PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pembelajaran kooperatif memungkinkan siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkolaborasi dan berinteraksi dengan siswa lain dan guru, serta memungkinkan siswa untuk membangun sendiri. Pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) dipertimbangkan dalam penelitian ini sebagai alternatif pemecahan masalah. Selain itu, pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) memberikan kesempatan lebih banyak kepada siswa untuk berpikir, merespons, dan saling membantu.
Model pembelajaran kooperatif tipe Numbered head Together dapat mempersiapkan siswa dalam menerima materi. Berdasarkan permasalahan dan uraian di atas maka penulis memilih untuk melakukan penelitian dengan judul “Efektivitas Pembelajaran Matematika melalui Model Kooperatif Tipe Numbered Heads Together pada Siswa Kelas VII K SMP Negeri 21 Makassar”.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui respon siswa kelas VII K SMP Negeri 21 Makassar setelah mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe numbered head Together.
Manfaat Penelitian
KAJIAN PUSTAKA, PENELITIAN RELEVAN, KERANGKA
Kajian Pustaka
- Metode Pembelajaran
- Metode Diskusi
- Model Pembelajaran
- Materi Ajar
Pembelajaran kooperatif merupakan konsep yang lebih luas yang mencakup semua jenis kerja kelompok, termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin atau diarahkan oleh guru (Suprijono, 2016:73). Menurut Agus (2015:80), tujuan utama penggunaan model pembelajaran adalah keberhasilan akademik, toleransi, penerimaan keberagaman dan pengembangan keterampilan sosial yang bertujuan untuk mencapai hasil belajar.Model pembelajaran kooperatif memerlukan kerjasama dan saling ketergantungan siswa dalam struktur tugas, struktur tujuan, dan struktur penghargaan. Memberikan klarifikasi kepada siswa tentang cara membentuk tim belajar dan membantu kelompok melakukan transisi yang efektif.
Uji pengetahuan siswa terhadap materi pembelajaran yang berbeda atau kelompok mempresentasikan hasil pekerjaannya Tahap 6 :. Guru menyampaikan metode pembelajaran Numbered Heads Together kepada siswa. h) Siswa memperhatikan dan menuliskan apa yang disampaikan guru. i) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menyajikannya kepada siswa. j) Siswa memperhatikan dan menuliskan tujuan pembelajaran yang disampaikan guru.
Penelitian yang Relevan
Karena a dan b adalah bilangan bulat, maka a disebut faktor dari b jika terdapat n sehingga 𝑏 = 𝑎 × 𝑛, dimana n adalah bilangan bulat. Kak : Baby ke mall tiap 30 hari Nur ke mall tiap 15 hari. Penelitian yang dilakukan oleh Mayong, 2016 berjudul “Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif ‘Heads Together (NHT)’ dalam Membuktikan Kemampuan Pemahaman Membaca Siswa” dengan hasil penelitian peningkatan hasil belajar pada siklus I sebesar 44% berkategori baik, 56% sangat baik. baik dan tidak ada siswa yang berkategori rendah.
Ratri (2013) dalam tesisnya yang berjudul “Dampak Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Together Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII menyimpulkan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VII pada angka.Penelitian Hasmi, Tandi & Laganing (2011) menemukan bahwa penerapan model pembelajaran kolaboratif head count (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII Oloboju kecamatan Sigi Biromaru.
Kerangka Pikir
Contoh pembelajaran yang juga menjadi contoh strategi pembelajaran adalah penerapan model Head Counted Learning (NHT). Pada pembelajaran Heads Together (NHT) ini siswa diminta untuk lebih giat mengembangkan sikap dan pengetahuannya tentang matematika sesuai dengan kemampuannya masing-masing, sehingga hasilnya memberikan hasil belajar yang lebih bermakna bagi siswa. Dengan demikian, pembelajaran Heads Counted Together (NHT) merupakan pendekatan yang sangat berguna dalam pengajaran matematika.
Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kolaboratif Numbered Heads Together (NHT) dengan pembelajaran konvensional by learning. Aktivitas siswa selama pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif Numbered Heads Together (NHT) berada pada kategori aktif.
Hipotesis Penelitian
METODE PENELITIAN
- Rancangan Penelitian
- Jenis Penelitian
- Variabel dan Desain Penelitian
- Populasi dan Sampel Penelitian
- Populasi
- Sampel
- Defenisi Operasional Variabel
- Prosedur Penelitian
- Tahap Persiapan
- Tahap Pelaksanaan
- Tahap Analisis
- Instrumen Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Analisis Statistik Deskriptif
- Analisis Statistik Inferensial
Data hasil belajar siswa dikumpulkan dengan menggunakan tes hasil belajar matematika setelah diajar melalui model pembelajaran kooperatif NHT. Pada Tabel 4.1 di atas terlihat bahwa rata-rata skor hasil belajar siswa kelas VII K SMP Negeri 21 Makassar sebelum proses pembelajaran melalui model kooperatif tipe NHT adalah 74,5 dari skor ideal 100 yang dapat dicapai. dicapai siswa dengan standar deviasi 14,2. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa kelas VII K SMP Negeri 21 Makassar sebelum diterapkan model kooperatif tipe NHT tergolong sedang.
Hasil belajar matematika siswa setelah dilakukan pertimbangan (Posttest) siswa kelas VII K SMP Negeri 21 Makassar selengkapnya disajikan pada Lampiran D. Berdasarkan hasil analisis dapat diketahui rata-rata persentase hasil belajar matematika siswa respon proses pembelajaran melalui model kooperatif tipe NHT sebesar 85,34%. Dari analisis di atas dapat disimpulkan bahwa rata-rata skor hasil belajar siswa setelah pembelajaran melalui model diskusi kolaboratif tipe NHT memenuhi kriteria kinerja.
Dengan kata lain, hasil belajar siswa sebelum pembelajaran melalui model kolaboratif tipe NHT sangat rendah, dan hanya sedikit siswa yang memenuhi kriteria ketuntasan klasikal. Hasil observasi aktivitas siswa dalam proses pembelajaran melalui model kooperatif tipe NHT pada siswa VII K di SMP Negeri 21 Makassar menunjukkan bahwa. Ketuntasan belajar siswa setelah diajar menggunakan model kolaborasi klasikal tipe NHT lebih dari 79%.
Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa setelah pembelajaran kooperatif tipe NHT berada pada kategori tinggi dengan rata-rata skor sebesar 85,34. Angket respon siswa menunjukkan bahwa penerapan model kooperatif Tipe NHT pada siswa kelas VII K SMP Negeri 21 Makassar mendapat respon. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model kooperatif tipe NHT efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika siswa Kelas VII K di SMP Negeri 21 Makassar.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Hasil Analisis Deskriptif
- Hasil Analisis Inferensial
Berikut ini akan diuraikan hasil analisis statistik deskriptif yaitu hasil belajar matematika siswa sebelum dan sesudah pembelajaran melalui model kooperatif tipe NHT, hasil observasi aktivitas siswa, hasil observasi pelaksanaan metode pembelajaran, dan hasil angket respon siswa terhadap pembelajaran melalui model kooperatif tipe NHT. . satu. Skor hasil belajar matematika siswa sebelum diberikan perlakuan (Pretest) pada siswa kelas VII K SMP Negeri 21 Makassar disajikan secara lengkap pada Lampiran D. Selanjutnya berdasarkan hasil analisis deskriptif terhadap skor siswa Hasil belajar matematika sebelum diberikan perlakuan ditunjukkan pada Tabel 4.
Selanjutnya berdasarkan hasil analisis deskriptif hasil belajar matematika siswa setelah diberikan perlakuan ditunjukkan pada Tabel 4. Pada Tabel 4.4 diatas terlihat rata-rata skor hasil belajar siswa setelah diberikan perlakuan. siswa kelas VII K SMP Negeri 21 Makassar setelah dilakukan proses pembelajaran melalui model kooperatif tipe NHT adalah 85,34 dari skor ideal 100 yang dapat dicapai siswa dengan standar deviasi 11,87. Setelah rata-rata skor hasil belajar siswa sebesar 85,34 dikonversikan ke dalam 5 kategori di atas, maka rata-rata skor hasil belajar matematika siswa VII K SMP Negeri 21 Makassar setelah diajar melalui model kooperatif NHT berada pada kategori tinggi.
Apabila tabel 4.6 dihubungkan dengan indikator ketuntasan hasil belajar siswa maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas VII K SMP Negeri 21 Makassar na. Artinya siswa VII K SMP Negeri 21 Makassar terlibat aktif dalam pembelajaran matematika melalui model kooperatif tipe NHT. Untuk lebih jelasnya lihat Lampiran D. Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah rata-rata skor hasil belajar siswa (pre-test-post-test) berdistribusi normal.
Uji hipotesis dianalisis menggunakan uji-t untuk mengetahui apakah model kolaboratif tipe NHT efektif dalam pembelajaran matematika terkait Relasi dan Fungsi pada siswa kelas VII K di SMP Negeri 21 Makassar. Uji hipotesis dianalisis menggunakan uji-t untuk mengetahui apakah model kolaboratif tipe NHT efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika terkait Relasi dan Fungsi pada siswa kelas VII K SMP Negeri 21 Makassar. Rata-rata hasil belajar siswa setelah diajar menggunakan model kolaboratif tipe NHT dengan metode. Berdasarkan hasil analisis SPSS (Lampiran D) terlihat p-value (sig. (2-tailed)) sebesar 0,000 < 0,05 yang menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar siswa setelah diajar melalui model kooperatif tipe NHT adalah 85,34 lebih dari 75.
Pembahasan Hasil Penelitian
Dengan kata lain, hasil belajar siswa setelah pembelajaran melalui model kooperatif tipe NHT berada pada kategori tinggi dan hal ini menunjukkan hasil belajar siswa memenuhi kriteria ketuntasan klasikal. Hasil analisis data observasi keterlaksanaan pembelajaran melalui model kooperatif tipe NHT pada Bilangan dari pertemuan I sampai pertemuan IV menunjukkan rata-rata skor sebesar 3,7. Dari hasil analisis respon siswa diketahui bahwa 76% memberikan respon positif terhadap pembelajaran matematika melalui model kooperatif NHT.
Hasil analisis menunjukkan bahwa pembelajaran melalui model kooperatif tipe NHT tentang Bilangan mencapai indikator keefektifan yang dijadikan tolak ukur, dengan respon positif melebihi 74% dari seluruh responden. Dengan demikian, hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa tuntas secara klasikal, aktivitas siswa memenuhi kriteria keberhasilan, pelaksanaan pembelajaran masuk dalam kategori “Baik”, dan reaksi siswa terhadap proses pembelajaran melalui NHT. semacam model kooperatif. Berdasarkan hal tersebut, pembelajaran dikatakan efektif karena ketiga indikator efektivitas (hasil belajar siswa, aktivitas siswa dalam proses pembelajaran, dan respon siswa terhadap proses pembelajaran) dan terpenuhinya pelaksanaan pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa “Model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) efektif.
Hasil analisis inferensial menunjukkan rata-rata skor hasil belajar siswa setelah pembelajaran melalui model kooperatif tipe NHT menunjukkan nilai p-value (sig. (2-tailed)) sebesar 0,000 < 0,05 lebih dari 75 yang berarti , bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa “Model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan metode diskusi efektif digunakan dalam pembelajaran matematika siswa kelas VII K SMP Negeri 21 Makassar”. Hasil analisis inferensial menunjukkan ketuntasan belajar matematika siswa setelah pembelajaran melalui model kooperatif tipe NHT telah memenuhi kriteria keterlaksanaan atau H1 diterima dengan nilai Zhitung>Ztabel = 2,3 > 1,64.
Diharapkan sekolah dapat menerapkan model kooperatif tipe NHT dalam proses pembelajaran khususnya pada mata pelajaran matematika pada mata pelajaran hubungan dan fungsinya sebagai upaya meningkatkan hasil belajar siswa, aktivitas siswa dan motivasi siswa dalam proses pembelajaran. Keberhasilan peneliti pada model kooperatif tipe NHT hanya pada materi bilangan bulat sehingga diharapkan bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian melalui model kooperatif tipe NHT dapat menerapkannya pada materi lain sehingga bersama-sama dapat mengetahui materi mana yang cocok untuk digunakan. model kooperatif tipe NHT. http://yuriniky.wordpress.com hakitamathematikapbelajara n-mathematics-dan-theori-belajar.html diakses 16 Mei 2017). Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Numbered Heads Together (NHT) dinilai berdasarkan aktivitas siswa dan Kemampuan Komunikasi Matematis dalam Pembelajaran Matematika siswa Kelas VII SMP 2 Depok Sleman Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Hasil tersebut juga menunjukkan terdapat 19 siswa atau 83% yang tuntas KKM dan 4 siswa atau 17% yang tidak tuntas KKM (skor di bawah 75) sehingga dapat dikatakan hasil belajar siswa memenuhi kriteria ketuntasan klasikal. . yaitu lebih besar dari 79%. . Rata-rata persentase frekuensi aktivitas siswa yang diharapkan meningkat pada setiap pertemuan dengan model pembelajaran kooperatif NHT adalah sebesar 76%, dengan indikasi keberhasilan aktivitas siswa lebih dari 74%, sehingga aktivitas siswa memenuhi kriteria aktif.
Saran
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model kooperatif tipe NHT efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika siswa Kelas VII K di SMP Negeri 21 Makassar. http://yuriniky.wordpress.com hakikatmatematikapbelajara n-mathematics-dan-theori-belajar.html diakses 16 Mei 2017). Efektivitas Penerapan Model Collaborative Problem Based Menggunakan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Matematika Kelas X SMA Negeri 11 Makassar: Tesis FMIPA UNM, (Online). Pengaruh strategi pembelajaran Numbered Heads Together (NHT) terhadap retensi siswa sekolah menengah di Muara Badak, Kalimantan Timur, Indonesia.