• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kata Kunci: Bauran Pemasaran, Keputusan Berkunjung, Pemandian Air Panas Cangar 1

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Kata Kunci: Bauran Pemasaran, Keputusan Berkunjung, Pemandian Air Panas Cangar 1"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan Pada Pemandian Air Panas Cangar Kota Batu

Oleh:

Mustiko Dwi Kiyatno

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya [email protected]

Dosen Pembimbing:

Dr. Rofiaty, SE., MM., CRM

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan berkunjung wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar Kota Batu.

Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan pendekatan kuantitatif dan menggunakan metode purposive sampling. Jumlah sampel penelitian sebanyak 200 orang responden dan data dikumpulkan menggunakan kuesioner. Alat uji yang digunakan untuk menguji instrumen penelitian ini adalah uji validitas, uji reliabilitas, dan uji asumsi klasik.

Selanjutnya uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan regresi linear berganda melalui uji F dan uji t. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa variabel Produk (X1), Harga (X2), Lokasi (X3), Proses (X5), Orang (X6), dan Bukti Fisik (X7) berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung, Sedangkan variabel Promosi (X4) tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung. Pada hasil uji t didapatkan bahwa variabel Bukti Fisik mempunyai nilai t hitung dan koefisien beta yang paling besar sehingga berpengaruh dominan terhadap keputusan berkunjung.

Kata Kunci: Bauran Pemasaran, Keputusan Berkunjung, Pemandian Air Panas Cangar

1. PENDAHULUAN

Industri pariwisata setiap tahunnya diharapkan mampu menjadi sektor yang dapat diandalkan guna rangka mengoptimalkan sumber pendapatan negara baik bagi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Searah dengan adanya otonomi daerah yang dapat memberikan kewenangan lebih besar terhadap daerah, maka dari itu adanya upaya dari industri pariwisata untuk menjadi pilar dalam memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor ekonomi yang berkembang pesat, sektor pariwisata Indonesia tumbuh cepat dan lebih unggul daripada pertumbuhan regional dan global.

“Pertumbuhan pariwisata Indonesia

mencapai 22% lebih tinggi daripada rata- rata global yang hanya 6,4%

(kontan.co.id, 2019). Oleh karena itu perlu adanya dukungan bahwa sektor pariwisata harus dikelola dan dikembangkan secara optimal sehingga memiliki daya saing dan daya guna bagi perkembangan daerah secara menyeluruh. Pada saat ini pariwisata merupakan sektor yang menjadi perhatian pemerintah guna menambah devisa negara, selain itu sektor pariwisata diharapkan dapat turut andil dalam memerikan kontribusi untuk pembangunan nasional, diantaranya meningkatkan taraf hidup masyarakat, menambah lapangan kerja. Jenis pariwisata domestik maupun mancanegara memiliki beberapa aspek

(2)

diantaranya aspek budaya, aspek ekonomi, aspek hukum, dan aspek lainnya. Dengan adanya otonomi daerah diharapkan dapat memacu setiap daerah untuk mengembangkan dan mengoptimalkan potensi wisata dari daerah tersebut.

Kota Batu merupakan kota wisata terkemuka di Indonesia karena potensi keindahan alamnya yang luar biasa. Dengan luas wilayah sekitar 202.30 km2, sebagian besar kondisi topografi Kota Batu merupakan dataran tinggi dan perbukitan. Kota Batu juga memiliki panorama alam yang indah dan bernuansa sejuk sehingga hal ini menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk mengunjungi dan menikmati suasana Kota Batu.

Berdasarkan laporan MALANGTIMES, tercatat bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Batu pada tahun 2019 mencapai 7,2 juta wisatawan. Sementara pada tahun 2020 , ditargetkan kunjungan wisatawan ke Kota Batu dapat mencapai 7,7 juta wisatawan (jatimtimes.com, 2020).

Menurut Tjiptono (2014), prinsip utama dari pemasaran meliputi pendekatan pemasaran yang bertujuan pada segmentasi pasar, bauran pemasaran, dan siklus hidup produk yang dapat diinterpretasikan bahwa bauran pemasaran berpedoman pada berbagai komponen atau instrumen yang dapat digunakan untuk mempengaruhi konsumen. Pada bauran pemasaran tradisional yang terdiri dari 4P meliputi Product, Price, Place, dan Promotion.

Banyak pakar pemasaran yang mendefinisikan ulang bauran pemasaran sedemikian rupa sehingga aplikatif untuk sektor jasa. Hasilnya 4P tradisionl diperluas dan ditambahkan menjadi tiga unsur lainnya, yaitu People, Physical evidence, dan Process juga menjadi perhatian yang cukup penting bagi pihak pengelola wisata.

Peneliti tertarik untuk meneliti bauran pemasaran dikarenakan dalam memasarkan sebuah jasa, setiap pemasar atau perusahaan harus dapat menentukan strategi yang paling tepat demi mencapai tujuan perusahaan. Bauran pemasaran sangat penting ditentukan sejak awal dikarenakan sebagai pondasi dari sebuah pemasaran jasa. Untuk dapat memenangkan sebuah persaingan dengan kompetitor maka perusahaan dapat melakukan inovasi dan pengembangan strategi dalam penggunaan alat bauran pemasaran.

Obyek wisata Pemandian Air Panas Cangar adalah sebuah sebuah usaha yang bergerak dibidang ekowisata di Kota Batu yang cukup dikenal oleh masyarakat, kunjungan wisata ke Pemandian Air Panas Cangar mempunyai jumlah yang besar. Dengan kondisi demikian maka dapat memberikan gambaran bahwa pemasaran yang digunakan oleh obyek wisata Pemandian Air Panas Cangar mempunyai keunggulan untuk menarik minat pengunjung. Pada tabel dibawah ini disajikan perkembangan jumlah kunjungan wisata Pemandian Air Panas Cangar dengan beberapa obyek wisata disekitarnya.

Tabel 1.1

Jumlah Kunjungan Beberapa Obyek Wisata di Kota Batu

Tahun 2015-2019

Tahu n

Pemandia n Air Panas cangar

Pemandia n Tirta Nirwana

Pemandia n Air Panas Alam Songgoriti 2015 239.095 10.445 7.167 2016 211.539 57.593 26.714 2017 229.562 51.685 22.584 2018 185.732 44.504 15.932

2019 195.953 45.603 -

Sumber : BPS Kota Batu (2019)

Berdasarkan tabel yang disajikan tersebut dapat diketahui bahwa

(3)

kunjungan wisata ke obyek wisata Pemandian Air Panas Cangar mempunyai jumlah kunjungan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan obyek wisata lainnya yaitu Pemandian Tirta Nirwana, Pemandian Air Panas Alam Songgoriti. Dari tabel diatas maka dapat diketahui bahwa wisata Pemandian Air Panas Cangar mempunyai daya saing yang kompetitif sehingga memicu terbentuknya daya saing. Jika dilihat dari data pada tahun 2016 terjadi penurunan jumlah kunjungan dibanding tahun 2015, selanjutnya pada tahun 2017 mengalami peningkatan jumlah kunjungan, dan pada tahun 2018 mengalami penurunan kembali jumlah kunjungan wisatawan, yang terakhir pada tahun 2019 mengalami peningkatan kembali jumlah kujungan wisatawan di Pemandian Air Panas Cangar. Akan tetapi kunjungan wisatawan pada tahun 2016, 2017, 2018, dan 2019 jumlahnya lebih sedikit jika dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada tahun 2015.

Posisi usaha wisata Pemandian Air Panas Cangar yang lebih unggul tersebut tidak dapat dipisahkan dari pemasaran yang dilakukan oleh pengelola dalam mengelola, dan menarik minat wisatawan. Melihat betapa pentingnya penerapan bauran pemasaran yang efektif guna mencapai keputusan untuk mengunjungi Pemandian Air Panas Cangar, atas dasar pemikiran inilah maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul

“PENGARUH BAURAN

PEMASARAN TERHADAP

KEPUTUSAN BERKUNJUNG

WISATAWAN PADA PEMANDIAN AIR PANAS CANGAR KOTA BATU”.

2. TINJAUAN PUSTAKA Bauran Pemasaran

Menurut Tjiptono (2014), bauran pemasaran (marketing mix) adalah

gabungan alat yang dapat digunakan pemasar untuk membentuk karakteristik jasa yang ditawarkan kepada pelanggan.

Menurut Lupoyoadi dan Hamdani (2011), bauran pemasaran (marketing mix) adalah alat bagi pemasar yang terdiri atas berbagai unsur dalam suatu program pemasaran yang perlu dipertimbangkan agar penerapan strategi pemasaran dan positioning yang ditetapkan dapat berjalan dengan sukses.

Selanjutnya menurut William J.Stanton dalam Basu Swastha (2008) mengemukakan bauran pemasaran (marketing mix) adalah gabungan dari empat variabel atau kegiatan yang merupakan pokok dari sistem pemasaran perusahaan, yaitu: produk, struktur harga, kegiatan promosi, dan sistem distribusi. Menurut Kotler dan Keller (2009), pengertian bauran pemasaran (marketing mix) adalah seperangkat alat pemasaran yang dipakai perusahaan untuk mencapai tujuan pasar yang ingin dituju. Menurut Rahmady dan Andi (2007), konsep dari bauran pemasaran jasa terdiri dari 4P, yaitu: produk (product), harga (price), tempat (place), promosi (promotion). Bauran pemasaran dalam produk jasa perlu adanya penambahan menjadi 3P, yaitu:

partisipan (people), lingkungan fisik (physical evidence), dan proses (process), sehingga bauran pemasaran jasa menjadi 7P, yaitu: produk (product), harga (price), tempat (place), promosi (promotion), partisipan (people), lingkungan fisik (physical evidence), dan proses (process).

Produk (Product)

Produk menurut Tjiptono (2014), adalah merupakan bentuk penawaran dari organisasi jasa yang dimaksudkan untuk mencapai tujuan organisasi melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Produk menurut Lupiyoadi (2013), merupakan keseluruhan terkait konsep atau proses

(4)

yang memberikan sejumlah manfaat kepada konsumen dan perlu diperhatikan dalam sebuah produk, konsumen tidak hanya membeli fisik dari sebuah produk, melainkan membeli manfaat dari produk tersebut.

Harga (Price)

Harga merupakan satu-satunya unsur dalam bauran pemasaran yang menghasilkan pendapatan dari penjualan, sedangkan unsur yang lainnya hanya sebagai unsur biaya. Menurut Gitosudarmono (2008), mendefinisikan harga adalah sejumlah uang yang dibutuhkan untuk mendapatkan sejumlah barang berupa jasa-jasa tertentu atau kombinasi dari keduanya.

Harga ditentukan oleh banyaknya permintaan dan penawaran. Lupiyoadi (2013), mengartikan harga merupakan berbagai manfaat yang dimiliki oleh suatu produk jasa yang dibandingkan dengan biaya yang ditimbulkan dalam mengkonsumsi jasa tersebut.

Lokasi (Place)

Lokasi merupakan salah satu unsur didalam bauran pemasaran.

Pemilihan lokasi merupaka faktor terpenting dalam bersaing guna menarik konsumen. Menurut Tjiptono (2014), lokasi seringkali menentukan keberhasilan suatu bisnis, karena lokasi erat kaitannya dengan pasar potensial.

Fleksibilitas suatu lokasi merupakan sejauh mana bisnis dapat bereaksi terhadap situasi ekonomi dan budaya yang berubah karena kaitannya dengan komitmen jangka panjang.

Promosi (Promotion)

Menurut Tjiptono (2008), yaitu promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran yang dimaksud dengan komunikasi pemasaran adalah aktivitas pemasaran dengan tujuan menyebar

luaskan informasi,

mempengaruhi/membujuk, dan mengingatkan pasar sasaran atas produknya agar konsumen bersedia

menerima, membeli, dan loyal terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan.

Proses (Process)

Menurut Lupiyoadi (2013), proses adalah gabungan segala aktivitas yang terdiri atas prosedur, jadwal pekerjaan, mekanisme, aktivitas dan hal- hal rutin lainnya, dimana jasa dihasilkan dan disampaikan kepasar konsumen.

Menurut Philip Kotler (2006), proses adalah begaimana perusahaan dapat melayani permintaan konsumennya.

Dimulai dari konsumen memesan hingga mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Orang (People)

Sebagaian besar jasa, orang merupakan unsur terpenting dalam bauran pemasaran. Menurut Lupiyoadi (2013), orang berfungsi sebagai penyedia jasa sangat mempengaruhi kualitas jasa yang diberikan, keputusan dalam arti manusia kaitannya dengan seleksi, pelatihan, motivasi, dan manajemen sumber daya manusia.

Karyawan untuk mencapai kualitas terbaiknya maka harus dilatih untuk menguasai bidang pekerjaan mereka, yaitu memberikan kepuasan konsumen dalam memenuhi kebutuhannya.

Bukti Fisik (Physical Evidence)

Bukti fisik merupakan lingkungan fisik tempat dimana jasa diciptakan langsung dan berintraksi langsung dengan konsumen (Rambat Lupiyoadi, 2013). Terdapat dua jenis bentuk fisik sebagai berikut:

1. Bukti Penting (essential evidence), adalah keputusan-keputusan yang dibuat oleh pemberi jasa mengenai desain dan tata letak (layout) dari gedung, ruang, dan lain-lain.

2. Bukti pendukung (peripheral evidence), adalah nilai tambah apabila berdiri sendiri tidak akan berarti apa- apa.

(5)

Keputusan Pembelian

Menurut Sciffman dan Kanuk (2004), keputusan pembelian adalah pemilihan suatu tindakan dari dua atau lebih pilihan alternatif, seorang konsumen yang akan menentukan pilihannya maka mereka harus mempunyai salah satu pilihan alternatif.

Pengambilan keputusan adalah suatu perilaku konsumen yang menunjukan sebuah proses dari pengembangan keputusan dalam membeli produk atau jasa.

Pengembangan Hipotesis

Menurut Sugiyono (2014), hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam sebuah kalimat pertanyaan.

H1 : Adanya pengaruh produk terhadap keputusan berkunjung wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar Kota Batu.

H2 : Adanya pengaruh harga terhadap keputusan berkunjung wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar Kota Batu.

H3 : Adanya pengaruh lokasi terhadap keputusan berkunjung wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar Kota Batu.

H4 : Adanya pengaruh promosi terhadap keputusan berkunjung

wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar Kota Batu.

H5 : Adanya pengaruh proses terhadap keputusan berkunjung wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar Kota Batu.

H6 : Adanya pengaruh orang terhadap keputusan berkunjung wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar Kota Batu.

H7 : Adanya pengaruh bukti fisik terhadap keputusan berkunjung wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar Kota Batu.

H8 : Adanya pengaruh secara simultan produk, harga, lokasi, promosi, proses, orang, bukti fisik terhadap keputusan berkunjung wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar Kota Batu.

3. METODOLOGI PENELITIAN Jenis Penelitian

Jenis penelitian ini adalah penelitian eksplanasi (explanatory research) tujuannya untuk menguji hubungan hubungan antar variabel yang dihipotesiskan. Menurut Cooper dan Schindler (2008), penelitian explanatory merupakan penelitian yang menjelaskan hubungan antara dua variabel dimana satu variabel memberi pengaruh kepada variabel lainnya. Pendekatan penelitian ini menggunakan tipe penelitian explanatory dengan menggunakan metode survey yaitu penelitian yang berusaha menjelaskan pengaruh antara variabel-variabel bauran pemasaran terhadap keputusan berkunjung.

Lokasi dan Waktu Penelitian

Lokasi penelitian merupakan tempat dimana penelitian tersebut dilakukan. Penelitian ini dilakukan pada Pemandian Air Panas Cangar Kota Batu, dengan jangka waktu penelitian selama satu bulan secara intensif hingga data diperoleh dan terpenuhi.

(6)

Populasi

Dalam penelitian ini populasi penelitian adalah wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar Kota Batu yang sudah pernah atau sedang berkunjung di tempat wisata tersebut.

Definisi Operasional Variabel Penelitian

Menurut Arikunto (2014), variabel merupakan objek penelitian yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Dalam Penelitian ini keseluruhan variabel dikelompokkan menjadi dua kategori yaitu variabel independen dan variabel dependen.

Berikut merupakan definisi operasional variabel yang digunakan dalam penelitian ini:

a. Variabel Bebas

Variabel Bebas yang terdapat dalam penelitian ini adalah variabel bauran pemasaran (X) dengan sub variabel sebagai berikut:

Produk (X1)

Produk merupakan sesuatu yang ditawarkan oleh perusahaan untuk dipilih sehingga dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen, dengan indikator:

1. Wahana wisata 2. Panorama alam 3. Daya tarik wisata Harga (X2)

Harga merupakan sejumlah uang yang harus dikeluarkan atau dibayarkan oleh konsumen dengan metode pembayaran tertentu untuk dapat memilih produk atau jasa yang ditawarkan oleh obyek wisata Pemandian Air Panas Cangar Kota Batu, dengan indikator:

1. Harga tiket masuk

2. Kesesuaian harga dengan fasilitas wisata

3. Wahana dan kesehatan didapat dengan harga terjangkau

Lokasi (X3)

Lokasi merupakan tempat dimana perusahan melakukan kegiatan untuk menghasilkan barang dan jasa yang mementingkan segi ekonominya, dengan indikator:

1. Lokasi yang strategis

2. Lokasi yang mudah dijangkau 3. Lahan parkir yang luas

Promosi (X4)

Promosi merupakan informasi yang ditujukan kepada konsumen mengenai obyek wisata Pemandian Air Panas Cangar Kota Batu sebagai bahan dalam menentukan pilihan, dengan indikator:

1. Promosi media online 2. Periklanan

3. Word of Mouth Proses (X5)

Proses merupakan cara yang digunakan oleh perusahaan dalam menjalankan operasi perusahaannya secara komitmen, dan tepat waktu, dengan indikator:

1. Prosedur pembelian tiket 2. Upaya perusahaan jasa 3. Proses penyewaan peralatan Orang (X6)

Orang adalah yang ikut serta dalam penyampaian jasa kepada pelanggan, dengan indikator:

1. Sikap petugas 2. Penampilan petugas 3. Rasa aman dan nyaman Bukti Fisik (X7)

Bukti fisik merupakan lingkungan fisik perusahan dimana jasa diciptakan dan berintraksi langsung dengan konsumen, dengan indikator:

1. Lingkungan 2. Kolam pemandian 3. Fasilitas

b. Variabel Terikat (Y)

Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari adanya variabel bebas

(7)

(Sugiyono, 2010). Variabel terikat yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah keputusan berkunjung di obyek wisata Pemandian Air Panas Cangar Kota Batu (variabel Y).

Adapun indikator yang digunakan sebagai berikut:

1. Pilihan tepat

2. Mengunjungi kembali 3. Prioritas

4. HASIL DAN PEMBAHASAN Persamaan Regresi

Variab el bebas

Unstandardi zed Coefficients

Standar dized Coefficie

nts t Sig

.

B

Std.

Error Beta (Const

ant) 0.4

83 1.055

0.4 58

0.6 48

X1 0.1

30 0.062 0.128 2.0

79 0.0

39

X2 0.2

11 0.087 0.168 2.4

24 0.0

16

X3 0.2

23 0.093 0.167 2.4

05 0.0

17

X4 0.0

28 0.065 0.023 0.4

26 0.6

71

X5 0.2

15 0.095 0.147 2.2

49 0.0

26

X6 0.1

54 0.075 0.129 2.0

62 0.0

41 X7

0.2

50 0.069 0.225 3.6

46 0.0

00

Sumber: Data Primer diolah (2020) Koefisien Korelasi dan Determinasi

R R Square Adjusted R Square

0.769 0.592 0.577

Hasil Uji F

Sum of Squar

es df

Mean

Squar e

F Sig.

Regressi on

778.28

5 7

111.1 84

39.7 53

0.00 0 Residual 536.99

5 19

2 2.797 Total 1315.2

80 19

9

Pengaruh Produk (X1) Terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan (Y)

Produk (X1) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan berkunjung wisatawan (Y). Hal tersebut terbukti dengan nilai signifikansi produk (X1) dalam uji t. Nilai tersebut berarti lebih kecil dari α=0,05 sehingga H0

ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keputusan berkunjung dapat dipengaruhi secara signifikan oleh harga. Artinya tanggapan terhadap variabel ini mempunyai produk yang baik. Hal ini terlihat dari tanggapan responden pada pernyataan “Saya berkunjung di Pemandian Air Panas Cangar karena kandungan air panasnya bermanfaat untuk kesehatan” terhadap keputusan berkunjung wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar paling besar. Sedangkan responden yang menyatakan “Saya berkunjung di Pemandian Air Panas Cangar karena kandungan air panasnya dapat mengobati penayakit kulit” terhadap keputusan berkunjung wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar paling kecil. Hal ini disimpulkan dengan demikian produk pariwisata menjadi kunci utama dalam industri pariwisata.

Pengaruh Harga (X2) Terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan (Y)

Harga (X2) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan berkunjung wisatawan (Y). Hal tersebut terbukti dengan nilai signifikansi harga (X2) dalam uji t. Nilai tersebut berarti lebih kecil dari α=0,05 sehingga H0

ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat

(8)

disimpulkan bahwa keputusan berkunjung dapat dipengaruhi secara signifikan oleh harga. Artinya tanggapan terhadap variabel ini mempunyai harga yang baik. Hal ini terlihat dari tanggapan responden pada pernyataan “ Wahana kolam dengan berbagai pilihan suhu air saya dapatkan dengan harga terjangkau”

terhadap keputusan berkunjung wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar paling besar. Sedangkan responden yang menyatakan

“Kesesuaian harga tiket masuk dengan fasilitas wisata yang diberikan” terhadap keputusan berkunjung wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar paling kecil. Hal ini disimpulkan dengan demikian bahwa harga yang murah dan terjangkau menjadi keputusan wisatawan untuk mengunjungi Pemandian Air Panas Cangar.

Pengaruh Lokasi (X3) Terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan (Y)

Lolasi (X3) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan berkunjung wisatawan (Y). Hal tersebut terbukti dengan nilai signifikansi lokasi (X3) dalam uji t. Nilai tersebut berarti lebih kecil dari α=0,05 sehingga H0

ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keputusan berkunjung dapat dipengaruhi secara signifikan oleh lokasi. Artinya tanggapan terhadap variabel ini mempunyai lokasi yang baik. Hal ini terlihat dari tanggapan responden pada pernyataan “Lokasi Pemandian Air Panas Cangar strategis berada di ketinggian Kota Batu” terhadap keputusan berkunjung wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar paling besar. Sedangkan responden yang menyatakan “Lokasi Pemandian Air Panas Cangar mudah dijangkau”

terhadap keputusan berkunjung wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar paling kecil. Hal ini disimpulkan

bahwa lokasi berhubungan dengan akses dan keterjangkauan, lokasi obyek wisata Pemandian Air Panas Cangar berada diaerah pegunungan yang mempunyai pemandangan alam yang sangat indah sehingga menjadi keputusan wisatawan untuk mengunjungi Pemandian Air Panas Cangar.

Pengaruh Promosi (X4) Terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan (Y)

Promosi (X4) memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap keputusan berkunjung wisatawan (Y). Hal tersebut terbukti dengan nilai signifikansi promosi (X4) dalam uji t. Nilai tersebut berarti lebih besar dari α=0,05 sehingga H0 diterima dan H1 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keputusan berkunjung tidak dipengaruhi secara signifikan oleh promosi. Artinya tanggapan terhadap variabel ini mempunyai Promosi yang masih kurang.

Hal ini terlihat dari tanggapan responden pada pernyataan “Saya berkunjung di Pemandian Air Panas Cangar karena informasi dari mulut ke mulut (word of mouth)” terhadap keputusan berkunjung wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar paling besar. Sedangkan responden yang menyatakan “Saya berkunjung di Pemandian Air Panas Cangar melalui media iklan pamflet”

terhadap keputusan berkunjung wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar paling kecil. Tidak signifikannya variabel promosi terhadap keputusan berkunjung wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar Kota Batu dikarenakan minimnya promosi melalui media sosial ataupun media yang lainnya, sehingga cenderung pengunjung lebih mengetahui informasi melalui mulut ke mulut.

Selanjutnya media promosi berupa booklet yang hanya bisa diperoleh bagi pengunjung yang berkunjung di kantor Dinas Taman Hutan Raya Raden Soerjo, yang dimana booklet tidak

(9)

didistribusikan ke masyarakat secara meluas.

Pengaruh Proses (X5) Terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan (Y)

Proses (X5) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan berkunjung wisatawan (Y). Hal tersebut terbukti dengan nilai signifikansi proses (X5) dalam uji t. Nilai tersebut berarti lebih kecil dari α=0,05 sehingga H0

ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keputusan berkunjung dapat dipengaruhi secara signifikan oleh proses. Artinya tanggapan terhadap variabel ini mempunyai proses yang baik. Hal ini terlihat dari tanggapan responden pada pernyataan “Prosedur pembelian tiket di Pemandian Air Panas Cangar mudah”

terhadap keputusan berkunjung wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar paling besar. Sedangkan responden yang menyatakan “Proses untuk penyewaan peralatan mudah”

terhadap keputusan berkunjung wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar paling kecil. Hal ini disimpulkan dengan demikian bahwa proses terjadi diluar pandangan pengunjung, pengunjung tidak mengetahui bagaimana proses terjadi, yang terpenting adalah jasa yang diterima dapat memuaskan pengunjung. Proses dapat terjadi berkat dukungan dari karyawan dan pihak pengelola wisata yang mengatur agar semua proses dapat berjalan dengan lancar. Proses yang sistematis dan terukur dapat memudahkan pengunjung untuk mendapatkan produk jasa pariwisata, sehingga menjadi keputusan wisatawan untuk mengunjungi Pemandian Air Panas Cangar.

Pengaruh Orang (X6) Terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan (Y)

Orang (X6) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan berkunjung wisatawan (Y). Hal tersebut terbukti dengan nilai signifikansi Orang (X6) dalam uji t. Nilai tersebut berarti lebih kecil dari α=0,05 sehingga H0

ditolak dan H1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keputusan berkunjung dapat dipengaruhi secara signifikan oleh orang. Artinya tanggapan terhadap variabel ini mempunyai orang yang baik. Hal ini terlihat dari tanggapan responden pada pernyataan “Sikap petugas di Pemandian Air Panas Cangar ramah dan sopan” terhadap keputusan berkunjung wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar paling besar.

Sedangkan responden yang menyatakan

“Petugas Pemandian Air Panas Cangar berpenampilan rapi” terhadap keputusan berkunjung wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar paling kecil. Hal ini disimpulkan dengan demikian orang yang memberikan pelayanan langsung terhadap pengenjung harus sopan, ramah, dan berpenampilan menarik maka menjadi keputusan wisatawan untuk mengunjungi Pemandian Air Panas Cangar.

Pengaruh Bukti Fisik (X7) Terhadap Keputusan Berkunjung Wisatawan (Y)

Bukti fisik (X7) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan berkunjung wisatawan (Y).

Hal tersebut terbukti dengan nilai signifikansi bukti fisik (X7) dalam uji t.

Nilai tersebut berarti lebih kecil dari α=0,05 sehingga H0 ditolak dan H1

diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keputusan berkunjung dapat dipengaruhi secara signifikan oleh Bukti Fisik. Artinya tanggapan terhadap variabel ini mempunyai Bukti Fisik yang baik. Hal ini terlihat dari tanggapan responden pada pernyataan “Pemandian Air Panas Cangar mempunyai kolam pemandian sesuai dengan kebutuhan

(10)

pengunjung” terhadap keputusan berkunjung wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar paling besar.

Sedangkan responden yang menyatakan

“Pemandian Air Panas Cangar memberikan kenyamanan pada pengunjung dengan fasilitas yang ada”

terhadap keputusan berkunjung wisatawan pada Pemandian Air Panas Cangar paling kecil.

Hal ini disimpulkan dengan demikian bahwa Bukti Fisik yaitu wisatawan akan disuguhkan oleh bangunan dan fasilitas wisata sehingga memicu daya tarik bagi wisatawan untuk mengunjungi Pemandian Air Panas Cangar.

5. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui variabel mana sajakah yang mempunyai pengaruh pada Keputusan Berkunjung. Dalam penelitian ini variabel bebas yang digunakan adalah variabel produk (X1), harga (X2), lokasi (X3), promosi (X4), proses (X5), orang (X6), bukti fisik (X7) terhadap variabel terikat yaitu keputusan berkunjung (Y).

Berdasarkan pada penghitungan analisis regresi linier berganda, dapat diketahui :

1. Pengaruh secara simultan (bersama- sama) tiap variabel bebas terhadap Keputusan Berkunjung dilakukan dengan pengujian F-test. Dari hasil analisis regresi linier berganda diperoleh variabel bebas produk (X1), harga (X2), lokasi (X3), promosi (X4), proses (X5), orang (X6), dan bukti fisik (X7) mempunyai pengaruh yang signifikan secara simultan terhadap keputusan berkunjung. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengujian terhadap hipotesis yang menyatakan bahwa adanya pengaruh secara bersama-sama (simultan) variabel

bebas terhadap variabel keputusan berkunjung dapat diterima.

2. Untuk mengetahui pengaruh secara individu (parsial) variabel bebas produk (X1), harga (X2), lokasi (X3), promosi (X4), proses (X5), orang (X6), dan bukti fisik (X7) terhadap variabel terikat yaitu keputusan berkunjung (Y) dilakukan dengan pengujian t-test. Berdasarkan pada hasil uji t didapatkan bahwa terdapat enam variabel yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung yaitu produk (X1), harga (X2), lokasi (X3), proses (X5), orang (X6), bukti fisik (X7).

3. Sementara variabel promosi (X4) mempunyai nilai signifikansi 0,671

> 0,05 sehingga dapat dikatakan promosi tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung.

4. Berdasarkan pada hasil uji t didapatkan bahwa variabel bukti fisik mempunyai nilai t hitung dan koefisien beta yang paling besar.

Sehingga variabel bukti fisik mempunyai pengaruh yang paling kuat dibandingkan dengan variabel yang lainnya maka variabel bukti fisik mempunyai pengaruh yang dominan terhadap keputusan berkunjung.

Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, dapat dikemukakan beberapa saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan maupun bagi pihak-pihak lain. Adapun saran yang diberikan, antara lain:

1. Diharapkan pihak pengelola obyek wisata Pemandian Air Panas Cangar dapat mempertahankan serta meningkatkan pelayanan terhadap bukti fisik, karena variabel bukti fisik mempunyai pengaruh yang dominan dalam mempengaruhi keputusan berkunjung, diantaranya

(11)

yaitu dengan meningkatkan kebersihan dan memberikan kenyamanan kepada pengunjung serta menambah fasilitas di area wisata sehingga keputusan berkunjung akan meningkat.

2. Pemerintah dan UPT Taman Hutan Raya Raden Soerjo selaku pengelola obyek wisata Pemandian Air Panas Cangar lebih meningkatkan promosi dikarenakan dari tujuh variabel (X) hanya variabel promosi (X4) yang tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung. Hal ini dikarenakan selama ini sebagian besar pengunjung mengetahui keberadaan Pemandian Air Panas Cangar melalui dari mulut ke mulut.

Dengan meningkatkan promosi diharapkan dapat menarik banyak wisatawan untuk berkunjung ke obyek wisata Pemandian Air Panas Cangar.

3. Mengingat variabel bebas dalam penelitian ini merupakan hal yang sangat penting dalam mempengaruhi keputusan berkunjung diharapkan hasil penelitian ini dapat dipakai sebagai acuan bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan penelitian ini dengan mempertimbangkan indikator lain dan item pernyataan pada kuesioner diluar yang sudah masuk dalam penelitian ini.

(12)

DAFTAR PUSTAKA

Angipora, Marius P. 2007. Dasar-dasar Pemasaran. Edisi Kedua. Cetakan Kedua. Penerbit Pt. Raja Grafindo Persada: Jakarta.

Arikunto, Suharsimi. 2014. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Cetakan kelimabelas.

Rineka Cipta, Jakarta.

Badan Pusat Statistik Kota Batu. 2015.

Kota Batu Dalam Angka 2015. Kota Batu: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik Kota Batu. 2016.

Kota Batu Dalam Angka 2016. Kota Batu: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik Kota Batu. 2017.

Kota Batu Dalam Angka 2017. Kota Batu: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik Kota Batu. 2018.

Kota Batu Dalam Angka 2018. Kota Batu: Badan Pusat Statistik.

Badan Pusat Statistik Kota Batu. 2019.

Kota Batu Dalam Angka 2019. Kota Batu: Badan Pusat Statistik.

Christina, Whidya Utami. 2012.

Manajemen Ritel. Edisi kedua.

Jakarta: Penerbit Salemba Empat.

Christy, O. P., Silvya, L. M., & Roring, F. 2019. Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Terhadap Keputusan Berkunjung pada Obyek Wisata Rumah Alam Manado.

https://ejournal.unsrat.ac.id/index.p hp/emba/article/view/23717/23373, diakses pada 2 Desember 2019.

Cooper, Donald R. & Schidler, Pamela S. 2008. Business Research Methods, McGraw-Hill Companies, Inc, New York.

Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program IMB

SPSS 19, edisi 5. Badan Penerbit Universitas Diponegoro: Semarang.

Ghozali, Imam. 2012. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS 19. Badan Penerbit Universitas Diponegoro: Semarang.

G. Leon, Schiffman dan Lazar LKanuk.

2004. Perilaku Konsumen, Edisi 7.

Prentice Hall: Jakarta.

G. Leon, Schiffman dan Lazar LKanuk.

2008. Perilaku Konsumen, Edisi 7.

Prentice Hall: Jakarta.

Hermawan, Agus. 2012. Komunikasi Pemasaran. Penerbit Erlangga:

Jakarta.

Indriyo, Gitosudarmono. 2008.

Manajemen Pemasaran. Edisi Pertama. Cetakan Keempat.

Peberbit BPFE: Yogyakarta.

Kartika, Herlina. 2018. Wisata, Tingkatkan devisa negara, pemerintah percepat super prioritas pariwisata. Diakses pada 2

Desember 2019.

<https://lifestyle.kontan.co.id/news/

tingkatkan-devisa-negara- pemerintah-percepat-super- prioritas-pariwisata>.

Kotler, Phillip. 2006. Manajemen Pemasaran Edisi 11. Jakarta: PT.

Indeks.

Kotler, Phillip dan Kevin Lane Keller.

2007. Manajemen Pemasaran. edisi Kedua Belas, PT Indeks, Jakarta.

Kotler, Phillip dan Gary Armstrong.

2008. Prinsip-prinsip Pemasaran, Jilid 2, Edisi ke-8. Jakarta: Erlangga.

Kotler, Philip dan Gary Armstrong.

2009. Prinsip-prinsip Pemasaran, Jilid 1 dan 2 Edisi ke- 12. Jakarta:

Erlangga

(13)

Kotler, Philip dan Garry Armstrong.

2010. Prinsip-prinsip Pemasaran, Jilid 1 dan 2 Edisi ke-12. Jakarta:

Erlangga.

Kotler, Phillip & Keller, Kevin Lane.

2009. Manajemen Pemasaran, Edisi Ke-13 Jilid I. Jakarta: Indeks.

Kotler, Phillip & Keller, Kevin Lane.

2009. Manajemen Pemasaran, Edisi Ke-13 Jilid II. Jakarta: Indeks.

Lupiyoadi, Rambat & Hamdani, A.

2011. Manajemen Pemasaran Jasa, Edisi Kedua. Salemba Empat, Jakarta.

Lupiyoadi, Rambat. 2013. Manajemen Pemasaran Jasa, Edisi Ketiga.

Salemba Empat, Jakarta.

Nur, B. A., Mursito, B., & Sudarwati.

2018. Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan berkunjung Wisatawan ke Objek Wisata Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.

http://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/Eko nomi/article/viewFile/2312/2064, diakses pada 2 Desember 2019.

Nur, V. J., Arifin, R., & Hufron, M.

2018. Jurnal Pengaruh Bauran Pemasaran Jasa Terhadap Keputusan Berkunjung pada Wisata Pantai Gili Noko di Bawean.

http://www.riset.unisma.ac.id/index .php/jrm/article/view/1263/1264, diakses pada 2 Desember 2019.

Oktavia, R., Suharyono, & Hidayat, K.

2013. Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian (Survai pada Mahasiswa yang Mengkonsumsi Teh Botol Sosro Jurusan Ilmu Administrasi Bisnis Angkatan 2012/2013 Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya.

https://media.neliti.com/media/publ ications/74310-ID-pengaruh- bauran-pemasaran-terhadap-

keput.pdf, diakses pada 6 Maret 2020.

Poppy, J. M. S., Wilopo, & Sunarti.

2018. Pengaruh Bauran Pemasaran jasa Terhadap Keputusan

Berkunjung (Studi pada Pengunjung Taman Rekreasi Sengkaling).

http://administrasibisnis.studentjournal.

ub.ac.id/index.php/jab/article/view/

2377, diakses pada 26 Januari 2020 Rahayu, I., Ridho, N., & Fachrodji, A.

2015. Marketing Mix Analysis of Natural Toursm Area ‘Kawah Putih’

and its Effect on Visitors’ Decision.

http://journal.ipb.ac.id/index.php/ju rnalagronomiindex.php/ijbe/article/

viewFile/10075/7884, diakses pada 2 Desember 2019.

Risca, Irsya. 2020. 2020, Kota Batu Target Kunjungan Wisatawan 7,7 Juta. Diakses pada 25 Februari 2020.

<https://www.jatimtimes.com/baca/

208666/20200204/105700/2020- kota-batu-target-kunjungan- wisatawan-7-7-juta >.

Risca, Irsya. 2020. 2020, Lampaui Target, Tahun 2019 Kunjungan Wisatawan di Kota Batu Tembus 7,2 Juta. Diakses pada 25 Februari 2020.

<https://www.malangtimes.com/ba ca/48674/20200203/181700/lampau i-target-tahun-2019-kunjungan- wisatawan-di-kota-batu-tembus-7- 2-juta>.

Rizkkiyah, P., Nursiana, A., Ingkadijaya, R. 2018. Pengaruh Bauran Pemasaran

Terhadap Keputusan Mengunjungi Festival Cap Go Meh di Singkawang. Jurnal Pariwisata.

Vol. 5(1).

(14)

Singarimbun, M dan Efendy. 1955.

Metode Penelitian Survey. Jakarta:

PT. Pustaka LP3ES.

Stanton, William J. 2008. Fundamental of Marketing. 10 Edition. Mc. Graw- Hill International Edition, New York.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Bisnis. Penerbit CV. Alfabeta, Bandung.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

Tjiptono, Fandy. 2006. Pemasaran Jasa.

Banyumedia Publishing: Jawa Timur.

Tjiptono, Fandy. 2008. Strategi Pemasaran, Edisi III. CV. Andi Offset: Yogyakarta.

Tjiptono, Fandy. 2014. Pemasaran Jasa.

Andi Offset, Yogyakarta.

Worldmeters. 2019. Indonesia Population. Diakses pada 2

Desember 2019.

<https://www.worldometers.info/w orld-population/indonesia-

population/>.

Yazid. 2005. Pemasaran Konsep dan Implementasi. Penerbit Ekomisia, Yogyakarta.

Zeithaml, Valarie A and Mary Jo Bitner.

2000. Service Marketing.

Singapore: Mc Graw-Hill Companies Inc.: 3-287.

Referensi

Dokumen terkait

Promosi, harga dan kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap keputusan pembelian kartu Data Telkomsel sehingga semakin bagus promosi akan mempengaruhi

Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini, maka dapat diketahui bahwa produk, harga, tempat/lokasi dan promosi secara simultan mempunyai pengaruh terhadap