMB Niaga senantiasa menjunjung tinggi prinsip independensi dalam melaksanakan tugasnya, mengutamakan kepentingan Bank di atas kepentingan sendiri dan tetap menjaga agar dalam pelaksanaan tugasnya tidak dapat dipengaruhi oleh pihak manapun. Hal ini sebagaimana telah diatur di dalam Piagam Dewan Komisaris sebagai berikut:

1. Dewan Komisaris dan keluarganya serta pihak lain yang terafiliasi dengannya tidak boleh meminjam uang kepada Bank.

2. Dewan Komisaris tidak boleh memanfaatkan informasi yang diperoleh dari Bank untuk mengambil keputusan- keputusan untuk keuntungan dan kepentingan pribadi, keluarga dan pihak yang terafiliasi.

3. Dewan Komisaris tidak boleh menerima pendapatan maupun keuntungan pribadi

INDEPENDENCE OF BOARD OF COMMISSIONERS

The Board of Commissioners of CIMB Niaga at all times upholds the principle of independence in performing its duties, prioritizes the interests of the Bank above its own interests and cannot be influenced by any party in conducting its duties. This is set forth in the BOC Charter as follows:

1. The Board of Commissioners and their families and their affiliated parties shall not borrow money from the Bank.

2. The Board of Commissioners shall not utilize information obtained from the Bank to make decisions for personal, family and an affiliated party’s interests.

3. The Board of Commissioners shall not accept personal income or income from the Bank other than remuneration and other facilities as set forth in the Bank’s

(4)

4 dari Bank selain dari remunerasi dan fasilitas lain yang telah ditetapkan dalam kebijakan Bank dan disetujui oleh RUPS.

policy approved by the GMS.

4. The Board of Commissioners shall prioritize the interests of the Bank by 4. Dewan Komisaris wajib mengutamakan

kepentingan Bank dengan penerapan asas profesionalisme dan integritas, serta bekerja dan berperilaku dengan standar yang tinggi.

5. Dewan Komisaris tidak boleh menyimpan dan menggandakan dokumen-dokumen serta menguasai aset Bank untuk kepentingan pribadi.

6. Kecuali diatur di dalam peraturan perundangan yang berlaku dan AD, Dewan Komisaris tidak berhak mewakili Bank meskipun mendapat kuasa dari Direksi, kecuali bila karena tak berfungsinya Direksi, Dewan Komisaris mengambil alih peran Direksi.

7. Setiap anggota Dewan Komisaris tidak boleh menerima, memberikan atau menawarkan sesuatu dari/kepada Pejabat Negara dan mitra bisnis.

adopting professionalism and integrity principles, and shall work and behave to a high standard.

5. The Board of Commissioners shall not retain and duplicate documents and control the Bank’s assets for personal gain.

6. Unless stipulated in the prevailing laws and regulations and Articles of Association, the Board of Commissioners shall not be entitled to represent the Bank despite being authorized by the Board of Directors, except when the Board of Directors is not functioning, then the Board of Commissioners shall take over the role of the Board of Directors.

7. All members of the Board of Commissioners shall not accept, give or offer anything from/to state officials and business partners.

Referensi

Dokumen terkait

The adaptation strategy carried out by the Tourism Higher Education (PTNP) Operated by the Ministry of Tourism and Creative Economy/Tourism and Creative Economy Agency