• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lampiran-lampiran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Lampiran-lampiran "

Copied!
78
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Pertanyaan Penelitian

Tujuan dan Manfaat Penelitian

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dirumuskan pertanyaan sebagai berikut: “Bagaimana peran interaksi sosial remaja terhadap nilai-nilai moral di Kelurahan Iringmulyo Kota Metro?”. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan pemahaman dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang interaksi sosial. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi bagi para peneliti yang sedang mengembangkan ilmu pengetahuan di bidang interaksi sosial terhadap nilai-nilai moral remaja di desa Iringmulyo.

Penelitian Relevan

Sedangkan perbedaannya juga terlihat dari fokus penelitian yang dilakukan peneliti lebih fokus pada peran interaksi sosial terhadap nilai-nilai moral remaja. Sedangkan pada penelitian yang dilakukan Anna Waty lebih fokus pada hubungan interaksi sosial dengan perkembangan moral pada remaja. Penelitian yang dilakukan oleh Nawang Warsi Wulandari telah melakukan penelitian dengan judul “Interaksi Sosial dan Kecerdasan Moral pada Remaja”8 Penelitian ini mengkaji tentang interaksi sosial dan kecerdasan moral pada remaja.

Oleh karena itu penelitian Nawang Warsi Wulandari menunjukkan persamaan dan perbedaan dengan penelitian peneliti. Sedangkan perbedaannya terlihat pada fokus penelitian dan penelitian yang dilakukan peneliti lebih fokus pada interaksi sosial generasi muda mengenai nilai-nilai moral. Sedangkan penelitian Nawang Warsi Wulandari lebih fokus pada interaksi sosial dan kecerdasan moral pada remaja.

LANDASAN TEORI

  • Interaksi Sosial Remaja
    • Pengertian Interaksi Sosial
    • Pengertian Interaksi Sosial Remaja
    • Faktor-Faktor Interaksi Sosial
    • Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial
  • Nilai-Nilai Moral
    • Pengertian Nilai-Nilai Moral
    • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Moral
    • Proses Perkembangan Moral
  • Jenis dan Sifat Penelitian
  • Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Penjamin Keabsahan Data
  • Teknis Analisa Data

6 Austiannawati Gondo, Penelitian Deskriptif Kuantitatif Interaksi Sosial Remaja di Komunitas Gamers Surabaya, (Surabaya: Fakultas Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala, 2017). Selain itu yang terpenting dalam pendidikan moral adalah keteladanan orang tua, guru atau orang dewasa lainnya dalam menerapkan nilai-nilai moral. Dalam penelitian ini sumber data primer diperoleh langsung dari tokoh utama yaitu 3 orang remaja pendatang, 2 orang remaja pribumi dan 2 orang orang tua remaja pribumi di Desa Iringmulyo untuk mengumpulkan data mengenai peran interaksi sosial remaja terhadap nilai-nilai moral.

Sumber data sekunder diharapkan dapat meningkatkan penulisan dalam mengungkap data yang diperlukan dalam penelitian sehingga sumber data primer menjadi lebih lengkap. Data yang dicari dari wawancara adalah data peran interaksi sosial remaja terhadap nilai-nilai moral di Kelurahan Iringmulyo Kota Mero. Keuntungan yang dapat diperoleh melalui observasi adalah adanya pengalaman yang mendalam dimana peneliti bersentuhan langsung dengan subjek penelitian. 5 Observasi yang dilakukan peneliti adalah mengamati akhlak remaja di Desa Iringmulyo Kota Metro untuk mengetahui interaksi sosialnya. mengenai nilai-nilai moral remaja.

Dokumentasi adalah proses pengumpulan data yang diperoleh melalui dokumen-dokumen berupa buku, catatan, arsip, surat, majalah, surat kabar, jurnal, laporan penelitian, dll. 6. Dokumen dalam penelitian ini diperoleh dari dokumen-dokumen yang ada pada remaja di Kecamatan Iringmulyo , Kota Metro berupa situasi, hubungan, hubungan, visi dan misi serta buku-buku yang mendukung peran interaksi sosial remaja dalam kaitannya dengan nilai-nilai moral. Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara memeriksa data yang diperoleh dari berbagai sumber.

Misalnya untuk menguji kredibilitas data interaksi sosial dan nilai-nilai moral remaja, pengumpulan data, pengujian terhadap data yang diperoleh dilakukan oleh mereka yang dibimbing, mereka yang ditugaskan oleh mereka yang diatas, dan rekan-rekan mereka yang tergabung dalam sebuah kelompok kolaboratif. Data dianalisis peneliti untuk diambil suatu kesimpulan kemudian diminta kesempatan (member check) dengan ketiga sumber data tersebut.8. Jika ketiga teknik tersebut digunakan untuk menguji kredibilitas data, diperoleh data yang tidak sama, maka peneliti akan melakukan diskusi lebih lanjut dengan sumber data terkait atau pihak lain, untuk memastikan data mana yang dianggap benar, karena poin-poinnya pandangan berbeda.

Berdasarkan teknik di atas, penulis dalam penelitian ini membandingkan data yang diperoleh dari sumber primer dengan data yang diperoleh dari sumber sekunder. Dalam hal ini, makalah ini membandingkan data yang diperoleh dari wawancara dengan orang tua, remaja pribumi, dan remaja migran. Selain itu peneliti juga membandingkan data yang diperoleh dari wawancara dengan data yang diperoleh dari observasi dan dokumentasi, namun pada waktu dan situasi yang berbeda sehingga dapat diketahui kesesuaian data wawancara dengan fakta yang diketahui di lapangan.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data kualitatif berdasarkan teori Milles dan Huberman. Karena jumlah data yang diperoleh di lapangan cukup besar, maka pada tahap ini data diseleksi, dirangkum dan dipusatkan pada data-data penting yang berkaitan dengan interaksi sosial remaja dan nilai-nilai moral.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Peran Interaksi Sosial Remaja Terhadap Nilai-Nilai Moral Di

Peran interaksi sosial remaja di lingkungan sekitar berjalan harmonis dan damai meskipun banyak remaja pendatang yang datang ke daerah tersebut. Alhamdulillah remaja disini semuanya baik-baik saja, rukun dan damai walaupun banyak remaja pendatang yang pindah atau tinggal disini. Misalnya saja di RT kita ada acara, misalnya tanggal 17 Agustus, kita bahkan mengajak seluruh remaja tanpa terkecuali untuk ikut serta dalam acara tersebut, dan alhamdulillah semua masyarakat baik remaja pribumi disini maupun remaja pendatang bisa melebur menjadi satu tanpa segala perbedaan atau pembedaan karena kami percaya bahwa remaja trekking juga adalah anak-anak kami.”1.

Dari wawancara diatas peneliti dapat mengetahui bahwa interaksi antara remaja pendatang dan remaja pribumi serta masyarakat sekitar sudah baik dan harmonis. Alhamdulillah remaja disini semua berkumpul, walaupun remaja migran banyak, tapi sekarang saya rasa remaja migran banyak yang tinggal disini. Tapi alhamdulillah semua remaja migran itu baik, sopan, baik terhadap semua orang di sekitar tempat tinggalnya.” 2.

Interaksi antara remaja pendatang dan remaja pribumi baik, mau ngobrol atau sekedar sapa. Iya mbak, saya kurang tau mbak, soalnya saya berangkat sekolah dari "Tapi pas liburan ketemu anak-anak kos yang lewat sekedar cari makan dan semuanya baik-baik saja kak, kalau mereka lewat mereka menyapa kita, jarang sekali kak zaman sekarang ada remaja yang menyapa orang, padahal tidak tahu." 3 Dari wawancara tersebut diketahui bahwa interaksi antara remaja pendatang dan remaja pribumi berlangsung ramah dan sopan, sering saling sapa.

Keamanan di lingkungan pemukiman harus diperketat agar tidak sembarang orang memasuki kediaman remaja migran. Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial antara remaja pribumi dan pendatang berlangsung harmonis dan damai. Mereka dapat menyesuaikan diri dengan suasana dan lingkungan sekitar, serta seluruh masyarakat sekitar dengan senang hati menerima remaja migran yang tinggal di daerahnya.

Remaja pendatang semuanya memiliki pergaulan yang baik dan baik dengan teman sebaya, anak kecil, dan orang tua. Tidak jarang masyarakat setempat mengajak remaja pendatang untuk mengikuti acara RT seperti HUT RI, lomba RT, dan lain sebagainya. Saran bagi remaja untuk meningkatkan interaksi sosial dengan masyarakat sekitar dengan mengikuti kegiatan di lingkungan remaja.

PENUTUPAN

Saran

Remaja pun harus selektif dalam mengikuti perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini. Mereka juga harus mampu mengendalikan perubahan psikologis pada dirinya yang biasanya terjadi karena faktor orang-orang di sekitar kita. Usulan kepada masyarakat sekitar Jalan Terong, Gang Berlin 1-5 untuk memperketat keamanan lingkungan khususnya tempat tinggal mahasiswa atau yang sering disebut kos-kosan.

Bagi masyarakat atau pemilik guest house perlu lebih jeli dalam mengatur kapan pintu guest house ditutup dan dibuka serta tamu yang masuk dan keluar dari guest house. Konsep Diri Gonzalez dengan Interaksi Sosial, No.1, 2018.

Muthiawanthi, “Tantangan Peran yang Dihadapi Mantan Perawat IJ-EPA Setelah Kembali ke Indonesia,” Jurnal Humaniora Al-Azhar Indonesia No. Puniawan Wayan Agus, Penggunaan Smartphone dan Interaksi Sosial pada Remaja di SMA Negeri 1 Kalasan Sleman Yogyakarta, Jurnal Ilmiah Yogyakarta: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Respati, 2017. Trisnani, “Peran KIM di daerah tertinggal dalam mengelola informasi untuk menambah pengetahuan dan ketrampilan masyarakat sekitar,” .

Waty Anna, Hubungan Interaksi Sosial Dengan Perkembangan Moral Remaja Di SMA UISU Medan, Skripsi Universitas Medan Area.

Referensi

Dokumen terkait

Partisipasi masyarakat sipil dalam pelaksanaan ketentuan pemilihan langsung Ketua rukun Tetangga dan Rukun warga pada Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar atau memantau