BAB I TUJUAN
A. Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK)
- Mahasiswa dapat mengawati rangkaian percobaan pengasutan langsung/direct online (DOL) motor induksi 3 phasa Rotor Sangkar - Mahasiswa dapat melakukan percobaan pengasutan langsung/direct online
(DOL) motor induksi 3 phasa Rotor Sangkar
- Mahasiswa dapat membuat analisa percobaan pengasutan langsung/direct online (DOL) motor induksi 3 phasa Rotor Sangkar
B. .Capaian Pembelajaran Sub Mata Kuliah
- Mahasiswa dapat membuat gambar rangkaian percobaan pengasutan dol motor induksi 3 phasa Rotor Sangkar
- Mahasiswa dapat membuat kurva karakteristik arus starting (Ist) fungsi kecepatan putar motor (nr); Ist = f (nr)
- Mahasiswa dapat membuat kurva karakteristik Torsi motor (T) fungsi kecepatan putar motor (nr); T = f (nr)
- Mahasiswa dapat membuat analisa percobaan dari motor induksi hubungan DOL (Direct On Line)/ langsung bentuk Y dan bentuk delta
C. .Referensi
- I N Sukarma, I K Ta, I M Sajayasa, (2019), Comparison of three phase induction motor start using DOL, Star Delta and VSD Altivar61, Journal of Physics: Conference Series, 1450 (2020) 012045, IOP Publishing.
Sugeng Riyanto, Andi Sapriadi, (2018), Analisis Pengasutan Motor
Induksi Tiga Fasa 15 HP Menggunakan Metode Dol (Direct On Line) Pada PDAM Juwata Laut Tarakan, Elektrika Borneo Vol 4, No 2 Universitas Borneo Tarakan, p.11-16
BAB II TEORI DASAR
Motor induksi merupakan motor listrik yang paling banyak digunakan dilingkungan rumah tangga sampai industri-industri besar. Hal ini disebabkan karena, motor induksi memiliki berbagai keunggulan yaitu: harga yang relatif murah dan perawantannya mudah, konstruksi yang sederhana dan kuat,
(konstruksi hampir tidak pernah mengalami kerusakan, khususnya motor dengan tipe rotor sangkar tupai).
Rotor sangkar tupai mempunyai kecepatan putar dan torsi yang hampir konstan, konstruksi rotor tersusun oleh beberapa batangan logam yang dimasukkan melewati slot-slot yang ada pada rotor motor induksi. Rotor kumparan atau rotor belitan, tipe motor induksi yang memiliki rotor terbuat dari lilitan tembaga yang sama dengan lilitan statornya.
Menurut PUIL 2000, motor dengan daya dibawah 5 kW dapat dihubungkan ke jala-jala secara langsung/ DOL (Direct On Line). Sedangkan diatas itu harus dihubungkan dengan rangkaian starting tambahan. Hal ini dikarenakan arus starting motor sangat tinggi yaitu sekitar 2 - 7 x Inominal. Pada sistem DOL, besarnya arus starting adalah 2 - 4 x I normal.
Tst = Torsi start motor, Newton Meter (Nm) E2 = Tegangan induksi rotor (Volt)
I2 = Arus rotor (A)
BAB III ALAT & BAHAN
- Power supply ac 3 phasa : 1
- Ampere meter : 1
- Voltmeter : 1
- Motor induksi rotor sangkar 3 phasa : 1
- Watt meter : 1
- Tachometer : 1
- Push Button - Kontaktor
- Thermal Overload
- MCB 3 phasa dan I phasa - Kabel (secukupnya)
- Generator sengabai beban (gen dc/ac) - Rubber coupling (karet penghubung) - Lampu pijar (beban generator)
BAB IV
LANGKAH KERJA
1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan sesuai jobsheet 2. Mengecek peralatan secara elektris satu persatu
3. Melakukan pengawatan rangkaian sesuai gambar percobaan masing- masing untuk hubungan bintang dan delta dengan supply dalam keadaan off.
4. Memeriksakan rangkaian percobaan yang telah dikawati/dirangkai kepada instruktur
5. Mengoperasikan motor induksi rotor sangkar hubungan bintang dengan mengoperasikan sakelar tekan S1.
6. Mencatat data sesuai dengan tabel percobaan yaitu arus starting (Ist), arus nominal (In), kecepatan putar, daya 3 phasa.
7. Kemudian mengawati rangkaian motor untuk hubungan delta juga dengan menekan sakelar S1.
8. Dengan asumsi efisiensi = 0,85, hitunglah torsi motor
9. Melakukan pengukuran dan pengambilan data masing-masing untuk DOL hubungan bintang dan delta
BAB V
GAMBAR RANGKAIAN
A. Rangkaian control
B. Rangkaian Daya
C. Rangkaian generator sebagai beban
BAB VI
TABEL DATA
A. Bintang no v motor
(volt) I start
(A) In
(A) n
(Rpm ) Pin
(watt) Pout
(watt) T (Nm)
1 127 4 0,6 1190 76,2 64,77 0,52
2 150 4,2 0,7 1761 105 89,25 0,484
3 180 4,8 0,8 2317 144 122,4 0,504
4 200 5,2 0,8 2578 160 136 0,504
5 220 5,2 0,9 2988 198 168,3 0,538
B. Delta no v motor
(volt)
I start (A)
In (A)
n (Rpm )
Pin (watt)
Pout (watt)
T (Nm)
1 127 12 1,5 1631 190,5 161,92 0,948
2 150 +20 1,9 1991 285 242,25 1,62
3 180 +20 2,8 2194 504 428,4 1,865
4 200 +20 3 2628 600 510 1,854
5 220 +20 4 2994 880 748 2,386
BAB VII
ANALISA
A. ANALISA RANGKAIAN
1. Analisa Rangkaian Kontrol
Pada rangkaian control pengasutan motor secara DOL pertama mengambil salah satu fasa antara fasa R,S,T disini kita mengambil fasa R yang dihubungkan ke MCB 1 fasa lalu keluarannya ke push button NC (OFF) lalu ke push button NO (ON) lalu ke TOR yaitu 95,keluaran 96 ke kontaktor A1 dan A2 ke netral dan pada tombol ON di pararelkan ke NO kontaktor yaitu input 13 dan output 14 sebagai pengunci.
2. Analisa Rangkaian Daya
Pada rangkaian daya pengasutan motor secara DOL kita melakukan 2 buah pengasutan pada motor yaitu star dan delta yang pertama adalah star pertama dari pasa R,S,T dihubungkan ke MCB 3 phasa lalu keluarannya ke kontaktor yaitu input 1,3,5 dan output 2,4,6 lalu keluaran kontaktor ke TOR lalu keluaran TOR ke motor pada bagian input untuk mengukur tegangan antar pasa kita menggunakan voltmeter pemasangannya yaitu input pada pasa R dan output pada pasa S, sedangkan untuk mengukur arus kita menggunakan ampermeter pada pasa S, pengasutan pada motor star yaitu pada U1,V1,W1 sebagai input dan output U2,V2,W2 di jamper,sedangkan untuk delta pada bagian U1 dihubungkan ke W2, V1 dibungkan ke U2, W1 dihubungkan ke V2 dan pada bagian input setelah TOR dihubungkan ke U1,V1,W1.
B. ANALISA DATA A. BINTANG
1. Pout = Pin x 85%
= 76,2 x 85%
= 64,77 Watt Torsi = Pout
2.3,14.n/60
= 64,77 2.3,14.1190/60
= 0,52 Nm 2. Pout = Pin x 85%
= 105 x 85%
= 89,25 Watt Torsi = Pout
2.3,14.n/60
= 89,25 2.3,14.1761/60
= 0,484 Nm 3. Pout = Pin x 85%
= 144 x 85%
= 122,4 Watt Torsi = Pout
2.3,14.n/60
= 122,4 2.3,14.2317/60
= 0,504 Nm 4. Pout = Pin x 85%
= 160 x 85%
= 136 Watt Torsi = Pout
2.3,14.n/60
= 136
2.3,14.2578/60
= 0,504 Nm 5. Pout = Pin x 85%
= 198 x 85%
= 163,3Watt Torsi = Pout
2.3,14.n/60
= 163,3 2.3,14.2988/60
= 0,538 Nm B. DELTA
1. Pout = Pin x 85%
= 190,5 x 85%
= 161,95 Watt Torsi = Pout
2.3,14.n/60
= 161,95 2.3,14.1631/60
= 0,948 Nm 2. Pout = Pin x 85%
= 285x 85%
= 242,25Watt Torsi = Pout
2.3,14.n/60
= 242,25 2.3,14.1991/60
= 1,62Nm 3. Pout = Pin x 85%
= 504 x 85%
= 428,4Watt Torsi = Pout
2.3,14.n/60
= 428,4 2.3,14.2194/60
= 1,865 Nm 4. Pout = Pin x 85%
= 600 x 85%
= 510 Watt Torsi = Pout
2.3,14.n/60
= 510
2.3,14.2628/60
= 1,854 Nm 5. Pout = Pin x 85%
= 880 x 85%
= 748 Watt Torsi = Pout
2.3,14.n/60
= 748
2.3,14.2994/60
= 2,386Nm
BAB VIII
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
1. Pengasutan secara langsung ( DOL ) adalah metode pemberian tegangan langsung dari sumber tegangan ke motor Listrik
2. Pengasutan DOL digunakan hanya untuk motor dengan tegangan daya kecil (<5kW).
3. menggunakan pengaman MCB, TOR dan control kontaktor.
4. Pengasutan motor ada 2 jenis yaitu pengasutan hubungan Bintang dan hubungan delta.
B. SARAN
1. Berdoa sebelum melakukan pratikum
2. Saat merangkai pastikan tidak terhubung ke sumber tegangan 3. Memastikan rangkaian sudah benar saat hendak melakukan
pengujian
4. Saat melakukan pengujian harap didampingi dengan dosen pengampu
5. Merapikan alat dan bahan di tempat semula saat selesai digunakan