• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lapkas II - Sungsang - Daffa Firza Tullah

N/A
N/A
17.030 - Daffa Firzatullah

Academic year: 2025

Membagikan "Lapkas II - Sungsang - Daffa Firza Tullah"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN KASUS I

G1P0A0 GRAVIDA 37 MINGGU DENGAN LETAK SUNGSANG

Pembimbing:

dr. Nanda Fitriyadi Winata, Sp.OG

Disusun Oleh:

Daffa Firza Tullah 23070300044

KEPANITERAAN KLINIK OBSTETRI DAN GINEKOLOGI

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas laporan kasus “G3P2A0 Gravida 37 Minggu dengan Letak Sungsang” ini tepat pada waktunya. Terima kasih dr. Nanda Fitriyadi Winata, Sp.OGyang telah membimbing penulis dalam pembuatan laporan kasus ini sehingga laporan kasus ini dapat terselesaikan dengan baik.

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam pembuatan laporan kasus ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak yang membaca laporan kasus ini, agar penulis dapat mengkoreksi diri dan dapat membuat laporan kasus yang lebih baik di lain kesempatan.

Demikianlah laporan kasus ini dibuat sebagai pemenuhan tugas dari kegiatan klinis stase obgyn/ilmu kandungan dan kebidanan di RSIJ Sukapura.

Cianjur , Oktober 2024

Daffa Firza Tullah

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

BAB I... 1

BAB II...2

2.1 Status Pasien...2

2.2 Anamnesis...2

2.3 Pemeriksaan Fisik...4

2.4 Diagnosis... 5

2.5 Tatalaksana...6

2.6 Pemeriksaan Penunjang...6

2.7 Follow Up...8

2.8 Laporan Pembedahan...11

2.9 Uraian Tindakan... 11

2.10 Resume dan Lampiran...11

BAB III... 13

3.1 Definisi... 13

3.2 Klasifikasi...14

3.3 Patogenesis...14

3.4 Diagnosis... 15

3.5 Persalinan Letak Sungsang...17

3.6 Komplikasi... 25

3.7 Penyulit...25

(4)

BAB I PENDAHULUAN

Letak sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri (Prawirohardjo, 2008, p.606). Klasifikasinya : 1) Presentasi bokong murni (frank breech) ,Yaitu letak sungsang dimana kedua kaki terangkat ke atas sehingga ujung kaki setinggi bahu atau kepala janin. 2) Presentasi bokong kaki sempurna (complete breech), Yaitu letak sungsang dimana kedua kaki dan tangan menyilang sempurna dan di samping bokong dapat diraba kedua kaki. 3) Presentasi bokong kaki tidak sempurna (incomplete breech).

Diagnosis letak sungsang yaitu pada pemeriksaan luar kepala tidak teraba di bagian bawah uterus melainkan teraba di fundus uteri. Kadang-kadang bokong janin teraba bulat dan dapat memberi kesan seolah-olah kepala, tetapi bokong tidak dapat digerakkan semudah kepala. Seringkali wanita tersebut menyatakan bahwa k ehamilannya terasa lain daripada yang terdahulu, karena terasa penuh di bagian atas dan gerakan terasa lebih banyak di bagian bawah. Denyut jantung janin pada umumnya ditemukan setinggi atau sedikit lebih tinggi daripada umbilicus.

(5)

BAB II LAPORAN KASUS

2.1 Status Pasien

Nama : Ny. M

Tanggal Lahir : 19 Juli 1994

Usia : 27 Tahun

Jenis Kelamin : Perempuan

Alamat : Jl. Kmp Pertamina Tugu Blok G/4

Pekerjaan : Pegawai Swasta

Agama : Islam

Status : Menikah

Tanggal Datang : 26 Mei 2022

No.RM : 00302XXX

2.2 Anamnesis

a. Keluhan Utama

Pasien G1P0A0 dengan usia kehamilan 37 minggu mengeluhkan perut terasa kram.

b. Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien G1P0A0 dengan usia kehamilan 37 minggu datang ke poliklinik kebidanan RSIJ Sukapura dengan keluhan perut terasa kram sejak 1 hari yang lalu disertai pinggang terasa sakit. Pasien rencana operasi sesar.

Pada hasil USG didapatkan janin tunggal intrauterin, gestasi 37 minggu, taksiran berat janin 3070 gram, DJJ +, dan letak sungsang dengan presentasi bokong.

(6)

d. Riwayat Pengobatan

Pasien tidak mengkonsumsi obat-obatan maupun jamu diluar pemberian bidan atau dokter kandungan.

e. Riwayat Penyakit Keluarga

Tidak ada anggota keluarga yang mengalami hipertensi, asma, diabetes melitus dan kejang.

f. Riwayat Alergi

Pasien tidak mempunyai alergi terhadap makanan, cuaca, debu ataupun obat.

g. Riwayat Menstruasi

Menarche : 12 tahun

Nyeri haid : Nyeri perut dihari pertama Lama Haid : 7 hari

Siklus haid : Teratur 28 hari

HPHT : 10 September 2021

TP : 17 Juni 2022

h. Riwayat Imunisasi dan ANC

Sudah suntik TT 2x. Pasien rutin sebulan sekali melakukan kunjungan k e dokter kandungan untuk memeriksa kehamilannya.

i. Riwayat Perkawinan

Saat ini adalah perkawinan yang pertama dan kurang lebih sudah 2 tahun, usia saat menikah 25 tahun.

j. Riwayat Psikososial

Pasien tinggal bersama kedua orangtuanya dan suami. Pola makan pasien teratur 3 kali dengan 1 porsi nasi setara dengan 1 centong nasi penuh, nafsu makan baik dan pola istirahat teratur. Pasien sering mengkonsumsi sayur dan buah. Selama hamil pasien jarang meminum susu hamil. Pasien rutin mengkonsumsi vitamin selama hamil dan tablet tambah darah. Selama hamil pasien tidak pernah mengangkat beban

(7)

l. Riwayat Persalinan No. Tahun Jenis

Persalinan

Penyulit Penolong Jenis Kelamin

Berat Lahir

Keadaan

1. Hamil saat ini

2.3 Pemeriksaan Fisik

a. Keadaan Umum : Compos mentis, tampak sakit ringan b. Tanda Vital : Tekanan Darah : 101/70 mmHg

Nadi : 80 x/menit

Pernapasan : 20 x/menit

Suhu : 36,6oC

BB : 80 kg

TB : 158 cm

c. Status Generalis

Kepala : Normosefali, rambut hitam merata dan tidak mudah dicabut

Mata : Sklera ikterik (-/-), konjungtiva anemis (-/-), pupil bulat isokor, refleks pupil (+/+)

Hidung : Deformitas (-), napas cuping hidung (-/-) sekret (-/-) darah (-/-)

Mulut : Mukosa bibir lembab, lidah kotor (-) sianosis (-) Leher : Tidak terdapat adanya pembesaran KGB dan

kelanjar tiroid

Thorax :

- Jantung

 Inspeksi : Iktus kordis tidak terlihat

 Palpasi : Iktus kordis tidak teraba

 Perkusi : Batas jantung dalam batas normal

(8)

 Auskultasi : Bunyi jantung I dan II reguler murni, murmur (-), gallop (-)

- Paru

 Inspeksi : Dinding dada simetris, retraksi dinding dada (-/-), tanda inflamasi (-)

 Palpasi : Vokal fremitus (+/+)

 Perkusi : Sonor (+/+)

 Auskultasi : Suara napas vesikuler

(+/+) Abdomen :

 Inspeksi : perut tampak membesar, linea nigra (+) tanda peradangan (-)

 Auskultasi : DJJ=140 x/menit, bising usus (+)

 Palpasi :

Leopold I = TFU 33 cm, kesan kepala

Leopold II = kanan kesan punggung, kiri kesan ekstremitas Leopold III = kesan bokong

Leopold IV = konvergen, teraba bokong belum masuk PAP Ekstremitas : Tanda inflamasi (-), deformitas (-), akral hangat

(+), edema (-), CRT < 2 detik

Vagina : Inspeksi: vulva vagina normal, darah (-), flek (-), cairan ketuban (-)

Pemeriksaan dalam: tidak ada pembukaan dan pendataran serviks

2.4 Diagnosis

Diagnosis Pra-Bedah : G1P0A0 gravida 37 minggu dengan letak sungsang Diagnosis Post-Bedah : P1A0 post SC aterm dengan letak sungsang dan BSC 1 kali

(9)

2.5 Tatalaksana

 Observasi ibu dan janin

 Bed rest, pasang infus RL 20 tpm

 Rencana Sectio Caesarea tanggal 27/05/2022 Jam 08.00 WIB

 Ceftriaxone 1 gram secara intravena drip pre-operasi

(10)

2.6 Follow Up

Waktu Assessment Intruksi PPA

26/05/2022 Jam 20.00 WIB

S: Pasien hamil pertama, usia kehamilan 37 minggu dan merasakan perut kram. USG janin tunggal dan letak sungsang. HPHT 10 September 2021

O: KU baik. CM. TD 101/70 mmHg. N: 80, S: 36,6ºC RR:

20

Mata tidak anemis dan tidak ikterik Leopold I = TFU 33 cm, kesan kepala

Leopold II = kanan kesan punggung, kiri ekstremitas Leopold III = kesan bokong

Leopold IV = konvergen, teraba bokong belum masuk PAP DJJ 140x/menit

Inspeksi: vulva vagina normal, darah (-), flek (-), cairan ketuban (-)

Pemeriksaan dalam: tidak ada pembukaan dan pendataran serviks

A: G1P0A0 gravida 37 minggu dengan letak sungsang, janin tunggal hidup intrauterin

P: Pemantauan TTV, Asuhan kebidanan, dan Persiapan untuk SC besok jam 08.00

(11)

27/05/2022 Jam 06.00 WIB

S: Pasien merasa cemas

O: KU baik. CM. TD 110/80 mmHg. N: 88, S: 36,5ºC RR:

20

Mata tidak anemis dan tidak ikterik Leopold I = TFU 33 cm, kesan kepala

Leopold II = kanan kesan punggung, kiri ekstremitas Leopold III = kesan bokong

Leopold IV = konvergen, teraba bokong belum masuk PAP DJJ 150x/menit

Inspeksi: vulva vagina normal, darah (-), flek (-), cairan ketuban (-)

Pemeriksaan dalam: tidak ada pembukaan dan pendataran serviks

A: G1P0A0 gravida 37 minggu dengan letak sungsang, janin tunggal hidup intrauterin

P: Pemantauan TTV, Asuhan kebidanan, dan Persiapan untuk SC

- Persiapan rencana SC jam 08.00

- Ceftriaxone pre-op - Pemasangan

DC

27/05/2022 Jam 12.00 WIB

S: Pasien merasa pusing, mual dan menggigil

O: KU baik. CM. Perdarahan (-). Infus dan DC terpasang.

Kontraksi uterus baik. TFU 2 jari dibawah pusat. TD:

118/69 mmHg, N: 66, S: 36ºC, RR : 20, Saturasi oksigen:

99%

A: P1A0 post SC aterm dengan letak sungsang dan BSC 1 kali

P: Asuhan Kebidanan Post SC

- Bila kesakitan beri ketorolac - Infus RL 20

tpm - Berbaring

dengan 1 bantal selama 24 jam post OP 27/05/2022

Jam 20.00 WIB

S: Pasien merasa nyeri pada luka OP

O: KU baik. CM. TD 126/77 mmHg. N: 88, S: 36,8ºC RR:

20 perdarahan (-), infus dan DC masih terpasang, bising usus (+)

A: P1A0 post SC aterm dengan letak sungsang dan BSC 1

(12)

WIB (+)

O: BU (+), Luka jahitan baik A: Post SC hari ke 1

P: Terapi peroral, aff infus + DC 28/05/2022

Jam 16.00 WIB

S: Nyeri luka post OP sedikit berkurang

O: KU baik, CM, perdarahan (n), luka jahitan baik, terapi/oral (+)

A : Nifas Post SC hari ke 1 P : Askeb Post SC

29/05/2022 Jam 09.00 WIB

S: Pasien merasakan nyeri luka OP berkurang

O: KU baik. CM. TD 122/68 mmHg. Luka jahit baik, tidak ada darah pada perban

A: P1A0 post SC aterm dengan letak sungsang dan BSC 1 kali hari kedua

P: Terapi oral, ganti perban dan diperbolehkan pulang

(13)

2.7 Laporan Pembedahan

Diagnosis Pre-Operatif : G2P1A0 gravida 37 minggu dengan letak sungsang Tanggal : 27 Mei 2022

Jam : 08.00 – 08.45 WIB Tindakan : Sectio Caesarea Dokter Operator : dr. Riady, Sp.OG

2.8 Uraian Tindakan 1. Spinal Anestesia 2. Asepsis dan antisepsis 3. Insisi pfannestiel ± 10 cm

4. Lahir bayi pukul 08.22 WIB, JK: Perempuan, BB:3170gr, PB:47cm, LK:35cm, AS 8/9

5. Lahir plasenta kesan lengkap 6. Kedua adneksa dalam batas normal 7. Kontrol perdarahan, perdarahan (-) 8. Bilas cairan abdominal dengan NaCl

9. Setelah diyakini tidak ada perdarahan, jahit dinding abdomen lapis demi lapis 10. Operasi selesai

2.9 Resume dan Lampiran

Pasien Ny. M usia 27 tahun G1P0A0 usia kehamilan 37 minggu datang ke ruang VK Al-Adawiyah RS Islam Jakarta Sukapura pada 26 Mei 2022 dengan rencana sesar. Pasien direncanakan sesar dengan indikasi pada hasil USG didapatkan posisi janin letak sungsang. Terdapat rasa keram 1 hari SMRS disertai

(14)

punggung dan kiri teraba ekstremitas, leopold III teraba bokong dan leopold IV konvergen dan teraba bokong belum masuk PAP. Pada pemeriksaan USG didapatkan hasil janin tunggal intauterin, plasenta tidak menutup jalan lahir, gestasi 37 minggu, taksiran berat janin 3070 gram, detak jantung janin (+), jenis kelamin perkiraan perempuan, letak sungsang dan air ketuban cukup. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan hasil leukosit meningkat yaitu 13.930 uL disertai LED yang meningkat 40 mm/jam. Pasien direncanakan operasi SC pada tanggal 27 Mei 2022 jam 08.00 WIB.

(15)

BAB III

TINJAUAN PUSTAKA

3.1 Definisi

Persalinan sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong berada di bagian bawah kavum uteri.

Presentasi bokong adalah janin letak memanjang dengan bagian terendahnya bokong, kaki, atau kombinasi keduanya. Dengan insidensi 3 - 4 % dari seluruh kehamilan tunggal pada umur kehamilan cukup bulan (> 37 minggu), presentasi bokong merupakan malpresentasi yang paling sering dijumpai. Sebelum umur kehamilan 28 minggu, kejadian presentasi bokong berkisar antara 25 - 30 %, dan sebagian besar akan berubah menjadi presentasi kepala setelah umur kehamilan 34 minggu. Penyebab terjadinya presentasi bokong tidak diketahui, tetapi terdapat beberapa faktor risiko selain prematuritas, yaitu abnormalitas struktural urerus, polihidramnion, plasenta previa, multiparitas, mioma uteri, kehamilan multipel, anomali janin (anensefali, hidrosefalus), dan riwayat presentasi bokong sebelumnya.

(16)

3.2 Klasifikasi

1.Presentasi bokong murni (frank breech)

Yaitu letak sungsang dimana kedua kaki terangkat ke atas sehingga ujung ka ki setinggi bahu atau kepala janin.

2.Presentasi bokong kaki sempurna (complete breech)

Yaitu letak sungsang dimana kedua kaki dan tangan menyilang sempurna dan di samping bokong dapat diraba kedua kaki.

3.Presentasi bokong kaki tidak sempurna (incomplete breech)

Yaitu letak sungsang dimana hanya satu kaki di samping bokong, sedangkan kaki yang lain terangkat ke atas.

3.3 Patogenesis

Menurut Sarwono letak janin dalam uterus bergantung pada proses adaptasi janin terhadap ruangan di dalam uterus. Pada kehamilan sampai kurang lebih 32 minggu, jumlah air ketuban relatif lebih banyak, sehingga memungkinkan janin bergerak dengan leluasa. Dengan demikian janin dapat menempatkan diri dalam presentasi kepala, letak sungsang atau letak lintang. Pada kehamilan triwulan

(17)

3.4 Diagnosis

Diagnosis letak sungsang yaitu pada pemeriksaan luar kepala tidak teraba di bagian bawah uterus melainkan teraba di fundus uteri. Kadang-kadang bokong janin teraba bulat dan dapat memberi kesan seolah-olah kepala, tetapi bokong tidak dapat digerakkan semudah kepala. Seringkali wanita tersebut menyatakan bahwa k ehamilannya terasa lain daripada yang terdahulu, karena terasa penuh di bagian atas dan gerakan terasa lebih banyak di bagian bawah. Denyut jantung janin pada umumnya ditemukan setinggi atau sedikit lebih tinggi daripada umbilicus.

Apabila diagnosis letak sungsang dengan pemeriksaan luar tidak dapat dibuat, karena misalnya dinding perut tebal, uterus mudah berkontraksi atau banyaknya air ketuban, maka diagnosis ditegakkan berdasarkan pemeriksaan dalam. Apabila masih ada keragu-raguan, harus dipertimbangkan untuk melakukan pemeriksaan ultrasonografik. Setelah ketuban pecah, dapat diraba lebih jelas adanya bokong yang ditandai dengan adanya sacrum, kedua tuber ossis iskii, dan anus. Bila dapat diraba kaki, maka harus dibedakan dengan tangan. Pada kaki terdapat tumit, sedangkan pada tangan ditemukan ibu jari yang letaknya tidak sejajar dengan jari-jari lain dan panjang jari kurang lebih sama dengan panjang telapak tangan. Pada persalinan lama, bokong janin mengalami edema, sehingga kadang-kadang sulit untuk membedakan bokong dengan muka. Pemeriksaan yang teliti dapat membedakan antara bokong dengan muka karena jari yang akan dimasukkan ke dalam anus mengalami rintangan otot, sedangkan jari yang dimasukkan ke dalam mulut akan meraba tulang rahang dan alveola tanpa ada hambatan. Pada presentasi bokong kaki sempurna, kedua kaki dapat diraba di samping bokong, sedangkan pada presentasi bokong kaki tidak sempurna, hanya teraba satu kaki di samping bokong.

Zatuchni – Andros Score

Merupakan indeks prognosis untuk menilai lebih tepat apakah persalinan pada letak sungsang dapat dilahirkan pervaginam atau perabdominal.

(18)

Tabel 3.1 Andros Score

Keterangan :

 Skor ≤ 3 = persalinan perabdominal

 Skor yang lebih tinggi dapat dilahirkan pervaginam, namun bukan meruakan suatu jaminan bahwa persalinan pervaginam berhasil.

(19)

3.5 Persalinan Letak Sungsang 1. Pervaginam

Persalinan letak sungsang dengan pervaginam mempunyai syarat yang harus dipenuhi yaitu pembukaan benar-benar lengkap, kulit ketuban sudah pecah, his adekuat dan tafsiran berat badan janin < 3600 gram.

Terdapat situasi-situasi tertentu yang membuat persalinan pervaginam tidak dapat dihindarkan yaitu ibu memilih persalinan pervaginam, direncanakan bedah sesar tetapi terjadi proses persalinan yang sedemikian cepat, persalinan terjadi di fasilitas yang tidak memungkinkan dilakukan bedah sesar, presentasi bokong yang tidak terdiagnosis hingga kala II dan kelahiran janin kedua pada kehamilan kembar. Persalinan pervaginam tidak dilakukan apabila didapatkan kontra indikasi persalinan pervaginam bagi ib u dan janin, presentasi kaki, hiperekstensi kepala janin dan berat bayi > 3600 gram, tidak adanya informed consent, dan tidak adanya petugas yang berpengalaman dalam melakukan pertolongan persalinan.

a) Persalinan spontan (spontaneous breech)

Yaitu janin dilahirkan dengan kekuatan dan tenaga ibu sendiri (cara bracht). Pada persalinan spontan bracht ada 3 tahapan yaitu tahapan pertama yaitu fase lambat, fase cepat, dan fase lambat. Berikut ini prosedur melahirkan secara bracht:

1) Ibu dalam posisi litotomi, sedang penolong berdiri di depan vulva.

2) Saat bokong membuka vulva, dilakukan episiotomi.Segera setelah bokong Lahir, bokong dicengkeram secara bracht yaitu kedua ibu jari penolong sejajar sumbu panjang paha sedangkan jari-jari lain memegang panggul.

3) Pada waktu tali pusat lahir dan tampak teregang, segera kendorkan tali pusat tersebut.

4) Penolong melakukan hiperlordosis pada badan janin dengan cara punggung janin didekatkan ke perut ibu. Penolong

(20)

5) Dengan gerakan hiperlordosis ini berturut-turut lahir pusar, perut, bahu dan lengan, dagu, mulut, dan akhirnya seluruh kepala.

b) Manual – Aid

Yaitu janin dilahirkan sebagian dengan tenaga dan kekuatan ibu dan sebagian lagi dengan tenaga penolong. Pada persalinan dengan cara manual aid ada 3 tahapan yaitu : tahap pertama lahirnya bokong sampai pusar yang dilahirkan dengan kekuatan ibu sendiri, tahap kedua lahirnya bahu dan lengan yang memakai tenaga penolong dengan cara klasik, mueller, lovset; tahap ketiga lahirnya kepala dengan memakai cara mauriceau dan forceps piper.

Berikut ini melahirkan bahu dan lengan dengan cara lovset : 1) Badan janin dipegang secara femuro-pelvis dan sambil

dilakukan traksi curam ke bawah badan janin diputar setengah lingkaran, sehingga bahu belakang menjadi bahu depan.

(21)

2) Sambil melakukan traksi, badan janin diputar kembali ke arah yang berlawanan setengah lingkaran demikian seterusnya bolak-balik sehingga bahu belakang tampak di bawah simfisis dan lengan dapat dilahirkan.

Tubuh janin dipegang dengan pegangan femuropelvik. Dilakukan pemutaran 1800 sambil melakukan traksi curam kebawah sehingga b ahu belakang menjadi bahu depan dibawah arcus pubis dan dapat dilahirkan.

Sambil dilakukan traksi curam bawah, tubuh janin diputar 180

0 kearah yang berlawanan sehingga bahu depan menjadi bahu depan dibawah arcus pubis dan dapat dilahirkan.

(22)

Tubuh janin diputar kembali 1800 kearah yang berlawanan sehingga bahu belakang kembali menjadi bahu depan dibawah arcus pubis dan dapat dilahirkan.

Berikut ini cara melahirkan bahu dan lengan pada letak sungsang : Cara Klasik :

1) Kedua kaki janin dipegang dengan tangan kanan penolong pada pergelangan kakinya dan dielevasi ke atas sejauh mungkin sehingga perut janin mendekati perut ibu.

2) Bersamaan dengan itu tangan kiri penolong dimasukkan ke dalam jalan lahir dengan jari telunjuk menelusuri bahu janin sampai pada fossa cubiti kemudian lengan bawah dilahirkan dengan gerakan seolah-olah lengan bawah mengusap muka janin.

3) Untuk melahirkan lengan depan, pegangan pada pergelangan kaki janin diganti dengan tangan kanan penolong dan ditarik curam ke b awah sehingga punggung janin mendekati punggung ibu. Dengan cara yang sama lengan dapat dilahirkan.

(23)

Berikut ini melahirkan bahu dan lengan pada letak sungsang : Cara Mueller :

1) Badan janin dipegang secara femuro-pelvis dan sambil dilakukan traksi curam ke bawah sejauh mungkin sampai bahu depan di bawah simfisis dan lengan depan dilahirkan dengan mengait lengan di bawahnya.

2) Setelah bahu dan lengan depan lahir, maka badan janin yang masih dipegang secara femuro-pelvis ditarik ke atas sampai bahu belakang lahir.

Berikut ini melahirkan bahu dan lengan dengan Cara Lovset :

1) Badan janin dipegang secara femuro-pelvis dan sambil dilakukan traksi curam ke bawah badan janin diputar setengah lingkaran, sehingga bahu belakang menjadi bahu depan.

2) Sambil melakukan traksi, badan janin diputar kembali ke arah yang berlawanan setengah lingkaran demikian seterusnya bolak-balik sehingga bahu belakang tampak di bawah simfisis dan lengan dapat dilahirkan.

(24)

Gambar Melahirkan bahu depan dengan ekstraksi pada bokong dan bila perlu dibantu dengan telunjuk jari tangan kanan untuk mengeluarkan lengan

c) Eksraksi sungsang

Yaitu janin dilahirkan seluruhnya dengan memakai tenaga penolong. Ekstraksi sungsag dilakukan jika ada indikasi dan memenuhi syarat untuk mengakhiri persalinan serta tidak ada kontra indikasi. Indikasi ekstraksi sungsang yaitu gawat janin, tali pusat menumbung, persalinan macet.

 Cara ekstraksi kaki :

1) Bila kaki masih terdapat di dalam vagina, tangan operator yang berada pada posisi yang sama dengan os sacrum dimasukkan dalam vagina untuk menelusuri bokong, paha sampai lutut guna mengadakan abduksi paha janin sehingga kaki janin keluar. Selama melakukan tindakan ini, fundus

(25)

kedua ibu jari berada punggung betis. Lakukan traksi ke bawah. Setelah lutut dan sebagian paha keluar, pegangan dialihkan pada paha dengan kedua ibu jari pada punggung paha.

3) Dilakukan traksi ke bawah lagi (operator jongkok) dengan tu juan menyesuaikan arah traksi dengan sumbu panggul ibu.

 Cara ekstraksi bokong

1) Lakukan periksa dalam vagina untuk memastikan titik penunjuk (os sacrum).

2) Jari telunjuk tangan operator yang berhadapan dengan os sacrum dikaitkan ada lipat paha depan janin. Kemudian dilakukan ekstraksi curam ke bawah

3) Bila trokanter depan sudah berada di bawah simfisis, jari telunjuk tangan operator yang lain dipasang pada lipat paha belakang untuk membantu traksi sehingga bokong berada di luar vulva.

4) Arah ekstraksi berubah ke atas untuk mengeluarkan trokanter belakang.

5) kemudian mengikuti putaran paksi dalam.

6) pusat sudah berada di luar vulva, dikendorkan.

7) Ekstraksi diteruskan dengan cara menempatkan kedua tangan pada bokong janin dengan kedua ibu jari berada di atas sacrum dan jari-jari kedua tangan berada di atas lipat paha janin.

8) Ekstraksi dilakukan dengan punggung janin di depan, kemudian mengikuti putaran paksi dalam bahu, salah satu bahu akan ke depan.

(26)

9) Setelah ujung tulang belikat terlihat dilakukan periksa dalam vagina untuk menentukan letak lengan janin, apakah tetap berada di depan dada, menjungkit atau di belakang tengkuk.

Pada ekstraksi bokong sampai tulang belikat sering diperlukan bantuan dorongan kristeller.

2. Perabdominal

Memperhatikan komplikasi persalinan letak sungsang melalui pervaginam, maka sebagian besar pertolongan persalinan letak sungsang dilakukan dengan seksio sesarea. Pada saat ini seksio sesarea menduduki tempat yang sangat penting dalam menghadapi persalinan letak sungsang.

Seksio sesarea direkomendasikan pada presentasi kaki ganda dan panggul se mpit.

Seksio sesarea bisa dipertimbangkan pada keadaan ibu yang primi tu a, riwayat persalinan yang jelek, riwayat kematian perinatal, curiga panggul sempit, ada indikasi janin untuk mengakhiri persalinan (hipertensi, KPD

>12 jam, fetal distress), kontraksi uterus tidak adekuat, ingin steril, dan bekas SC. Sedangkan seksio sesarea bias dipertimbangkan pada bayi yang prematuritas >26 minggu dalam fase aktif atau perlu dilahirkan, IUGR

(27)

3.6 Komplikasi

Komplikasi persalinan letak sungsang 1) Komplikasi pada ibu

 Perdarahan

 Robekan jalan lahir

 Infeksi

2) Komplikasi pada bayi

 Asfiksia bayi, dapat disebabkan oleh :

- Kemacetan persalinan kepala (aspirasi air ketuban-lendir) - Perdarahan atau edema jaringan otak

- Kerusakan medula oblongata - Kerusakan persendian tulang leher - kematian bayi karena asfiksia berat.

 Trauma persalinan

- Dislokasi-fraktur persendian, tulang ekstremitas

- Kerusakan alat vital : limpa, hati, paru-paru atau jantung - Dislokasi fraktur persendian tulang leher : fraktur tulang

dasar kepala ; fraktur tulang kepala ; kerusakan pada mata, hidung atau telinga ; kerusakan pada jaringan otak.

3) Infeksi, dapat terjadi karena :

 Persalinan berlangsung lama

 Ketuban pecah pada pembukaan kecil

 Manipulasi dengan pemeriksaan dalam

3.7 Penyulit

1. Sufokasi : Bila sebagian besar badan janin sudah lahir, terjadilah pengecilan rahim, sehingga terjadi gangguan sirkulasi plasenta dan menimbulkan anosia janin. Keadaan ini merangsang janin untuk bernapas. Akibatnya darah, mukus, cairan amnion dan mekonium akan diaspirasi yang dapat

(28)

2. Asfiksia fetalis : Selain akibat mengecilnya uterus pada waktu badan janin lahir yang minmbulkan anoksia, maka anoksia ini diperberat lagi dengan bahaya terjepitnya tali pusat pada waktu kepala masuk panggul (fase cepat).

3. Kerusakan jaringan otak : trauma pada otak janin dapat terjadi khususnya pada panggul sempit atau adanya disproporsi sefalo-pelvik, serviks yang belum terbuka lengkap atau kepala janin yang dilahirkan secara mendadak sehingga timbul dekompresi.

4. Fraktur pada tulang-tulang janin : Kerusakan pada tulang janin dapat berupa fraktur tulang-tulang kepala, fraktur humerus ketika hendak melahirkan lengan yang menjungkit, fraktur klavikula ketika melahirkan bahu yang lebar, paralisis brakialis, fraktur femur, dislokasi bahu, dislokasi panggul terutama pada waktu melahirkan tungkai yang sangat ekstensi dan hematoma otot-otot.

Mengingat penyulit pada janin akibat persalinan pervaginam cukup berat, maka diperlukan evaluasi obstettrik dengan teliti, sebelum memutuskan untuk melahirkan janin pervaginam. Bila sudah diputuskan melahirkan pervaginam, maka penolong dituntut untuk menguasai teknin persalinan secara trampil. Cara persalinan secara ekstraksi total merupakan cara persalinan dengan penyulit janin yang sangat buruk yaitu kematian janin 3 kali lebih banyak dibanding persalinan spontan. Oleh karena itu cara persalinan ini sekarang sudah tidak dianjurkan lagi pada janin hidup. Kematian perinatal pada letak sungsang dibanding dengan letak belakang kepala rata-rata 5 kali lebih banyak.

(29)

DAFTAR PUSTAKA

• Sarwono, P. (2019) ‘Ilmu Bedah Kebidanan’, Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), pp. 1689–1699.

• Kementrian Kesehatan RI. 2013. Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu Di Fasilitas Kesehatan Dasar Dan Rujukan.

Referensi

Dokumen terkait

tarik ke atas. Dengan tangan kiri dan menariknya ke arah.. kanan atas ibu, untuk melahirkan bahu kiri bayi yang berada di.. belakang. Dengan tangan kanan dan menariknya ke

Secara teoritis posisi Lithotomi merupakan posisi yang paling cocok untuk melahirkan kepala janin pada kala II persalinan dimana conjugata vera pintu masuk