• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lap. Analisis Pertumbuhan Tanaman-Materi 1

N/A
N/A
Ainil Zahwan

Academic year: 2025

Membagikan "Lap. Analisis Pertumbuhan Tanaman-Materi 1"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM

ANALISIS PERTUMBUHAN TANAMAN

PARAMETER DAN WAKTU PENGAMATAN

DOSEN PENGAMPU:

KAMILLAH, SP. MP.

Ir. SYAHRUDIN, MP.

Dr. Ir. ERINA RIAK ASIE, MP

DISUSUN OLEH KELOMPOK 6:

AINIL ZAHWAN :213020401076

JELITA SIRAIT :213020401081 TABERA WIDYA BR BANGUN :213020401036

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS PALANGKA RAYA

2024

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa di mana atas berkat dan karunianya, Saya masih dapat menyelesaikan Laporan Analisis Pertumbuhan Tanaman dengan tepat waktu, dengan judul Parameter dan Waktu Pengamatan.

Tujuan dari pembuatan Laporan ini adalah untuk memenuhi tugas dari Ibu dosen yang terhormat pada mata kuliah Analisis Pertumbuhan Tanaman. Selain itu tujuan dari pembuatan Laporan ini adalah untuk menambah wawasan Kami tentang bagaimana menentukan parameter di penelitian. Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak/Ibu dosen pengampu mata kuliah yang bersedia membimbing segala rangkaian mata kuliah tersebut. Kami menyadari bahwa Laporan yang kami buat ini masih memiliki banyak kekurangan dan jauh dari kata sempurna baik dari segi penyusunan, bahasa maupun penulisan. Oleh karena itu Kami sebagai penulis sangat mengharapkan kritikan maupun saran dari pembaca yang dapat membuat Laporan ini menjadi lebih sempurna.

Semoga Laporan yang kami buat ini dapat memberikan wawasan yang bermanfaat bagi pembaca dan dapat menambah ilmu pengetahuan. Amin.

Palangka Raya, 9 Maret 2024

Penulis

(3)

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR... ii

DAFTAR ISI... iii

I. PENDAHULUAN... 1

1.1. Dasar Teori... 1

1.2. Tujuan Praktikum... 2

II. BAHAN DAN METODE... 3

2.1. Waktu dan Tempat... 3

2.2. Bahan dan Alat... 3

2.3. Prosedur Kerja... 3

III. HASIL DAN PEMBAHASAN... 4

3.1. Hasil Praktikum... 4

3.2. Pembahasan... 4

IV. KESIMPULAN... 7 DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

iii

(4)

I. PENDAHULUAN

1.1. Dasar Teori

Parameter penelitian adalah suatu nilai atau kondisi yang dijadikan sebagai tolak ukur dalam menemukan segala sesuatu untuk mengisi kekosongan atau kekurangan yang ada, menggali lebih dalam apa yang telah ada, mengembangkan dan memperluas, serta menguji kebenaran dari apa yang telah ada namun kebenarannya masih diragukan (Rahman, 2023).

Parameter merupakan ukuran seluruh populasi penelitian yang harus diperkirakan. Parameter juga merupakan indikator dari suatu distribusi hasil pengukuran. Keterangan informasi yang dapat menjelaskan batas-batas atau bagian-bagian tertentu dari suatu sistem. Suatu parameter didefinisikan, terukur dan konstan atau variabel karakteristik, dimensi, properti, atau nilai dari sekumpulan data (populasi) karena dianggap penting untuk memahami situasi (dalam memecahkan masalah). Sebagai perbandingan parameter menetapkan batas eksternal situasi tetapi tidak membantu dalam menilai, dan statistik adalah ukuran sampel dan bukan dari populasi (Djollong, 2014).

Pengamatan adalah kegiatan penghitungan dan pengumpulan informasi tentang keadaan populasi atau tingkat serangan OPT, banjir dan kekeringan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya (varietas, umur tanaman, musuh alami, curah hujan, suhu, kecepatan angin dan radiasi matahari). Pengamatan rutin merupakan pengamatan yang dilakukan secara berkala dengan menjelajahi/mengelilingi wilayah pengamatan untuk mengetahui keadaan serangan (Dinas Pertanian, 2020).

Pengamatan yang dilakukan secara langsung dan rutin dapat membantu meminimalisir terjadinya serangan hama dan juga penyakit. Setidaknya, dengan kita melakukan pengamatan secara rutin kita bisa mengetahui lebih awal populasi hama atau gejala penyakit pada tanaman padi dan bisa langsung dilakukan pengendalian sedini mungkin sebelum terlambat. Pengamatan terhadap hama dan penyakit yang harus diperhatikan adalah jumlah populasi, gejala serangan, gejala serangan hama penyakit dapat diketahui dengan gejala serangan yang ditimbulkan.

Oleh karena itu pengamatan dapat dilakukan sedini mungkin guna mengendalikan

(5)

2

serangan hama penyakit. Pengamatan sendiri dapat dimulai dari umur 2 Minggu Setelah Tanam (MST) hingga tanaman menjelang panen (Dinas Pertanian, 2020).

1.2. Tujuan Praktikum

Tujuan praktikum adalah menentukan jenis pengamatan, waktu mulai pengamatan dan selang waktu pengamatan pada jenis tanaman, serta waktu akhir pengamtan tanaman berdasarkan tujuan percobaan yang akan dilakukan.

(6)

II. BAHAN DAN METODE

2.1. Waktu dan Tempat

Pratikum Analisi Pertumbuhan dengan materi Parameter Dan Waktu Pengamatan dilaksanakan pada hari Sabtu, 09 Maret 2024 pada pukul 07.00- 17.00 WIB. Bertempat di Jalan Borneo Induk.

2.2. Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan pada praktikum Analisis Pertumbuhan Tanaman yaitu tanaman lobak dan referensi-referensi penelitian tentang lobak sedangkan alat yang dipakai yaitu penggaris, pensil, pulpen, buku, leptop dan lain sebagainya.

2.3. Prosedur Kerja

Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum Analisis Pertumbuhan Tanaman dengan materi Parameter dan Waktu Pengamatan adalah sebagai berikut:

1. Setiap kelompok praktikan mendapat satu jenis tanaman dan tujuan yang ingin dicapai dalam sebuah penelitian/percobaan (jenis tanaman akan dipilih secara acak oleh kelompok praktikan dari data yang sudah ditentukan saat praktikum).

2. Berdasarkan sifat tanaman dan tujuan yang ingin dicapai, setiap praktikan merancang parameter yang akan diamati, waktu awal pengamatan, dan selang waktu pengamatan yang akan dilakukan, kemudian jelaskan dasar dari penentuan parameter tersebut.

3. Menguraikan bagaimana cara pengamatan terhadap parameter yang sudah ditentukan.

(7)

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1. Hasil Praktikum

Nama Tanaman : Lobak (Raphanus sativus L.) Produk Utama Tanaman : Umbi

Tujuan Analisis : Untuk Menentukan Konsentrasi Optimum Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Lobak yang di Aplikasikan Pupuk Organik Cair (POC)

Tabel Rencana Parameter yang diamati:

No. Nama Parameter Waktu Awal

Pengamatan Waktu Akhir

Pengamatan Selang Waktu Pengamatan

1 Jumlah Daun 2 MST 6 MST 2 Minggu

Sekali

2 Bobot Segar Umbi 6 MST 6 MST -

3 Panjang Umbi 6 MST 6 MST -

4 Diameter Umbi 6 MST 6 MST -

Keterangan: MST = Minggu Setelah Tanam

3.2. Pembahasan

3.2.1. Parameter Jumlah Daun

Pada parameter ini pengamatan sudah dilakukan semenjak 2 minggu setelah tanam dengan selang waktu pengamatan 2 minggu sekali. Dalam waktu pengamatan ini harus dilakukan dengan konsisten, sesuai dengan selang waktu pengamatan yang sudah di tentukan. Adapun alasan kami memilih selang waktu pengamatan ini 2 minggu sekali adalah karena tanaman lobak mempunyai usia panen berkisar antara 6-12 MST dan pertumbuhan atau pertambahan daun lobak tidak terlalu cepat, jika waktu pengamatan dilakukan 1 minggu sekali perubahan yang terlihat tidak signifikan.

Cara pengamatan Jumlah daun tanaman lobak ini sederhana yaitu dimulai dengan memperhatikan setiap daun yang terlihat pada tanaman lobak yang sudah terpilih sebagai sampel. Kemudian menghitung jumlah helai daun yang terlihat lalu dicatat pada buku pengamatan. Lakukan hal tersebut secara berulang pada setiap sampel tanaman lobak.

Dasar pemikiran menghitung jumlah helai daun pada tanaman lobak yang dijadikan sebagai parameter pertumbuhan adalah daun merupakan tempat utama

4

(8)

5

bagi tanaman untuk melakukan fotosintesis. Dengan menghitung jumlah helai daun, kita dapat memahami seberapa besar area daun yang bisa menyerap sinar matahari.

Ini penting karena fotosintesis menghasilkan makanan dan oksigen yang diperlukan oleh tanaman. Selain itu juga Jumlah helai daun dapat memberikan petunjuk tentang kesehatan tanaman. Jika jumlah daun berkurang secara tiba-tiba, ini bisa menjadi tanda adanya masalah seperti serangan hama, kekurangan nutrisi, atau stres lingkungan.

3.2.2. Parameter Bobot Segar Umbi

Pada parameter ini pengamatan dilakukan hanya sekali yaitu bersamaan dengan waktu pemanenan atau pada usia 6 minggu setelah tanam. Adapun cara pengamatannya yaitu setelah umbi di cabut lalu dibersihkan hingga tidak ada lagi tanah-tanah yang menempel, kemudian memotong daun serta akar hingga tidak ada lagi yang menempel pada umbi, sehingga berat yang nantinya terhitung benar-benar umbi dari lobak saja. Setelah semunya bersih maka umbi sudah bisa ditimbang menggunakan timbangan analitik atau timbangan digital lainnya.

Dasar pemikiran menimbang bobot segar umbi pada tanaman lobak yang dijadikan sebagai parameter dalam penelitian kami ini adalah untuk melihat perbandingan perlakuan penimbangan bobot segar umbi membantu membandingkan efek berbagai jenis pupuk, dosis, atau perlakuan lainnya. Data ini membantu untuk memahami mana yang paling efektif dalam meningkatkan hasil tanaman. Selain itu juga sebagai hasil evaluasi panen di mana menimbang umbi lobak akan membantu untuk mengetahui berapa banyak hasil panen yang telah di peroleh. Dengan menimbang bobot segar ini, dapat mengukur produktivitas tanaman dan memantau apakah target produksi tercapai, serta melihat seberapa jauh tanaman lobak ini memanfaatkan sumber daya alam atau perlakuan yang kita berikan dalam menunjang pertumbuhan serta hasil tanaman lobak.

3.2.3. Parameter Panjang Umbi

Pada parameter ini pengamatan dilakukan hanya sekali yaitu bersamaan dengan waktu pemanenan atau pada usia 6 minggu setelah tanam. Adapun cara pengamatannya yaitu setelah umbi di cabut lalu dibersihkan hingga tidak ada lagi

(9)

6

tanah-tanah yang menempel. Kemudian pengukuran panjang umbi bisa dilakukan dengan penggaris, meteran atau jangka sorong.

Dasar pemikiran pengukuran panjang umbi pada tanaman lobak yang dijadikan sebagai parameter dalam penelitian hampir sama dengan dasar pemikiran yang ada pada parameter bobot segar umbi namun pada para meter panjang umbi ini berfokus kepada kualitas umbi tersebut. Ukuran umbi berdampak pada produksi dan kualitas hasil panen. Umbi yang lebih besar cenderung menghasilkan lebih banyak bobot segar dan kering. Selain itu, ukuran umbi juga mempengaruhi tekstur, rasa, dan nilai gizi lobak. Selain itu juga dengan ukuran umbi lobak yang besar memiliki harga ekonomis yang tinggi dan mudah dipasarkan.

3.2.4. Parameter Diameter Umbi

Pada parameter ini pengamatan dilakukan hanya sekali yaitu bersamaan dengan waktu pemanenan atau pada usia 6 minggu setelah tanam. Adapun cara pengamatannya yaitu setelah umbi di cabut lalu dibersihkan hingga tidak ada lagi tanah-tanah yang menempel. Kemudian pengukuran panjang umbi bisa dilakukan dengan jangka sorong namun jika jangka sorong tidak tersedia dapat diukur dengan rumus π . r2 maka didapatlah diameter umbinya.

Dasar pemikiran pengukuran diameter umbi pada tanaman lobak yang dijadikan sebagai parameter dalam penelitian ini tidak berbeda dengan parameter panjang umbi, yang di mana ukuran umbi berdampak pada produksi dan kualitas hasil panen. Umbi yang lebih besar cenderung menghasilkan lebih banyak bobot segar dan kering. Selain itu, ukuran umbi juga mempengaruhi tekstur, rasa, dan nilai gizi lobak. Selain itu juga dengan ukuran umbi lobak yang besar memiliki harga ekonomis yang tinggi dan mudah dipasarkan.

(10)

IV. KESIMPULAN

Tanaman lobak mempunyai usia panen berkisar antara 6-12 MST dan pertumbuhan atau pertambahan daun lobak tidak terlalu cepat, jika waktu pengamatan dilakukan 1 minggu sekali perubahan yang terlihat tidak signifikan, sehingga selang waktu pengamatan yang di tentukan adalah 2 minggu sekali agar data yang didapatkan signifikan. Dasar pemikiran menghitung jumlah helai daun pada tanaman lobak yang dijadikan sebagai parameter pertumbuhan adalah daun merupakan tempat utama bagi tanaman untuk melakukan fotosintesis. Dengan menghitung jumlah helai daun, kita dapat memahami seberapa besar area daun yang bisa menyerap sinar matahari. Ini penting karena fotosintesis menghasilkan makanan dan oksigen yang diperlukan oleh tanaman.

Pada parameter bobot segar umbi, panjang umbi, dan diameter umbi dilakukan hanya sekali yaitu bersamaan dengan waktu pemanenan atau pada usia 6 minggu setelah tanaman. Tujuan dari pengadaan parameter ini adalah untuk melihat perbandingan perlakuan penimbangan bobot segar umbi membantu membandingkan efek berbagai jenis pupuk, dosis, atau perlakuan lainnya. Data ini membantu untuk memahami mana yang paling efektif dalam meningkatkan hasil tanaman, serta melihat perlakuan mana yang memiliki hasil panen atau hasil umbi yang berkualitas.

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Dinas Pertanian. 2020. Pentingnya Pengamatan Rutin Guna Mencegah Serangan OPT Pada Tanaman Padi.

Djollong, A. F. (2014). Tehnik pelaksanaan penelitian kuantitatif. Istiqra: Jurnal Pendidikan Dan Pemikiran Islam2(1).

Hasral, M. 2018. Budidaya dan Segmentasi Pasar Lobak (Raphanus sativus L.) pada Pusat Pelatihan dan Pedesaan Swadaya (P4S) Agrofarm Cianjur- Jawa Barat. Jurnal Agrimart 3(1):6-12.

Rahman, A. M. (2023). Analisis Pertumbuhan Tanaman Lobak Putih (Raphanus Sativus L.) Akibat Pemberian Berbagai Jenis dan Dosis Pupuk Organik.

Sekripsi. UNISMA.

Referensi

Dokumen terkait

Perlakuan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar total per sampel, bobot segar jual per sampel, dan bobot segar akar per

Perlakuan konsentrasi CPPU (K) memberikan hasil tidak berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah bulbil, bobot umbi, dan diameter umbi, sedangkan pada

Perlakuan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, bobot segar total per sampel, bobot segar jual per sampel, dan bobot segar akar per

Hasil analisis ragam menunjukan bahwa perlakuan pengguan beberapa varietas berpengaruh nyata terhadap parameter bobot susut umbi bawang merah, sedangkan perlakuan pemotongan

Perlakuan macam mulsa menunjukkan hasil beda nyata terhadap parameter berat umbi segar per petak, hasil tertinggi terdapat pada perlakuan mulsa plastik hitam perak (A3) yaitu

Pada pengamatan bobot segar umbi dan bobot kering umbi menunjukkan tidak ada interaksi pada kombinasi perlakuan pemberian mulsa dan jarak tanam.Namun, pada masing- masing

Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuan ketebalan media tanam dan pupuk daun tidak berpengaruh nyata pada bobot segar umbi panen.. Rerata bobot segar umbi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter tinggi tanaman, diameter umbi, bobot segar daun, bobot segar umbi, dan bobot kering daun dipengaruhi oleh pemberian dosis pupuk kandang