1
P ENULISAN
A RTIKEL I LMIAH
A. Struktur Penulisan Artikel Ilmiah 1. Judul
Judul artikel haruslah menarik bagi pembaca. Judul harus spesifik dan singkat, tetapi komprehensif dan cukup deskriptif. Setiap kata-kata yang tidak memiliki makna apa-apa, seperti, “Studi tentang... atau pengamatan pada…” baiknya dihilangkan. Dalam judul boleh menggunakan istilah teknis, namun harus familiar bagi sebagian besar pembaca, serta jangan menggunakan singkatan pada judul (Kee, 2001). Judul sering menjad representative awal bagi pembaca dan menjadi dasar penilaian pertama bagi pembaca/reviewer. Judul yang tidak jelas atau yang tidak informative dapat meningkatkan resiko ditolaknya suatu tulisan. Jadi, penulis hendaklah berhati-hati dengan judul karena menjadi representative awal isi artikel.
2. Abstrak
Abstrak dituliskan tepat setelah judul dan merupakan ringkasan keseluruhan dari suatu karya ilmiah. Abstrak bertujuan untuk memberi kesan kepada pembaca dan editor sehingga mereka bersedia membaca keseluruhan tulisan. Abstrak adalah bagian kedua dari artikel setelah judul yang paling banyak dibaca. Abstrak merupakan bagian yang berdiri sendiri dalam suatu artikel ilmiah dan harus dideskripsikan secara singkat (A. Moreira, 2018).
Abstrak biasanya dibatasi dan hanya terdiri dari 250 kata. Abstrak harus memuat keseluruhan informasi penting yang ada dalam artikel ilmiah. Meskipun terletak setelah judul, namun abstrak dituliskan terakhir setelah artikel ilmiah selesai dibuat.
Struktur abstrak terdiri dari latar belakang, maksud/tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan. Pada bagian latar belakang berisi penjelesan terkait pentingnya penelitian dilakukan. Konteks dan alasan untuk melakukan penelitian juga perlu didefinisikan. Pada bagian tujuan, harus berisi pernyataan yang jelas tentang pertanyaan penelitian dan tujuan dilakukannya penelitian.Adapun pada metodologi menjelaskan terkait dasar penelitian dan hanya memberikan garis besar jenis penelitian yang dilakukan serta parameter penilaiannya. Untuk bagian hasil, harus ringkas dan menggambarkan temuan penting dari
2 studi penelitian. Sementara dalam kesimpulan hanya berisi ringkasan utama dari artikel (Cuschieri, Grech, & Savona-Ventura, 2019).
3. Kata Kunci
Dalam kata kunci biasanya terdiri dari lima hingga enam kata dan diletakkan setelah abstrak. Kata kunci terdiri dari satu atau dua kata yang menjelaskan artikel dan berfungsi sebagai indeks dari suatu pencarian artikel. Penggunaan kata kunci yang tepat dapat meningkatkan kemudahan pencarian tulisan, sehingga pihak yang berkepentingan dapat menemukan artikel dalam pencarian basis data misalnya pada PubMed atau Google Cendekia.
4. Pendahuluan
Dalam bagian pendahuluan berisi terkait uraian pengetahuan atau teori terkait topik yang sedang dibahas. Kesenjangan dalam pengetahuan saat ini perlu ditunjukkan sambil menggambarkan rasio untuk melakukan penelitian saat ini dan bagaimana penelitian yang disajikan itu dapat membantu mengatasi kesenjangan teori yang ada. Dengan demikian, dalam pendahuluan perlu menjawab dua pertanyaan: “Artikel ini berisi tentang apa?” dan
“Jadi bagaimana? Atau “Mengapa pembaca harus peduli?”(C.A. Mack, 2018). Oleh karena itu, peneliti perlu dengan jelas memberikan ruang lingkup, kebaruan, dan pentingnya penelitian tersebut.
Pendahuluan harus dimulai dengan pengenalan umum terkait topik kemudian pindah ke celah khusus bahwa penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengatasi suatu permasalahan. Perlu diketahui bahwa informasi latar belakang yang tidak diperlukan tidak disertakan dalam bagian pendahuluan. Penulis juga tidak boleh melebih-lebihkan pentingnya penelitian tersebut (C.A. Mack, 2018). Pendahuluan harus diakhiri dengan tujuan dan hipotesis penelitian. Hal ini jelas harus berhubungan dengan kesenjangan pengetahuan yang telah dibahas sebelumnya (Hoogenboom & R.C. Manske, 2012). Dan sangat penting untuk menghindari plagiarisme. Ketika mengutip karya orang lain, wajib memparafrase tulisan yang dirujuk sehingga tulisan kita dapat diterima.
5. Metode
Dalam bagian metode perlu menjawab 'apa' dan 'bagaimana' terkait penelitian ini.
Bagian ini harus memiliki informasi yang cukup untuk memungkinkan setiap peneliti lain dapat mereplikasi dan mengkonfirmasi penelitian yang disajikan (Lin & Kuo, 2012). Oleh karena itu, uraian rinci tentang semua populasi penelitian, bahan, prosedur, teori dan definisi yang digunakan dalam penelitian perlu dimasukkan dalam bagian ini, beserta semua perhitungan, teknik, peralatan dan kalibrasi plot yang digunakan. Kriteria inklusi
3 dan eksklusi harus dinyatakan dengan jelas. Ada sejumlah daftar ceklist dan pedoman yang tersedia yang dapat digunakan saat melaporkan berbagai metode desain dari studi penelitian. Sebagai contoh panduan CONSORT untuk uji coba kontrol acak (Moher, Schulz, & D.G. Altman, 2001), daftar periksa/checklist STARD untuk studi akurasi diagnostic (Bossuyt, Reitsma, Bruns, C.A. Gatsonis, & Irwig, 2003) dan daftar periksa/checklist PRISMA untuk meta-analisis atau tinjauan sistemik (Moher, Liberati, Tetzlaff, & D.G. Altman, 2009). Keseluruhan metode analitik yang dilaksanakan selama penelitian, termasuk referensi penggunaan perangkat lunak khusus statistic perlu disebutkan dalam bagian ini.
6. Hasil
Dalam bagian hasil harus menjelaskan fakta, pengukuran dan pengamatan yang dikumpulkan oleh ilmuwan. Deskripsi dari karakteristik populasi sampel jika makalah berbentuk studi klinis perlu dijelaskan. Jawaban faktual untuk pertanyaan penelitian yang dijelaskan di bagian 'Pendahuluan' perlu diilustrasikan dengan jelas. Dalam bagian hasil sangat penting untuk dideskripsikan secara logis, misalnya dimulai dari temuan yang paling penting sampai yang paling tidak penting, atau dijelaskan secara kronologis. Penggunaan tabel dan gambar dapat memperjelas penyampaian hasil. Namun, pengulangan harus dihindari. Informasi yang diberikan dalam format grafik (tabel atau gambar) tidak boleh mencakup informasi yang ditemukan dalam teks utama. Sebagai aturan umum, teks harus digunakan ketika data yang dijelaskan terbatas, tabel digunakan ketika ada jumlah data yang akan dideskripsikan secara berlebihan, sementara gambar dimunculkan ketika tren atau korelasi perlu ditampilkan. Jika tabel atau gambar digunakan, ini harus mengacu pada ringkasan dalam isi teks. Judul yang cukup jelas dan ringkas harus selalu ada dalam setiap tabel dan gambar (S.J. Cunningham, 2004).
Saat membuat tabel, penting untuk mengatur tabel agar setiap elemen dapat terpahami dengan jelas. Selain itu, garis vertical yang memisahkan kolom harus dihindari kecuali benar-benar diperlukan. Perlu diperhatikan bahwa data tidak boleh disajikan dalam format tabel atau gambar jika informasi dapat dengan mudah diganti dengan satu atau dua teks kalimat. Ketika menyajikan gambar, informasi yang disajikan harus jelas sehingga cukup bagi pembaca untuk menafsirkan gambar tanpa mengacu pada teks. Keberadaan gambar harus singkat tetapi informatif termasuk satuan pengukuran yang digunakan. Selain itu, gambar berwarna harus dihindari kecuali benar-benar diperlukan karena biaya yang dikeluarkan akan cukup mahal saat berada di penerbit.
4 7. Pembahasan dan Kesimpulan
Bagian pembahasan bertujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang telah dijelaskan dalam bagian 'Pendahuluan', sambil menjelaskan arti dan signifikansi hasil yang diperoleh dengan teori yang telah ada sebelumnya. Temuan penelitian perlu dibandingkan dengan temuan literatur lainnya. Suatu penjelasan diperlukan, apakah temuan yang diperoleh tersebut selaras atau memperluas teori yang telah ada ataukah justru menyangkal teori yang telah ditetapkan sebelumnya. Pada paragraf terakhir harus menyertakan pesan yang didapat dari penelitian.
8. Ucapan Terimakasih
Bagian ini berisi ucapan terimakasih atau pengakuan kepada mitra atau organisasi yang berperan dalam penelitian tersebut atas kontribusi yang telah mereka berikan. Organisasi atau mitra tersebut tidak memberikan kontribusi intelektual yang signifikan, oleh karena itu tidak dimasukkan sebagai penulis. Sebagai contoh: kolega, institusi, organisasi, bantuan keuangan, laboratorium, proofreader, dll.
9. Daftar Referensi
Daftar Referensi harus mencakup semua sumber literatur yang digunakan dalam artikel ilmiah. Hal ini merupakan suatu penghargaan bagi penulis yang teorinya dikutip dalam suatu artikel ilmiah. Daftar referensi ditempatkan di bagian akhir artikel ilmiah. Terdapat sejumlah gaya referensi berbeda yang tersedia, yang paling umum digunakan adalah gaya referensi Harvard dan Vancouver. Namun yang terpenting adalah gaya penulisan referensi yang digunakan harus disesuaikan dengan jurnal yang dituju, sehingga cara kita mengutip sudah benar sejak awal.
5 Judul ditulis jelas dan singkat
menggambarkan isi artikel
Nama ditulis tanpa gelar
Afiliasi (institusi) para penulis dengan penulis yang berkorespondesi
diberikan bintang *, Pastikan menuliskan email dengan domain
lembaga.
Abstrak adalah bagian kedua dari artikel setelah judul yang paling banyak dibaca. Abstrak merupakan
bagian yang berdiri sendiri dalam suatu artikel ilmiah dan harus dideskripsikan secara singkat (A.
Moreira, 2018). Abstrak biasanya dibatasi dan hanya terdiri dari 250
kata.
Dalam kata kunci biasanya terdiri dari empat hingga enam kata dan diletakkan setelah abstrak.
Kata kunci terdiri dari satu atau dua kata yang menjelaskan artikel dan berfungsi sebagai indeks
dari suatu pencarian artikel.
B. CONTOH ARTIKEL ILMIAH
A. Struktur Penulisan Artikel Ilmiah 1. Judul
Judul artikel haruslah menarik bagi pembaca. Judul harus spesifik dan singkat, tetapi komprehensif dan cukup deskriptif.
Setiap kata-kata yang tidak memiliki makna apa-apa, seperti,
“Studi tentang... atau pengamatan pada…” baiknya dihilangkan.
Dalam judul boleh menggunakan istilah teknis, namun harus familiar bagi sebagian besar pembaca, serta jangan menggunakan singkatan pada judul (Kee, 2001). Judul sering menjad representative awal bagi pembaca dan menjadi dasar penilaian pertama bagi pembaca/reviewer. Judul yang tidak jelas atau yang tidak informative dapat meningkatkan resiko ditolaknya suatu tulisan. Jadi, penulis hendaklah berhati-hati
dengan judul karena menjadi representative awal isi artikel.
2. Abstrak
Abstrak dituliskan tepat setelah judul dan merupakan ringkasan keseluruhan dari suatu karya ilmiah. Abstrak bertujuan untuk memberi kesan kepada pembaca dan editor sehingga mereka bersedia membaca keseluruhan tulisan. Abstrak adalah bagian
kedua dari artikel setelah judul yang paling banyak dibaca.
Abstrak merupakan bagian yang berdiri sendiri dalam suatu artikel ilmiah dan harus dideskripsikan secara singkat (A.
Moreira, 2018). Abstrak biasanya dibatasi dan hanya terdiri dari 250 kata. Abstrak harus memuat keseluruhan informasi penting yang ada dalam artikel ilmiah. Meskipun terletak setelah judul, namun abstrak dituliskan terakhir setelah artikel ilmiah selesai
dibuat.
Struktur abstrak terdiri dari latar belakang, maksud/tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan. Pada bagian latar belakang berisi penjelesan terkait pentingnya penelitian dilakukan.
Konteks dan alasan untuk melakukan penelitian juga perlu didefinisikan. Pada bagian tujuan, harus berisi pernyataan yang
jelas tentang pertanyaan penelitian dan tujuan dilakukannya penelitian.Adapun pada metodologi menjelaskan terkait dasar
6 c
Pendahuluan perlu menjawab dua pertanyaan:
“Artikel ini berisi tentang apa?” dan Atau “Mengapa
pembaca harus
peduli?”(C.A. Mack, 2018).
Oleh karena itu, peneliti perlu dengan jelas memberikan ruang lingkup,
kebaruan, dan pentingnya penelitian tersebut.
Pendahuluan memuat tentang latar belakang, revieu penelitian terdahulu,
kajian konsep dan hipotesis (kalau ada),
masalah, dan tujuan.
7
Metode memuat rancangan penelitian,
teknik pengumpulan
data, sumber data, cara menganalisis
data, hindari penulisan rumus statistik
yang terlalu banyak, dan maksimal 2,5
halaman.
8
Dalam bagian metode perlu menjawab 'apa' dan 'bagaimana' terkait penelitian ini. Bagian ini harus memiliki informasi yang cukup untuk
memungkinkan setiap peneliti lain dapat mereplikasi dan
mengkonfirmasi penelitian yang disajikan (Lin & Kuo, 2012).
9 Hasil artikel berisi: hasil bersih
tanpa proses analisis data, hasil pengujian hipotesis. Hasil
dapat disajikan dengan table atau grafik, untuk memperjelas
hasil secara verbal.
Hasil dan pembahasan minimal 50% dari isi tulisan.
Tabel dibuat dengan lebar garis 1 pt dan tables caption (keterangan tabel)
diletakkan di atas tabel. Keterangan tabel yang terdiri lebih dari 2 baris
ditulis menggunakan spasi 1.
Gambar dibuat dengan lebar garis 1 pt dan tables caption (keterangan
gambar) diletakkan di bawah gambar. Keterangan gambar yang
terdiri lebih dari 2 baris ditulis menggunakan spasi 1.
10
Penutup berisi simpulan dan saran. Simpulan memuat jawaban
atas pertanyaan penelitian. Saran-
saran mengacu pada hasil penelitian dan berupa tindakan praktis, sebutkan
untuk siapa dan untuk apa saran ditujukan. Ditulis
dalam bentuk essay, bukan dalam bentuk
numerikal.
11
Bagian ini berisi ucapan terimakasih atau pengakuan kepada mitra atau organisasi yang berperan dalam penelitian
tersebut atas kontribusi yang telah mereka berikan.
Organisasi atau mitra tersebut tidak memberikan kontribusi
intelektual yang signifikan
Daftar Referensi harus mencakup semua sumber literatur yang digunakan dalam
artikel ilmiah. Hal ini merupakan suatu penghargaan
bagi penulis yang teorinya dikutip dalam suatu artikel ilmiah. Daftar referensi ditempatkan di bagian akhir
artikel ilmiah. Terdapat sejumlah gaya referensi berbeda yang tersedia, yang
paling umum digunakan adalah gaya referensi Harvard
dan Vancouver. Namun yang terpenting adalah gaya penulisan referensi yang digunakan harus disesuaikan
dengan jurnal yang dituju, sehingga cara kita mengutip
sudah benar sejak awal.